Showing posts with label Sinetron Seberkas Sinar. Show all posts
Showing posts with label Sinetron Seberkas Sinar. Show all posts

Monday, January 5, 2026

SINETRON SEBERKAS SINAR


 SINETRON SEBERKAS SINAR, Lagu SEBERKAS SINAR , tembang manis dan mendayu-dayu yang di lantunkan almarhumah Nike Ardilla, setiap Rabu Malam sejak April 1997 lalu kembali bergema di AN-teve. Bukan saja para Nike Mania yang gembira dan menyambutnya, tetapi juga Firman Bintang, prodser Anugerah Damai Sejahtera (ADS) Production. Pasalnya sinetron yang diilhami dari lagu Deddy Dores dan dilantunkan Nike setelah tertunda penayangannya beberapa lama akhirnya ditayangkan juga. 

Seberkas sinar adalah sinetron perdana griya produksi ADS yang di kelolah Firman Bintang bersama Djadjat Sayoeti, sekaligus memberi 'pelajaran' berharga bagi Firman, "Memproduksi sinetron, nyatanya berbeda dengan memproduksi film layar lebar. Banyak hal yang tidak kami alami dalam produski film layar lebar, harus kami alami dalam produksi sinetron. Ketika memproduksi, kami tidak memperhitungkan faktor-faktor tertentu. Termasuk bargaining position dengan pengelola stasiun penyiaran, " papar Firman Bintang. 

Menurutnya, mengangkat lagu-lagu Nike Ardilla menjadi sinetron, seperti Seberkas Sinar itu, tidak muncul dan untuk "membarengi" kepergian Nike. "Kami sudah merencanakan sejak Nike masih hidup. Malah atas usulan dan saran teman-teman wartawan, sinetron itu pas jika di mainkan oleh Nike. Pembicaraan secara lisan kearah itu sudah kami lakukan. Tapi takdir menentukan lain. Kalaupun kami meneruskan dengan pemeran lain, itu sebagai penghormatan kami atas dedikasi Nike dalam peta musik dan film nasional, " Papar Firman Bintang. 

Sinetron dengan bintang pendukung Mira Asmara, Alan Nuari, Adipura, Ully Artha, Rizki Teo, Rachman Yacob, Nenny Triana, Stanley Worotikan serta sejumlah pendatang anyar lainnya itu sendiri berkisah tentang seorang anak yang kehilangan kasih sayang ibunya hingga ia terjerumus kedalam kehidupan yang nista. Mita (Mira Asmara) merasa tertekan batinnya karena ibunya yang selama ini ia banggakan, ternyata seorang wanita penghibur. Mita memprotes keras profesi ibunya itu, sehingga ia memilih hidupnya sendiri tanpa berdampingan dengan ibunya. 

Namun hidup tidaklah semudah yang di bayangkan. Karena tuntutan keadaan dalam perjalanan waktu, Mita akhirnya terjerumus dalam kehidupan malam. Ia terperosok ke dalam jurang profesi yang pernah di benci dan membuatnya kabur dari rumah menjadi wanita penghibur. 

Di kisahnya juga, bagaimana Mita berhenti menjadi wanita penghibur dan menjadi istri Herman (Adipura). Namun ketika usia kandungannya memasuki tujuh bulan, suami yang dicintainya itu meninggal dunia. Dalam keadaan kalut dan tidak tahu yang harus di perbuat, Sarah (Rizky Teo) dan Roni (Alan Nuari) membujuknya untuk melakukan pekerjaan lama. 

Seberkas Sinar barangkali ingin menguras air mata sekaligus ingin mempermainkan keingintahuan pemirsa atas nasib Lestari, anak Mita dari perkawinannya dengan Herman. Jawaban atas teka teki itu terjawab di akhir cerita ketika Mita terbaring dan dirumah sakit menjelang ajal menjemputnya. 

Menurut Firman juga, empati masyarakat atas sinetron tersebut banyak diterima dari masyarakat, khusunya para Nike Mania. Untuk itu dalam waktu dekat pihaknya akan kembali mengangkat lagu-lagu yang pernah dinyanyikan Nike seperti Bintang Kehidupan ke layar Kaca. "Deddy Dores mendukung rencana tersebut, " akunya. 


~MF 285/251/XIII/17-30 Mei 1997