Showing posts with label sinetron laga. Show all posts
Showing posts with label sinetron laga. Show all posts

Friday, January 9, 2026

CHAIRIL JM, PEMERAN PEMBANTU PRIA TERBAIK FESTIVAL SINETRON INDONESIA 1998

 


CHAIRIL JM, PEMERAN PEMBANTU PRIA TERBAIK FESTIVAL SINETRON INDONESIA 1998 

Siapa bilang artis laga tidak bisa berjaya di festival dan mendapat Piala Vidia? Chairil JM buktinya. Dalam sejarahnya, inilah kali pertama sejak di adakan Festival Sinetron Indonesia (FSI) maupun Festival Film Indonesia (FFI) bintang laga mendapat prestasi puncak dalam 'pesta' sinema Indonesia. Selama bertahun-tahun para bintang laga hanya bermimpi bisa tampil atas panggung FSI. (cat. Mimin: Beda sama FFI ya,kalau di FFI didubbing bukan suara sendiri kan tidak bisa meraih penghargaan , kalau Chairil JM suaranya kan didubbing orang lain disini)

Dengan tampilnya Chairil JM sebagai Pemeran Pembantu Pria Terbaik lewat perannya sebagai Mpu Ranubaya dalam sinetron seri Tutur Tinular untuk kategori drama seri itu merupakan suatu gebrakan baru. Para artis laga pantas untuk bergembira, sebab kemenangan Chairil JM itu tidak semata buat pribadi pria kelahiran Jambi 11 Maret 1963 ini, akan tetapi  juga kemenangan para bintang action pada umumnya. 

"Tidak pernah membayangkan kalau bintang laga seperti saya bisa naik panggung dalam acara puncak FSI. Ketika nama saya disebut sebagai pemenang, saya tetap tidak percaya kala bintang laga bisa meraih Piala Vidia. Ketika sutradara Ucik Supra menyalami, barulah saya naik panggung untuk menerima Piala Vidia," katanya. 

Padahal malam itu, ketika Chairil JM datang ke TVRI tempat acara puncak FSI, hanya sekedar memenuhi undangan panitia karena tercatat sebagai nominator Peran Pembantu Pria. Sebagai  bintang laga, selama ini, Chairil merasa dikucilkan. Seperti lazimnya bila bintang laga dan bintang drama bertemu, selalu saja bintang laga di remehkan. Malam itu kondisi itu terulang kembali. Tidak banyak artis sinetron drama yang menyapanya, kecuali kru sinetron dan beberapa sutradara. Liha saja lakon-lakon bintangnya dalam film antara lain : lelaki Sejati, Melacak Tapak Harimau, Putri Kembang Dadar, Cakar Naga, Ilmu Cambuk Api, Warisan Ilmu Karang, Pendekar Naga Seribu, Sumpah Si Pahit Lidah, Bujang Jelihim, Wiro Sableng I sampai Wiro Sableng IV, sampai tahun 98 lebih dari 50 judul film eksyen telah dibintanginya. 

"Itu artinya kami artis laga memang selalu tidak diperhitungkan. Mungkin mereka pikir bahwa artis laga itu modalnya cuma gedebak gedebuk saja, " papar artis dengan tinggi 180 cm ini. 

Memang dalam pergaulan artis secara umum maupun dalam pencalonan casting, bintang-bintang laga selalu diremehkan. Seperti yang dialami Chairil JM misalnya, selalu saja dalam pengcastingan untuk sinetron ia sering di sepelekan dan ditolak. Persoalannya karena Chairil JM dikenal sebagai bintang laga, yang identik dengan kekerasan, keperkasaan dan memiliki tubuh kekar serta hanya mampu berteriak. Sehingga diduga ia tidak mampu melahirkan inner acting sebagai artis drama lainnya. 

"Meski diperlakukan seperti itu, saya tidak pernah dendam denga sutradara yang meremehkan saya itu. Malah sebaliknya, cemoohan itu saya jadikan cambuk untuk bisa disejajarkan dengan artis drama lainnya, " katanya dengan semangat berapi api. 

Karena selalu di sepelekan, timbul suatu kekuatan dalam dirinya untuk bisa tampil sebagai bintang drama.  Usahanya tidak sia-sia. Chairil JM sempat berlakon dalam film drama seperti "Wanita berakar darah, Gairah Malam I, Gairah Malam II, Skandal Terlarang, Extasi, Pil Cinta dan lain-lainnya. Sedangkan untuk sinetron drama seperti Misteri Rumah Kontrakan, Pahlawan Tak Dikenal, Selubung Tirai Putih, dan Denpasar Moon. 

Ternyata tidak hanya dalam tema drama saja kemampuan aktingnya di prioritaskan. Dalam sinetron seri Tutur Tinular, yang di sutradarai Muchlis Raya dan Denny HW, Chairil JM cukup alot 'merebut' peran Mpu Ranubaya. Pihak produser menolak ketika Chairil JM meminta peran Mpu Ranubaya , sebab tokoh yang harus dilakoninya berusia sekitar 80 tahunan. Chairil JM tidak mundur, ia ngotot untuk bisa mendapatkan peran itu. Akhirnya peran yang diimpikannya itu dapat diraihnya. "Keinginan saya waktu itu tidak saja karena perannya yang menantang tapi juga impian lainnya, bisa ikut suting di Beijing," tuturnya berseloroh. 

Sejak lolos Casting Mpu Ranubaya, Chairil JM bekerja keras untuk bisa masuk kedalam sosok peran yang akan dimainkanny itu. Hampir setiap hari ia belajar mengeluarkan inner acting. "Tantangan yang paling sulit adalah akting mabuk, sebab adegan mabuk untuk tokoh Mpu Ranubaya cukup banyak. Mak asaya mengusahakan akting mabuk satu dengan lainnya harus berbeda, apalagi mabuknya pendekar," katanya. 

CHAIRIL JM memulai karir sebagai figuran sejak tahun 1985.Baru beberapa kali menjadi figuran ia langsung hengkang dari film. Sebab honor yang diterima sangat minim. Karena menanggung hidup keluarga, adik-adik dan ibunya. Ia sempat banting stir menjadi penebang hutan belantara di hutan Sibolga, Tapanuli Tengah selama dua tahun. Sebelumnya selepas STM di Jambi, Chairil JM pernah pulan menjadi kelasi kapal, melanglang buana ke seluruh Nusantara. Ia juga sempat 'terdampar' di Pangkalan Susu, Sumatera Utara bahkan sampai ke Sulawesi Selatan. 

"Selama Saya di hutan saya merenung, buat apa hidupku di habiskan di hutan belantara. Apalagi saya masih muda, saya harus kembali ke Jakarta, " katanya beterus terang. Firasatnya ternyata benar, sampai di Jakarta ia langsung diterima bergabung dengan Tanaka. Waktu itu instruktur film laga yang cukup laris memiliki fighter yang cukup banyak. Di -dojo-nya Tanaka itulah Chairil belajar seni bela diri untuk film dan sempat main dalam 7 judul film. 

Sejak itu karirnya di film bergerak naik, setelah menjadi figuran kemudian naik menjadi pemeran tambahan, pemeran pembantu sampai akhirnya Chairil menjadi pemeran utama dalam film Warisan Ilmu Karang sutradara Dasri Yacob. 

"Setelah ditangani Dasri Yacob, saya menjadi rebutan sutradara yang ada di PT. Inem Film," papar artis laga ini. 


~MF 328/294/XV, 9-22 Januari 1999

Monday, October 31, 2022

LEGENDA SINETRON TUTUR TINULAR 1997

Arya Kamandanu

Selain serial sandiwara radio Saur Sepuh yang diangkat ke Layar kaca, sandiwara Radio Tutur Tinular setelah diangkat ke Layar lebar juga beranjak turun ke Layar Kaca dengan di buatkan versi Sinetronnya. Tutur Tinular diangkat ke layar televisi sebagai sinetron seri dengan penggarapan yang 'kolosal'. 



Kata Kolosal seringkali terlontar di perbincangan-perbincangan di media sosial namun mengacu kata kolosal sebagai konteks kalimatnya adalah sebagai sebuah film silat/laga. Kadang orang bilang , "sekarang sudah nggak ada yang bikin film kolosal" tapi kalau ditelusuri ternyata yang di maksud kolosal menurut orang tersebut adalah film silat. Sedikit pengetahuan tentang kata "kolosal" ya. Biar nggak salah kaprah dalam pemakaian.  Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti dari kata kolosal adalah dibuat  dan sebagainya secara besar-besaran (luar biasa besar).  Biasanya melibatkan orang yang banyak. Jadi bukan dalam artian film kolosal sama dengan  film silat hehe. Karena film Perang pun semisal Kereta Api terakhir yang melibatkan 15.000 pemain atau Pengkhianatan G 30 S PKI juga salah dua dari film kolosal. Jadi Kolosal tidak melulu film silat lho ya meski ada yang di buat secara kolosal seperti Saur Sepuh 1 dan 2 sehingga ketika menggunakan kata ini tidak salah kaprah. 

VCD Tutur Tinular

Seri Favorit Tutur Tinular series

Iklan Tayangan Sinetron

Kembali ke Sinetron Tutur Tinular 1997 yang diangkat sebagai sinetron kolosal. Tutur Tinular adalah drama radio karya S. Tidjab (alm)  yang sukses besar di 315 radio di seluruh Indonesia pada era akhir 80an hingga 90an. Sinetron ini dibuat melibatkan Sutradara Chen Caige yang mempunyai reputasi internasional. Sinetron dengan Sutradara Muchlis Raya ini menjadi istimewa karena selain suting di dalam negeri juga suting hinrigga ke nege China dengan tembok besarnya dan melibatkan pemain China Li Yun Juan sebagi Mei Shin. 

Sinetron Tutur Tinular melibatkan pemain-pemain seperti Anto Wijaya, Devi Zulianty, Li Yun Juan, Chairil JM, Candy Satrio, Agus Kuncoro, Rizal Muhaimin, Anika Hakim, Lamting, Hans Wanaghi, Ricky Hosada, Steven Sakari, Murtisaridewi, Herbi latuperisa, Hendra Cipta, Saiful Nazar dan masih banyak pemain lainnya. Di beberapa episode awal suting di lakukan di China dengan arahan sutradara Caida dari Akademi film Beijing Chen Keige dan Mude Yuan. Ditangan kedua sutradara itu aktor-aktor Indonesia yang terlibat dalam pembuatan sinetron diarahkan secara tangan dingin , efektif dan efisien dengan standar kerja perfilman China. 

Hans Wanaghi setelah di sulap menjadi pasukan Mongol

Chairil JM dan Lamting sebagai Mpu Ranu baya dan pendekar Lou Shi Shan

Ricky Hosada setelah sebagai pasukan Mongol

Steven Sakari menjadi salah satu pasukan Mongol

Setting yang di tonjolkan adalah atmosfer daratan Tiongkok masa pendudukan tentara Mongol dibawah kaisar Kubilai Khan. Tata artistik yang di pegang oleh Abdullah Sajad sementara di gantikan oleh Chang Yi Mu. Chang Hi Mau berhasil mengubah sosok lahiriah bintang laga Indonesia , Lam Ting, Ricky Hosada, Steven Sakari, Chairil JM dan Hans Wanaghi agar lebih dekat dengan pendekar ala etnis China. Selain Tata artistik, selama suting di China juga produser berganti dari Budi Sutrisno ke Tangan Khao Sin, produser pelaksana selama suting di daratan China. Yang menarik tentu saja tokoh Mei Shin yang di perankan Oleh Li Yun Juan atau juga nama lainnya Lie Yin Chien seorang artis asal China sementara di film layar Lebar, Mei Shin di perankan oleh Elly Ermawatie. 

Pada awal penayangan sinetron Tutur Tinular tayang di stasiun televisi ANTV mulai 25 Oktober 1997 namun kemudian pindah tayang ke Indosiar entah apa penyebabnya.

Cerita sinetron Tutur Tinular tidak jauh berbeda dengan sandiwara radionya . Berkisah tentang Kitab Negarakertagama yang mengatakan bahwa tahun saka 1206 pemerintahan Singosari mulai melakukan politik Dwipantara yaitu meluaskan wilayah keluar tanah Jawa. Maka Jadilah Prabu Kertanegara sebagai pembangun Jawa Agung yang pertama, Namun beberapa pembesar tidak setuju akan politik Dwipantara seperti Pu Raganatha dan Ramapati. Mereka langsung  mengundurkan diri. Mpu Hanggareksa seorang  ahli senjata pusaka adalah orang yang tetap mendukung kebijakan prabu Kertanegara. 

Mbu Hanggareksa mempunyai dua anak laki -laki yaitu Arya Dwipangga dan Arya Kamandanu yang memiliki sifat bertolak belakang. Arya Kamandanu selalu mengalah pada kakaknya Arya Dwipangga. Bahkan Nari Ratih gadis yang sangat dicintainya juga berhasil direbut dan di kawini oleh Arya Dwipangga setelah sebelumnya di perkosa akibat bujuk rayunya dengan syairnya yang indah oleh Arya Dwipangga. 

Bagaimana kisah selanjutnya? tonton saja ya sendiri. Sudah tersedia di VCD yang pernah beredar atau bisa browsing youtube tentunya. 

Berbicara tentang kisah sinetron Tutur Tinular 1997 tentu saja kita akan bangga karena sinetron laga kolosal ini memang di buat sangat serius sehingga menghasilkan tontonan yang memuaskan. Tutur Tinular ini termasuk sinetron yang di buat secara kolosal hingga sutingnya pun ada yang di negeri Tirai Bambu. Tutur Tinular menjadi  kisah sinetron yang Melegenda. betawa tidak sinetron Tutur Tinular pun kembali dibuat versi lain di taun 2011 dan 2021 namun demikian kalau menurut pendapat saya pripadi sih kedua produksi tersebut sangat jauh penggarapanya yang terkesan asal dan hanya mengejar rating saja karena dari segi cerita dan kostum pun sudah jauh berbeda dibanding sinetron Tutur Tinular 1997. 

Di beberapa kesempatan Sinetron Tutur Tinular 1997 pun di tayang ulang di stasiun televisi RTV, meskipun sebenarnya secara 'rasa' kita sudah jauh berbeda ketika dulu menontonnya pertama kali. Bagaimana menurut pendapat kalian? yuk tulis di komentar ya


Galeri Sinetron Tutur Tinular:

Hati Siapa yang tidak sakit melihat kekasihnya direbut kakaknya sendiri

Sebelum melarikan diri 

Siap menghadapi pasukan Mongol

Mei Shin

Pasukan Mongol

Sakawuni

Sakawuni dan Pendekar Lo

Sakawuni

Pendekar Lo dan Mei Shin Menghindari pasukan Mongol 

Tembok Besar China salah satu daya tarik suting film