Showing posts with label artis film. Show all posts
Showing posts with label artis film. Show all posts

Monday, February 9, 2026

CHRISTINE TERRY




CHRISTINE TERRY, Memulai karir artisnya dari level paling dasar, figuran film. Ia tetap tabah melakoninya. Pasang surut artis tidak ada yang bisa menduga. Meski terseok seok Christine Terry tetap dengan ambisinya, ngetop di jalur film. 

Maka, di tahun 1991 artis bernama lengkap Lucyana Christine Terry ini memasuki dunia film. Selang beberapa bulan, Dasri Yacob menggiringnya ke film lewat film action klasik, Warok Suromenggolo. "Dalam film ini, peran gua tak begitu besar, tapi cukup berani untuk menapak ke film, " kilahnya. 

Film berikutnya, ia cuma ketiban figuran diantaranya Masuk Kena Keluar Kena (Arizal), Kembalinya si Janda Kembang (Sisworo Gautama Putra) dan dalam film Misteri di Malam pengantin sutradara Atok Suharto memberinya peran lebih besar, sebagai pemeran pembantu wanita lewat film Rawing II bertema action klasik Tommy Burnama selaku sutradaranya. 

Saya besar dengan kepahitan, " kata cewek kelahiran Bandung 24 Desember 1973 ini. 

Tamparan yang datang dari sahabatnya cukup telak, tatkala mencemplungkan diri ke film. Macam-macam isyu dilemparkan ada yang bilang cewek gampangan, artis film breng sek, dan beraneka  gosip lainnya. "Cuek saja dengan ocehan seperti itu. Kalau dipikir bisa merusak diri sendiri. Kenyataan benar apa tidak, kan ada pada diri gua sendiri, " katanya. 

Seperti diketahui Christine Terry juga bermain dalam film Walet Merah dengan bintang utama Barry Prima dan Devy Permatasari. Ada yang masih ingat film-filmnya?


MF 

Sunday, January 11, 2026

EMMA FEBRI, PENDEKAR WANITA

 


MENGENAL EMMA FEBRI, SALAH SATU PENDEKAR WANITA. (kisah lawas) Semula hanya coba-coba ikut pemilihan calon bintang untuk iklan sabun dan meraih juara dua, Emma Febri ngakunya malah keterusan jadi bintang film beneran. "Sampai kini (1989) sudah tiga film yang ikut saya dukung. Dua kali jadi peran pembantu dan yang teakhir jadi pemeran utama, "ujar perempuan kelahiran Medan, 19 Februri 1966 ini. 

Ketiga film tersebut menurut Emma adalah "Jubah Hitam", "Peluru dan Mesiu" dan "Pendekar Lembah Kuning". Ketiganya ditangani sutradara yang sama. Untuk film-film aksi itu, Emma mengaku mulanya kaku juga. "Saya enggak pernah belajar bela diri. Tapi berkat bimbingan pak Syarif, instruktur fighting dan pengarahan M. Syarifuddin sebagai sutradara, yah jadi juga saya pendekar," katanya lagi. 

Gadis Kawanua yang besar di Medan ini ngakunya punya keinginan yang cukup besar di film. Sejak dari Medan, Emma katanya emmang sudah berniat untuk terjun ke dunia film. "Saya memang sudah menjadi anggota Parfi Medan dan juga ikut kegiatan teater di daerah itu," ujar Emma yang juga senang menari, menyanyi dan main drama ini. "Tapi rasa-rasanya saya lebih cocok di film. Soalnya film punya keasyikan tersendiri dan lokasinya tidak cuma di satu tempat," katanya. 

Untuk memantapkan pilihannya itu, Emma berencana masuk IKJ jurusan sinematografi. "Soalnya saya ingin juga jadi pekerja film, " tuturnya yang mengaku tidak pernah melakukan adegan porno di film. "Betul kok, jangankan beradegan porno, di sun saja saya belum pernah di film," katanya meyaknkan. Tapi itu kan di film? Di luar film, cewek ini justru mengaku sedang patah hati. 

"Saya pernah cinta berat dengan seorang pria waktu di Medan. "Pacaran sampai empat tahun, eh malah gagal. ~MF 066/34/Tahun V/7-20 Jan 1989

Sunday, September 3, 2023

MURTISARIDEWI TOKOH LASMINI YANG DI CARI TERNYATA GINGSUL

 

Raden Roro Murtisari Dewi
Kutipan dari Majalah Film.


Enam bulan lamanya Imam Tantowi ubek-ubekan mencari pemeran-meran utama untuk karya terbarunya "Saur Sepuh". Ia memang kepingin menonjolkan wajah-wajah baru untuk film yang diangkat dari sandiwara bersambung di radio ini. 

"Terutama untuk pemeran Brama dan lasmini, karena rasanya kok tidak cocok kalau memakai pemeran suara mereka di radio, "kilah Tantowi

Seperti kita ketahui , tokoh Brama dalam sandiwara kondang itu disuarakan oleh Ferry Fadly, sedangkan Lasmini oleh Ivonne Rose. 

"Suara keduanya memang cukup patent, tapi tongkrongan sebagai pendekar kurang meyakinkan," sebut Tantowi lagi. 

Itu sebabnya ia mau bersusah payah memasang iklan mencari pemain untuk kedua tokoh tersebut. Lalu menyeleksi 11.719 orang calon.

Baru di akhir bulan Maret 1988 ini, Tantowi bisa bernafas lega.

"Eureka! akhirnya telah kutemukan juga!"soraknya. 

Siapakah si pemeran tokoh pendekar wanita binal Lasmini?


Dari Solo

Ternyata seorang Puteri Solo yang masih remaja Raden Roro Murti Saridewi. "Akh nggak usah pakai Raden Roro segala, cukup Murti Saridewi saja," cegah gadis hitam manis yang baru berusia 18 tahun  ini kepada Majalah Film yang pertama menemuinya.

Lahir pada tanggal 11 Desember 1971, dari keluarga R Marsam Brotokusumo, sebagai puteri ke enam dari tujuh bersaudara yang perempuan semuanya, boleh pilih deh.

"Yah memang kami cewek semua, jadi ramai sekali kalau ngumpul," geli Murti, "Apalagi yang sudah menikah baru yang paling sulung saja, Lainnya masih bersekolah."

Murti sendiri baru duduk di kelas 1 SMA. Meskipun begitu dari hobbynya menari Jawa, ia sudah menggondol sejumlah prestasi. Diantaranya menjadi Juara Kesatu Tari Jawa seSurakarta, Juara Kesatu Putri Luwes dan juara kesatu peragaan Busana Lurik. Tidak heran berprestasi seperti itu, karena Murti mengikuti group Suryosumirat, Sadupi (Sarana Duta Perdamaian Indonesia), Didi Nini Towok, dan Wayang Kawula Muda Surakarta, Mardi Budoyo.

Lalu mulai bermain dalam acara Cakrawala Budaya TVRI sebagai Amentaraga. Lha dengan seabreg kesibukan begitu, bagaimana urusan sekolahnya?

"Saya ndak pernah tinggal kelas kok, juga tak pernah berada di bawah ranking ke enam dalam setiap kwartal," sebut Murti.

Awalnya tertarik pada film ini diceritakan karena dorongan seorang kawan dekatnya yang memberitahukan, "Ada perusahaan film dari Jakarta pasang iklan mencari calon pemain Lasmin, kenapa tak coba-coba melamarnya?".

"Saya memang senagn sekali mengikuti serial "Saur Sepuh" di radio itu, hingga saya tahu tokoh-tokohnya," ungkap Murti.

"Nah saya lalu bertemu Pak Susilo Muslih, Kepala Promosi Kalbe Farma di Jawa Tengah. Beliaulah yang membawa saya ke Kanta Indah Film di Jakarta.



Gigi Gingsul

Sayangnya ketika Murti datang, Tantowi sedang hunting lokasi ke Sumba. Jadi cuma potretnya saja yang ditinggalkan. Baru kemudian pada kedatangan saya yang kedua, bis abertemu muka dengan sang sutradara. 

"Anda ini manis wajahnya. Apalagi ada gigi gingsulnya dua.," Puji Towi."Cuma ketika ditanya apa sudah pernah di cium, ia jadi malu-malu mengaku belum punya pacar. Lha gimana ini, kan ceritanya Lasmini cewek penggoda yang mengejar-ngejar Brama?".

Namun setelah melakukan test make-up, Tantowi memutuskan , "Tidak ada yang lebih tepat lagi selain Murti untuk menjadi Lasmini. Soal belum pengalaman pacaran, kan nanti bisa berakting. Cuma tidak keberatan kalau agak buka-bukaan dikit kan?".

Walau masih sama sekali asing dalam dunia film, ternyata Murti punya prinsip, "Saya kalau olahraga juga pakai short (Celana pendek) kok. Nah kalau masih sebatas Short itu, tentu saja saya tidak keberatan."Lebih dari itu, piye jeng?".

Towi jadi tertawa geli "Jangan kuatir saya tak pernah bikin film seks kok. Apalagi ini kan film silat!" Dan awas kebetulan juga, kecil-kecil Murti pernah berlatih karate. 

Cuma sekarang yang sedang menjadi kebimbangannya, ia menghadapi dua pilihan, main film atau mengikuti group tarinya tour ke Mancanegara seperti Brasilia, Australia dan Amerika.

"Saya sudah dapat izin dari sekolah selama tiga bulan untu tour tersebut'" tutur Murti. "Tapi biarin lah saya batal ikut otur itu karena saya lebih tertarik untuk main film kini."

Apa sih yang di cari dari main film?

"Pengalaman!" sahutnya polos. "Tapi cuma baru keluarga saya saja yang tahu kalau akan memerankan Lasmini, kawan-kawan di sekolah belum ada yang tahu. Biar saja nanti mereka kaget kalau kelak filmnya sudah jadi, atau baca majalah ini.


Demikian di kutip dari Majalah Film No. 047/15Tahun Ke IV tanggal 16 April - 29 April 1988