Wednesday, August 19, 2026

MALFIN SHAYNA "BUKAN SEKEDAR DI KAMAR MANDI"

 


MALFIN SHAYNA "BUKAN SEKEDAR DI KAMAR MANDI" (berita lawas). Suara merdu Malfin Shayna tiba-tiba meluncur pada Kamis senja di sepanjang perjalanan pulang. Du du du..la la la... Seperti tak menghiraukan hiruk pikuk di sepanjang jalan bebas hambatan Tomang -Semanggi, "Du du Du...la.la la..." Terus saja di gerai rambut ombaknya yang masih lembab oleh keringat. "Du du du...hmmm.. Suara Malfin beriringan dengan deru mobil kijangnya...

Itulah keisbukan baru seorang Malfin. Artis film yang banyak memerankan film-film panas ini seperti ingin mengundang cemburu para penyanyi pendahulunya. Malfin mulai menyanyi dan bukan sekedar menyanyi. Malfin mulai mengenal studio rekaman. Dan suaranya coba direkam dengan ramuan musik berirama pop. "Saya baru coba-coba, Mas, "elaknya coba menyembunyikan kesibukan barunya. 

Terus terang akhirnya keberanian Malfin dalam dunia tarik suara bukan karena baru saja menjuarai sebuah Festival lagu atau sejenisnya. Melainkan, "Ada yang bantu saya kearah itu. Kebetulan sekali saya pun kepingin bernyanyi bukan sekedar di kamar mandi."

Tapi sebagus apapun suara Malfin kelak, tetaplah dia dikenang orang sebagai Malfin yang menggiurkan jika sudah menggeliat dengan aktingnya lewat film layar lebar. Coba tengok dan kenang permainannya dalam film Gairah Malam. Film yang membuat cewek berkulit hitam manis ini pasrah saja dinobatkan penonton sebagai "bom seks" termuda. Kecewa atau senang Malfin mendapat julukan seperti itu?

"Sejak telinga saya mendengarnya, saya tetap pada prinsip bahwa seorang pemain film adalah pekerja yang punya ruang lingkup sah dan tata kerja yang sah pula. Soal julukan itu terserah persepsi orang, "sergah Malfin dengan nafas tersengal karena membicarakan itu disela-sela pemotretan. 

Mungkin saking banyaknya film layar lebar yang dilakoni Malfin dalam kurun waktu yang begitu singkat, maka wajar kalau putri nomor dua dari enam bersaudara ini harus berpikir keras untuk mengingat filmografinya. "Sungguh saya tak ingat semua,"katanya sambil mengingat-ingat film terakhir yang sudah diperankannya. 

"Saya selalu bekerja dengan senang hati. Seperti halnya acara pemotretan. Setiap saya berakting, maka pusat pikiran saya adalah pada aking tidak pada hal-hal lain. Dan pekerjaan itu harus saya nikmati. Menikmatinya bisa saja terhadap suasananya cara kerja sutradaranya serta kekompakan pemainnya".Kita kalau kerja ya kerja titik. Contohnya adegan yang sepertinya saya telanjang bulat itu. Padahal itu kan ditutup body stocking. Tanpa ditutup ya buat apa. Itu sama saja bikin blue film. Adakalanya Malfin membantah perintah sutradara yang dirasakannya sebagai "tak masuk akal". Kita ini sedang bikin film lho, "biasanya Malfin bersenjatakan kalimat seperti itu. Singkat tapi membuat orang pikir-pikir untuk sekedar iseng. Belum lagi mubazirnya adegan yang kelak disikat gunting sensor. 

"Kalau akhirnya disensor, buat apa?".

Film-film yang dibintangi oleh Malfin diantaranya Bagi-Bagi Dong, Mumpung Ada Kesempatan, Gairah Malam 1 sd 3, Nafsu Dalam Cinta, Wanita Berdarah Dingin, Pergaulan Metropolis, Godaan membara, Pesona Gadis Simpanan, Panther, Bebas Bercinta, Dibalik Cinta Eva, Mistik Erotik, Hangatnya Malam, Kenikmatan Terlarang ~~~MF 271/237/XIII/2-15 November 1996


No comments:

Post a Comment