Showing posts with label Suromenggolo. Show all posts
Showing posts with label Suromenggolo. Show all posts

Monday, May 18, 2026

SUROMENGGOLO, LEGENDA KOLOSAL WAROK


 SURO MENGGOLO, LEGENDA KOLOSAL WAROK (berita lawas) . Warok adalah istilah khas masyarakat Jawa Timur ntuk menyebutkan pendekar digdaya atau tokoh sakti yang menguasai ilmu silat tinggi. Senjata khas mereka adalah tali kolor yang bisa dijadikan cambuk. Konon sekali lecut mampu melumpuhkan orang. 

Tersohornya legenda tentang Warok Suro Menggolo bukan saja dari mulut ke mlut didongengkan secara turun termurun, tapi juga lewat pagelaran ludruk dan ketoprak. 

Juga sudah pernah di filmkan oleh sutradara kawakan Nawi Ismail dengan judul "Warok Singa Kobra" dibintangi oleh Dicky Zulkarnaen, Ratno Timoer, Harry Capri, Eva Arnaz, Kusno Soedjarwadi, Hanna Wijaya, Jeffry Sani dan lain-lain. 

Dan kemudian di produksi secara kolosal spektakuler oleh PT. Simbar Intan Film dengan runtut cerita yang lebih lengkap dan komplit bertajuk "SURO MENGGOLO". Skenarionya ditulis ulang oleh Sofyan Sharna. 

Menurut produsernya, Rudy W, "Melingkupi sejarah, asal usul terbentuknya Ponorogo, konflik antar warok, babakan Suminten Edan (Suminten Gila), Putri Kuning, sampai ke penyerahan tahta, pokoknya padat sekali. 

Sebagai Komandan dilapangan, Produser Pelaksana Arlanto Sukanto menunjuk Dasri Yacob, yang sudah berpengalaman menggarap puluhan film aksi silat termasuk "Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat".

Bintang-bintang laga populer dikerahkan untuk menghidupkan tokoh-tokoh legendaris. Dimulai dari Benny G Rahardja sebagai Suro Menggolo, Fendy Pradana sebagai R. Subroto, Jhoni F Sitepu (Suro Handoko), Yan Bastian (Panembahan Agung) Gitty Srinita (Suminten),  sampai Kies Slamet (Singo Bowo).

Dibantu lagi oleh sebarisan bintang seperti Teddy Purba, Kitty Katrino, Ayuni Sukarman, Oyib Burnama dan El Kusno. 

Kamera diarahkan oleh Yan Mayar, tata artistik oleh Yasin Kalu, sedangkan penyuntingan oleh Djuki Palmin, serta ilustrasi musik digarap Chossy Pratama. 

PADA Tahun 1495, Bathara Katong, adik Sultan Demak membangun Kadipaten Ponorogo dengan semangat Islam. Justru Ki Demang Kutu menganut agama Hindu dari Majapahit yang semakin mundur. Akibatnya sering terjadi bentrokan yang berakhir dengan musnahnya Demang Kutu. 

Saat Bathara Katong mutlak menguasai Ponorogo, ia mengangkat Suro menggolo menjadi Manggala. Sepeninggalnya, tahta diwariskan pada putranya Panembahan Agung. Mulailah terjadi intrik yang berkembang menjadi kekacauan. 

Suro Handoko, adik Suro Menggolo menghimpun warok-warok sakti, Gunoseco, Honggojoyo dan Singa Kobra untuk memberontak. Tak berhasil mengajak Suro Menggolo bersekongkol, mereka berbalik ingin menghabisinya. Namun kesaktian Suro Menggolo setingkat lebih tinggi dari mereka. 

Maka kawanan warok ini mencari guru lagi, Singobowo dari Perguruan Argo Wilis. Ancaman lain bagi Suro Menggolo datang dari Bondan Sariti, paman Penembahan Agung yang pernah kepergok main serong dengan Putri Kuning, istri Bathara Katong. Ada lagi, Suro Gento, mantan patih Deman gkutu yang tetap menyimpan dendam kesumat. 

Di tengah kesibukan Suro Menggolo menghadapi  ancaman musuh-musuhnya, mendadak Raden Subroto, putra Panembahan Agung, hilang dari Keraton. Ia di culik oleh dua jin Kluntung Wuluh dan Kluntung Mungil, yang ditugasi oleh Suro Handoko. Ternyata putra mahkota yang tersohor kegantengannya ini hendak dipaksa kawin dengan Suminten, anak Warok Gunoseco. 

Ketampanan Subroto membuat Suminten Gandrung tergila gila. Namun Subroto sudah jatuh hati pada Cempluk, putri Suro Menggolo. Ditolak cintanya membuat Suminten Shock berat dan gila. 

Fitnah dilimpahkan pada Suro Menggolo. Untuk membersihkan namanya, mau tak mau terpaksa Suro Menggolo menerima tantangan adu kesaktian dari Warok-warok lainnya. Paling akhir, ia pun harus bertarung mati-matian dengan adiknya sendiri, Suro Handoko. ~~ sumber : MF 157/124 th VIII, 11 - 24 Juli 1992


Tuesday, September 23, 2025

AYUNI SUKARMAN, Ingin Jadi Penerbang


AYUNI Sukarman Ingin Jadi Penerbang

Cempluk adalah perannya yang pertama dalam film "Suromenggolo" Entah karena apa tiba-tiba sutradara mempercayakan peran itu kepada gadis imut-imut yang saat itu masih duduk di bangku kelas 3 SMP Negeri IV Jakarta. Kedatangannya yang pertama dalam dunia film, ia langsung kebagian peran pembantu utama. 

Ayu Sukarman nama gadis yang cukup berbakat telah dipilih oleh Sutradara Dasri Yacob. Cewek kece yang satu ini ibarat bunga adalah melati di pagi hari atau bunga sedap malam dikala malam. Bunga yang baru mekar ini sangat murah senyum pada siapa saja. keramahannya ini tidak ada kaitannya dengan promosi wisata Visit Indonesia Year 91, tapi memang sudah dari sononya. 

Itulah sebabnya ia sangat di sayang oleh para pendukung film Suromenggolo yagn rata-rata usia mereka jauh diatasnya. Dan jangan coba-coba ganggu meskipun ia masih santa hijau, tapi ia berkawan akrab dengan bintang-bintang silat kita yang berbadan kuat seperti Benny G Rahardja, Johny Sitepu, Yongkie dan lain-lain. 

Ayuni paling suka ngunyah coklan dan meluncur dengan sepatu roda. Anak Sukarman ini mengaku tidak pernah merasa takut di tengah-tengah kawan mainnya di filmnya yang perdana ini, meski baru kenal meski rata-rata tampang mereka itu seram, tapi tidak menyeramkan bagi Ayuni yang masih polos, yang pernah jadi Ratu Top Jean (Lipstik) ini. 

Mula-mula ia sama sekali tidak pernah tertarik dengan film. Nontonpun hampir tidak pernah, karena gedung bioskop jarang memutar film anak-anak. Maka ia lebih suka nongkrong depan televisi. Namun ketika Yuni begitu panggilan akrabnya mulai suka nonton Film Nasional, mulailah timbul hasrat untuk ikut main film. Ketika ia bertemu dengan Camelia Malik tantenya, disitulah Yuni diajak main film "Suromenggolo" padahal sejak kecil ingin jadi penerbang, karena orang tua Yuni sering memberi oleh-oleh mainan pesawat tempur. 


~sumber MF