Sunday, August 30, 2026

FESTIVAL SINETRON INDONESIA 1992, PESTANYA SINETRON


FESTIVAL SINETRON INDONESIA 1992, PESTANYA SINETRON  (Berita Lawas). Dalam ruang sempit, muat hanya seratus pengunjung plus dua puluhan tamu kehormatan termasuk Menteri Penerangan ditayangkan secara langsung pengumuman dan Penyerahan Piala Vidia, Festival Sinetron Indonesia 1992 untuk pertama kalinya. 

Mengandalkan dekorasi panggung yang megah, dengan menghabiskan biaya Rp. 40.000.000,- paket itu, diharapkan menyajikan tayangan yang ..wah. Justru tetap ngotot dipilih Studio TVRI itu demi untuk kepentingan broadcast Empu, yang pakar di TVRI dalam bidang penyiaran itu, berupaya maksimal?

Nasib, kalau program yang sudah dirancang itu akhirnya mengundang kecewa, termasuk Menteri Penerangan. Masalahnya, acara siaran langsung seperti itu, harus pandai-pandai menguasai waktu. Acara siaran dimulai pukul 19.35 dan harus selesai pukul 21.05 lalu masuk Dunia Dalam Berita. 

Nyatanya moloor, Rupanya diawal acara, Didi Petet yang berduet dengan Nita Bonita keasyikan nyeloteh, berupaya membangun dan menghidupkan suasana, dan mereka berhasil. Tapi...detik demi detik terlewat, akhirnya tidak pas dengan jadwal yang tercantum dibuku acara.

Bertambah lengkaplah penderitaan acara tersebut, manakala pemenang yang dipanggil ternyata tidak datang dan...terjadi kevakuman beberapa saat karena belum dipersiapkan wakilnya, tambah lagi artis sinetron pembaca pemenang agak lamban langkahnya, maklum banyak yang pakai kain. Perhitungan detik demi detik inilah yang membuat suasana awal jadi grusa grusu. Dan pada "gong" acara ini juga antiklimaks, sehingga Pak Menteri hanya menyalami pemenang Piala Vidia untuk sinetron cerita. 

Cerita Lepas Terbaik : Aksara Tanpa Kata 

Penulis Teleplay Terbaik : Alex Soeprapto Yudho dalam sinetron Keringat

Penyutradaraan Terbaik : Irwinsyah dalam Aksara Tanpa Kata

Penata Sinematografi : Yadi Suganda dan Yayat Muslihat dalam sinetron Hilang

Pemeran Pembantu Pria : Herdin Hidayat (Fajar Sadiq)

Pemeran Pembantu Wanita : Renny Jayusman (Aksara Tanpa Kata)

Pemeran Utama Pria  : Aspar Paturusi (Anak Hilang)

Pemeran Utama Wanita : Neno Warisman (Aksara Tanpa Kata)

Penata Artistik : Satari SK (Anak Hilang)

Editor Terbaik : Iqbal Agus dan Robby Rumoso (Anak Hilang)

Penata Musik Terbaik : Igor Tamerlan (Aksara Tanpa Kata)

Penata Suara Terbaik : Adi Krisnandi dan Eddy Krisnandi (Aksara Tanpa Kata)

Kritik Sinetron : Sugeng Setyadharm) Produksi TVRI Pusat dan 

Cerita Episode Terbaik (Gadis Manis Dalam Gerimis - Ismail Sofyan Sani dalam serial Jendela Rumah Kita)

Peraih Piala Khusus  FSI '92 pemeran Anak Harapan (Erlina Gede) dalam sinetron Aida (TPI, Piala Vidia untuk dokumenter terbaik "Disini Kita Bernyanyi ", SCTV, Piala Vidia Pendidikan dan Penerangan "Si Leher Panjang dari Mojoslawi".

Menteri Penerangan Harmoko dalam pidato sambutannya mengatakan  bahwa proses teknologi belakangan ini makin pesat dan itu harus diantisipasi oleh dunia sinetron. Dalam kaitan itu, kitapun  harus berani menjawab tantangan dengan adanya dukungan peralatan teknologi tersebut. 

Menpen mengharapkan  pada masa mendatang produksi sinetron bisa lebih baik lagi karena selama ini sinetron dianggap sebagai pesaing film Indonesia. "Jadi secara tidak langsung, kompetisinya semakin cukup kuat, " kata Harmoko menyitir ungkapan almarhum Wahyu Sihombing. ~MF 167/134/TH IV, 28 Nov - 11 Des 1992





No comments:

Post a Comment