Showing posts with label Nike Ardilla. Show all posts
Showing posts with label Nike Ardilla. Show all posts

Sunday, March 8, 2026

SINETRON WARISAN II, KEBANGKITAN DARTO JONED DI SINETRON SERIAL


 SINETRON WARISAN II, KEBANGKITAN DARTO JONED DI SINETRON SERIAL (Berita lawas).Waktu Warisan I yang di bikin sebanyak 6 episode dan di tayangkan RCTI tahun 1993, sinetron drama seri ini berada "diatas angin" dalam perolehan iklan. Jeda tayangan 18.5 menit yang di sediakan langsung banjir dengan iklan. Maka wajar kalau sinetron produksi Joned Vidia Sinema sekaligus arahan pemiliknya, Darto Joned ini meraih rating 52 dalam perolehan iklan. Satu hal yang tidak diduga oleh banyak pihak, terutama RCTI sendiri. 

Januari 1995 pihak RCTI memperpanjang kerjasama dengan Joned Vidia Sinema untuk memproduksi sinetron seri Warisan II (mulai episode 7 sampai 33) dibikin sebanyak 26 episode. Penayangan ditetapkan pada 7 Maret 1995 pukul 19.30 dengan durasi 48 menit. 

Langkah yang luar biasa bagi Darto Joned, disaat menjamurnya sinetron ia tetap berdiri tegar dan dapat berdiri sejajar dengan sutradara-sutradara beken RCTI. 

"Kiat saya dalam membuat sinetron adalah bagus dan komersil. Artinya saya tidak ingin membikin sinetron sok seni, tetapi tidak banyak yang menantinya, akibatnya tidak komersial, " katanya di sela break suting di kawasan Cipanas, Jawa Barat. 

Darto Joned dikenal sebagai sineas yang pendiam, tapi produktif. Bersama-sama Ali Shahab, ia termasuk perintis dan "pembabat hutan" persinetronan Indonesia. Dari tangannya banyak lahir sinetron-sinetron panjang dan populer, seperti diantaranya "Serumpun Bambu, Tembang Di Tengah Padang, Minarti Bidan Tercinta, semuanya ditayangkan di TVRI saat stasiun itu masih satu-satunya yang mendominasi pemirsa TV . Tak heran jika jumlah penggemar yang cukup membanggakan. 

Dengan ketrampilan dan produktivitas serta jam terbang yang dimilikinya, kini Darto Joned menjadi rebutan televisi swasta. Seusai menggarap Jalur Putih untuk Indosiar, langsung di cecar stasiun televisi lainnya. Lepas Warisan II ia segera memproduksi tiga sinetron yakni, Lampor Bala Tentara Ratu Kidul, Dua Pilar dan Darah Leluhur. 

Joned Vidia Sinema mampu membikin 6 hari suting untuk satu episode dengan durasi 48 menit. "Bagi saya membikin sinetron harus cepat, namun laku dan komersial. Tidak zamamnya lagi membikin sinetron berlama-lama," ujarnya. 

Dari Setting, property, dan para pendukung sinetron Warisan II kelihatan keinginan Darto Joned untuk merebut pasar. Wajar saja bila anggaran untuk satu episodenya mencapai 50 juta rupiah. 

Lihat para pelakonnya, Nike Ardilla, Tabah Penemuan, drg. Fadly, Anggraini Joned, El Manik, Alicia Djohar, Firdha Razak, Eeng Saptahadi, Clara Shinta, Sigit Hardadi, Retno Mulandari, Tahta Perlawanan, Rita Zahara, Nizar Zulmi, Herman Ngantuk, Roldiah Matulessy, Elly Ermawatie, BZ Kadaryono dll. Sinetron terbilang mahal ini mengambil lokasi suting diantaranya Jakarta, Sukabumi, Bogor, Cipanas dan Jawa Barat lainnya. 

Pada Warisan episode sebelumnya telah di ceritakan bahwa Bayu yang dulu dibuang oleh orang tuanya, kini hidup dan besar di kalangan keluarga Danu Prakosa, pemilik pabrik dan perkebunan teh. Dalam Warisan II ini, mengkisahkan tentang apa saja yang terjadi terhadap Bayu, setelah ia kembali kepada orang tuanya. Banyak persoalan yang dihadirkan, sebagai sebuah fenomena dalam kehidupan sekarang. 

Dengan penceritaan yang melemparkan masalah besar tapi dapat di cerna oleh segala level kehidupan ini semakin keatas semakin tajam. Ada suspance, laga dan diramu dengan drama keluarga yagn menegangkan. Untuk mewujudkan visual itu direkrut kru handal seperti Ambari BA (Kamerawan), Surya Haditya (Co Sutradara) Ninos Retna Niswara (Editor), Nanang Hidayat (Penata Suara), Wandhono Trinugroho (penata Artistik), Srie M Ariesa (Penata Rias) , Bogel Alkatiri (Pimpinan Unit) dan M Daim Pohan (Pimpinan Perusahaan).~MF 227/193/XI/25 Feb - 10 Maret 1995

Saturday, February 21, 2026

NIKE ARDILLA MELAHAP APA SAJA


Nike Ardilla, nama cewek ini. Ia memang berawal dari menekuni dunia nyanyi. Manggung kesana kemari hingga memasuki dapur rekaman.

Kasmaran yang di tangani Slamet Rahardjo merupakan debut pertamanya. Lalu Nike kebagian casting dalam film Kabayan Saba Gota dan Gadis Foto Model. Belum lagi dalam dunia layar kaca, Nike sempat nongol dalam sinetron yang berjudul Cinta Alisa. 

Tak heran, Achiel Nasrun sutradara film Nakalnya Anak Muda berani menggaet Nike Ardilla menjadi peran utamanya dengan memerankan dua tokoh sekaligus dalam film itu. 

Ternyata sejak kecil nama Nike yang lahir 27 Desember 1975 sudah punya cita-cita jadi bintang film. "Waktu saya belum sekolah, saya sering nyanyi di atas meja makan. Dan kalau setiap bangun tidur harus di foto. Kalau nggak saya nangis, " begitu kenang Nike Ardilla yang merupakan siswi kelas III SMP 30 Bandung. 

"Jangan Lupa ya, Nike Ardilla ini nama untuk main film. Nama aslinya Nike Ratnadilla, Nama itu dari produser yang sudah disetujui mama. Nah , kalau Nike Astrina itu yang ngasih mas Denny Sabri, itu untuk musik. "

Nike Ardilla suka makanan jenis apa saja. Suka jenis musik apa saja, Suka kerja apa saja, Suka peran apa saja, tapi untuk memilih cowok idamamnya Nike tetap punya Idola, "Pokoknya yang nggak suka merokok, mengerti sama ike, baik sama Nike dan.. tentu yang Nike Suka.".


~MF 094/62/TahunVI, 3 - 16 Feb 1990~

Monday, February 2, 2026

SUTING NYANYIAN CINTA DIIRINGI HUJAN

 


SUTING NYANYIAN CINTA DIIRINGI HUJAN (Kisah Lawas), Nyanyian Cinta yang kemudian berubah judul menjadi Cinta Anak Muda. Pagi itu, suasana di Pusat Perfilman H. Usmar Ismail Kuningan Jakarta mendung. Kru Film yang baru tiba pukul 08.00 bergegas menurunkan peralatan. Suasana bertambah mendung tapi mereka tetap semangat. Lokasi yang mulanya sepi mendadak jadi tontonan , apalagi melihat Nike Ardilla , mereka tidak sabar ingin sekali mendekati. 

Film yang suting hari itu berjudul Nyanyian Cinta, sutradara Hadi Purnomo dengan para pendukung selain Nike Ardilla yang ikut suting hari itu, diantaranya Hudy Prayoga, Pendatang Baru Za Rina (Zarima), Jans Stanver dan para figuran. 

Pengambilan gambar yang berlangsung didalam lingkungan Pusat Perfilman, ternyata tidak lama, hanya 45 menit. Saa itu adegan di jalanan antara Nike dengan Hudy. Namun sempat diulangi 3 kali karena Nike kurang konsentrasi. 

Sekitar pukul 11.00 kru film tiba-tiba kelabakan, ada yang mengamankan kamera dan menutupi seperangkat peralatan film yang sebagian masih ada di mobil. Cuaca hujan gerimis, tapi sutradara tetap pada pendirian, suting berjalan terus. "Wah,bisa-bisa kalangkabut, " teriak salah seorang kru yang saat itu menjaga peralatan. 

Ketika suting dilanjutkan di jalan raya dekat pom bensin, hujan bukan berhenti, namun agak deras. Atas seruan sutradara suting tetap berjalan. Kameraman yang membidikkan kamera diatas mobil jadi puning, kewalahan, ia bukan hanya membidik, tapi berusaha mengamankan  kamera dari tetesan air hujan. Pengambilan gambar saat itu adegan olehraga sepeda dan lari. 

Pukul 13.00 pengambilan gambar dilanjutkan di lokasi gedung Regent Kuningan. Karena melihat hujan semakin deras, maka suting terpaksa untuk sementara di hentikan. Madu Mathany selaku produserdalam film ini mengatakan "Film ini menghabiskan biaya sekitar Rp. 150 juta. Dalam hal ii honor tertinggi Hadi Purnomo, Sutradara film dibayar Rp. 12.5 juta, sedang peran utama dibintangi Nike Ardilla dibayar Rp. 7 juta. 

~sumber MF 119/87 Tahun VII, 19 Jan - 1 Feb 1991

Monday, January 5, 2026

SINETRON SEBERKAS SINAR


 SINETRON SEBERKAS SINAR, Lagu SEBERKAS SINAR , tembang manis dan mendayu-dayu yang di lantunkan almarhumah Nike Ardilla, setiap Rabu Malam sejak April 1997 lalu kembali bergema di AN-teve. Bukan saja para Nike Mania yang gembira dan menyambutnya, tetapi juga Firman Bintang, prodser Anugerah Damai Sejahtera (ADS) Production. Pasalnya sinetron yang diilhami dari lagu Deddy Dores dan dilantunkan Nike setelah tertunda penayangannya beberapa lama akhirnya ditayangkan juga. 

Seberkas sinar adalah sinetron perdana griya produksi ADS yang di kelolah Firman Bintang bersama Djadjat Sayoeti, sekaligus memberi 'pelajaran' berharga bagi Firman, "Memproduksi sinetron, nyatanya berbeda dengan memproduksi film layar lebar. Banyak hal yang tidak kami alami dalam produski film layar lebar, harus kami alami dalam produksi sinetron. Ketika memproduksi, kami tidak memperhitungkan faktor-faktor tertentu. Termasuk bargaining position dengan pengelola stasiun penyiaran, " papar Firman Bintang. 

Menurutnya, mengangkat lagu-lagu Nike Ardilla menjadi sinetron, seperti Seberkas Sinar itu, tidak muncul dan untuk "membarengi" kepergian Nike. "Kami sudah merencanakan sejak Nike masih hidup. Malah atas usulan dan saran teman-teman wartawan, sinetron itu pas jika di mainkan oleh Nike. Pembicaraan secara lisan kearah itu sudah kami lakukan. Tapi takdir menentukan lain. Kalaupun kami meneruskan dengan pemeran lain, itu sebagai penghormatan kami atas dedikasi Nike dalam peta musik dan film nasional, " Papar Firman Bintang. 

Sinetron dengan bintang pendukung Mira Asmara, Alan Nuari, Adipura, Ully Artha, Rizki Teo, Rachman Yacob, Nenny Triana, Stanley Worotikan serta sejumlah pendatang anyar lainnya itu sendiri berkisah tentang seorang anak yang kehilangan kasih sayang ibunya hingga ia terjerumus kedalam kehidupan yang nista. Mita (Mira Asmara) merasa tertekan batinnya karena ibunya yang selama ini ia banggakan, ternyata seorang wanita penghibur. Mita memprotes keras profesi ibunya itu, sehingga ia memilih hidupnya sendiri tanpa berdampingan dengan ibunya. 

Namun hidup tidaklah semudah yang di bayangkan. Karena tuntutan keadaan dalam perjalanan waktu, Mita akhirnya terjerumus dalam kehidupan malam. Ia terperosok ke dalam jurang profesi yang pernah di benci dan membuatnya kabur dari rumah menjadi wanita penghibur. 

Di kisahnya juga, bagaimana Mita berhenti menjadi wanita penghibur dan menjadi istri Herman (Adipura). Namun ketika usia kandungannya memasuki tujuh bulan, suami yang dicintainya itu meninggal dunia. Dalam keadaan kalut dan tidak tahu yang harus di perbuat, Sarah (Rizky Teo) dan Roni (Alan Nuari) membujuknya untuk melakukan pekerjaan lama. 

Seberkas Sinar barangkali ingin menguras air mata sekaligus ingin mempermainkan keingintahuan pemirsa atas nasib Lestari, anak Mita dari perkawinannya dengan Herman. Jawaban atas teka teki itu terjawab di akhir cerita ketika Mita terbaring dan dirumah sakit menjelang ajal menjemputnya. 

Menurut Firman juga, empati masyarakat atas sinetron tersebut banyak diterima dari masyarakat, khusunya para Nike Mania. Untuk itu dalam waktu dekat pihaknya akan kembali mengangkat lagu-lagu yang pernah dinyanyikan Nike seperti Bintang Kehidupan ke layar Kaca. "Deddy Dores mendukung rencana tersebut, " akunya. 


~MF 285/251/XIII/17-30 Mei 1997

Tuesday, December 2, 2025

NIKE ASTRINA, MAIN FILM GADIS FOTO MODEL

 


NIKE ASTRINA, MAIN FILM GADIS FOTO MODEL. Jawa Barat memang "gudang"nya cewek cakep, pemain film dan penyanyi. Dari propinsi terdekat dengan Jakarta ini terus mengalir artis-artis muda dan berbakat. Diantara yang sedang kondang saja kita bisa mencatat beberapa nama antarai lain Meriam Bellina dari Buah Batu Bandung, Paramitha Rusady yang juga titisan darah Sunda, Yurike, Nicky Astria, Betharia Sonata, Vina Panduwinata, Hetty Koes Endang dan seabrek nama lainnya. Belum lagi pendahulu mereka seperti Chitra Dewi, Conny Sutedja, Alcia Djohar, Tuty S, Lenny Marlina dan sebagainya. 

Nike Astrina hanyalah satu dari sekian banyak gadis Bandung yang mencoba menekuni dunia tarik suara dan layar putih. Sudah dua film yang sempat dibintangi oleh pelajar SMP Negeri 30 Bandung ini. Pertama berperan sebagai adik Ida Iasha dalam film "Kasmaran"nya Slamet Rahardjo dan yang kedua "Gadis Foto Model" . Dua film yang berbeda tema dan cita rasanya. 

Kesan sepintas, Nike Putri bungsu keluarga RE Kusnadi yang karyawan Pusdiklan PJKA Bandung ini mirip dengan Paramitha Rusady. Baik postur tubuhnya, warna kulitnya bahkan garis-garis wajahnya. Dalam usianya 14 tahun (Lahir di Bandung, 27 Desember 1975) Nike sekarang memang sedang ngebut menuju tangga popularitas. 

Giat nyanyi di panggung, di samping terus karir main flm. Juga di bidang rekaman sekarang ini. Nike sedang bersiap-siap melemparkan album pertamanya. Dalam film kedua ini Nike berperan sebagai salah satu Gadis Model kelompok Susy (Cut Irna). Cukup banyak juga di amuncul tapi belum dituntut akting yang berat. Tapi pemunculannya di film kedua ini lumayan banyak. Ada sekian scene dan dia melewati hari-hari suting dengan penuh antusias dan disiplin. Selama suting Nike dan Cut Irna tinggal di sebuah hotel di sekitar Jl. Kramat Raya. Mereka pulang balik ke Bandung dan Tasikmalaya untuk menyesuaikan sekolahnya. 

Lumayan juga repotnya menghadapi bangku sekolah dan suting film apalagi cukup berjauhan. Sebagian besar pembuatan film tersebut dilakukan di Jakarta. Makanya selama dua bulan terakhir ini Nike terpaksa mondari mandir Jakarta Bandung. Tak terganggu sekolah? "Sedikit banyak terganggu juga dong, tapi saya selalu berusaha mengejarnya," kata Nike Astrina di sela-sela suting di daerah wisata , Puncak-Bogor. Kalau sedang di Jakarta dia tak lupa membawa buku-buku pelajarannya dan kalau break suting satu dua hari dia langsung ke Bandung. 

Cukup Sulit mengatur waktu antara sekolah, main film, nyanyi dan bahkan rekaman. "Apa boleh buat resiko, say aharus mengatasi semua itu, saya berusaha untuk tidak melewatkan kesempatan yang ada demi karir dan cita-cita, " katanya. 


~MF 069/37/TahunV/28 Feb - 3 Maret 1989.

Saat di wawancara, namanya belum berganti Nike Ardilla , nama Nike Ardilla muncul setelah album pertama Seberkas Sinar beredar 

Saturday, October 11, 2025

SAFARI ARTIS MEMPROMOSIKAN FILM


 Dalam sebuah produksi film, salah satu upaya untuk merebut perhatian masyarakat adalah memboyong para bintang pendukung film tersebut ke bioskop mengadakan jumpa penggemar dan nyanyi sebagai tambahan. Seperti halnya yang dilakukan oleh produser PT. Andalas Kencana Film saat mengedarkan film Cinta Anak Muda dan Olga dan Sepatu Roda yang membawa dua bintang andalannya yaitu Desy Ratnasari dan Nike Ardilla untuk keliling daerah. Dua kota besar yang di kunjunginya diantaranya adalah Kota Surabaya dan Padang. 

Di dua kota tersebut sambutan masyarakat melimpah ruah. Ketika mereka bersafari ke Padang yang juga di kawal sutradara Olga, Achiel Nasrun, meski tiket dijual agak mahal, penonton tetap penuh. 

Pertunjukkan  pertama di Karya Theatre dan Presiden Theatre baik pada jam pertunjukkan pertama, 14.00 maupun pertunjukkan berikutnya, karcis selalu terjual habis. 

Hari berikutnya menurut Anton Indracaya, produser Pancaran Indra Cine yang menangani kegiatan safari tersebut, meski jumlah bioskop yang memutar Olga ditambah 3 gedung, masyarakat yang ingin menonton berlum tertampung. "Sebagian besar" kata Anton, memang kawula muda yang mengidolakan Desy dan Nike. Disamping itu, lanjutnya. AChiel Nasrun yang asal Sumatera Barat juga punya peranan. 

Selain menghibur penggemarnya di bioskop, kdua bintang yang juga penyanyi itu mengadakan pertunjukkan di Presiden Music Room ang di kelola Ferry Anggriawan, produser PT. Virgo Putra Film pemilik bioskop di Sumatera Barat, yang juga mengelola diskotek. Menurut Ferry, jumlah penonton Olga dua kali lipat penonton Kick Boxer, film impor yang di putar di sebelah bioskop yang memutar Olga. 

Kegiatan bersafari mengawal film semacam ini menurut Anton, sering dilakukan, tujuannya untuk merangsang dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap film nasional. 

Wednesday, September 24, 2025

SI KABAYAN KE PESANTREN, KENALAN DENGAN ANAK JIN


 SI KABAYAN KE PESANTREN, KENALAN DENGAN ANAK JIN

Desa Cilampang, Tasikmalaya di bakar Sinar mentari. Panasnya menyengat semua yang ada di permukaan bumi. Dalam keadaan seperti ini, kru film Si Kabayan dan Anak Jin bergelayut dengan kerjanya. Sesuai bagia masing-masing. Didi Petet, Salim Bungsu dan seorang figuran mencari blocking(posisi) mantap sebelum berakting. Sang sutradara, Hengky Solaiman memperhatikan setiap gerak, di samping Tantra Suryadi yang sedang mencari fokus kameranya. Sementara penata lampu mengatur pencahayaan. Nike Ardilla dan dua orang artis cewek Parfi Jawa Barat duduk di dekat para penonton yang menyaksikan jalannya suting, menunggu giliran di sut.

"Action..!" Teriak Hengky Solaiman. Spontan Didi Petet beraksi dengan akting boloonnya. Sebentar kemudian, Salim bungsu menyambar dialog Didi Petet. Adegan berlangsung begitu manis. Ketika suting berlangsung, pencatat skrip nyelonong masuk dalam frame kamera. Lalu, kru lain berteriak," heh, apa luh" makinya. Take (Pengambilan gambar) jadi gagal, Hengky Solaiman hanya bisa mengurut dada. Ada ketidakpuasan di wajah Salim Bungsu sebab dia sudah begitu mood. Take kedua dialog Salim Bungsu cacat, Artikulasi jelas tapi dialognya terbalik. "Tak apa, nanti bisa di tukar ketika di dubb" ujar Salim Bungsu seenaknya. Sutradara dapat memaklumi. 

Hiburan gratis bagi masyarakat desa sangat mereka manfaatkan. Taklah begitu gampang untuk dapat menyksikan artis beken berakting secara langsung. Maka, mulai anak-anak sampai nenek-nenek berjubel. Ingin lebih dekat, tapi pihak keamanan begitu cekatan menghalau arus mereka yang kian mendekat. Terik matahari tidak mereka hiraukan. Sampai anak-anak terjepit disela-sela orang dewasa. 

Panas terik berganti mendung. Lokasi suting berpindah di Pondok Pesantren Nurul Huda. Ketika kru berbenah, hujan turun. Dari koridor pesantren, santri-santri sabar menunggu berlangsungnya suting. Tapi rinai gerimis memaksa suting harus break. Kesempatan ini dimanfaatkan santri untuk berphoto bersama Didi Petet dan artis lain. Hujan reda menjelang magrib tapi suting ditunda sampai esok harinya. 

Film ini, episode lain dari Si kabayan, tokoh legenda nyentrik dari Jawa Barat. Sambungan dari film Si Kabayan sebelumnya. Benang merahnya mengikat di film Si Kabayan dan Anak Jin dengan si Kabayan sebelumnya. Dan sutradaranya pun berganti dari Maman Firmansyah ke Hengky Solaiman. 

Film ini agak lain dari Si Kabayan sebelumnya. Si kabayan masuk pesantren. Dia berkenalan dengan seorang anak Jin. Kekocakan akan semakin mantap!" kata Hengky Solaiman dengan yakin. Dan tidak hanya materi cerita maupun pemain yagn mendukung, tapi juga anggaran yang cukup besar yaitu sebesar 450 juta Rupiah.

Film produksi KharismaJabar Film bekerjasama dengan Pemda Jawa Barat in  mengangkat kehidupan Si Kabayan dari Sisi Lain .  Kabayan jatuh cinta dengan Nyi Iteung, puteri Ajengan Abah pimpinan Pesantren di desanya. Karena itu dia menjadi santri, supaya bisa dekat Nyi Iteung, Kabayan berhasil berkenalan dengan Nyi Iteung dan mengantar kerumahnya. 

Ulah kabayan yang selalu menggonai Nyi iteung membuat Anak Jin marah, penghuni pesantren. Anak Jin kesal, lalu selalu mengganggu si Kabayan lagi tidur. Saat tidur, Anak Jin selalu memindahkan. Si Kabayan kedalam beduk atau kedalam kolam air. 

Anak Jin jatuh simpatik dengan perjuangan Kabayan yang ingin mempersunting Nyi Iteung. Apalagi Ajengan Abah melarang setiap pertemuan Nyi Iteung dengan Kabayan. Kabayan jadi murung, sebab Nyi Iteung harus meninggalkan pesantren dan bekerja di Yogyakarta, kabayan jadi pemurung, dia menjadi muak di Pesantren. Teman-teman Kabayan mengusulkan supaya menyusul Nyi Iteung ke kota. Usul ini diterima Kabayan. 

Tiba di stasiun Yogyakarta Kabayan dibuntuti seorang lelaki berkumis. Lelaki ini menduga Kabayan membawa uang banyak. Lalu lelaki itu pura-pura menawarkan jasa, mengajak Kabayan menginap di hotel. Rupanya lelaki berkumis ini mau menggarong Kabayan, untung ada Anak Jin datang membantu. 

Artis Pendukung film Si Kabayan dan Anak Jin di perkuat oleh Didi Petet Sebagai Si Kabayan, Nike Ardilla sebagai Nyi Iteung, Rachmat Hidayat sebagai Ajengan Abah, Salim Bungsu sebagai Ki Armasan, Sena A Utoyo sebagai Anak Jin serta didukung artis Jawa Barat dan Yogyakarta. 


Sumber  MF 

#sikabayan #sikabayandananakjin #didipetet  #nikeardilla #filmindonesia 

Friday, September 19, 2025

SI KABAYAN SABA METROPOLITAN, MEMBELA BUKIT WARISAN


SI KABAYAN SABA METROPOLITAN, MEMBELA BUKIT WARISAN

Seri ke 4 Si kabayan yang merupakan produksi PT. Kharisma Jabar Film bersama Pemda Tingkat I Propinsi Jawa Barat. Diawali "Si Kabayan Saba Kota", disusul kemudian "Si Kabayan dan Gadis Kota" dengan Paramitha Rusady sebagai Nyi Iteung, kemudian "Si Kabayan dan Anak Jin" dengan Nike Ardilla sebagai Nyi Iteung, rata rata kesemuanya menangguk sukses yang menggembirakan. 

Penyutradaraan pernah beralih dari tangan H. Maman Firmansyah ke rekannya Henky Solaiman, pada jilid ke tiga. Dan pada seri ke empat di pegang kembali oleh Maman. Tokoh si Kabayan tetap diperankan oleh Didi Petet dan di seri ke empat ini kembali Nyi Iteung diperankan oleh Nike Ardilla seperti pada seri ketiga. 

Alur cerita keempat film Kabayan , meski cerita dan skenarionya tetap di tulis oleh Eddy D Iskandar, memang tak di buat berurutan. Terlihat pada hubungan antara Kabayan dan Nyi Iteung. Film yang pertama di tutup dengan pesta perkawinan mereka yang merekah. Lalu dalam film kedua, Nyi Iteung sebagai Isteri Kabayan, ngambek hingga minggat ke kota. 

Tapi, pada seri yang ke tiga balik ke masa kabayan masih berpacaran dengan Nyi Iteung. Bahkan Abah sempat mengirimkan Nyi Iteung bersekolah ke pesantren di ogya. Kini dalam seri yang ke empat, juga Kabayan dan Nyi Iteung diceritakan masih dalam tahap pacaran. 

Tokoh Abah tetap diperankan oleh aktor kawakan Rachmat Hidayat yang menampilkan akting paten. Mimiknya terasa begitu pas, misalnya dalam adegan merindukan penyanyi dangdut yang pernah memberinya potret. Diimpikannya si penyanyi membagi-bagikan potret kepada para penggemarnya sudah merupakan kebiasaan. 

Dibandingkan tiga film terdahulu disini si Kabayan bertemu imbangannya , tokoh bernama Ben yang di perankan  komedian betawi, H. Benyamin S. Penampilan ben dengan logat Betawinya, diiringi oleh Yoseano yang brdialek medok Madura. 

Didukung oleh Ayu Lestari, Ida Kusumah, Mercy Marsita, dan Lina Budiarti sebagai cewek perayu di hotel. 

Bagaimanapun juga film keempat ini menjanjikan mutu lebih dibanding film-film sebelumnya. Ditambah jadwal edarnya bertepatan event Hari Raya Idul Fitri, khususnya Bandung dan Jawa Barat.

BENDO SAKTI

Inti cerita merupakan sindiran kerakusan orang kota dalam melahap tanah di daerah untuk membangun Vila. Begitulah, datang ke bukit sunyi di pinggir desa Sukaemut Ben dan konconya, Yus. Mereka langsung ingin memborong bukit yang diwarisi kabayan dari nenek moyangnya. 

Kebetulan separuh bukit memang milik Abah. Nampaknya Abah yang sok moderen ini , contohnya punya kulkas tapi digunakan untuk menyimpan pakaian, memang mata duitan, hingga langsung saja setuju. Tak demikian halnya dengan Kabayan yang mentah-mentah menolak. "Tanah ini kan milik Alloh!", ujarnya berkeras. 

Kekerasan Kabayan di dukung oleh jin yang menghuni bukit itu setelah digusur dari Ancol Jin menghadiahkan bendo (blangkon dalam bahasa jawa) sakti. Kalau bendo di pegang dengan tangan kiri, pemegangnnya bisa raib tak tampak mata. 

Abah dan Nyi Iteung dibawa ke Jakarta oleh Ben. Maksudnya untuk mempertemukan dengan kakanya, Ny. Hartawan, yang ingin membeli bukit seluah tujuh hektar itu. Mau tak mau Kabayan menyusul. Dalam kereta api sempat berkenalan dengan Karlina, yang ternyata puteri keluarga Hartawan. 

Keluguan Kabayan menibulkan situasi-situasi lucu. Misalnya saja, menyeberang jalan seenaknya, hingga di panggil polisi dan dihukum push up. Eh malah kabayan minta inap di sel tahanan Kantor Polisi. 

Demi melihat Kabayan bersama Karina Nyi Iteung kontan mewek, Abah memaki-maki "Si borokokok"! tapi kabayan malah memergoki Abah di peluk cewek genit di hotel. Bagaimanapun juga Kabayan akhirnya mengalah ketika Abah mengancam akan memutuskan hubungannya dengan Nyi Iteung. 

Namun menjelang penandatanganan akte jual beli tanah didepan notaris Kabayan kembali merasa keberatan. Abah kebingungan mendengar keresahan calon menantunya ini. Berbarengan dengan terbongkarnya kekorupan Ben yang bersekongkol dengan kakaknya untuk mengeruk uang ayah Karina. 


#sikabayansabametropolitan

#didipetet

#nikeardilla

Wednesday, December 6, 2023

MAJALAH FILM COVER NIKE ARDILLA EDISI 23 JUNI - 6 JULI 1990


Majalah Film, Bacaan bergengsi penonton film, begitulah slogannya. Meski bentuknya Tabloid namun tetap menggunakan nama Majalah Film. Sebelum berbentuk Tabloid yang terbit 2 minggu sekali, Majalah Film memang berbentuk Majalah yang terbit secara bulanan atau di kenal dengan Majalah Bulanan Film. 

Namun setelah mengalami beberapa masa, majalah Film pun akhirnya harus tutup dan tidak beredar lagi. Kini hanya tinggal kenangan dan bernostalgia dengan barang cetakan dalam bentuk fisik yang sudah menjadi barang bekas namun  masih berharga di mata kolektor. 

Bernostalgia dengan Majalah film adalah bernostalgia dengan sebuah majalah yang biasanya memuat poster film yang sedang beredar atau akan beredar di halaman belakang secara penuh. Dari tahun 1987 pengiklan film biasanya memasang iklannya di majalah film baik sebagai iklan di halaman terakhir maupun di dalam majalahnya dan ada pula yang memasang iklannya dalam format hitam putih. Poster film menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta film tentunya. 

Artikel Wawancara Nike Ardilla

Secara keseluruhan isi dari Majalah film membahas tentang film, gosip artis dan juga ada tanya jawab dengan artis. Selain itu Majalah ini juga memiliki wadah bagi penggemar dan pembaca dalam  Film Club yang anggotanya juga di muat di Majalah. 

Kali ini saya akan membahas dengan majalah film yang terbit 23 Juni - 6 Juli 1990 dengan Cover Nike Ardilla. Ini merupakan satu-satunya cover Majalah Film dengan Cover Nike Ardilla karena setelahnya tidak ada lagi cover yang memuat Nike Ardilla hingga beliau wafat. Paramitha Rusady jadi salah satu artis yang menjadi cover Majalah Film paling banyak kalau menurut saya sih. 

Nike Ardilla merupakan rising star di tahun 90an setelah pada tahun 1989 berhasil menggebrak blantika musik Indonesia lewat lagunya Seberkas Sinar karya Deddy Dores, dan Tahun 1990 Album Nyalakan Api sebagai album dari Nike Ardilla makin menorehkan jejaknya. Langkah Nike Ardilla kian mantap selain menjadi model, bintang iklan juga bermain film.  Sebagai sosok yang hidup di jaman Nike mengawali karir, saya sih tidak ingin membahas tentang Nike Ardilla karena sudah banyak sekali media-media maupun penggemar Nike yang membahasnya. 

Poster Tutur Tinular sebagai cover belakang 

Namun kali ini saya ingin mengupas tentang Isi Majalah Film dengan Cover Nike Ardilla. Di halaman depan terpampang foto Nike Ardilla yang masih belia dengan rambut panjangnya. Kemudian di halaman Pertama artikel Nike Ardilla dan beberapa foto-foto Nike Ardilla. Di bagian isi terdapat info film di kota anda, artikel tentang artis dalam dan luar negeri. Tanya Jawab kali ini adalah bersama Kadir. Dan yang terpenting adalah di halaman paling belakang.

Willy Dozan Mencari Pemerkosa Adik artikel dalam film Rio Sang Juara, Juga ada Si Buta Dari Goa hantu, Ibu Subangun, Pendekar Cabe Rawit, artikel tentang film Kepingin sih Kepingin dan lain sebagainya. 

Sebagai halaman penutup, halaman palin gbelakang berisi  Poster Film Tutur Tinular yang masih baru Segera Beredar belum ditentukan kapan mulai beredarnya. 

Mari kita bernostalgia dengan Majalan Film





Monday, October 23, 2023

KASET SOUNDTRACK LUPUS 4, ANAK MAMI SUDAH BESAR

 

Soundtrack Film Lupus 4

Masih ingat lupus? ini bukan ngomongin tentang penyakit lupus ya, tapi tokoh Lupus seorang anak muda yang cuek yang hits di akhir 80an dan awal tahun 90an. Lupus adalah sebuah cerita tentang anak muda yang di tulis dalam bentuk novel karya dari Hilman Hariwijaya. Novel Lupus sangat melekat bagi generasi 90an dengan gaya rambutnya Lupus dan juga ciri khas lupus yaitu makan permen karet menjadi hal yang digandrungi saat itu. Satu lagi yang hits pada jaman lupus adalah tas selempang lupus. 

Ada yang masih ingat tas ini? Saya sendiri pernah merasakan gaya tas Lupus dan saya pakai ke sekolah. Itupun tas punya kakak yang saya pakai, karena waktu itu masih SD atau memasuki usia SMP. Karena banyak juga teman-teman yang memakai tas Lupus. 

Hilman berhasil menjadikan Lupus sebagai ikon anak muda dan dari Novel yang pernah di terbitkan, Lupus pun pernah di buatkan filmnya hingga 5 film yaitu : 

1. Lupus 1 Tangkaplah Daku Kau Kujitak

2. Lupus 2 Makhluk Manis Dalam Bis

3. Lupus 3 Topi Topi Centil

4. Lupus 4 Anak Mami Sudah Besar 

5. Lupus 5 Ih Sereem..


Dari kelima film tersebut, 4 diantaranya di perankan oleh Ryan Hidayat sebagai lupus dan di Topi-topi Centil peran Lupus digantikan oleh sang pengarang cerita yaitu Hilman. Namun dari semuanya Ryan Hidayat tetap yang paling cocok memerankan Lupus.

Sebagai sebuah penunjang dari film adalah adanya Soundtrack film yang di buat. Salah satu yang akan dibahas kali ini adalah Soundtrack dari film Lupus 4 yang kali ini Soundtracknyapun masih dalam bentuk kaset pita sesuai jamannya. Lupus 4 ini di bintangi oleh Ryan Hidayat, Paramitha Rusady, Firda Razak, dan juga ada penampilan Nike Ardilla dan Inneke Koesherawati. 

Soundtrack Lupus 4 mayoritas diisi oleh Suara Fariz RM. ada 6 track lagu yang di sajikan dalam soundtrack film ini yaitu di bagi dalam dua sisi kaset, Side A dan Side B. 


Berikut ini adalah isi dari Saoundtrack Film Lupus 4 yaitu : 


SIDE A

1. Cara Mereka 

Voc. Fariz RM/Iwan Madjid

2. Sepanjang Jaman 

Voc. Netta KD

3. Dansa

Voc. Fariz RM


SIDE B

1. Pelengkap Malam

Voc. Fariz RM

2. Buktikan

Voc. Iwan Madjid

3. Cari Kerja

Instrumentalia


Dari ke 6 isi soundtrack tersebut, Sepanjang Jaman yang dinyanyikan oleh Netta , dalam film lagu ini di lipsing oleh Nike Ardilla yang berperan sebagai Dila.


SEPANJANG JAMAN

(OST LUPUS 4)


Kurasakan getaran waktu beranjak lalu
Meninggalkan ribuan kisah
Terekam dalam kenangan

*
Aku ingin ungkapkan bahagia
Yang selama ini kerap kurindukan
Ku mencoba merangkai kata
Curahan terima kasih
Atas persahabatan yang indah

Selama ini...
Yang begitu berarti dalam hidupku
Makna kasih sayang
Menjadi janji antara kita
Sepanjang zaman...

Kurasakan semakin dekat masa berganti
Dihadapan jalan membentang
Menjelang kedewasaan

Back to *

Kekal selamanya...
Dan begitu berarti dalam hidupku
Selamat Bernostalgia

Wednesday, September 20, 2023

GADIS FOTO MODEL, DEBUT KE DUA NIKE ARDILLA DI DUNIA FILM

 


JUDUL FILM                        : GADIS FOTO MODEL

SUTRADARA                       : SUPRAPTO MARCUS

CERITA                                  : SUPRAPTO MARCUS, SJAMSUDIN

SUARA                                  : IBNU HASAN

PRODUSER                          : SJAMSUDIN

PRODUKSI                           :  PT.  SJAM STUDIO FILM PRODUCTION

TAHUN PRODUKSI           : 1989

JENIS                                     : FILM THRILLER

PEMAIN                               : CUT IRNA, ANNEKE LUTFIA PUTRI, ALFIAN, NIKE ASTRINA, KIKI AMALIA, CONNIE SUTEDJA , TIMBUL

SINOPSIS :

Susi (Cut Irna) adalah seorang model terkenal.  Suatu hari bersama teman-temannya satu geng, Nency (Nike Astrina) dan lain-lain atas undangan Budi (Alfian) orang yang selama ini dekat dengan Susi untuk menghadiri acara ulang tahun Lia (Anneke Lutfia Putri) yang baru tinggal di tempat kos tante Budi (Connie Sutedja). Lia adalah juara Top Model saat ini.

Kehadiran Lia ditengah-tengah mereka membuat iri Susi, apalagi Susi menuduh kalau Lia memiliki kedekatan dengan Budi. Dibakar Iri hati dan rasa cemburu, Susi merencanakan untuk member pelajaran pada Lia. Bersama teman-teman satu gengnya, Susi menjemput Lia setelah peragaan busana. Meski pada awalnya menolak namun setelah di paksa Lia mau menuruti keinginan Susi dan kawan-kawan untuk mengikuti mereka.  Sebelum masuk mobil terjadi keributan antara Susi dan Lia. Susi menuduh Lia memiliki hubungan dengan Budi meskipun Lia sudah menjelaskannya. Akhirnya terjadilah pengeroyokan terhadap Lia yang berujung dengan disiramnya muka Lia hingga rusak oleh Susi dengan air termos. Dalam kondisi tidak sadarkan diri Susi membuang tubuh Lia kedalam sungai dengan di bantu oleh teman-temannya.

*****

Pasca kejadian tersebut terror demi terror menghantui Susi. Dari telepon masuk hingga adanya rampok yang tiba-tiba hadir setelah menelepon.  Di tempat Lain Budi dibuat panic karena kehilangan Lia di rumah kostnya. Merasa bertanggungjawab Budi berusaha mencari keberadaan Lia melalui teman-temannya.  Titik terang pun akhirnya di dapat. Sebelum Lia hilang, Lia dijemput oleh teman-temannya perempuan.  Dan budi menduga kalau ini perbuatan Susi dan kawan-kawan karena dibakar cemburu.

Teror tidak hanya di hadapi oleh Susi, namun juga teman-teman susi yang lain. Bahkan suatu ketika Susi hampir diperkosa ditengah jalan ketika terjadi ban kemps, namun usahanya dapat digagalkan. Lia ditolong oleh pembantunya yang menyusulnya ke kota setelah susi mendatanginya ke kampong karena anaknya sakit.

Susi mulai stress dan pucat karena terror yang diterimanya. Akhirnya Susi pun mengetahui siapa yang berada di belakang terror selama ini. Adalah Lia yang ternyata masih hidup yang berusaha untuk membalas dendam pada Susi. Lia yang sudah rusak mukanya akibat perbuatan Susi menuntut balas atas perbuatan susi. Dengan menodongkan pisau kearah Susi, Lia berusaha mengejarnya. Namun naas bagi Susi, ia terjatuh dari lantai dua rumahnya dan akhirnya tewas. Lia pun akhirnya ditangkap.

***********

Gadis foto model merupakan sebuah film yang dibintangi oleh Cut Irna. Namun sayang sekali Cut Irna yang juga menelurkan beberapa album kini sudah tidak aktif lagi di dunia hiburan Indonesia. Film ini juga merupakan debut kedua bagi Nike Ardilla yang kala itu masih menggunakan nama Nike Astrina. Nike Astrina sebelumnya juga pernah bermain dalan film Kasmaran sebagai figuran bersama Ida Iasha.

Wednesday, January 29, 2020

Film Indonesia Jadul "KASMARAN"


JUDUL FILM        :KASMARAN
SUTRADARA       : SLAMET RAHARDJO
PRODUKSI           : PT MULTI PERMAI  FILM
CERITA                  : ASMARA GD
PRODUSER          : JIMMY J, ARIFIN JACOB
TAHUN PROD    : 1987
JENIS                     : FILM DRAMA
PEMAIN               :  IDA IASHA, DWI YAN, NANI SOMANEGARA, ROBERT SYARIEF, IRA WIBOWO, NIKE ASTRINA, AUGUST MELAZ, ROSSITA SANUSI

SINOPSIS : 
Ayu (Ida Iasha) selalu di bawah bayang-bayang masa lalu ketika akan bercinta dengan suaminya Sutra (Dwi Yan) yang selalu mempersoalkan keperawanan Ayu. Sutra mendapatkan Ayu setelah tidak perawan lagi, sehingga seringkali ketika bercinta, Sutra di hantui oleh ketidak perawanan Ayu. Meski Ayu sudah berterus terang pada Sutra namun Sutra tetap tidak mau menerima. Hal ini tetap menjadi persoalan rumahtangga antara Ayu dan Sutra meski sudah berusia lima tahun perkawinannya. Sutra selalu bersikap curiga dan cemburu pada Ayu.

Kecurigaan Sutra semakin bertambah ketika ia menemukan kartu nama atas nama Manaseh (August Melasz) dan menelpon padanya. Sutra mencari tahu siapa sebenarnya Manaseh, namun Ayu mengatakan kalau Manaseh hanyalah teman lamanya. Keadaan rumahtangga Ayu dan Sutra semakin tidak kondusif, apalagi selama lima tahun menikah belum di karuniai anak. Kesalahan selalu ditimpakan pada Ayu yang pernah menggugurkan kandungan karena hubungan intimnya pertama kali. Namun Ayu tidak mau di persalahkan terus menerus. Keduanya pun sering bertengkar sampai Ayu mengancam akan menusukkan gunting pada Sutra.

Sementara itu Sutra sendiri memiliki selingkuhan bernama Rhoda (Ira Wibowo), seorang perempuan yang sangat posesif.  Rhoda ingin agar Sutra segera menceraikan Ayu yang tidak dapat memberikan anak, namun Sutra sendiri justru mulai berubah sikapnya terhadap Ayu. Ia berubah menjadi romantis. Namun Sayang, Ayu yang sudah tidak tahan lagi terhadap Sutra.

Keadaan ini membuat Rhoda cemburu pada Sutra dan Ayu, apalagi setelah melihat Sutra dan Ayu berpelukan, maka Rhoda menjadi semakin cemburu. Puncaknya Rhoda membunuh Sutra tatkala Ayu pergi kerumah orangtuanya. Namun sayang keadaan ini justru dijadikan ajang pemutar balikan fakta. Justru Ayulah yang dianggap telah membunuh Sutra dengan gunting. 

Akibatnya Ayu harus meringkuk di tahanan. Namun berkat kejelian polisi, akhirnya terungkap siapa pembunuh sebenarnya.
*****
Film Kasmaran diangkat dari Novel Karya S Mara Gd diperankan sangat baik oleh Ida Iasha dan Ira Wibowo.