Showing posts with label Lina Budiarti. Show all posts
Showing posts with label Lina Budiarti. Show all posts

Sunday, July 26, 2026

LINA BUDIARTI, "SAYA INI MEMANG PANTAS JADI HOSTES ATAU PELACUR", PERTAMA MAIN FILM HONORNYA 60 RIBU DISURUH TELANJANG

 


LINA BUDIARTI, (berita lawas). Waktu pertama main film honor Lina Budiarti cuma Rp. 60.000, itupun sudah berdua dengan suami. Untuk honor sebesar itu Lina disuruh melakukan adegan serem, buka baju dan bergumul diatas ranjang. Hanya sedikit saja bagian dalam busana yang menutupi tubuhnya yang gempal berisi itu, celana dalam dan BH. Lina disuruh bergumul dengan lelaki yang menggaulinya. Hemmm

"Wah saya merasa terperangkap waktu itu. Untuk menolak tidak mungkin karena honornya sudah saya terima. Tapi kalau harus melakukan adegan seperti itu rasanya juga mustahil. Jelek-jelek saya ini kan ibu dari anak-anak saya. Apa kata orang nanti, "kata Lina Budirati menceritakan pengalamannya pertama terjun kedunia film. 

Itu terjadi tahun 1976, saat ia ditawari numpang lewat dalam film "Bernafas Diatas Ranjang" arahan Dasri Yacob. Tapi jangan salah, honor sebesar itu sudah bisa beli lebih dari 25 gram emas, mengingat harganya Rp. 2500/gram. (wah murah sekali kalau diukur jaman sekarang ya hehe...)

Mulai kenal film dibisikin oleh seorang wartawan, tak lama sesudah Lina mengikuti pemilihan None Jakarta wilayah Jakarta Timur tahun 1976. Pemilihan yang tidak membedakan status (gadis, janda atau sudah beranak) itu sempat mengangkat Sukarlina Budiarty kelahiran Banjarnegara ini tampil sebagai pemenang harapan. 

Dari situ seolah jalan menuju bintang terbuka buat Lina istri Budyanto, pengarang buku cergam paling produktif saat itu. Bahkan dia bisa disebut pelopor pengarang buku-buku komik bergambar bertemakan remaja. Tahun 67 Budyanto S menghentikan kegiatan lamanya membuat cerita komik dan bersama-sama sang istri terus mengarungi dunia film. Sang istri terus menekuni akting sementara Budyanto S jadi penata busana. Lantas dia pulalah yang mendorong istrinya jadi foto model. Kalau perlu pakai bikini atau menampilkan bagian-bagian yang sensual. Bermunculanlah foto-foto Lina Budiarti sebagai penghias kalender atau majalah dengan pose ngeseks. 

Penampilan yang seksi ini terus berlanjut di film. Tak lain karena banyak sutradara memanfaatkan postur tubuhnya. Seperti diakui sendiri oleh Lina ,"Dalam film saya ini memang pantesnya jadi perempuan penggoda, hostess atau pela cur"itulah peran-peran yang pas buat saya, "katanya sambil memberi contoh perannya dalam film "Ponirah terpidana" (Slamet Rahardjo) , dia bermain sebagai pela cur, dari satu lelaki pindah ke lelaki lain, "Itulah film yang palin gberkesan selama say aikut membintangi film, "katanya. 

Meski di cap perempuan penggoda dalam film, tetapi diluar itu, Lina mengaku tak seburuk sangkaan orang. Lina tetap Lina Budiarti, ibu lima anak dan istri setia.

"Film kan cuma bohon-bohongan, ya saya lakukan itu dengan bohong-bohongan pula. Selesai suting ya sudah," katanya yang megnaku tidak pernah risi melakukan adegan ranjang atau ciuman dengan setiap lawan main. Umumnya semua lawan main sudah kenal atau bahkan kawan-kawan dekat, timpal Budiyanto. "Lagi pula adegan ranjang ataupun cium yang dilakukan LIna selama ini masih dalam batas-batas terlalu wajar. Busana dibuka sedikit atau cium dikening atau leher. Ya, lumrah saja, "sergah Budiyanto yang sudah 20 tahun kawin sama Lina Budiarti. 

Karena penampilannya yang cenderung ngesek itu, Lina Budiarti sering diperingati induk oraganisasinya Parfi. Sudah berkali-kali dapat peringatan keras tapi Lina cuek saja. "Lha menurut saya foto bikini adalah pekerjaan yang paling sopan dan halal, ketimbang di film harus telanjang bulat, "celotehnya. Kalau parfi mau peringati, itu dong artis-artis yang tiba-tiba naik mobil bagus, punya rumah, padahal tidak pernah dapat peran utama. Darimana duitnya tuh, kata Budyanto setengah menuding. Siapa bud? Akh ya nggak perlu kita sebut.Pokoknya kita taulah permainannya mereka, lanjutnya. ~sumber : MF 073/41/TH.V/15-28 April 1989


Friday, November 14, 2025

LINA BUDIARTY AWET MUDA


LINA BUDIARTY, Penampilan terbaiknya selama menerjuni dunia film adalah ketika Lina Budiarty ikut mendukung film "Ponirah Terpidana" yang digarap oleh sutradara Slamet Rahardjo. Menurut Slamet Rahardjo sendiri peran Lina Budiarty dalam film tersebut sangat cocok. Begitu pula dengan si pemeran sendiri yang kabarnya karena film ini sempat menolak beberapa tawaran film lainnya yang kebetulan hampir bersamaan waktu pembuatannya. 

"Karena saya lebih berat dengan film ini", ujar Lina. "Soalnya film ini sangat cocok buat saya dan lagipula film ini bermutu, apalagi ditangani oleh mas Slamet Rahardjo yang sudah berpengalaman. Tentunya sekaligus untuk meningkatkan pengetahuan tengang akting yang bermutu dan itu pengalaman buat saya". "Dan tentunya saya senang bisa bermain dengan slamet Rahardjo dan Christine Hakim, " sambung Lina. 

Dari sekian banyak film-film yang pernah di bintangi , rata-rata peran yang dibawakan Lina Budiarti selalu yang terbuka terbuka. Tampaknya ia tak ambil pusing, yang jelas ia ingin meraih apa yang diinginkan, yakni bisa mensejajarkan diri dengan artis-artis populer lainnya. Meski demikian kehidupan karirnya tak lepas dari gunjingan orang-orang yang bernada negatif padanya. 

"Memang itu resiko saya," namun semua itu saya anggap biasa saja, yang jelas dunia film dan kehidupan saya memang lain. Itu saja!". 

Lina Budiarty beranjak kedunia film dari dunia foto model. Tentunya peran suaminya dalam kehidupan tak boleh di lupakan begitu saja. Bidijanto S, sang suami yang pada mulanya di kenal sebagai komikus itu dan kemudian di kenal sebagai kostumer film, mempunyai sanggar untuk menampung segala aktifitas seni bidang peraga busana dan foto model. 

Dan Dorongan serta bimbingan dari suaminya inilah yang menjadikan Lina Budiarty seperti sekarang ini. 

Namun di balik semua itu yang menarik sekali dari pribadi Lina Budiarti sendiri adalah kebolehannya dalam menjaga tubuhnya sehingga membuat dirinya tetap awet muda. Dan rahasia awet muda Lina adalah menjaganya dengan senam dan makan minum teratur juga dengan jamu untuk menjaga tubuh. dan tentunya jangan banyak mikir, tutur Lina Budiarti. 


RF 529

Thursday, July 18, 2024

LINA BUDIARTI, ARTIS YANG SERING BERPERAN SEBAGAI FIGURAN DALAM FILM


Lina Budiarti, Lahir di Banjarnegara 22 Februari 1952, adalah merupakan salah satu artis film Indonesia yang sudah malang melintang di dunia film. Meski peran-perannya bukanlah menjadi peran utama dalam film namun kehadirannya telah mewarnai khasanah perfilman Indonesia. Selain sebagai bintang film, Lina juga menjadi foto model pada jamannya. 

Bila kita berbicara tentang Lina Budiarti maka kita akan teringat tentang permainannya yang berani di film-film yang dibintanginya. Bahkan Lina juga di kenal sebagai "bintang panas" Tetapi motivasinya terjun kedunia film bukan semata-mata karena ingin mempertontonkan keindahan tubuhnya, tapi semata-mata karena hobby disamping sejak kecil sudah suka dengan yang namanya menari, menyanyi dan lain-lain yang berkaitan dengan panggung. 

Langkah Lina pertama kali dimulai lewat film "Darah Muda" tahun 1978. Di film Lina Budiarti sering sekali bermain sebagai figur wanita nakal, wanita penggoda atau juga sebagai seorang WTS. Sebagai contoh dalam filmnya Slamet Rahardjo yang berjudul "Kembang Kertas". Namun pribadi adalah sebuah realitas dan film tetaplah sebuah ilustrasi belaka. Karena antara di film dengan pribadinya sehari-hari jelas beda. Seperti halnya di film "Dibalik Dinding Kelabu" arahan sutradara Sophan Sophian Lina bukanlah menjadi wanita penggoda tapi menjadi wanita bandel yang harus berada dibalik penjara wanita. Peran Lina di film ini menuntut kekerasan, karena setiap kali ada tahanan wanita yang baru masuk maka akan terlebih dahulu harus saya hajar, "ujar Lina dalam wawancara dengan Ria Film. 

Penampilan terbaiknya selama menerjuni film menurut Lina Budiarti adalah saat ia bermain dalam film "Ponirah Terpidana" yang di garap oleh Slamet Rahardjo, karena ia merasa sangat cocok dalam peran di film tersebut apalagi di tangani oleh sutradara hebat dan senang bermain dengan Christine hakim. 

Lina Budiarti cukup populer namun belum pernah sekalipun meraih piala citra. Namun demikian Lina tidak pernah berkecil hati, baginya bekerja sebaik mungkin, punya di siplin dan berusaha menghargai peran sekecil apapun, adalah prinsip hidupnya ketika terjun ke dunia film. 

Sudah banyak film-film yang diperankan oleh Lina Budiarti , di kutip dari wikipedia adalah sebagai berikut : 

Sudah banyak film-film yang diperankan oleh Lina Budiarti , di kutip dari wikipedia adalah sebagai berikut :
1977 Darah Muda
1977 Selimut Cinta
1978 Raja Dangdut
Dewi Malam
1979 Kutukan Nyai Roro Kidul
Akibat Bercinta
1980 Cantik
1981 Butir-Butir Cinta Tak Bertepi
Si Pitung Beraksi Kembali
Sang Guru
1982 Perhitungan Terakhir
Pak Sakerah
Warok Singo Kobra
Mendung Tak Selamanya Kelabu
Jin Galunggung
Perawan Rimba
1983 Ponirah Terpidana, Cinta Semalam , Penculikan Pengantin, Bumi Bulat Bundar, Dilihat Boleh Dipegang Jangan ,Perjanjian Setan, Pelayan Gedongan, Kamp Tawanan Wanita, Jaka Geledek
1984 Gadis di Atas Roda
Keris Kalamujeng
Kembang Kertas
Tinggal Landas buat Kekasih
Di Luar Batas
Dia yang Tercinta
Kerikil-Kerikil Tajam
Secangkir Kopi Pahit
1985 Bisikan Setan
Kejarlah Daku... Kau Kutangkap
Satu Cinta 1000 Dusta
Kesempatan dalam Kesempitan
Madu dan Racun
1986 Suka Sama Suka
Telaga Air Mata
Merangkul Langit
Pengejaran di Bukit Hantu
Di Balik Dinding Kelabu
Menggapai Matahari
Operasi Trisula: Penumpasan Sisa-Sisa PKI di Blitar Selatan
Men g gapai Matahari II
1987 Kecil-Kecil Jadi Pengantin
Harga Diri
Arini, Masih Ada Kereta yang akan Lewat
Pelet
1988 Bayar tapi Nyicil
Si Gobang: Misteri Satria Bertopeng
Siapa Menabur Benci Akan Menuai Bencana
Manusia Penunggu Jenazah
Ngipri Monyet
Lenyapnya Ilmu Misteri
Gema Kampus 66
Permainan di Balik Tirai
Brahma Manggala
Jodoh Boleh Diatur
Setegar Gunung Batu
1989 Cinta yang Berlabuh
Genta Pertarungan
Si Gobang II: Jago-Jago Bayaran
Tamu Tengah Malam
Penakluk Sang Durjana
Misteri Cinta
Putusnya Jaring Laba-Laba Merah
Mustika Sakti
Menerjang Karang Terjal
Warisan
Tangisan Tanpa Cinta
Anak-Anak Terminal
1990 Warisan Terlarang
Jangan Bilang Siapa-Siapa
Si Jalu, Dua Pendekar Putih
Si Gondrong Lawan Bek Mardjuk
Anak-Anak Kolong
1991 Sekretaris
Dari Pintu ke Pintu
Bang Somad Si Tangan Satu
Ojek
Taksi Juga
Harta Karun
1992 Si Kabayan Saba Metropolitan
1993 Si Pandir Berkelana
1994 Anggur Perkawinan
2004 Panggung Pinggir Kali

Sumber : Ria Film, Buku FFI 1988, Wikipedia,