Showing posts with label sinetron laga. Show all posts
Showing posts with label sinetron laga. Show all posts

Tuesday, August 4, 2026

DEDE YUSUF, KEMBALI KE SINETRON LAGA

 


DEDE YUSUF KEMBALI KE SINETRON LAGA, (Berita lawas). Beberapa lama Dede Yusuf asyik bermain sinetron drama, non eksyen. Bahkandia sempat mendapat peran sosok pria yang sama sekali tidak tahu bela diri. Saat itu Dede bilang, dia ingin membuktikan bahwa dia juga bisa bermain drama, tidak melulu dengan tendangan dan pukulan yang telah membesarkan namanya dijalur sinetron lewat serial "Jalan Membara" dan Jalan makin Membara. 

Tapi kini dia kembali ke habitat awal. Setelah film Reinkarnasi, Dede bereksyen ria lewat sinetron "Halilintar" yang tayang di SCTV. Bersama Lamting yang juga aktor laga, Dede menyuguhkan eksyen yang lain, berupa kombinasi eksyen animasi dengan riil eksyen. "Pada dasarnya adegan beladirinya tidak jauh berbeda. Kita tetap fight betulan, ada sling dan perangkat lain yang dibutuhkan untuk adegan berantem. Capeknya juga hampir sama dengan saat kita main sinetron laga biasa "tutur Dede. 

Yang lain menurutnya, ketika masuk editing adegan fightnya sebagian dibuat jadi animasi, setelah masuk proses grafik komputer yang dikirim ke salah satu studio di Amerika dan Jepang. "Sinetron ini memang ditujukan pada mereka yang menyenangi video game,"lanjut Dede. Tapi dia mengaku cukup puas dan bermain maksimal sebagaimana layaknya aktor laga jika adegan fighting. "Cukup berkesan juga, karena kali ini lawan main saya seorang aktor laga Lamting yang juga mantan atlet Tae Kwon Do bertaraf Internasional, "tutur Dede. 

Kini Dede edang persiapan untuk sinetron laga paling gres. Pihak Prima Entertainment mempercayainya untuk jadi bintang utama merangkap sutradaranya. Kali inipun, Lamting dilibatkan. Bersetting klasik tradisional. "Saya yakin jenis laga saat ini kembali digemari, "katanya. ~MF408/374/XVII, 1-15 Februari 2002

Monday, August 3, 2026

BUDIYANTO S, BICARA TENTANG DAMAR WULAN

 


BUDIYANTO S, BICARA TENTANG DAMAR WULAN (berita lawas). Sebuah wawancara dengan Budiyanto S, yang juga suami dari aktris Lina Budiarti yang dimuat di Majalah Film  No. 408/374/XVII, 1-15 Februari 2002.

Cukup lama menghilang penulis komik, talenta scout kondang Budiyanto S dari pentas film nasional, kini kembali berkiprah di pentas sinetron sebagai produser Pelaksana griya produksi Mega Kreasi Production, milik Damoo Punjabi. Melihat sukses sinetron Prabu Siliwangi yang di tayangkan di SCTV, membuat Mega Kreasi semangat memproduksi sinetron sejenis, dan kini suami artis kawakan Lina Budiarti ini memproduksi sinetron Damar Wulan.

Berikut perbincangan dengan Budiyanto S di lokasi Syuting Damar Wulan di Banakan, Ciasem, Subang , Jawa Barat. berikut petikannya. 

T : Bagaimana Ceritanya Anda bisa menduduki jabatan pimpinan produksi di Mega Kreasi Production?

J : Saya sudah bekerja di Mega Kreasi, dulu Parkit Film yang megang masih Pak Raam Punjabi, Pak Gobin dan Pak Damo, sudah 30 tahun. Sehingga beliau-beliau sudah tahu kemampuan kerja saya dan ketika Pak Raam membuat perusahaan Multivision Plus, Pak Gobin dengan mega Greasi dan Kami sepakat Mega Kreasi tidak akan memproduksi sinetron yang sama dengan produksi Multivision, karenanya produksi Mega Kreasi sinetron misteri dan laga klasik. 

T : Sesuai tema sinetron yang di produksi yang bertema laga klasik dan horor, kenapa Anda memilih lokasi di perkampungan bukan di hutan atau perkebunan?

J : Pertama tanahnya masih murah, kebetulan orang tua saya memiliki tanah disini jadi tinggal nambahi saja dan Pemda setempat mendukung kami. Kalau kami menyewa, sewa tanah sekarang sangat mahal, sebulan bisa mencapai 15 juta rupiah. Sementara kalau biaya sewa kita belikan tanah disini, sudah dapat tanah hektaran. Dan buat kami dan kru, disini bagaikan surga kecil, kenapa begitu. Karena makanan disini murah, Fasilitas hiburan lengkap. 

T : Berapa hektar tanah yang dibutuhkan untu membangun lokasi syuting di Blanakan ini?

J : Puluhan hektar, kami telah membangun set, membangun pondokan untuk artis dan kru. Fasilitas pondokan serba AC lengkap dengan perlengkapannya, sehingga kami berharap artis akan kerasan tinggal disini, Kami juga membangun pusat kesegaran yang tidak kalah dengan pusat fitness di Jakarta

T : Untuk apa membangun Pusat Fitness di lokasi?

J : Kami kan sering mendapatkan pemain yang badannya kurang bagus, terlalu kerempeng untuk ukuran sinetron laga klasik yang lebih banyak memamerkan bentuk badan. Sembari Syuting, kalau lagi break mereka bisa membentuk badan. Sehingga pada saatnya nanti, badannya sudah bagus dan sesuai kebutuhan cerita, untuk pemain yang telah memiliki bentuk badan yang bagus, mereka bisa menjadikan pusat fitness untuk refreshing kalau lagi nggak syuting. 

T : Kenapa Prabu Siliwangi kalah populer dibanding Misteri Gunung Merapi, padahal sama-sama cerita misteri dan laga klasik?

J : Kalau dari segi cerita dan kualitas penggarapan kami tidak kalah, yang kalah jujur saya akui jam terbangnya. Misteri lebih dulu ditayangkan, Misteri sudah diproduksi 104 episode lebih sementara Prabu Siliwangi baru 54 episode, sehingga penonton Misteri sudah terbentuk, jadi layak lah kalau Misteri mendapat penonton lebih banyak dari kita. 

T : Apa kelebihan Prabu Siliwangi dibanding Misteri?

J : Kalau Misteri kan khayalan sementara Prabu Siliwangi cerita sejarah, jadi sedikit banyak kita harus mengambil dari sejarah. Dan sejarah kan biasanya banyak ceritanya ketimbang adegan laganya, tapi kalau Prabu Siliwangi kami coba mengkombinasikan antara laga dan drama, "60an - 40an karena bagaimanapun sinetron kan tontonan yang dituntut menghibur, nah kalau sinetron laga klasik nilai menghiburnya kalau banyak adegan berantemnya. Disamping ditambah  atau dibumbui sesuatu yang bisa menarik ceritanya. 

T : Apa Alasan menggarap Damar Wulan?

J ; Kalau Prabu Siliwangi mengangkat cerita dari tanah Pasundan nah, agar penonton nggak jemu, saya mencoba mengangkat cerita dari daerah lain. Yakni daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, apa cerita yang tidak kalah menarik dari Prabu Siliwangi? ya Damar Wulan. 

T : Apa Kelebihan Damar Wulan dibanding Prabu Siliwangi?

J : Sama-sama populer, hanya saja Damar Wulan populer di dua propinsi yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga banyak diangkat ke drama-drama panggung dengan berbagai versi daerah. Seperti di sinetron ini, Damar Wulan ini kami angkat dari komik saya Jadi menurut saya cerita Damar Wulan lebih populer. 

T : Tadi Anda mengatakan kalau Damar Wulan ini diambil dari komik yang anda tulis, untuk 26 episode yang akan di produksi butuh berapa buku?

J : Dulu saya membuat komik Damar Wulan hanya 3 buku, kenapa hanya 3 buku karena kalau kebanyakan komiknya takut bosan. Karena daya minat baca masyarakat dulu 'kan masih rendah sehingga cepat bosan kalau membaca buku. Makanya dalam membuat komik, saya singkat-singkat. 

T : Syamsul "Basir" Gondo, kan lebih dikenal di Misteri Gunung Merapi, sekarang anda tampilkan di Damar Wulan apa nanti nggak rancu malah bisa-bisa anda dituduh plagiat?

J : Basir sudah bais kontraknya dengan Misteri Gunung Merapi dan saya juga nggak mau ngambil pemain yang masih terikat kontrak dengan PH lain. Kalau kemudian saya mengambil Syamsul 'Basir' Gondo, kebetulan Damar Wulan kan memiliki Punakawan sehingga kami membutuhkan sosok seperti Syamsul Gondo dan secara kebetulan kontraknya sudah habis, ya jadi kami kontrak. 

T : Di Damar Wulan sendiri, untuk menarik pemirsa berapa persen unsur komedinya?

J : Nggak banyak supaya penonton penasaran saja. karena kalau kebanyakan komedi takut rancu, Damar Wulan kan bukan sinetron komedi. 

T : Dibanding set Misteri dan Angling Darma, set Damar Wulan nampaknya terlalu sederhana?

J : Ya kami membangun set ini masih dalam tahapan, kami bangun yang penting-penting. Sementara Misteri dan Angling Dharma jauh lebih dulu sehingga setnya jauh lebih sempurna ketimbang kami. Nantinya perlahan-lahan kami akan buat set yang sempurna. 

T : Dibutuhkan biaya berapa untuk membangun set Damar Wulan?

J : Tahap pertama sekitar Rp 300juta, alokasi dananya bisa mencapai 1 milyar lebih. 

T : Nampaknya Pemda akan menjadikan Set Damar Wulan menjadi tempat Pariwisata?

J : Begitu antusiasnya masyarakat menyambut tempat suting kami, sehingga orang-orang datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan syuting kami. Sehingga Pemda melihat potensi pariwisata buat kami nggak masalah. Karena ini sinerti yang saling menguntungkan. 

T : Untuk sinetron kolosal seperti Damar Wulan berapa biaya idealnya?

J : Satu episodenya bisa mencapai Rp. 125juta

T : Kenapa pemain topnya cuma dua orang, Sarah Azhari dan Rizal Djibran?

J : Di sinetron laga klasik macam Damar Wulan memang tidak membutuhkan banyak pemain top kenapa begitu? Supaya nilai sejarahnya bisa ditangkap jelas oleh penonton, misal pemain utama Damar Wulan, Lydya Kandou dan Rudy Salam, nanti orang bingung ini sinetron Pernikahan Dini atau Damar Wulan. Sekalipun banyak pemain baru tapi kami tetap mengutamakan kecantikan dan ketampanan pemain. Sehingga pemirsa tetap akan menhan remotenya untuk tetap menonton sinetron kami. 

T : Damar Wulan akan digarap berapa episode?

J : Untuk tahap pertama akan diproduksi 26 episode dan kalau memang sambutan masyarakat bagus, kami akan memproduksi 26 episode lagi. 

T : Tapi kenapa kontrak untuk pemain per 7 episode?

J : Untuk mengantisipasi kalau ada pemain atau kru yang trouble misal pada episode 3 atau 5 ternyata ada pemain bermasalah kan kita bisa langsung ganti. 

T : Bagaimana mengantisipasi pemain yang double job?

J : Sebelum tanda tangan kontrak kita nanya dulu, lagi dikontrak sama PH mana. Kalau memang lagi dikontrak kita minta betul kepada pemain untuk benar-benar menyepakati kerjasama. Misal kami dikasih hari Minggu dan senin pada hari itu harus ada di lokasi. kalau itu diingkari , ya langsung kami ganti. ~~~~~~~~~~~~~

Friday, January 9, 2026

CHAIRIL JM, PEMERAN PEMBANTU PRIA TERBAIK FESTIVAL SINETRON INDONESIA 1998

 


CHAIRIL JM, PEMERAN PEMBANTU PRIA TERBAIK FESTIVAL SINETRON INDONESIA 1998 

Siapa bilang artis laga tidak bisa berjaya di festival dan mendapat Piala Vidia? Chairil JM buktinya. Dalam sejarahnya, inilah kali pertama sejak di adakan Festival Sinetron Indonesia (FSI) maupun Festival Film Indonesia (FFI) bintang laga mendapat prestasi puncak dalam 'pesta' sinema Indonesia. Selama bertahun-tahun para bintang laga hanya bermimpi bisa tampil atas panggung FSI. (cat. Mimin: Beda sama FFI ya,kalau di FFI didubbing bukan suara sendiri kan tidak bisa meraih penghargaan , kalau Chairil JM suaranya kan didubbing orang lain disini)

Dengan tampilnya Chairil JM sebagai Pemeran Pembantu Pria Terbaik lewat perannya sebagai Mpu Ranubaya dalam sinetron seri Tutur Tinular untuk kategori drama seri itu merupakan suatu gebrakan baru. Para artis laga pantas untuk bergembira, sebab kemenangan Chairil JM itu tidak semata buat pribadi pria kelahiran Jambi 11 Maret 1963 ini, akan tetapi  juga kemenangan para bintang action pada umumnya. 

"Tidak pernah membayangkan kalau bintang laga seperti saya bisa naik panggung dalam acara puncak FSI. Ketika nama saya disebut sebagai pemenang, saya tetap tidak percaya kala bintang laga bisa meraih Piala Vidia. Ketika sutradara Ucik Supra menyalami, barulah saya naik panggung untuk menerima Piala Vidia," katanya. 

Padahal malam itu, ketika Chairil JM datang ke TVRI tempat acara puncak FSI, hanya sekedar memenuhi undangan panitia karena tercatat sebagai nominator Peran Pembantu Pria. Sebagai  bintang laga, selama ini, Chairil merasa dikucilkan. Seperti lazimnya bila bintang laga dan bintang drama bertemu, selalu saja bintang laga di remehkan. Malam itu kondisi itu terulang kembali. Tidak banyak artis sinetron drama yang menyapanya, kecuali kru sinetron dan beberapa sutradara. Liha saja lakon-lakon bintangnya dalam film antara lain : lelaki Sejati, Melacak Tapak Harimau, Putri Kembang Dadar, Cakar Naga, Ilmu Cambuk Api, Warisan Ilmu Karang, Pendekar Naga Seribu, Sumpah Si Pahit Lidah, Bujang Jelihim, Wiro Sableng I sampai Wiro Sableng IV, sampai tahun 98 lebih dari 50 judul film eksyen telah dibintanginya. 

"Itu artinya kami artis laga memang selalu tidak diperhitungkan. Mungkin mereka pikir bahwa artis laga itu modalnya cuma gedebak gedebuk saja, " papar artis dengan tinggi 180 cm ini. 

Memang dalam pergaulan artis secara umum maupun dalam pencalonan casting, bintang-bintang laga selalu diremehkan. Seperti yang dialami Chairil JM misalnya, selalu saja dalam pengcastingan untuk sinetron ia sering di sepelekan dan ditolak. Persoalannya karena Chairil JM dikenal sebagai bintang laga, yang identik dengan kekerasan, keperkasaan dan memiliki tubuh kekar serta hanya mampu berteriak. Sehingga diduga ia tidak mampu melahirkan inner acting sebagai artis drama lainnya. 

"Meski diperlakukan seperti itu, saya tidak pernah dendam denga sutradara yang meremehkan saya itu. Malah sebaliknya, cemoohan itu saya jadikan cambuk untuk bisa disejajarkan dengan artis drama lainnya, " katanya dengan semangat berapi api. 

Karena selalu di sepelekan, timbul suatu kekuatan dalam dirinya untuk bisa tampil sebagai bintang drama.  Usahanya tidak sia-sia. Chairil JM sempat berlakon dalam film drama seperti "Wanita berakar darah, Gairah Malam I, Gairah Malam II, Skandal Terlarang, Extasi, Pil Cinta dan lain-lainnya. Sedangkan untuk sinetron drama seperti Misteri Rumah Kontrakan, Pahlawan Tak Dikenal, Selubung Tirai Putih, dan Denpasar Moon. 

Ternyata tidak hanya dalam tema drama saja kemampuan aktingnya di prioritaskan. Dalam sinetron seri Tutur Tinular, yang di sutradarai Muchlis Raya dan Denny HW, Chairil JM cukup alot 'merebut' peran Mpu Ranubaya. Pihak produser menolak ketika Chairil JM meminta peran Mpu Ranubaya , sebab tokoh yang harus dilakoninya berusia sekitar 80 tahunan. Chairil JM tidak mundur, ia ngotot untuk bisa mendapatkan peran itu. Akhirnya peran yang diimpikannya itu dapat diraihnya. "Keinginan saya waktu itu tidak saja karena perannya yang menantang tapi juga impian lainnya, bisa ikut suting di Beijing," tuturnya berseloroh. 

Sejak lolos Casting Mpu Ranubaya, Chairil JM bekerja keras untuk bisa masuk kedalam sosok peran yang akan dimainkanny itu. Hampir setiap hari ia belajar mengeluarkan inner acting. "Tantangan yang paling sulit adalah akting mabuk, sebab adegan mabuk untuk tokoh Mpu Ranubaya cukup banyak. Mak asaya mengusahakan akting mabuk satu dengan lainnya harus berbeda, apalagi mabuknya pendekar," katanya. 

CHAIRIL JM memulai karir sebagai figuran sejak tahun 1985.Baru beberapa kali menjadi figuran ia langsung hengkang dari film. Sebab honor yang diterima sangat minim. Karena menanggung hidup keluarga, adik-adik dan ibunya. Ia sempat banting stir menjadi penebang hutan belantara di hutan Sibolga, Tapanuli Tengah selama dua tahun. Sebelumnya selepas STM di Jambi, Chairil JM pernah pulan menjadi kelasi kapal, melanglang buana ke seluruh Nusantara. Ia juga sempat 'terdampar' di Pangkalan Susu, Sumatera Utara bahkan sampai ke Sulawesi Selatan. 

"Selama Saya di hutan saya merenung, buat apa hidupku di habiskan di hutan belantara. Apalagi saya masih muda, saya harus kembali ke Jakarta, " katanya beterus terang. Firasatnya ternyata benar, sampai di Jakarta ia langsung diterima bergabung dengan Tanaka. Waktu itu instruktur film laga yang cukup laris memiliki fighter yang cukup banyak. Di -dojo-nya Tanaka itulah Chairil belajar seni bela diri untuk film dan sempat main dalam 7 judul film. 

Sejak itu karirnya di film bergerak naik, setelah menjadi figuran kemudian naik menjadi pemeran tambahan, pemeran pembantu sampai akhirnya Chairil menjadi pemeran utama dalam film Warisan Ilmu Karang sutradara Dasri Yacob. 

"Setelah ditangani Dasri Yacob, saya menjadi rebutan sutradara yang ada di PT. Inem Film," papar artis laga ini. 


~MF 328/294/XV, 9-22 Januari 1999

Monday, October 31, 2022

LEGENDA SINETRON TUTUR TINULAR 1997

Arya Kamandanu

Selain serial sandiwara radio Saur Sepuh yang diangkat ke Layar kaca, sandiwara Radio Tutur Tinular setelah diangkat ke Layar lebar juga beranjak turun ke Layar Kaca dengan di buatkan versi Sinetronnya. Tutur Tinular diangkat ke layar televisi sebagai sinetron seri dengan penggarapan yang 'kolosal'. 



Kata Kolosal seringkali terlontar di perbincangan-perbincangan di media sosial namun mengacu kata kolosal sebagai konteks kalimatnya adalah sebagai sebuah film silat/laga. Kadang orang bilang , "sekarang sudah nggak ada yang bikin film kolosal" tapi kalau ditelusuri ternyata yang di maksud kolosal menurut orang tersebut adalah film silat. Sedikit pengetahuan tentang kata "kolosal" ya. Biar nggak salah kaprah dalam pemakaian.  Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti dari kata kolosal adalah dibuat  dan sebagainya secara besar-besaran (luar biasa besar).  Biasanya melibatkan orang yang banyak. Jadi bukan dalam artian film kolosal sama dengan  film silat hehe. Karena film Perang pun semisal Kereta Api terakhir yang melibatkan 15.000 pemain atau Pengkhianatan G 30 S PKI juga salah dua dari film kolosal. Jadi Kolosal tidak melulu film silat lho ya meski ada yang di buat secara kolosal seperti Saur Sepuh 1 dan 2 sehingga ketika menggunakan kata ini tidak salah kaprah. 

VCD Tutur Tinular

Seri Favorit Tutur Tinular series

Iklan Tayangan Sinetron

Kembali ke Sinetron Tutur Tinular 1997 yang diangkat sebagai sinetron kolosal. Tutur Tinular adalah drama radio karya S. Tidjab (alm)  yang sukses besar di 315 radio di seluruh Indonesia pada era akhir 80an hingga 90an. Sinetron ini dibuat melibatkan Sutradara Chen Caige yang mempunyai reputasi internasional. Sinetron dengan Sutradara Muchlis Raya ini menjadi istimewa karena selain suting di dalam negeri juga suting hinrigga ke nege China dengan tembok besarnya dan melibatkan pemain China Li Yun Juan sebagi Mei Shin. 

Sinetron Tutur Tinular melibatkan pemain-pemain seperti Anto Wijaya, Devi Zulianty, Li Yun Juan, Chairil JM, Candy Satrio, Agus Kuncoro, Rizal Muhaimin, Anika Hakim, Lamting, Hans Wanaghi, Ricky Hosada, Steven Sakari, Murtisaridewi, Herbi latuperisa, Hendra Cipta, Saiful Nazar dan masih banyak pemain lainnya. Di beberapa episode awal suting di lakukan di China dengan arahan sutradara Caida dari Akademi film Beijing Chen Keige dan Mude Yuan. Ditangan kedua sutradara itu aktor-aktor Indonesia yang terlibat dalam pembuatan sinetron diarahkan secara tangan dingin , efektif dan efisien dengan standar kerja perfilman China. 

Hans Wanaghi setelah di sulap menjadi pasukan Mongol

Chairil JM dan Lamting sebagai Mpu Ranu baya dan pendekar Lou Shi Shan

Ricky Hosada setelah sebagai pasukan Mongol

Steven Sakari menjadi salah satu pasukan Mongol

Setting yang di tonjolkan adalah atmosfer daratan Tiongkok masa pendudukan tentara Mongol dibawah kaisar Kubilai Khan. Tata artistik yang di pegang oleh Abdullah Sajad sementara di gantikan oleh Chang Yi Mu. Chang Hi Mau berhasil mengubah sosok lahiriah bintang laga Indonesia , Lam Ting, Ricky Hosada, Steven Sakari, Chairil JM dan Hans Wanaghi agar lebih dekat dengan pendekar ala etnis China. Selain Tata artistik, selama suting di China juga produser berganti dari Budi Sutrisno ke Tangan Khao Sin, produser pelaksana selama suting di daratan China. Yang menarik tentu saja tokoh Mei Shin yang di perankan Oleh Li Yun Juan atau juga nama lainnya Lie Yin Chien seorang artis asal China sementara di film layar Lebar, Mei Shin di perankan oleh Elly Ermawatie. 

Pada awal penayangan sinetron Tutur Tinular tayang di stasiun televisi ANTV mulai 25 Oktober 1997 namun kemudian pindah tayang ke Indosiar entah apa penyebabnya.

Cerita sinetron Tutur Tinular tidak jauh berbeda dengan sandiwara radionya . Berkisah tentang Kitab Negarakertagama yang mengatakan bahwa tahun saka 1206 pemerintahan Singosari mulai melakukan politik Dwipantara yaitu meluaskan wilayah keluar tanah Jawa. Maka Jadilah Prabu Kertanegara sebagai pembangun Jawa Agung yang pertama, Namun beberapa pembesar tidak setuju akan politik Dwipantara seperti Pu Raganatha dan Ramapati. Mereka langsung  mengundurkan diri. Mpu Hanggareksa seorang  ahli senjata pusaka adalah orang yang tetap mendukung kebijakan prabu Kertanegara. 

Mbu Hanggareksa mempunyai dua anak laki -laki yaitu Arya Dwipangga dan Arya Kamandanu yang memiliki sifat bertolak belakang. Arya Kamandanu selalu mengalah pada kakaknya Arya Dwipangga. Bahkan Nari Ratih gadis yang sangat dicintainya juga berhasil direbut dan di kawini oleh Arya Dwipangga setelah sebelumnya di perkosa akibat bujuk rayunya dengan syairnya yang indah oleh Arya Dwipangga. 

Bagaimana kisah selanjutnya? tonton saja ya sendiri. Sudah tersedia di VCD yang pernah beredar atau bisa browsing youtube tentunya. 

Berbicara tentang kisah sinetron Tutur Tinular 1997 tentu saja kita akan bangga karena sinetron laga kolosal ini memang di buat sangat serius sehingga menghasilkan tontonan yang memuaskan. Tutur Tinular ini termasuk sinetron yang di buat secara kolosal hingga sutingnya pun ada yang di negeri Tirai Bambu. Tutur Tinular menjadi  kisah sinetron yang Melegenda. betawa tidak sinetron Tutur Tinular pun kembali dibuat versi lain di taun 2011 dan 2021 namun demikian kalau menurut pendapat saya pripadi sih kedua produksi tersebut sangat jauh penggarapanya yang terkesan asal dan hanya mengejar rating saja karena dari segi cerita dan kostum pun sudah jauh berbeda dibanding sinetron Tutur Tinular 1997. 

Di beberapa kesempatan Sinetron Tutur Tinular 1997 pun di tayang ulang di stasiun televisi RTV, meskipun sebenarnya secara 'rasa' kita sudah jauh berbeda ketika dulu menontonnya pertama kali. Bagaimana menurut pendapat kalian? yuk tulis di komentar ya


Galeri Sinetron Tutur Tinular:

Hati Siapa yang tidak sakit melihat kekasihnya direbut kakaknya sendiri

Sebelum melarikan diri 

Siap menghadapi pasukan Mongol

Mei Shin

Pasukan Mongol

Sakawuni

Sakawuni dan Pendekar Lo

Sakawuni

Pendekar Lo dan Mei Shin Menghindari pasukan Mongol 

Tembok Besar China salah satu daya tarik suting film