Showing posts with label artis. Show all posts
Showing posts with label artis. Show all posts

Saturday, November 7, 2026

SRI YUNIATI, JANJI GOMBAL UNTUK PRODUSER NAKAL


 SRI YUNIATI, JANJI GOMBAL UNTUK PRODUSER NAKAL (Film Lawas). Terlalu banyak cewek yang menjadi korban keganasan oknum orang film. Mereka di janjikan mau diberikan peran tapi sebelumnya mesti rela di gini gitu. Setelah meraup keinginannya, janji itu hanya pepesan kosong. Yang dialami Sri Yuniati juga begitu. Bedanya cweek kelahiran Bogor 14 Juni 1968, sulung dari empat bersaudara ini memiliki jurus jitu untuk menangkalnya. Ketika seorang produser pelaksana ingin meminjam tubuhnya, Yuni bilang begini "Alaah, yang gituan kecil om. Pokoknya begitu film selesai digarap, tinggal pilih hotel mana yang akan kita pakai. Okey. Setiap saat Om bisa hubingin saya, atau kita bikin janji dulu. Soalnya kalau Om kerumah, bokap pasti nggak ngasih, "kata Yuni mengulang kembali ucapannya kepada seorang produser pelaksana hidung belang. Lantas, apa film selesai Yuni bersedia tidur bareng. Tentu tidak. "Ini siasat saja. begitu pulang dari lokasi, gue kabur-kaburan tak pernah ada dirumah. Biar dia Nyaho!".

Suatu kesempatan Yuni bertemu lagi dengan produser itu dan menawarinya kembali main film. Persyaratannya tetap sama. Rupanya produser itu mau balas dendam. Begitu Yuni tiba di lokasi hanya diberi dua scene saja. "Sialan, sutradaranya udah sekongkol. Meski begitu gue untung, tidak sapai terperangkap jebakannya, "Seloroh cewek penyantap es krim ini. 

Ceritanya diatas adalah cukilan pengalaman buruk Yuni saat nyebur di ladang film. Sayang ia meminta kepada wartawan MF untuk tidak menulis nama produser pelaksana yang bermental bejat. Yuni tak kenal menyerah. Buktinya ia berhasil merangkul sejumlah judul film diantaranya : Kelabaang Wulung, Mandala Satria Tar Tar, dan Pembalasan Laba-laba Merah. Masih ada judul lain hanya tak berani menyebutkan, lantaran perannya tidak banyak. Sebuah sinetron sempat pula mengusung namanya, tapi menyesal bagi Yuni sebab sinetron tersebut tidak tayang-tayang. ~MF 099/67 Tahun VI, 14 - 27 Apr 1990



WINA WIDYAWATI, MAIN FILM LUPUS III

 


WINA WIDYAWATI, MAIN LUPUS 3 (berita lawas). Dia-usia masih muda, cewek satu ini sudah pintar jadi tukang bohong. Cuma itu bukan dalam kehidupan sebenarnya dari putri semata wayang keluarga Widodo dan Kirana Soekarno ini tentu saja. 

"Itu cuma peran saya di film "Lupus III, Topi-Topi Centil" saja kok, "celoteh Wina Widyawati. Ceritanya, Wina yang memerankan Lulu, adik Lupus, satu hari diajari bohong sama kakaknya. Cuma parahnya, cweek ini boongny akelewat banget. Bayangin ia harus bilang Lupus sakit kepala, ngadunya bukan main. Katanya, Lupus sakit beraaat. jatuh dari pohon, kepalanya retak dan mukanya bengkak serta kakinya patah. Pokoknya pengaduannya cukup bombastis.!

Sebetulnya Wina baru saja menyelesaikan ujian di SMA Tunas Karya. Rencananya, gadis ini kepingin masuk sekolah kedokteran, seperti cita-citanya semula. Menurut pengakuannya, sedikitpun ia tak memimpikan bakal terjun ke dunia film. 

"Tapi sekarang sih sudah tahu. Ternyata enak juga ya main film. Orang-orangnya baik seperti keluarga sendiri. Cita-cita jadi dokter masih tetap dong. Buat saya main film kan masih belajar. Belum tahu banyak. Pengenya sih terus main film, "kata Wina yang mulai kesengsem dalam bidang dunia peran. 

Awal karirnya itu, katanya, termasuk aneh. Ketika ia sedang jalan di Blok M, Jakarta, tiba-tiba seseorang yang tak dikenalnya mencoleknya. Ternyata si pencolek itu fotografer majalah Gadis. ia potret, lalu terpampang wajahnya dimajalah tersebut. Tau-tau di taksir untuk main film. 

"Kak Enison, astrada film "Lupus III", yang datang kerumah. Waktu itu perasaan saya gimana ya, ada senang tapi juga ada kagetnya. Sebab saya kan nggak langsung menerima tawaran itu. Mesti minta ijin mama dulu dong. Setelah mama tahu, ia membolehkan. Dan tentu saya mau, "kata WIna kelahiran Bandug, 24 Mei 1973 ini. 

Seminggu setelah menerima skenario dan dapat pengarahan sutradara Edi SS, akir Mei maka Wina pun siap berakting di depan kamera. Main film ini, diakui Wina, juga dianggap sebagai hadiah ulang tahunnya yang bersamaan saat dimulai suting. 

"Perasaan saya pertama kali main film...ah biasa saja".

Wina juga menceritakan bahwa ia melihat dulu akting Lulu di Lupus sebelumnya. Begitu ditanya tentang Lupus yang dimainkan Ryan Hidayat dulu, Wina yang belum 17 tahun usianya menjawab, "Saya lebih suka Hilman. Orangnya sederhana, tampangnya biasa-biasa saja, namn suka humor. Pokoknya cowok seperti itu yang jadi idola saya, "celoteh Wina lagi. Tampanya, type Hilman berkenan di hati gadis ini. 

Namun inilah pengakuan selanjutnya, "Dulu .. ketika umur 13 tahun, sekarang sudah nggak uh!" nah kini, Wina main film bareng dengan type cowok yang ia senangi..~MF No. 078/46/TH V, 24 Juni - 7 Juli 1989

Monday, October 5, 2026

Rr. DIAN SITORESMI, PEMERAN ALIT DAMIS MUSUH BERAT MANTILI

 




Rr. DIAN SITORESMI, PEMERAN ALIT DAMIS MUSUH BERAT MANTILI (Berita lawas). NONTON film Saur Sepuh II Pesanggrahan Keramat akan membenci figur Alit Damis musuh berat Mantili. jelmaan cewek mahir memainkan jurus silat itu tak lain adalah Rr. Dian Sitoresmi. Kalau namanya mirip dengan pemeran Bu Rahmt, sinetron seri buatan PPFN yang tayang di TVRI hanya kebetulan saja. Yang jelas tak ada hubungan darah antara Sitoresmi, mantan istri WS Rendra dengan cewek berbibir ala Brigitta Bardot ini. Hanya menurut pengakuan Dian, kedua ortunya masuk dalam daftar urutan Keraton Yogyakarta. "Malah jadi males di depan nama saya tercantum Rr (Rara : Sebutan gadis ningrat). Orang pasti nanggepinnya lain. Kok, Keluarga keraton main film? Pertanyaan gini sering sekali terngiang di telinga saya,"ungkap Dian ketika dhibungi di rumahnya Perum Bumi Harapan Permai, Jlanan Pratama Raya No. N/9 Keramat Jati Jakarta Timur. 

Mengaku kalau menjalani masa hidup ini penuh dengan kerikil-kerikil tajam. Langkah terkadang membuatnya salah tingkah. Seperti ada sesuatu beban yang mengganjal dengan musuh jenisnya. Alasan itu yang membuat Dian begitu agresif menerima tawaran main film di antaranya seperti, Makin Lama Makin Asyik, Cinta Cuma Sepenggal Dusta, Cintaku Di Rumah Susun, Pernikahan Berdarah dan lain-lain. Plus sejumlah sinetron bikinan TVRI. 

"Nggak perlu promosi dah, saya malu. Namun yang paling membanggakan ya Saur Sepuh. Filmnya di tonton orang banyak dan peran saya sangat penting gitu, "urai Dian yang sekali-sekali menggaruk kepalanya. 

Kamu sendiri gimana Dian? Dengan memainkan matanya yang rada belo ia bilang ,"Nggak  janji dulu tuh. Cuma untuk bibir boleh saja di jitak (cium). Asal pantas dan situasinya memungkinkan untuk itu. Contoh, saya berperan sebagai istri, kan harus mau ciuman dengan peran suami. Iya kan?" tandasnya. Ini namanya curang dong. Menghalalkan adegan seks pada orang lain, sedangkan kamu sendiri belum bersedia. "Nggak nolak banget-benget sih, Say akan perlu tahu, seks yang dimaksud sejauh mana. ~MF 099/67 Tahun VI, 14 - 27 Apr 1990


Saturday, October 3, 2026

EMMA FEBRY, MENGUAK JAKARTA DENGAN PRESTASI

 


EMMA FEBRY, MENGUAK JAKARTA DENGAN PRESTASI (berita lawas). Ada yang tahu aktris ini? Emma Febry, dia datang ke Jakarta dengan segudang prestasi. Dengan modal prestasi itu, dia ingin menguak Jakarta. maka pada pertengahan tahun 1987 Emma Febry datang ke Jakarta. Tujuan semula bukanlah menjadi bintang film, melainkan ingin menggelar karir di bidang peragawati dan model. Karena di kota kelahirannya Medan, dia cukum di kenal sebagai seorang peragawati. Tapi anehnya setelah tiba di Jakarta, dia menjadi bintang film. 

"Sebenarnya sebelum jadi bintang film saya mau masuk IKJ bidang sinematografi. Tapi karena satu dan lain hal niat saya itu jadi gagal, "kata gadis kelahiran Medan, 18 Februari 1966 ini. Lalu gadis mungil ini mendapat tawaran main film. Kontan saja diterimanya. Rupanya dia memiliki bakat dan pernah berakting di TVRI sta. Medan dalam drama-drama maupun film TV. 

"Siapa sih yang tak tertarik main film? Kalau tidak itu namanya munafik. Melihat kesempatan ini, tentu tidak saya sia siakan, "kata anak ke 2 dari 5 bersaudara ini polos. Sampai sekarang gadis yang memiliki tinggi 160 dan berkulit putih mulus ini telah membintangi 5 film nasional. 

Diantaranya Jubah Hitam, Peluu dan mesiu, Pendekar Lembah Kuning, Pendekar Ilmu Api dan Pertarungan. Sebelum main film Pendekar Lembah Kuning, Emma demikian panggilan akrab gadis ini hanya mendapat peran pembantu utama. "Walau saya ketika itu belum mendapat peran utama, tapi saya tidak berkecil hati. Saya yakin suatu saat akan mendapat peran utama, "ujarnya mengenang. Ternyata angan-angannya itu terkabul, dari 5 film yang dibintanginya dia telah tiga kali mendapat peran utama. ~MF 099/67 Tahun VI, 14 - 27 Apr 1990


Wednesday, September 23, 2026

ARTI NENEK BAGI DESY RATNASARI

 


ARTI NENEK BAGI DESY RATNASARI (berita lawas). Bagi Desy Ratnasari, di manapun berada, maka tak pelak neneknya selalu berada disisinya. Bukan karena ia terlalu ingin di manjakan dan tak mampu mengatasi kesulitan tanpa sang Nenek.

Kehadiran neneknya bagi artis ini sudah tidak dapat dipisahkan dari kehidupannya. Baik sebagai remaja maupun selaku artis film. Apalagi mengingat Desy sudah sejak kecil memang di momong oleh sang nenek yang karena ibunya, Ny. Nurjanah selalu sibuk sebagai karyawati PLN Sukabumi, dan ayahnya pegawai Departemen Pertambangan. Menyebabkan Desy yang putri sulung dari empat bersaudara merasa lebih dekat kepada neneknya. 

Sampai kini, disaat 8 buah film sudah dibuah film sudah dibintangi dan populer sebagai artis bersosok anggun, Desy yang gagal masuk ke Fakultas Kedokteran UI, lebih memilih tinggal dengan sang nenek. Meskipun rumah orangtuanya berada persis didepan tempat Desy tinggal. 

"Sudah sejak kecil komunikasi saya selalu lancar bila dilangsungkan dengan nenek daripada dengan ayah dan ibu, "tuturnya saat ditemui di tempat kediamannya di Gg Pelita Sukabumi. 

"Kayaknya ada sesuatu yang hilang bila nenek tak ada di sisi saya, terlebih kalau dia sakit, dimanapun berada saya selalu gelisah, "katanya. Malah kata Desy, Ia membatalkan tawaran show atau menyanyi, bila melihat neneknya sedang dalam keadaan sakit dan perlu dirawat secara telaten. "Pokoknya nenek diatas segalanya, dibanding kepentingan keartisan saya. Yang mungkin tidak akan selamanya saya tetap bisa populer, dibanding besarnya kasih sayang nenek yang telah saya terima, "ujar Desy lirih. 

Desy yang kini sedang melakoni sinetron Pelangi Dihatiku produksi RCTI kembali merasa resah mengingat kursus komputer maupun Bahasa Inggris seringkali ditinggalkannya. Mengingat aktifitasnya di dunia artis menyebabkan ia harus selalu berada di Jakarta. Dan kota Sukabumi yang jaraknya bisa ditempuh dengan 2,5 jam dari ibukota, tetap saja membuat Desy maupun sang nenek sering kepayahan bila harus tiap hari pulang ke SUkabumi. Jadi rencananya akan hijrah ke jakarta Dess? "Maunya sih begitu. Tapi ya pikir-pikir dulu deh, meski sekarang saya menempati sebuah kontrakan rumah di daerah Lenteng Agung, "ujar Desy dengan senyum dan dekik di pipinya. 


~MF No. 174/141/TH.IX, 6 - 19 Maret 1993


Sunday, September 6, 2026

SUSI ADELLA

 


SUSI ADELLA (berita lawas). Film Boneka Dari Indiana lolos dari Komite Seleksi FFI '91 bersama 18 judul film lainnya. Ini menandakan bahwa Nya' Abbas Akup masih sakti dalam hal mengekspresikan kemampuannya. Diperkirakan akan lolos pula dari sergapan penilaian dewan juri. Selain Meriam Bellina, Lydia Kandou, Didi Petet, Susi Adella pendatang baru pada film ini ikut bersuka cita. "Kalau saja menang, ini berarti kenangan manis bagi Oom Abbas. Termasuk saya sangat beruntung. Main sebagai pembantu bernama Inah, bukan hal yang gampang,"begitu kesan Susi. 

Susi Adella, kader bintang berani. Bukan cuma sehubungan dengan kebutuhan film, juga dalam hal pemotretan. Sifat manjanya kadang bikin orang lain geregetan. Malah sewaktu pembuatan film Boneka Dari Indiana, ia dituding ada main dengan sutradara yang kini sudah almarhum itu, Sampai kepada MF (Majalah Film), sutradara kondang tersebut pernah berujar begini , "Ini anak saya. Kalianboleh mnulis apa saja tentang keganjilan pada diri kami, "tandasnya tanpa ragu-ragu. 

Hampir semua mingguan menyoroti Susi, namun cewek keren berkulit putih ini seolat tidak perduli. Bagaikan anjing menggonggong, tapi kafilah tetap berlalu. "Gue juga udah punya pacar, kok. Kenapa mesti diributin? Bodo ah, gue udah siap dengan kemungkinan serangan gosip. Sekalipun nantinya pacar gue minta bubaran, no problem. Cowok gampang di cari, tapi kesempatan main film sangat sulit, apalagi pendatang baru macem gue".

Kata Susi, jika ada seorang pemain berhubungan intim dengan sutradaranya, wajar-wajar saja. Disamping untuk sumber pengarahan, juga perlindungan dari gangguan anggota unit di lokasi. Kalau memang si pemain itu suka, itupun tak perlu dipergunjingkan. "Jangan munafik. Ketimbang pacaran sama anak kru, mendingan sama sutradara, kan? Barangkali aja besok dapat peran lebih besar lagi ha...ha...ha....,"canda Susi. 

Biar bagaimanapun, Susi punya bakat jadi artis bermasa depan cerah. Daya tangkapnya cemerlang sebagaimana yang disaksikan selama suting film Boneka Dari Indiana. Mudah-mudahan saja bakatnya yang bagus itu tidak dibarengi dengan skandal , ya Sus. ~MF 139/106 Tahun III/26 Okt - 8 Nov 1991

Tuesday, June 23, 2026

NUNU DATAU DISERUDUK BANDOT

 


NUNU DATAU DISERUDUK BANDOT (berita lawas). Nunu Datau yang adik kandung mantan artis Mutia Datau ini, boleh diharapkan sebagai bintang remaja potensial. Pengalaman main film memang sudah dikenalnya sejak usia anak-anak, antaranya di tahun 1985, pernah memerankan adik Iwan Fals dalam "Damai Kami Sepanjang Hari"nya Sophan Sophiaan. 

Kini, memasuki usia remaja, Nunu pun sering ikut mendukung film-film bertemakan keremajaan. Sebutlah misalnya serial "Lupus" yang mempertemukannya dengan sang gacoan Ryan Hidayat. Namun memang hampir selalu Nunu cuma kebagian peran pembantu saja, masih belum mendapatkan kesempatan untuk memainkan peran utama. 

Begitu juga dalam filmnya yang beredar medio Januari 1992 ini, "Pesta" arahan Eduard Pesta Sirait. Disini ia berperan sebagai teman sebangku si tokoh utama Desy Ratnasari di sebuah SMA. Walau tetap jadi pemeran pembantu, namun penampilannya yang manis ceria bisa mencuri perhatian penonton. 

Menyusul untuk pembuatan "Rini Tomboy" menjelang akhir tahun 1991, Nunu pun ikutan ke Pantai Kukup di selatan Yogya. Terjadi suati peristiwa yang sangat menggelikan menjelang suting. Untuk menghidupkan suasana alam pedesaan, sutradara Noto Bagaskoro meminta Yadi dari Bagian Unit untuk menyiapkan beberapa ekor kambing yang disewa dari penduduk setempat. 

Ternyata seekor kambing jantan besar yang lazimnya disebut bandot, sangat nakal. Yadi yagn membawanya dengan tali pengikat leher sempat diseruduk sampai tunggang langgang. 

Eh, di pantai kebetulan Nunu sedang membungkuk sampai nungging, untuk membetulkan tali sepatunya. Si Bandot langsung nafsu melihat pinggul Nunu yang membulat didepannya. Mungkin disangkanya Nunu sengaja menantangnya dengan menunggung begitu. Tanpa bisa di cegah lagi, si bandot langsung menerjang, "Brasss?!)

Nunu tersungkur ke pasir sambil menjerit.

Noto, Yadi, Adjie, Jujur Prananto dan lain-lainnya buru-buru menolong Nunu dan mengamankan si bandot galak. Bagi Nunu, mungkin sakitnya sih tak seberapa, tapi kagetnya itu lho! Untungnya, tak sampai terluka, tapi beritanya cepat tersiar malah di bumbu-bumbui menjadi "Nunu Diseruduk bandot birahi!~sumber mf No. 145/112/Th. VIII, 18 - 31 Jan 1992.


Friday, June 19, 2026

ALDONNA VIVERONICA, GADIS IMUT IMUT


 ALDONNA VIVERONICA, GADIS IMUT IMUT (berita lawas). Ia terbilang 'gres', bahkan masih 'bau kencur'. Terakhir kali ia terlibat film Blok M. Siapa dia? Dia Aldonna Viveronica. Biasa dipanggil Donna saja. Dengan celana jeans dan T.shirt menempel di badannya, sebagaimana layak pada gadis usia tujuh belasan. Apalagi dengan melihat foto-fotonya yang sempat menjadi sampul di beberapa penerbitan ibukota. Padahal 14 Januari (1992) yang lalu berusia 13 tahun. Dilahirkan di Bandung, 14 Januari 1979 dari pasangan Aldo Toncic dan Ika. 

"Hanya badan saya saja yang kelihatan bongsor, padahal saya ini masih kecil. Kalau tidur saja masih suka dikeloni oleh mama dan papa, " kata si bontot dari 6 bersaudara ini. 

Bagi Donna, bidang seni pada umumnya tidaklah asing. Tahun 1989 pernah tampil sebagai penyanyi cilik. Dua album yang dihasilkannya adalah "Apa Namanya" dan "Jangan Menangis Isabella". Waktu itu saya sering muncul di TVRI, lewat acara lagu Anak-Anak, sehingga dilirik oleh produser dan selanjutnya diajak rekaman. Karena kesempatan itu sangat menarik, tentu saya tidak sia-siakan. Kebetulan mama, papa dan seluruh keluarga memberi dorongan, " cerita Donna. 

Bicara soal kesempatan main film pun tidak dilewatkan. "Mama berpesan, semua yang terbaik untuk Donna tidak akan dilarang. Menyangkut soal gosip dalam kehidupan artis, tentu saja saya harus pandai-pandai menjaga diri. Soal gosip itu sendiri sudah konsekuensi semua artis, " kata pemilik tinggi dan berat 160 cm dan 39 kg ini, sambil tersenyum manis menunjukkan lesung pipitnya. 

Film dan musik memang sudah jadi obsesinya. Untuk itu dalam bidang tarik suara ia belajar vokal di Tripel M Production dan untuk meningkatkan kemampuan di bidang akting ia gabung dengan Channel 2000.

Pelajar SMP pengagum Madonna dan Michael Jackson ini, pernah juga jadi peragawati cilik. Lantas apa cita-cita Donna sebenarnya.?. Ia tidak lantas menjawab, pikirannya menerawang, "Wah sebenarnya Donna ingin menjadi wanita yang sukses di bidang apa saja. Pokoknya menjadi orang sukses deh, kalau bisa sebagai wanita karier. ~sumber : MF 145/112 Th VIII, 18 - 31 Jan 1992.

Monday, April 27, 2026

YENNY FARIDA


 YENNY FARIDA (Berita lawas),,  "BOM SEKS" begitu julukan bintang yang satu ini. Yenny Farida hadir didunia film nasional memang dengan penuh keberanian, hingga di adijuluki artis spesialis adegan panas. 

Memang, bicaranyapun ceplas ceplos tanpa tedeng aling-aling, baik dalam persoalan pribadi maupun soal keresahannya di dunia film. 

Yenny tidak takut sama cowok, kendati dia sering gonta ganti pasangan, tapi tetap tidak kapok. "Biarin, kalau pergi gampang cari laki-laki lain" katanya tegas. Ketika ditanya bagaimana resepnya menaklukkan lelaki, Yenny cuma menjawab dengan senyum. Tapi dia mengakui bahwa untuk itu ada ilmunya, tapi bukan ilmu dukun tentunya. 

Namun begitu, bukan berarti dia mau "blangsak" terus, hatinya sama seperti hati manusia lainnya. Dan dia sadar bahwa pada lubuk hatinya juga teringat akan kebesaran Allah. Karenanya diapun punya niat untuk menunaikan ibadah haji, rukun islam ke lima. Sayangnya maksud tersebut belum kesampaian. 

Yenny, sempat terbaring di rumah sakit. Katanya kena penyakit ginjal hingga di aperlu di rawat di MMC Kuningan. Hampir satu minggu dia dirawat disana, bahkan harus diinfus segala. Sakitnya kebetulan jatuh pada akhir bulan puasa, hingga mau tak mau dia harus lebaran tergeletak di rumah sakit. Inilah yang banyak membawa hikmah bagi diri Yenny. 

Anehnya, saat ketemu Yenny di lokasi suting film, "Angkara Membara" arahan sutradara Yoppy Burnama beberapa waktu lewat, Yenny tampak cerah dan badannya agak gemuk. 

"Memang aneh kok saya sendiri nggak ngerti, badan bisa tambah lima kilo beratnya. Celana dalamyang biasa saya pakai no. 29 sekarang mesti pakai nomor 3 ucapnya gurau".

Sekarang, walau keadaanya belum sehat betul, pinggang masih terasa sakit-sakit, pegel begitu, tapi kalau sudah bicara suting maka penyakit itu lenyap. Yenny nongol di lokasi suting jadi bintang tamu film "Angkara membara" produksi PT. Surya Artiwibawa Film. Gimana sih, gua kan nggak bisa lari dari dunia film, sebab dunia ini yang membesarkan dan membuat populer, hingga gue terkenal sampai sekarang ini, " begitu kata Yenny. 

Dari Perjalanannya di dunia film, Yenny sudah banyak mengisi frame perfilman nasional. Boleh dikatakan segala tema dan sudah menjadi ciri bila Yenny muncul pasti punya daya pikat tersendiri. Untuk film pengalaman baru inidimanfaatkannya benar walau sebagai bintang tamu. 

Sudah banyak film yang dimainkan Yenny, tapi rata-rata film itu memanfaatkan kemontokan dan kemulusan tubuh Yenny, barangkali inilah yang menjadi salah satu daya pikat. ~MF ~MF 109/77 Tahun VI, 1 - 14 Sept 1990



Thursday, March 12, 2026

SI CEWEK GENDUT ILLA DOTH


 ILLA DOTH. (Kisah Lawas). Artis bertubuh subur dengan bobot hampir satu kwintal itu punya kebiasaan menarik. Kalau biasanya orang yang lagi sedih tidak doyan makan, lain lagi dengan Illa Doth, kalau dia sedih justru makannya banyak. Kebiasaan ini ia jalani sejak kecil. Baginya hidup ini cuma sekali jadi harus senantiasa gembira. itulah sebabnya ia selalu menghindari kesedihan. Maka tak perlu heran jika tubuhnya subur. 

Orangnya cuek, ngomongnya ceplas ceplos penuh humor. Barangkali inilah yang membuat ia awet gemuk. Ia begitu bangga dengan keadaannya, sementara banyak orang melakukan diet jika merasa sedikit gemuk, tapi Illadoth cuek saja. "Kalau orang langsing dan cantik itu banyak tapi cewek gendut kayak Illadoth banyak yang cari. "akunya sambil mengunyah coklat, makanan kesukaan yang tidak pernah ketinggalan setiap hari. 

Ia tidak takut dengan nafsu makannya yang kuat, sebaliknya ia akan bertanya-tanya jika nafsu makan itu tiba-tiba menurun. Gemuk baginya adalah karunia Tuhan. Memang benar, dengan kegemukannya itulah membuat ia laris menerima tawaran main film. Sudah puluhan film yang dibintangi. Juga laris untuk backing vocal penyanyi. Dalam siaran TPI ia pun nongol untuk menghibur anak-anak balita lewat acara yang diasuh oleh Titi Qadarsih. 

Belakangan ini beratnya naik 3kg gara-gara dikecewakan cowoknya membuat ia menambah porsi makannya. Makan adalah kesukaannya, sehingga makanan akan menghibur dirinya bilamana menghadapi kesusahan. "Pokoknya gua emang gak mau susah, jika gua  punya persoalan berat, gua makan sekenyang-kenyangnya. NGapain mikirin yang susah-susah:, jelas Illa Doth yang beratnya mencapai 90 kg. 

Pada suatu hari, cewek Nasution yang satu ini pernah mencoba mengukur sejauh mana kekuatan makannya. Menurut pengakuannya jika lagi mood makan rasanya tidak ada kenyangya. Setelah di cobanya ia mampu melahap satu bakul nasi berikut lauk pauknya dan makanan lain yang memenuhi meja makan. Habis itu ia terkapar dan tidak bisa bangu lagi sampai esok harinya. 

~MF

Thursday, February 5, 2026

DICKY WAHYUDI

 


DICKY WAHYUDI. Masih ingat dengan aktor yang satu ini? Kemunculan Dicky Wahyudi di layar kaca sangat ditunggu penggemarnya. Artis yagn berawal dari model iklan ini terangkat ketika membintangi sinetron bertema Ramadhan "Doaku Harapanku". Bagaimana tidak, saat itu hanya Doaku Harapanku sinetron bertema Ramadhan. Tak ayal lagi, namanya dikancah persinetronan Indonesia mulai di kenal, sekaligus di perhitungkan. "Saya nggak nyangka Doaku Harapanku nggak hanya disukai kaum ibu dan remaja putri, tapi juga bapak-bapak dan lelaki dewasa, " papar artis kelahiran Jakarta, 23 Septeber 1969. 

Dicky juga kembali hadir dengan tema sinetron religi bertajuk Maha Pengasih. Alhasil kepopuleran pun kian menggelayuti dirinya. Hal itu terus memacu dirinya untuk meningkatkan kemampuan aktingnya. Peran apapun siap di lakoninya. Karakter apa sih yang kamu inginkan? "Semua karakter saya suka. Peran yang membuaat saya tertantang adalah saat main dalam sinetron Abad 21. Disitu saya memerankan seorang lelaki yang mencintai wanita pujaannya. Tapi karena nggak disukai, kita di pisahkan. keadaan itu pula yang mengakibatkan tokoh itu melakukan perbuatan jahat. Boleh dibilang sedikit antagonislah. Model peran seperti itu yagn saya sukai, " tegas bintang sinetron ini. 

Diam-dia lelaki berzodiak Libra ini juga pernah menyanyi. Tak tanggung-tanggung, albumnya yang merupakan gabungan dengan Amartya 8 sudah muncul di pasaran. Usut punya usut album itu sendiri ternyata bermasalah. Pasalnya menurut penuturan Dicky, dia sendiri tak mengetahui albumnya telah muncul. Dan dia mengetahui dari rekannya. Tiba-tiba seorang teman memberitahu padanya bahwa albunya ada di toko kaset dan teman itu sudah mendengarnya. Lagu-lagu VCD karaoke itu tersisip di album Amartya 8. "Teman saya bilang kumpulan lagu VCD Karaoke itu, yang ada suara saya di side B, sementara side Anya lagu-lagu Amartya 8.


~selengkapnya dapat di baca di MF No. 405/371/XVII, 21 Des 2001 - 4 Jan 2002


Monday, October 27, 2025

ANNA TAIRAS, DARI BIBIR KE KODRAT

 


ANNA TAIRAS, Setelah hanyut dalam peran-peran tak berarti dan menjurus mengubur namanya, lantaran keberaniannya beradegan di beberapa film yang tak berkesan, Anna Tairas kemudian bermain di film Kodrat karya sutradara Slamet Rahardjo.  

Penampilan Anna yang agak lumayan pernah dibuktikan tatkala Mardali Syarief memberinya kesempatan pada perempuan yang berasal dari Kawanua dalam film Bibir Bibir Bergincu sebagai seorang ibu yang melacurkan diri demi anaknya, Chintami Atmanegara. Di Bibir Bibir Bergincu memang Anna kelewat berani. Ia muncul tanpa selembar busana tatkala ia harus beradegan menghadapi lelaki hidung belang pertama kali demi anaknya. Ia harus menangis ketika di sentuh oleh lelaki tersebut. Sayang adegan bagus dan trenyuh serta menyentuh setiap hati wanita ini, kurang diimbangi dengan permainan prima Anna sendiri. Meski secara keseluruhan tampilan Anna di Bibir Bibir Bergincu tidak jelek.

Tahun 1983-1984 nama Anna Tairas pernah dijejer dalam deretan artis-artis berani yang berkiprah dalam beberapa film produksi tahun tahun itu. Selain nama Anna Tairas juga ada Chintami Atmanegarga, Meriam Bellina, Yenny Farida, Suzanna, Eva Arnaz, Enny Beatrice, Nena Rosier dan MIeke Wijaya. 

Film pertama Anna adalah Bali Connection dimana Anna mendampingi Maruli Sintompul dan Deddy Sutomo, dan tak kunjung beredar. Setelah itu ia bermain dalam film Musim Bercinta, Arjuna Mencari Cinta, Antara Dia dan Aku dan lain nya sebelum bermain dalam film Kodrat arahan Slamet Rahardjo. 

jauh sebelum itu, orang tentu tak akan mendengar namanya, melihat tubuhnya saja tidak kalau tidak ada paksaan . Pada tahun 1975 teman-teman Anna di SMA diam diam mendaftarakan nama Anna pada lomba pemilihan Ratu Kawanua. Dan jadilah ANna muncul di lomba tersebut. Hasilnya Anna Tairas terpilih sebagai Ratu Kawanua 1975 mengalahkan puluhan finalis lain. 

Setahun kemudian tatkala Anna pindah ke Jakarta, ia mengikuti Ratu Jakarta yang terkenal dengan pemilihan Abang dan None Jakarta. Apakah menang? "Ah saya cuma kebagian miss fotogenic saja" katanya. Dan anehnya hampir disetiap pemilihan macam begini namanya selalu terpilih sebagai fotogenic. "Barangkali nasib saya ini di fotogenic saja," celetuknya. 

Namun bekal itu kiranya cukup baginya untuk menapak dunia lain. Sampai akhirnya perempuan kelahiran 1 Mei 1957 ini lebur di dunia film. "Film sudah menjadi bagian dari hidup saya," ujarnya. Anna Tairas paling sering diarahkan oleh Dasri Yacob sutradara dari Inem Film. 

~film 019-Tahun ke II~