YURIKE PRASTICA, TIDAK BERBUGIL LAGI (berita lawas). Sejak Yurike Prastica melahirkan putri pertama, medio tahun 1991 lalu, praktis kegiatan keartisan ditinggalkan. Akibatnya selama setahun setengah, Yurika tak membintangi film. Lahirnya buah hati, tidak hanya melengkapkan eksistensi Yuri sebagai wanita, dampak lannya kini lebih banyak melakukan perenungan atas apa yang pernah dirambahnya di film.
Ia menggelengkan kepala tatkala memutar ulang kembali awal debutnya di film, artis seronok, demikian pers menyebutnya. Juta mata pria memakan kembali air liurnya, menyaksikan kemolekan dan lekukan tubuh Yuri nan aduhai itu. Lihat saja tahun 1987, dua film yang dibintanginya, Pembalasan Ratu laut Selatan dan Akibat Terlalu Genit sempat ditarik dari peredaran. Sebab dianggap film yang mengeksploitasi seks.
Kini, Yuri meski masih ceplas ceplos kalau ngomong, namun dalam berdandan ia lebih feminin. "saya telah tua. Tidak saatnya lagi buat saya berbuka-buka. Buat apa sih begituan terus. Kan masih ada yang muda-muda, lebih berani dan lebih seksi, "kata bintang kelahiran Bandung 25 Juni 1968 ini.
Justru itu debutnya kembali ke dunia akting melakoni Mei Shin dalam sinetron Mahkota Mayangkara tayangan TPI medio 1992 ini, Yuri lebih banyak mempermainkan eksresi; inner action. "Itulah beda dulu dari sekarang, kalau dulu saya lebih banyak melakoni diri sendiri, tapi sekarang yang dilakoni begitu jauh dari dri saya,"katanya sembari membuktikan dirinya dengan kondisi membandingkan lakonnya sbagai orangtua dalam Mahkota Mayangkara. Selepas suting Mahkota Mayangkara, Parkit Film kemudian menaksirnya untuk membintangi film Plintat Plintut, dalam film komedi situasi ini Yasman Yazid menuntut lebih supaya mempermainkan ekspresinya. Kemudian datang pula todongan agar bersedia menandatangani kontrak sinetron drama komedi Ada Ada Saja. Buat tayangan RCTI sebanyak 40 episode. "Ini bukan keterpaksaan karena film sepi tapi juga untuk melatih diri, ujarnya bernada klise.
"Toh Film dan sinetron tak jauh berbeda, "kilahnya sembari menarik rokok kretek filter.
Bukan rahasia umum kalau dunia film bagi artis tidak selamanya bisa menjadi jaminan masa depan.
Maka beberapa bisnis berbagai bidang digeluti Yuri. Namun, Yuri tetap saja terdampar ke bisnis sinetron. Apalagi bisnis yang satu ini lagi ngetrand dikalangan artis. Tiga bulan setelah usai bersalin, Yuri langsung bergelut dengan bisnis sinetron. Lalu iapun menggabungkan diri dengan PT. Impro Perkasa, memegang jabatan eksekutif produser.
Kepenatan, perhitungan, strategi dan tenggangrasa selalu dihadapinya sebagai sosok eksekutif produser.
"Selama ini saya tahu beres, yang penting bisa berlakon baik, tapi menjadi eksekutif Produser banak banget memusingkan kepala, "katanya. Apa yang dilakukannya di bisnis sinetron belum terlalu banyak, namun sempat menelorkan dua sinetron tayangan RCTI yaitu Duri-Duri Cinta dan Selubung Tirai Putih.
Ketika belum berkutat di bisnis sinetron badannya cukup sintal, sekarang lebih kurus. "Kalau ngurus sinetron saya bisa nggak tidur. Sebab saya harus perduli dengan segala sesuatu yang terjadi di lokasi Syuting. Ternyata mengatur puluhan orang banyak menguras tenaga. Tingkah orang film pun bermacam-macam. Ini lah pelajaran yang tidak saya dapati di ddunia seni peran,"katanya dengan semangat.
"Beberapa rencana produksi sinetron yang saya tangani terpaksa ditunda sampai tahun 1992, persoalannya, pikiran saya tercurah kepada rekan saya di Mahkota Mayangkara dan Gara-gara. Supaya idak ngaco keduanya, salah satu harus dikalahkan.
Di sela sibuknya Yuri menggeluti sinetron ada juga tawaran berlakon seksi di film yang menghampirinya. "Usia saya sudah 25 tahun, saya sudah merasa tua, sudah punya anak. Maka ada tawaran buka-bukaan sudahlah pasti saya tolak. Saya sudah merasa malu kalau masih mau menerima peran-peran seperti itu, "katanya bersungguh-sungguh dengan tenang. "Yuri dulu bukan Yuri Sekarang,"ujarnya. ~~MF No 167/134/TH IX, 28 Nov - 11 Des 1992.








