Showing posts with label richie ricardo. Show all posts
Showing posts with label richie ricardo. Show all posts

Sunday, July 19, 2026

MENGENANG RICHIE RICARDO

 


MENGENANG RICHIE RICARDO, (berita lawas). Biduan muda berwajah tampan manis yang paling lincah menyanyi sambil menari diatas panggung itu kini telah tiada. Harus diakui, Richie Ricardo memang berkiblat pada gaya artis-artis Mandarin seperti Alan Tam yang begitu enerjik saat beraksi di panggung hingga mampu menggoyang ribuan penontonnya. 

Kepergiannya dalam usia ang masih begitu muda, 31 tahun, sungguh merupakan satu kehilangan besar bagi blantika musik pop Indonesia. Mungkin suaranya yang bernada kemanja-manjaan belum mencapai topnya, namun gay apanggungnya harus diacungi jempol. Saat Richie mewakili Indonesia dalam eksibisi musik yang digelar di Thailan tahun 1992 lalu, iapun berhasil meraih penghargaan. 

Prestasi sebelumnya antara lain, Golden Records 1986 untuk album "Hujan dan Cinta", Puspen Hankam ABRI menganugerahi Golden Awards sebagai Penyanyi Pria Favorit 1986-1987 dan HDX Award untuk album "Nona Manis".

Nama Richie bahkan kondang sampai ke Singapura dan Filipina. Sempat juga beberapa kali tampil dalam acara teve di berbagai negara Asia. 

Sepanjang kariernya, Richie sempat merampungkan 19 album , sedangkan sebagai bintang film, yang dimulai sejak tahun 1982, iapun bermain dalam 15 judul film. 

Diantara pasangan mainnya adalah artis-artis populer seperti Meriam Bellina, Chintami Atmanegara, Dian Nitami, Enny Beatrice, Firdha Razak, Bella Esperance Lee dan paling sering dengan Rani Soraya. Bahkan sempat juga berpasangan dengan Aktris Terbaik Malaysia, Fauziah Ahmad Daud dan Bomseks Cindy Lee yang pernah jadi model majalah erotis Playboy. 

Sekira enam bulan lalu, Richie masih sempat merencanakan album baru, termasuk album lagu-lagu Rohani untuk menyambut Natal 1993. 

"Seingat saya, baru selesai empat lagu, lalu tertunda kelanjutannya karena Richie sakit, "ungkap Judhi Kristianto, produser JK Records, "Nanti saya periksa lagi. Kalau bisa akan saya terbitkan sebagai memori untuk Richie Ricardo."

Hal lain yang disesalkan Judhi adalah saat ia memproduksi CD (Compact Disc) untuk lagu-lagu tophitnya Dian Piesesha dan Meriam Bellina. Kebetulan RIchie melihat dan sempat meminta "Bikin buat saya juga dong, buat kenang-kenangan", ujarnya ditirukan Judhi "Waktu itu saya cuma sekedar mengiyakan, tak memandang serius. Siapa sangka kalau Richie bakal pergi secepat ini. 

Berita meninggalnya Richie cepat disebarluaskan oleh Wiwiek Setiawan dan Judhi yang memang selain sebagai pembimbing juga sudah dipandang sebagai abang-abang sendiri oleh Richie. 

Meriam Bellina yang di telepon Judhi, langsung menjerit tak percaya. Sedangkan Chintami berulangkali menyesali, "Kenapa waktu Richie sakit saya tak pernah diberi tahu hingga saya tak sempat menengoknya?".

Titiek Puspa pun tak hentinya menepas airmatanya, "Saya merasa lemas sekali. Richie anak yang baik. Pernah minta diajari nyanyi, terus menirukan suara saya begitu persis. Saysampai geli dan bilang, jangan meniru suara saya, pakai suara aslimu sendiri . Belum lama ini Richie juga menelpon, memberitahu ia sakit, hingga tak bisa show dan minta saya menggantikannya. 

Tersiar desas desus kalau Richie meninggal karena penyakit gawat yang belum ada obatnya itu. Kontan dibantah oleh pihak keluarganya. Adiknya, Adrian Kurniawan mengungkapkan, "Yang benar Richie sakit kanker otak hingga dirawat selama tiga bulan di General Hospital, Singapura. "

Tantenya memperlihatkan bekas operasi di kepala Richie. Jika rambutnya yang lebat di dekat ubun-ubun disingkap, terlihat sebaris bekas jahitan kecil. "Tim dokter ahli otak Singapura melakukan operasi disini, " jelasnya untuk menyanggah gosip yang menyakitkan tersebut. 

Menilik kondisi Richi memang jauh dari gejala penyakit mengerikan itu. Rambutnya masih tetap lebat, tidak rontok. Perawakan tubuhnya pun tak mengurus banyak. "Sampai sehari sebelum menghembuskan nafas terakhir nafsu makannya masih baik." ujar pihak keluarga yang menjaganya di rumah barunya di Taman Modern Cakung. "Richie masih doyan ayam rebus. Itu sebabnya kami semua yakin, ia bisa cepat sehat kembali."

Rumah baru tersebut baru sempat empat minggu ditinggali Richie. Semangat menggebu RIchie juga dibuktikan dengan menyiapkan kostum-kostum baru. Memang ada rencana bikin show merayakan Natal 1993 di Green Apple, Puncak , lalu menyambut tahun Baru 1994 di Semarang.

Sayang semua itu tak mungkin dilaksanakannya. Upacara perabuan jenazahnya, sesuai amanat terakhirnya, berlangsung di krematorium Cilincing pada tanggal 30 Oktober 1993. Siang hari Minggu itu juga abunya dibawa keluarganya ke Bandung untuk disemayamkan di ruang khusus Paroki Gereja St. Laurentius. Disanalah biduan yang pernah jadi pujaan ribuan gadis remaja itu bersemayam. sumber ~MF 193/159/Th. X, 20 Nov - 3 Des 1993

FILMOGRAPHY RICHIE RICARDO

1. Permainan Cinta - 1982

2. Gadis Telepon - 1983

3. Rumput-rumput yang bergoyang - 1983

4. Penakluk Srigala - 1983

5. Rambut Keriting - 1983

6. Bercinta Dalam Badai - 1984

7. Gairah pertama - 1984

8. Bercinta - 1985

9. Jejaka-Jejaka - 1985

10. Ranjang Setan - 1986

11. Dewi Cinta - 1986

12. Devil Sorcery - (1987) prod Malaysia

13. Kecil-Kecil Jadi Pengantin - 1987

14. Melody - 1991

15. Nuansa Gadis Suci - 1992


 

Thursday, November 6, 2025

FILM JEJAKA JEJAKA

 


FILM JEJAKA JEJAKA. Richie Ricardo yang berperan sebagai Yudhistira sedang pulang dari berolahraga bersama Lestari yang di bintangi oleh Rani Soraya dan Riri yang dimainkan oleh Hera. Disitu datang teman Yudhis berdama Rengga (Chris Salam) dengan mengendarai motor trail. Kemudian Rengga di perkenalkan pada Lestari oleh Yudhis. Demikian sediki cuplikan jalannya suting film di sebuah rumah mewah di daerah Lenteng Agung. 

Shot selanjutnya diambil setelah Lestari selesai di perkenalkan Yudhis pada Rengga, kemudian Lestari dan Riri pergi dari hadapan mereka, tinggal Yudhis yang masih bercakap-cakap dengan Rengga. Kemudian datang Bonny yang dibintangi oleh Eddy Poor ikut nimbrung berbincang, setelah Bonny datang dengan berlari-lari dan memberitahukan sesuatu pada Yudhis dan Rengga. Kemudian datang pula Riri dari dalam rumah dengan berlari-lari sambil membawa sepucuk surat untuk di berikan pada Yudhis. 

Adapun scene yang lain pada suting siang itu adalah adegan di garasi ketika Rengga mencari-cari Yudhis, kemudian di lanjutkan scene di kolam renang, Riri dan Yudhis sedang berenang, Lestari yang belum bisa berenang berada di kolam yang dalam, Tiba-tiba kecebur, hingga Yudhis menolongnya dengan mengangkat tubuh Lestari dari kolam. Kemudian mengeluarkan air dari dalam perutnya. 

Pada suting saat itu tampak asisten sutradara Hadi Purnomo begitu aktif dalam mengatur posisi pemain, melatih dialog dan membetulkan akting pemainnya, sebelum take. 

"Bagaimana pak Iksan? tanya Hadi Purnomo pada Iksan Lahardi  yang menyutradarai film ini, setelah segala sesuatunya tentang pemain dianggap telah siap. 

"Okey.. kamera siap, eksen!" Iksan Lahardi memberi aba. 

Maka Juru kamera Harry Simon merekam adegan-adegan tadi, setelah camera set up di bereskan bersama anak buahnya yang berdiri dari penata kostum, make up property, dan set telah membereskan bidang masing-masing pula. Sementara itu dikamar editing, film-film yang telah di syut dan di proses pertama, disunting gambar oleh Editor Rizal Azmar. 

"Film ini merupakan produksi ke III dari Central sesudah Gairah Pertama dan bercinta," kata Benny Bariguna produser PT. Central Graha Utama Film yang memproduksi film ini. Menurut Iksan Lahardi, film Jejaka-jejaka merupakan film remaja yang bercorak komedi. Komedi disini merupakan situasi yang bukan lawakan. 

JEJAKA JEJAKA Merupakana film Tiga Jejaka yang berbeda karaketer. 

Jejaka Pertama bernama Yudhistira (Richie Ricardo) yang biasa dipanggil Yudhis adalah seorang playboy. Jejaka kedua adalah Rengga (Chris Salam), seorang anak jalanan yang ahli naik motor trail dan berkelahi. Sedang Jejaka ketiga adalah Bonny (Eddy Poor) seorang yang bertingkah laku blo on, hingga setiap gerak geriknya akan mendatangkan ketawa. 

Yudhis mempunyai seorang adik perempuan berumur 11 tahun bernama Riri (Herawaty Helmi) di rumah Yudhis dan Riri kedatangan seroang gadis dari desa bernama Lestari (Rani Soraya). Di rumah Yudhis dan Riri kedatangan seorang gadis dari desa bernama Lestari (Rani Soraya). 

Pada mulanya Yudhis acurh tak acuh saja melihat lestari karena ia telah mempunyai banyak pacar. Namun ketika pada suatu hari Riri mengajak Lestari ke sebuah pesta ulang tahun, disitu ia didandani memakai pakaian kakak Riri yang masih berada di luar negeri. Sepulang dari pesta, Yudhis melongo melihat kecantikan Lestari, hingga dengan gaya playboy nya ia barusaha merayu Lestari. 

Lestari yang mengetahui kalau Yudhis adalah seorang playboy beusaha agar tidak jatuh cinta pada Yudhis, maka bila Yudhis mengadakan serangan asmaranya selalu kepentok. Ketika Yudhis berusaha mencium Lestari, terjadi perselisihan antara keduanya.

Rengga di perkenalkan Yudhis pada Lestari, jatuh cinta pula kepadanya. Namun ketika mengetahui bahwa Tari adalah pacar Yudhis, ia mengalah dan membantu merukunkan mereka kembali. Hingga percintaan Yudhis-Tari bisa berjalan dengan lancar di tengah-tengah mereka hadir pula Bonny yang Kocak. 

~Film 012 Oktober 1985