Showing posts with label Clift sangra. Show all posts
Showing posts with label Clift sangra. Show all posts

Monday, July 27, 2026

CLIFT SANGRA SELALU MEMBUNTUTI SUZANNA

 


CLIFT SANGRA SELALU MEMBUNTUTI SUZANNA (berita lawas). Setelah sekian tahun absen di perfilman nasional, Clift Sangra muncul kembali sebagai jagoan. Sekali ini, dia muncul lewat arahan Sutradara Imam Putra Piliang dalam film Tapak-Tapak Berdarah. Meski lima tahun absen, tapi Clift merasa selalu berada di lingkungan film. Wajar saja, sebab isterinya sendiri artis beken. Bagaimana kalau Suzanna dapat tawaran Clrift selalu terlibat. 

"Kalau pergi dan pulang suting, saya harus menjemput istri, "katanya bangga. Alasan inilah membuat artis berbadan gempal tak akan meninggalkan film.  Banyak yang menduga Clrift selalu cemburu melihat Suzanna selalu suting. Sehingga dia harus mengawal isterinya kemanapun. "Tidak, saya sangat sayang kepada isteri," kilahnya blak-blakan. Memang usia Suzanna dan Clift jauh berbeda, bukan berarti jauh pula tali kasih. 

Banyak pula artis yang memuji kesetiaan Clift atas isterinya. Jarang orang muda yang tidak suka melirik wanita lain. Itulah dizaman atis lagi musim kawin cerai ini api cinta Clift atas isterinya tak pernah padam. Mengekori Suzanna bukan cemburu tapi karena sayang. 

Setelah lama absen di film tidak mempengaruhi penampilannya di depan kamera. Kemampuan dan sosoknya sama ketika pertama kali tampil dalam film. Tubuhnya yang kekar dan alot itu tetap stabil. Bahkan lebih ideal dari kemarin-kemarin. 

"Sarapan saya besi," ujarnya berkelakar. Kalau  tidak angkat barbel setiap pagi, rasanya badan ini terasa sakit,"katanya menyambung. Itulah sebabnya dia harus angkat besi dulu sebelum sarapan pagi. "Kalau tidak, ada saja yang kurang. Hidup jadi tidak bergairah, "selanya sambil ngakak. 

Tidak hanya angkat besi, Clift juga melakukan latihan bela diri. "Terus terang saja, bela diri merupakan sebagian dari hidup saya," selanya. Itulah ketika dia berlakon dalamfilm action yang mendapat peran Hendra, tubuhnya begitu lentur melakukan latihan perkelahian."Kalau tidak latihan setiap hari bagaimana saya bisa berlakon dengan baik, "Lalu apakah tak kepingin berlakon dalam film Drama?"Saya senang sekali. Saya juga mampu berlakon apa saja, katanya mantap. ~MF 114/82 Tahun VII, 10 - 23 Nov 1990

Sunday, June 22, 2025

LOKASI SUTING TAPAK TAPAK BERDARAH DI RERUNTUHAN HOTEL JANSEN


Hotel Jansen, peninggalan yang cukup menarik sebagai objek wisata di bumi Semarang merupakan sisa-sisa peninggalan Belanda. Boleh jadi sebuah sejarah. Di hotel ini pembesar Belanda menginap, tentu hotel berbintang di masa itu. Seperti Hotel Debur (Sekarang Dharma Deli) di Medan. Di hotel Jansen ini Matahari, seorang spionase wanita Belanda berdarah Indonesia pernah menginap. 

Sebagai bangunan hotel Jansen sangat artistik. Tapi bukan karena keartistikannya pula film Tapak-tapak Berdarah, sutradara Imam Putra Piliang mengambil lokasi suting di Hotel itu. Sebab Hotel Jansen yang pernah perkasa ini akan di ratakan dengan tanah dan akan berdiri supermarket. Tentu bagi Imam Putra Piliang ini satu hal yang menguntungkan. Skenario Tapak-tapak Berdarah menghendaki setting gedung tua, untuk tempat para bandit-bandit bermarkas. Sebab untuk set bandit-bandit dalam film action sudah menjadi kebiasaan mengambil lokasi di gedung tua. Tentu dalam hal ini Imam tidak berpikir tentang sejarah, tapi membuat film, bukan untuk dokumentasi. 

Selama suting di Hotel Jansen ini nyali kru ciut. Sebab di gedung tua ini sewaktu-waktu muncul ular sendok (ular cobra), dan siap mematuk siapa saja. Namun tidak menghambat jalannya suting, walau terkadang suting sampai dinihari. 

Cerita film ini tidak meminta sesuatu yang luar biasa dalam memvisualkannya. Seperti film-film action kebanyakan. Ada perkelahian, ada dendam, dan akhirnya yang jahat akan kalah. Film ini hanya menjual orang-orang berlaga. Miskin dengan konflik. Kurang mendasar sebagai cerita utuh. Tapi boleh jadi cerita seperti ini bisa laku keras, sesuai dengan biasa murah meriah untuk memproduksinya.

Film produksi PT. Surya Arti Wibawa ini dibintangi oleh Clift Sangra sebagai Hendra, Leo Chandra sebagai Herman, Dewi Sabah sebagai lela, Baby Zelvia sebagai Anna, Anita Margareth sebagai Lisa dan benny Mukalu sebagai Jeffry. 

Anna telah memiliki seorang putri. Setelah melahirkan dia tidak bisa hamil lagi, karena peranakannya diangkat. Inilah yang membuat Anna gelisah. 

Hendra, suami Anna telah lama keluar dari kelompok ma fia pengedar obat bi us, tinggal di kota Semarang sebagai penjual mobil bekas. Melihat hal ini Lela menawarkan kerjasama dengan Hendra. Dengan senang hati Hendra menerima tawaran adik iparnya itu. Ketika usaha mobil bekas berjalan lancar muncul pula seorang bekas teman lama Hendra, bernama Herman dari Amerika. Sang teman baru ingin membangkitkan kelompok Srigala Hitam, sebuah kelompok yang pernah berjaya. Suasana menjadi panik ketika Pak Harry, ayah Lela di cu lik par abandit. Maka terjadilah perselisihan antara Herman dan Hendra.


~sumber : MF 113/81 Tahun VII , 27 Oktober - 9 November 1990