Showing posts with label Inem Pelayan Sexy. Show all posts
Showing posts with label Inem Pelayan Sexy. Show all posts

Friday, August 21, 2026

SARAH "SI INEM" SEXY, CARI PENGALAMAN BARU

 


SARAH "SI INEM" SEXY, (berita lawas). Biasanya seseorang mengikuti lomba hanya mengejar target tertentu, dan bila terget sudah tercapai lalu tidak berminat lagi mengikuti kontes LASI (Lomba Akting Sinetron Indonesia). Tapi hal itu tidak berlaku untuk Sarah, artis baru di blantika persinetronan Indonesia. 

Sejak mengikuti berbagai macam kontes dari usia belia,  gadis model yang juga peragawati laris ini sudah mengoleksi puluhan trophy. Seperti thropy Ratu Pengantin Singapore tingkat Asean, Juara Ratu Pakaian Terbaik Singapora se Asean, Juara Fotogenik Putri Citra Nasional, Juara Umum dan Keserasian Berbusana Pesona Kerudung Nasional, Juara Pertama Juara Umum Mojang Parahiyangan serta masih banyak yang lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu disini. 

"Saya mengiktui berbagai macam kontes lantaran hobi nggak ada target tertentu. Menang ya syukur, nggak ya nggak apa-apa. Itung-itung cari pengalaman. Eee.. nggak tahunya banyak menangnya, he..he..hee ujar pemeran sinetron seri Inem Pelayan Seksi versi Eddy Riwanto ini .

Tentulah , kemudian gadis kelahiran Sei Pakning, 26 April 1976 ini menjadi rebutan berbagai perusahaan yang menginginkan jasa kecantikan  wajahnya untuk mengiklan produknya. Seperti restaurant Oasis, Singapore Discount Card, Putri Bunga Mirabella dan menjadi model Wedding Bellers BOutique, Discovery Style of Rudy Hadisuwarno,Tata Rias wajah dan Rambut Salome, Model Aftersix Boutique (Majalah Mahkota).

"Saya masih ingin jadi model profesional, kalau kemudian saya sekarang terlibat di sinetron, karena ingin mencari pengalaman baru nggak lebih dari itu, "tegasnya. 

Padahal kesempatan untuk menjadi artis populer lewat jalur sinetron sudah terkuak lebar, di Inem Pelayan Sexy garapan sutradara Eddy Riwanto, Sarah mendapat peran utama. Apalagi lawan mainnya kebanyakan pemain pendatang yang kualitasnya jauh dibawahnya. Beda dengan Inem versi Inem Sang Pelayan versi Lukmantoro DS yang diperankan Clara Shinta, disana pun dramawan WS Rendra mendapat lawan main yang cukup berat, Him Damsyik, Cahyono, Uuk, Prapto dari Jayakarta Group, Erna Santoso, Rina Rawit serta sederetan artis top lainnya. 

"Walau saya nggak ingin total di sinetron, bukan berarti saya main-main ketika mendapat kepercayaan dari sutradara. Setiap tawaran yang diberikan kepada saya, saya ingin melakoninya secara total, soal hasil akhirnya memuaskan atau nggak itu urusan belakangan, " papar putri bungsu buah cinta keluarga Abdul Rahman  Djamaileil dan Luthfiah Barkah Al Gaity ini. 

Walau ia memerankan tokoh Inem, babu seksi yang senual seperti yagn dimainkan artis Doris Callebout ketika di layar lebar bukan berarti ia tinggal mengcopy peran yang telah sukses dimainkan Doris itu. 

"Walau ada kesamaan dengan Inem Pelayan Sexy versi layar lebar bukan berarti saya seenaknya mengikuti apa yang sudah ada. Mas Eddy selaku sutradara juga punya visi yang jelas, jadi saya tinggal mengikuti apa yang dimaui sutradara. ~~MF 271/237/XIII/2-15 November 1996

Thursday, April 25, 2019

A JALAL & DORIES CALLEBOUT DALAM FILM INEM PELAYAN SEXY

INEM PELAYAN SEXY

JUDUL FILM        : INEM PELAYAN SEXY
SUTRADARA       : NYA ABBAS AKUB
PRODUSER          : ANDY AZHAR
TAHUN PROD    : 1977
JENIS                     : FILM KOMEDI
PEMAIN               : TITIK PUSPA, DORIS CALLEBOUT, JALAL, AEDY MOWARD, YATTY SURACHMAN, EDDY GOMBLOH

SINOPSIS :

Inem (Dories Callebout) adalah seorang babu, janda anak satu yang akhirnya bekerja di rumah Nyonya Cokro (Titik Puspa) setelah Tuan Cokro mencari calon pembantu. Dengan upah Rp. 10.000, upah yang paling tinggi kala itu karena Ny. Cokro menawar hanya Rp. 3.000 per bulan melalui tukang Roti langganannya yang akhirnya menjadikan Inem sebagai pelayan/babu di rumah Ny. Cokro. Dengan penampilannya yang sederhana ala wanita jawa, namun seksi, Inem menjadi babu di rumah Ny. Cokro.  Semua pekerjaan di kerjakan dari mulai ngepel lantai, cuci setrika hingga memasak. Dari perjanjian semula yang dimana Inem di bolehkan nginep dirumah Ny. Cokro, namun akhirnya di suruh pulang tiap sore hari selepas kerja setelah Ny. Cokro melihat keseksian Inem dan takut dengan tabiat suaminya.

Hal ini tentu saja membuat Tuan Cokro merasa heran kenapa Inem selalu pulang, walaupun memang Tuan Cokro juga nakal. Adalah Pak Bronto atasan dari Tuan Cokro di kantornya yang mengetahui kalau Tuan Cokro sudah mendapatkan pembantu baru di rumahnya. Pak Bronto meminta makan bersama di rumah Tuan Cokro bersama Nyonya tentunya. Pak Bronto adalah seorang bujangan tua yang belum laku-laku. Namun begitu melihat Inem, Pak Bronto menjadi jatuh cinta padanya, apalagi setelah melihat keseksian Inem.

Di sisi lain, babu-babu tetangga merasa iri dengan Inem dan seringkali mencibirnya. Sementara itu di rumah Nyonya Cokro memiliki dua orang anak.  Joni sebagai anak tertua dengan adiknya (Yatty Surachman).  Inem di haruskan memanggil tuan muda pada Joni, namun Joni tidak mau dipanggil tuan muda oleh Inem dan dia lebih memilih dipanggil Joni. Secara kebetulan Joni ternyata berpacaran dengan anak Inem yang juga satu sekolah dengannya.  Ketika Joni kerumahnya, iapun kaget ternyata gadis yang dipacarinya adalah anak pembantunya. Namun demikian Joni tidak patah semangat, malah membuat sajak untuknya. Meski Nyonya cokro juga menentang habis karena Joni berpacaran dengan anak pembantu. 

Sementara itu cinta Pak Bronto akhirnya berlanjut . Melalui tuan cokro akhirnya keduanya pun menikah, meski hal ini dirasa aneh bagi Ny Cokro. Pak Bronto dan Inem akhirnya menikah, Inem yang biasa menjadi babu kini harus menjadi Ny. Besar. Ny. Cokro yang biasa memanggil Inempun kini diharuskan memanggil nyonya. Inem berubah menjadi Nyonya besar.  Ketika perkawinannya berlangsung semua babu di undang, termasuk Nyonya-nyonya besar rekan dari Ny Cokro pun turut di undang meski Inem di pergunjingkan.  Undangan yang kebanyakan orang kecil pun berlaku seadanya. Mereka mandi di kolam renang layaknya mandi di kali. 

Film ini cukup menghibur, parody yang disampaikan pun cukup mengena, seorang tuan yang kadang berlaku nakal dengan pembantunya, juga  arisan yang biasanya dilakukan oleh ibu-ibu Nyonya besar. Film ini berlanjut ke Inem Pelayan Sexy 2.