SRI YUNIATI, JANJI GOMBAL UNTUK PRODUSER NAKAL (Film Lawas). Terlalu banyak cewek yang menjadi korban keganasan oknum orang film. Mereka di janjikan mau diberikan peran tapi sebelumnya mesti rela di gini gitu. Setelah meraup keinginannya, janji itu hanya pepesan kosong. Yang dialami Sri Yuniati juga begitu. Bedanya cweek kelahiran Bogor 14 Juni 1968, sulung dari empat bersaudara ini memiliki jurus jitu untuk menangkalnya. Ketika seorang produser pelaksana ingin meminjam tubuhnya, Yuni bilang begini "Alaah, yang gituan kecil om. Pokoknya begitu film selesai digarap, tinggal pilih hotel mana yang akan kita pakai. Okey. Setiap saat Om bisa hubingin saya, atau kita bikin janji dulu. Soalnya kalau Om kerumah, bokap pasti nggak ngasih, "kata Yuni mengulang kembali ucapannya kepada seorang produser pelaksana hidung belang. Lantas, apa film selesai Yuni bersedia tidur bareng. Tentu tidak. "Ini siasat saja. begitu pulang dari lokasi, gue kabur-kaburan tak pernah ada dirumah. Biar dia Nyaho!".
Suatu kesempatan Yuni bertemu lagi dengan produser itu dan menawarinya kembali main film. Persyaratannya tetap sama. Rupanya produser itu mau balas dendam. Begitu Yuni tiba di lokasi hanya diberi dua scene saja. "Sialan, sutradaranya udah sekongkol. Meski begitu gue untung, tidak sapai terperangkap jebakannya, "Seloroh cewek penyantap es krim ini.
Ceritanya diatas adalah cukilan pengalaman buruk Yuni saat nyebur di ladang film. Sayang ia meminta kepada wartawan MF untuk tidak menulis nama produser pelaksana yang bermental bejat. Yuni tak kenal menyerah. Buktinya ia berhasil merangkul sejumlah judul film diantaranya : Kelabaang Wulung, Mandala Satria Tar Tar, dan Pembalasan Laba-laba Merah. Masih ada judul lain hanya tak berani menyebutkan, lantaran perannya tidak banyak. Sebuah sinetron sempat pula mengusung namanya, tapi menyesal bagi Yuni sebab sinetron tersebut tidak tayang-tayang. ~MF 099/67 Tahun VI, 14 - 27 Apr 1990






.png)



.png)
