Showing posts with label Ayuni Sukarman. Show all posts
Showing posts with label Ayuni Sukarman. Show all posts

Monday, April 27, 2026

AYUNI SUKARMAN


 AYUNI SUKARMAN, (Berita Lawas), Meski usianya sangat muda, tapi Ayuni tidak takut menggeluti dunia film yang sering dilambangkan tempat orang-orang glamour. Tidak sedikit kaum remaja tergelincir, hanya lantaran silau melihat gemerlap film. 

Film dimata Yuni mungkin berbeda dengan kebanyakan remaja seusianya. Awalnya ia tidak pernah berfikir tentang film, karena nonton pun hampir-hampir tidak pernah. "Habis film anak-anak jarang sih, isinya film dewasa melulu. Nyokap mana mungkin kasih izin pergi ke gedung bioskop."

Apakah Yuni pernah berkhayal main film? Pikiran itu muncul ketika Yuni sudah mulai kelas tiga SMP, manakala diam-diam sempat nyelonong ke bioskop, sepulang sekolah ramai-ramai. Tapi seperti yang diakuinya, keinginan itu cuma sekedar melintas saja di kepalanya. "Tidak pernah terbayang untuk mewujudkannya. Saya rasa waktu itu lagi melamun, ya saat itu saja," katanya tersenyum. 

Baginya film adalah film, bukan kenyataan, hanya sandiwara atau wayang. Barangkali inilah yang membuatnya tidak ragu lagi ketika mendapat kesempatan bermain dalam film laga. Lamunan yang cuma melintas itu tiba-tiba menjadi sungguhan. Mungkin juga ia sendiri sudah lupa dengan bayangan yang sempat mampir disaat pikirannya lagi kosong itu. Yuni hanya melihat apa yang sekarang dihadapi adalah sebuah kenyataan. Gadis SMP itu harus melakukan sesuatu yang sangat baru. Ia tandatangani kontrak kerja dengan PT. Simbar Intan Film, memainkan tokoh Cempluk anak Warok Suromenggolo dalam film "SUROMENGGOLO".

Sebagai pendatang baru tentu saja ia canggung pada awal-awalnya, sekalipun Dasri Yacob selaku sutradara tertarik pada potensi yang ada pada pemainnya yang paling baru ini. Penampilan cukup meyakinkan, permainan tidak mengecewakan, artinya sebagai pemain, Yuni punya potensi yang bisa diharapkan dimasa mendatang. 

Anak Pak Sukarman yang pernah punya cita-cita menjadi guru ini, mulai sering menonton film. Sejak itu ia mengaku semakin usil memperhatikan para pemain. ia perhatikan gerak gerik pemain sampai ke hal-hal yang kecil. Dan sejak itu pula ia suka berlma-lama di depan kaca, berlatih akting. 

Suatu hari Yuni mengalami "kecelakaan". PIntu kamar belum ditutup, ia sudah berakting di depan kaca, dan tanpa disadari telah jadi tontonan seisi rumah. Untung saja ibunya tahu kalau Yuni lagi belajar akting. Jika tidak bisa-bisa bikin panik orang tua karena melihat anak gadisnya bertingkah laku seperti kesurupan. Yuni sadar, segera mengunci pintu dan melemparkan tubuhnya ke kasur. 

Sampai sekarang ia masih suka bingung kalau mau belajar akting. Sementara merindukan Diklan Parfi, belum juga ada kabarnya. Secara sembunyi-sembunyi ia masih suka berlatih dirumah. Apa yang ia lakukan menurutnya paling sebatas mencari kemungkinan untuk kebutuhan adegan suting hari berikutnya. 

Kesempatan yang baik buat gadis model iklan coklat ini rupanya masih berkelanjutan. Dalang Dasri Yacob melibatkannya dalam film Bujang Jelihim, sebuah cerita rakyat dari daerah Palembang. Dalam dua film ia dukung, Yuni kebetulan mendapat peluang yang sama, kebagian peran pembantu utama. Di sini menjadi pacarnya Jelihim. Padahal murid SMA kelas I ini masih bau kencur. Belum tahu apa-apa soal pacar-pacaran, tapi Dasri senang memberinya peran itu. 

Untuk lebih menghayati peran itu, kiranya ia merasa perlu observasi dengan menonton film yang ada adegan pacarannya. Hal itu tidak terlalu sulit baginya karena di televisi toh hampir setiap malam ada. Namun dari kedua film itu semuanya mengambil cerita kuno, sehingga gaya pacarannya berbeda dengan gaya era Demi Moore. Untung saja ia pernah memergoki secara kebeutlan pembantu tetangga pacaran gaya tradisional. 

Kesempatan terus mengalir meskipun kedua film itu belum ada yang beredar. Si Cempluk yang baru berulang tahun yang ke 16 pada 16 Desember 1991, kini mendapat kesempatan menjual opak dalam serial sinetron "Mega Mega" garapan Zainal Abidin. Si cantik penjual opak itu bakal nongol di TPI . Dunia film biasanya banyak godaan, insan film selalu jadi sasaran gosip, tapi Ayuni jalan terus. ~sumber MF 143/110/THVIII 21 Des 1991 - 3 Jan 1992


Tuesday, September 23, 2025

AYUNI SUKARMAN, Ingin Jadi Penerbang


AYUNI Sukarman Ingin Jadi Penerbang

Cempluk adalah perannya yang pertama dalam film "Suromenggolo" Entah karena apa tiba-tiba sutradara mempercayakan peran itu kepada gadis imut-imut yang saat itu masih duduk di bangku kelas 3 SMP Negeri IV Jakarta. Kedatangannya yang pertama dalam dunia film, ia langsung kebagian peran pembantu utama. 

Ayu Sukarman nama gadis yang cukup berbakat telah dipilih oleh Sutradara Dasri Yacob. Cewek kece yang satu ini ibarat bunga adalah melati di pagi hari atau bunga sedap malam dikala malam. Bunga yang baru mekar ini sangat murah senyum pada siapa saja. keramahannya ini tidak ada kaitannya dengan promosi wisata Visit Indonesia Year 91, tapi memang sudah dari sononya. 

Itulah sebabnya ia sangat di sayang oleh para pendukung film Suromenggolo yagn rata-rata usia mereka jauh diatasnya. Dan jangan coba-coba ganggu meskipun ia masih santa hijau, tapi ia berkawan akrab dengan bintang-bintang silat kita yang berbadan kuat seperti Benny G Rahardja, Johny Sitepu, Yongkie dan lain-lain. 

Ayuni paling suka ngunyah coklan dan meluncur dengan sepatu roda. Anak Sukarman ini mengaku tidak pernah merasa takut di tengah-tengah kawan mainnya di filmnya yang perdana ini, meski baru kenal meski rata-rata tampang mereka itu seram, tapi tidak menyeramkan bagi Ayuni yang masih polos, yang pernah jadi Ratu Top Jean (Lipstik) ini. 

Mula-mula ia sama sekali tidak pernah tertarik dengan film. Nontonpun hampir tidak pernah, karena gedung bioskop jarang memutar film anak-anak. Maka ia lebih suka nongkrong depan televisi. Namun ketika Yuni begitu panggilan akrabnya mulai suka nonton Film Nasional, mulailah timbul hasrat untuk ikut main film. Ketika ia bertemu dengan Camelia Malik tantenya, disitulah Yuni diajak main film "Suromenggolo" padahal sejak kecil ingin jadi penerbang, karena orang tua Yuni sering memberi oleh-oleh mainan pesawat tempur. 


~sumber MF

Wednesday, February 19, 2025

SINETRON JACKY MENDAPAT SAMBUTAN LUAR BIASA

 


Sinetron Jacky, adalah sinetron yang mengagetkan banyak pihak. Tidak hanya para pemirsa yang setia mengikutinya, juga para sineas. Seperti yang di katakan Sophan Sophiaan pada Hendrik Gozali produsernya. "Sinetron Jacky yang anda punya, benar-benar luar biasa. Saya suka adegan-adegan yang di tampilkan Tanaka," ujar Sophan seperti di kutip Hendrik Gozali, produser PT. Garuda Film yang membidani Sinetron Jacky. 

Sinetron arahan sutradara yang sekaligus aktor Tanaka itu memang karya yang mengagumkan, terutama pada penampilan adegan-adegan bahaya yang belum pernah ditampilkan oleh sutradara action lain sebelumnya. Karenanya setiap penayangan di SCTV setiap Sabtu malam pukul 19.30 Jacky mampu menyihir para pemirsa yang tengah keranjingan film atau sinetron action Mandari. 

Bersyukur pada Tuhan, ternyata sinetron kami mampu menyedot penonton, Walaupun memproduksi sinetron Jacky sungguh sangat melelahkan. Tapi dengan hasil yang memuaskan seperti ini, rasa capeknya sirna,"ujar Hendrik.

Rahasia dari kesuksesan sinetron Jacky adalah cerita yang kuat, dekat dengan problem keseharian masyarakat dan adegan fightingnya menegangkan dan mudah di terima akal. "Jangan hanya karena masalah sepele, kemudian berantem. Setiap adegan berantem, harus ada masalah dan motivasinya apa. Jadi tidak mengajari penonton untuk asal hantam," papar Hendrik. Berkat sinetron Jacky, nama Garuda Film kembali mencuat di kancah persinetronan Indonesia. Menurut Hendrik Gozali, adalah berkat Hokky perusahaannya lewat sinetron yang dibintangi oleh Ari Wibowo, Ayuni Sukarman dan Johan Saimima. 

Hendrik Gozali yang merupakan produser kawakan yang sudah aktif sejak tahun 1970an menceritakan kalau memproduksi sinetron action jauh lebih capek dan juga biayanya jauh lebih mahal ketimbang sinetron drama. 

"Bayangkan saja, untuk satu produksi sinetron drama selama ini Garuda Film paling mahal mengeluarkan budget sebesar 50 juta untuk satu episode, tapi sinetron sekelas Jacky, kami bisa mengeluarkan sampai 125 - 150 juta per episode,", katanya. (Cat. US Dollar saat itu masih 2.300 sd 2500).

"Belum lagi Garuda juga mesti mengeluarkan budget khusus untuk mengasuransikan seluruh kru dan artis pendukung."kami tidak mau mengambil resiko, karena sinetron Jacky penuh dengan adegan baku hantam dan adegan menegangkan," tandasnya.

Tak banyak orang tahu dalam memproduksi Jacky, Hendrik sekaligus secara tak sengaja menularkan ketrampilan memproduksi film pada putranya, Charles. Dimulai terjun langung untuk peran pengganti dalam adegan-adegan tertentu yang tidak bisa di lakukan oleh Ari Wibowo maupun stuntmen, juga mengedit. 

"Saya malah nggak tahu, kalau yang melakukan adegan fight dan salto anak saya. Saya baru tahu setelah sinetronnya jadi. Itupun karena kami curiga dengan perubahan perilaku anak kami, misal tiba-tiba kok Charles memanjangkan rambutnya,"papar Hendrik. 

Selain ikut menjadi pemeran pengganti, Charles juga sibuk di ruang editing. Membesut sendiri adegan-adegan yang baru di suting bersama Tanaka. 

Setelah Sukses dengan Jacky, Garuda Film kembali menggaram sinetron action. Jika pada Jacky tokoh utamanya seorang cowok "macho" maka pada produksi Garuda Film berikutnya ditampilkan jagoan cewek, yang berkarakter keras. Tokoh sentral ini diberikan pada Ayuni Sukarman. 

Gadis Penakluk, begitu judul sinetron terbaru Garuda Film. Kali ini Henrik selaku produser ingin mencoba mengangkat kriminal yang tengah hangat di masyarakat. Seperti pembunuh*n sopir taksi, peramp*kan bank, perampasan motor tukang ojek, serta kasus kriminal lainnya. 

Disunting dari artikel MF No.276/242/XIII/11-24 Januari 1997 dengan judul Garuda Film, Lewat Jacky melejit lagi.

*)catatan : Setelah tayang di tv Gadis Penakluk yang di bintangi Ayuni Sukarman berganti judul jadi "JACKLYN " ya