ROBIN PANJAITAN, PENGGEMAR TAK TAHU DIRI BISA REPOT (Berita Lawas). Ada yang kenal Robin Panjaitan, sosok artis film dan juga penyanyi? Artis dan penggemar merupakan hubungan yang saling terkait. Pihak kesatu membutuhkan pihak lainnya itu. Pun demikian sebaliknya. "Kita nggak jadi apa-apa kalau nggak ada penggemar kita, "ujar Robin Panjaitan, penyanyi dan pemain film. Rupanya ia menyadari posisi dirinya di masyarakat. Namun terlontar pula kekesalan Robin terhadap penggemarnya. penggemar yang tak tahu diri, bisa merepotkan, katanya. "Gila banget tuh orang-orang. Lagi enak-enaknya tidur, mereka gedor-gedor pintu kamar hotel dimana aku menginap. Paling-paling mereka minta tandatangan dan ngobrol ngalor ngidul. Padahal aku butuh istirahat, "keluhnya.
Bukankah itu resiko? "Sesekali sih boleh saja. Aku mengerti maksud mereka, tapi mereka juga mengerti aku dong. Namun lambat laun akupun sudah siap menghadapi yang begitu, "tegas Robin. Kakak kandung penyanyi yang sudah ngetop duluan, Christine Panjaitan.
Artis yang pertam akali dikenal lewat menyanyi, kini Roin Saut Panjaitan, nama aslinya, pun turut berkiprah di dunia layar putih. Terakhir sekali ia ikut merampungkan film "Akibat Terlalu Bebas" arahan sutradara A. Rachman. Film yang bertema komedi ini, ia berperan sebagai pria yang penghayl sewaktu melihat lukisan. Ia membayangkan wanita dalam lukisan tersebut menjadi wanita utuh. Eh, malah benar jadi kenyataan, ia malah dapat berjogging dan berdisco bersama. Wanita itu dimainkan oleh artis bule, Kristine E Weitz, yang pernah meraih Miss American Beauty 1982. Film produksi PT. Soraya Intercine Films ini juga dimeriahkan oleh Asmuni, Tarsan dan Debby Rio.
Kendati dalam film tersebut Robin diberi honor Rp. 11,5 juta rupiah, ia merasa kurang sreg dalam peranannya. "Di komedi kayaknya aku kurang pas. Dan menurutku tuntutan akting lebih sulit dibanding dengan drama misalnya, "ungkapnya sambil merangkul pundak kekasih yang duduk disampingnya.
Pria yang berambut lurus dan dibalik telapak tangan kirinya ditato namanya sendiri, Robin, dilahirkan pada tanggal 29 Desember 1959. Kini ia disibuki kuliah yang terbengkalai tiga tahun di jurusan Humas Institute Ilmu-Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP), Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Katanya karena studinya ini yang akan ia selesaikan tahun ini. Robin menolak tawaran film dari tiga pihak yakni Virgo Film, sutradara Wim Umboh dan sutradara Ali Shahab. "Karena datangnya berbarengan, maka main film ntar dulu deh. "Aku pilih study dulu, "ucapnya seraya mengerlingkan mata pada wanita disampingnya. Kerlingan itu hanya mereka yang tahu artinya. Dan Robin menyambar, "Gini gini aku sedang dipersiapkan jadi diplomat lho!..
~ MF No. 052/20 Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988

No comments:
Post a Comment