PEDANG NAGA PASA, BANYAK ADEGAN TERBANG YANG MENDEBARKAN! (Cerita Lawas). Menurut data produksi dari sekretariat PPFI (Persatuan Perusahaan Film Indonesia), sebenarnya masih cukup banyak film tema action yang di produksi para produser kita. Namn semua itu seakan tenggelam oleh sukses besar Saur Sepuh yang telah beberapa serial di produksi.
Kecuali PT. Inem Film yang tetap produktif dengan tema action untuk penonton bioskop kelas menengah kebawah. Beberapa perusahaan lain tak mau ketinggalan. Mercu Alam Abadi menggiring H. Rhoma Irama untuk tidak selalu berda'wah lewat Jaka Swara, Raja dangdut yang kini mulai memudar pamornya, diorbitkan sebagai bintang action baru. Ini adalah film full action Rhoma Irama yang pertama.
Masih dari perusahaan yang sama, Liliek Sudjio yang memang sejak dulu telah dikenal sebagai sutradara trampil dalam menggarap film-film action, menangani Misteri dari Gunung Merapi. Cerita tersebut juga diangkat dari cerita sandiwara radio yang telah populer dikalangan masyarakat. Ternyata Misteri dari Gunung Merapi sukses besar. Alhasil dilanjutkan dengan film keduanya.
Lalu, Rapi Film perusahaan yang cukup produktif tahun 90 ini memproduksi sekitar 12 judul, dimana dalam berproduksi cukup bervariasi, tak mau pula ketinggalan untuk menampilknan tema action. Pedang Naga Pasa judul film yang beredar serentak di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa timur dan Sumatera Utara 24 September 1990.
Film yang dibintangi oleh Advent bangun, WD Mochtar, Erick Soemadinata, Baron Hermanto, Devi Ivone, Anneke Putri, Alba Fuad, dan ratusan pemain lain, termasuk puluhan pemain yang menguasai ilmu bela diri pencak silat dan karate. Jumlah tersebut masih ditambah lagi dengan keterlibatan sekitar 100 ekor kuda, sehingga benar-benar nampak sangat kolosal.
Memang tidak ada burung raksasanya yang terbang gagah diangkasa. Tapi soal adegan adegan terbang yagn sangat mendebarkan. Dalam pedang Naga Pasa yang cerita dan skenarionya ditulis oleh Baron Achmadi dan disutradarai Slamet Riyadi, tidak kalah dengan Saur Sepuh.
Walau mengaku telah berpengalaman untuk adegan terbang, ternyata Pedang naga Pasa, Devi Ivone yang sudah bermain dalam 20 film, dimana 15 diantaranya film action. Terpaksa harus sering menahan kesakitan. "Tangan saya sempat nyaris patah tulang!" kenang Devi yang juga menambah profesi jadi penyanyi.
"Soal di gantung-gantung (sling) sudah biasa. Tapi yang satu ini memang benar-benar berat!" tukas Alba menimpali. Pendatang baru yang mengawali karirnya di film Permainan Di Balik Tirai, juga produksi Rapi film, memang tidak sempat menderita separah Devi. "Lecet-lecet kecil, biasa. Namanya juga film beranteman!" tukas putri Fuad Hasan drummer God Bless (Alm) yang mendapat kecelakaan lalulintas itu.
"Kala saja tidak di dukung bintang-bintang action saya pasti akan banyak mengalami kesulitan. Beruntung pemain yang terlibat tidak saja mempunyai ilmu bela diri yang tangguh. Mereka selama ini telah dikenal sebagai aktor laga!" tukas Slamet Riyadi sang sutradara.
Meski proses ke luar negeri ini bukan pelanggaran. Sebab peraturannya masih memungkinkan sebuah film yang bagian-bagiannya belum bisa dikerjakan di dalam negeri, masih bisa diberikan izin untuk prosesing keluar negeri. Dan Pedang Naga Pasa keluar negeri seizin pemerintah.
"Film action sukmanya pada spesial efek. Kalau spesial efeknya kurang sempurna, pasti kurang menarik. karena itu kami tak segan ke luar negeri, meski dengan biaya yang relatif lebih mahal, " tukas Gope T Samtani sang produser. Mudah-mudahan masyarakat tidak kecewa dengan film ini, tambah Gpe lagi. MF 110/78 Tahun VI 15-28 September 1990











