Showing posts with label Hidden Paradise. Show all posts
Showing posts with label Hidden Paradise. Show all posts

Thursday, February 14, 2019

Pantai Green Bowl Ungasan - Bali

Green Bowl Beach
Green Bowl Beach dari dari balik ranting
Masih tentang Bali nih, kali ini saya akan mengajak pembaca untuk menuju Pantai Green Bowl yang terletak di Ungasan - Bali. Posisi pantai ini terletak arah antara Garuda wisnu Kencana dan Uluwatu kalau dari pusat kota. Terdapat petunjuk jalan menuju Green Bowl Beach. Pantai Greed Bowl juga di kenal dengan Bali Clift karena letaknya memang berada di bawah tebing yang tinggi, atau pantai ini dikenal juga dengan Hidden beach karena letaknya yang tersembunyi dan sangat sepi dengan pengunjung. Pantai ini memang tidak sepopuler dengan Pantai Kuta, Dream Land ataupun juga Pantai Pandawa yang sedang hits namun bagi yang suka dengan petualangan apalagi yang senang dengan tracking atau naik gunung, pantai ini sangat cocok untuk di kunjungi. Selain tempatnya yang indah pantai ini juga memiliki hamparan lautan yang biru yang terlihat dari atas dan berpasir putih.

Sejenak setelah sampai ke parkiran Green Bowl, ada baiknya kita membeli air minum sebagai bekal untuk menuju pantai. Di pelataran parkir masih terdapat monyet liar sehingga harus berhati-hati. Dari pelataran parkir kita dapat melihat ke bawah hamparan lautan yang membiru, namun agar lebih afdol maka kita harus turun untuk menyaksikan keindahannya. Untuk menuju pantai Green Bowl kita harus melalui anak tangga yang cukup panjang, jumlahnya ratusan anak tangga yang tentu saja membuat kita ngos ngosan di buatnya. Sesekali berhenti karena kelelahan sambil memandang hamparan birunya laut dari balik ranting-ranting yang terdapat di sepanjang anak tangga.
Tangga menuju Pantai

Sisi Lain Pantai Green Bowl

Sesampai di pantai, rasanya lega, hilang sudah rasa lelah dan terbayar dengan keindahan pantainya. Karakter dari pantai Green bowl ombaknya tidak terlalu besar, dengan bagian tertentu terdapat hamparan pasir putih dan selebihnya hamparan batu karang sesekali ditumbuhi oleh lumut yang menghijau indah dan menyegarkan. Pantai Green Bowl cukup lengang dari para wisatawan, hanya beberapa turis asing yang terlihat di pantai. Di pinggir pantai terdapat semacam goa kecil yang biasanya di gunakan sebagai tempat berteduh dan di pantai ini juga terdapat tukang pijit yang seperti layaknya pantai-pantai di bali menawarkan jasanya untuk para pengunjung.

Menikmati suasana pantai di sini terasa lengang, berada di bawah perbukitan serasa terisoloasi dari segala hingar bingarnya dunia. Sejauh mata memandang hamparan laut biru sementara kalau memandang di belakannya adalah perbukitan sehingga sebagai manusia kita merasakan sangat kecil. Namun tidak perlu berkecil hati dan takut karena inilah salah satu tempat yang indah sekaligus sebagai tempat menyepi dan menyendiri. Namun demikian pengunjung tidak dapat turun ke bawah ketika air laut sedang pasang dan sampai ke pinggir, kecilnya bibir pantai membuat kita harus lebih berhati-hati saat air laut pasang.

Di Pantai Green Bowl kita juga dapat menyaksikan para pemancing yang sedang memancing ikan di tengah sementara sebagian lagi ibu-ibu mencari rumput laut. Sesekali juga terlihat burung burung pantai pencari ikan. Oh ya jangan lupa udara di pantai itu terik, maka pakailah sunblock agar kulit juga aman dari sengatan matahari. Nah setelah puas menikmati keindahan Pantai Green Bowl maka masih ada PR lagi nih untuk naik keatas, siap siap ngos-ngosan dan berkeringat untuk menaiki anak tangga.

Anda berkunjung ke Bali? nikmati Pantai Green Bowl dan rasakan sensasi keindahan Bali lainnya yang tidak membosankan.

follow IG @totoandromeda dan @totoandromeda.id

Burung Pencari Ikan

Mencari Rumput Laut

Wednesday, October 10, 2018

PANTAI SEMETI, HIDDEN PARADISE DENGAN BEBATUAN ALA ALA CANDI DI LOMBOK TENGAH

Di tengah terik matahari, ayo tebak saya yang mana
Halo , kembali lagi dengan saya Toto Andromeda yang akan membawa anda ke Pantai Semeti yang terletak di Lombok. Kali ini saya akan membawa anda ke Lombok. Perjalanan kali ini di mulai dari Airport, Sekitar jam 9 pagi pesawat sampai di Lombok dan di jemput oleh Penjemput bernama Edwin yang akan menjadi guide selama di Lombok. Sebelum Melanjutkan perjalanan terlebih dahulu mengisi perut di sekitar bandara. Kali ini tujuan kita adalah Pantai Semeti dan Gili Telawas.
Selesai mengisi perut perjalanan di lanjutkan menuju Lombok Tengah dimana Pantai Semeti berada. Namun karena hari jumat maka kami harus mencari masjid untuk menunaikan Sholat Jumat. Setelah selesai Sholat Jumat perjalanan dilanjutkan kembali.

Ini yang pertama kali saya mengunjungi lombok. Alamnya yang asri, sangat jauh dengan kota lain seperti Bali tentunya. Pemandangan dan suasananya berbeda meski Bali dan Lombok berdekatan. Oh Ya kami dari Jakarta ber 4 terdiri dari saya sendiri Toto Andromeda, Bruri, Tomy dan Mbak Yuni. Kami semua anggaplah ya Landscaper yang mau hunting foto di Lombok hehe. Wih keren banget ya hobi mahal hehe. tp ya gak sering sering juga sih... Makanya kalau ada yang mau endorse saya untuk memotret sebuah wilayah boleh juga nih...segera hubungi saya via email hehe.
Tekstur bebatuan yang indah

View pantai semeti dari atas

Back to perjalanan yang indah dan terasa asing sih tapi kami hanya mengikuti guide yang mengantar kami saja. Sepanjang jalan banyak sekali pemandangan-pemandangan indah disana, dan menjelang lokasi banyak sekali sapi-sapi yang di 'angon' di sekitar perbukitan yang banyak rumputnya tentu saja ini menambah keindahan lagi. Perjalanan cukup jauh sekitar 4 jam di poton jumatan untuk sampai ke lokasi. Udara cukup terik. Kami di bawa untuk mendekati pantai Semeti yang lokasinya cukup tersembunyi dan harus melewati jalan yang cukup berliku dan ladang-ladang penduduk.

Sesampai di Lokasi kami memarkir kendaraan menumpang terhadap sebuah rumah yang ada di dekat pantai semeti. Segala peralatan di siapkan, dan meluncur ke Lokasi.

Wow, Indah banget dengan langit biru dan lautnya yang juga biru dengan deburan ombak yang kencang. Meski udara panas namun tak menyia nyiakan kesempatan. Segera pasang tripod untuk mengabadikanya. Keindahan semakin bertambah dengan tekstur bebatuan yang tersusun seperti sebuah candi, menambah keindahan pantainya. Pantai Semeti sangat indah di nikmati namun tidak untuk bermain-main dengan airnya karena ombaknya yang kuat. Sebagai seorang landscaper tentu ini sebuah surga tersembunyi yang tidak boleh di lewatkan. Beberapa spot foto diambil dari atas secara bergantian. Dan yang harus di waspadai adalah hempasan angin yang cukup kencang, tragedi sempat terjadi tripod salah seorang dari kami terhempas angin. dan hampir saja kameranya jatuh namun terselamatkan sebelum sampai batu.
Pantai semeti dengan bebatuan yang indah

Para Landscaper sedang mengabadikan gambar

Birunya air laut ditengah buih putih yang menghempas terkena batu menyebabkan keindahan yang tiada tara. Ditengah terik matahari kami tetap mengabadikan foto-foto. Hembusan angin yang kencang tidak mampu membuat suasana jadi sejuk karena udara yang sangat terik. akhirnya setelah puas memotret kami segera menyudahinya untuk beristirahat.

DIsebelah Pantai semeti terdapat pantai Mawi dan dibalik pantai Semeti terdapat Gili Telawas. Nah pilihan kali ini adalah Gili Telawas.

Inikah pantai Mawi? view dari Pantai Semeti


Monday, March 28, 2016

INDAHNYA CURUG PARIGI DALAM JEPRETAN KAMERA

Keindahan Curug Parigi Bekasi



Anda ingin berwisata alam namun sulit untuk menemukannya di tengah kota? Bagi warga Jakarta dan sekitarnya menikmati keindahan alam adalah hal langka yang bisa dinikmati dengan murah. Meski kini sudah di buat taman-taman kota dengan pepohonan yang rindang namun masih saja masyarakat butuh wisata alam yang menyegarkan. Wisata alam yang terdekat dari kota Jakarta adalah Bogor dengan keindahan alamnya baik kebun teh maupun curug atau air terjun yang banyak bertebaran disana. Namun Bogor bagi sebagian masyarakat tentu menjadi tempat yang cukup jauh untuk menjangkaunya.
Bagi warga Jakarta dan sekitarnya seperti Bekasi tentunya, tak perlu kuatir untuk mendapatkan wisata alternative selain mall-mall yang banyak bertebaran.

Saat Air Tinggi, inilah penampakan Curug Parigi
Curug Parigi , ya nama ini kian hari kian ngehits saja. Menikmati keindahan curug parigi bagaikan menikmati keindahan air terjun Niagara yang terkenal itu. Boleh dibilang curug parigi adalah Niagara Mininya ala Bekasi. Mungkin belum banyak yang tahu letak curug Parigi dimana. Curug ini terletak di kampung Parigi, Desa Cikiwul kecamatan Bantargebang – Bekasi. Curug ini terletak di belakang perumahan Nusa Indah 5 atau akses mudahnya adalah melalui pangkalan 5. Memang agak sulit untuk dapat menjangkau curug ini, karena minim sekali petunjuk untuk sampai kesana. Satu-satunya jalan adalah dengan mengandalkan aplikasi waze atau bisa dengan google map. Untuk mencapai ke Parigi akses yang mudah adalah melewati jalan Narogong Raya. Dengan aplikasi waze biasanya akan di pandu untuk melalui perumahan Nusa Indah 5. Namun sayangnya kalua melalui akses perumahan, pengunjung harus untuk melompat pagar untuk dapat mendekat ke curug. Selain akses melalui perumahan, akses mudahnya adalah melalui jalan Pangkalan 5, tepatnya samping pabrik Hakapole. Begitu masuk, maka ikutin jalan kedalam sekitar 1 kilometer, hingga menemukan tanah lapang. Kendaraan dapati parkir disekitarnya. Akan terlihat gubuk-gubuk tempat jualan, dan untuk dapat melihat keindahan air terjun Niagara mini, pengunjung harus naik tanggul dan menuruninya. Atau cukup juga melihatnya dari atas.

Begitu tiba di pangkalan 5, maka akan terdengar gemuruh suara air terjun atau curug. Air curug ini berasal dari Sungai Cileungsi yang cukup lebar, dan kenapa bisa terjadi bentuk aliran air yang terjun, konon dulu di tempat tersebut sering di ambil pasirnya sehingga semakin dalam dan seperti sekaranglah keadaanya, sedangkan nama pangkalan sendiri konon berasal dari nama tempat tersebut yang sering di jadikan pangkalan truk-truk pengangkut pasir.

Begitu sampai ke curug kita akan di buat Wow dengan pemandangan indah ditengah kota, air terjun yang indah dan bagus untuk berfoto ria. Bagi para fotografer lanskap untuk mengambil gambar biasanya akan memilih saat-saat terbit dan terbenam matahari. Untuk saat terbit sisi selatan atau masuk via pangkalan 5 lah tempat yang bagus untuk memotret, sedangkan saat matahari terbenam maka akses masuk dari sebelah perumahan Villa Nusa Indahlah yang tepat untuk dapat menikmati matahari terbenam. Namun tidak menjadi masalah ketika keadaan air sedang surut, maka masuk dari sisi pangkalan lima pun bisa saja , karena kita dapat menyeberanginya. Namun jangan coba-coba jika air dalam kondisi besar karena debit airnya cukup deras sehingga alih-alih dapat foto bagus malah bisa-bisa terbawa arus.

Curug Parigi Kala Siang
Jernih keruhnya air terjun Parigi ini tergantung juga dengan kondisi cuaca di Bogor, karena seringkali ketika Bekasi tidak dilanda hujan namun Bogor hujan deras , maka itu akan berpengaruh terhadap keadaan airnya. Saat hujan air coklatlah yang akan keliatan, namun saat kemarau biasanya airnya lumayan jernih.

Curug Parigi saat ini masih menjadi incaran para Landscaper untuk mengabadikan moment. Ada dua spot yang di cari oleh fotografer Landscaper, yaitu spot Sunrise dan spot sunset. Untuk mendapatkan spot sunrise pengunjung harus melalui Pangkalan 5 sedangkan kalau ingin mendapatkan spot sunset maka pengunjung harus melalui perumahan Villa Nusa Indah 5. Alam akan membawa pada keindahan Curug parigi.

Nah , anda ingin mencoba melihat curug parigi? Jangan lupa bertanya atau sekedar menggunakan aplikasi untuk sampai kesana karena tak jarang penduduk sekitarpun tidak tahu dimana itu curug parigi.
Berikut adalah keindahan curug parigi dalam jepretan saya. Anda ingin mendapatkan file besarnya? hubungi saya. Salam ! Add saya di Instagram @totoandromeda


Curug Parigi dengan keindahannya


Spot Sunset Curug Parigi

Lukisan Alam yang memukai

Sisi lain CUrug Parigi

Spot Sunrise

Spot Sunrise





Monday, June 9, 2014

KAWAH PUTIH, PESONA DANAU HIJAU DI JAWA BARAT


Kawah Putih

Kawah Putih merupakan salah satu objek wisata di Jawa Barat tepatnya di Ciwidey . Merupakan sebuah danau hasil dari letusan Gunung Patuha, kawah Putih dengan pasirnya yang terlihat putih dari jauh dan airnya yang kehijauan merupakan salah satu tujuan wisata yang layak untuk dijadikan alternative. Wisata alam dengan pemandangan yang luar biasa indah. Terletak di ketinggian, kawah putih menawarkan kesejukan udara, namun demikian untuk menjangkau dan mendekat wisatawan disarankan untuk memakai masker karena bau belerang yang cukup menyengat. Dan disarankan untuk tidak berlama-lama di lokasi kawah, apalagi bagi penderita asma karena dapat menyebabkan sesak nafas.
 
Menuruni tangga menuju kawah putih
Pagi itu berangkat dari Jakarta dengan udara yang cerah , keluar gerbang tol  Kopo perjalanan dilanjutkan menuju arah ciwidey yang cukup memakan waktu. Namun sayang dalam perjalanan udara mendung turun, tak ayal sebelum sampai lokasi hujan turun dalam perjalanan. Sungguh ini perjalanan yang diluar scenario karena alam. Sesampai di lokasi kita masuk gerbang tiket dengan tariff
Rp. 15.000,- tiap orang, harga tiket ini hanya berlaku untuk wisatawan domestik / lokal. Sedangkan harga tiket untuk wisatawan mancanegara adalah Rp 30.000,-
Namun ternyata disini tidak lalu keburu senang karena setelah melewati tiket, ternyata perjalanan belumlah sampai.
Levitasi - sekedar iseng ketika hujan

Perjalanan dari pintu gerbang Kawah Putih menuju lokasi puncak berjarak sekitar 5 Km, dengan jalan yang menanjak naik ke atas. Untuk mencapai ke atas di sini disediakan alat transportasi bagi yang tidak membawa kendaraan yang dinamakan ontang anting  dengan tarif Rp 10.000,- tiap orang Pulang Pergi sebagai salah satu sarana pendukung untuk sampai ke lokasi. Namun demikian bagi yang membawa kendaraan pribadi, ternyata harus berpikir ulang jika harus membawa mobil hingga keatas, ternyata tariff parkirnya mahaaaal.

Di areal kawah putih disediakan area parkir selain di pintu masuk kawah putih, juga diatas di dekat kawah putih pun tersedia areal parkir. Namun sayangnya perbedaan tariff parkirnya begitu mencolok. Jika kita parkir di bawah (pintu masuk) maka tariff mobil dikenakan sebesar Rp. 6.000, namun jika kita membawa mobil keatas maka kendaraan roda empat dikenakan tariff parkir yang mahal. Satu mobil Rp. 150.000,- . mungkin ini dimaksudkan agar parkir mobil diatas tidak membludak karena terbatasnya lahan parkir, sehingga untuk membatasi dikenakan tariff parkir yang mahal.

Untuk itulah disediakan sarana penunjang berupa kendaraan Ontang anting untuk mengantar wisatawan ke area tempat wisata.  Jangan kuatir bagi pengunjung karena diarea Kawah putih sudah tersedia toilet, masjid dan juga kantin. Serta ketika hujan turun terdapat ojek payung.

 
Kawah Putih dari sisi lain
Memasuki area tempat wisata, meski ketika saya datang dalam kondisi hujan begitu turun disambut dengan ojek payung yang menawarkan jasanya dengan tariff Rp. 10.000,-. Per payung. Dalam kondisi gerimis setelah hujan, segera perjalanan di lanjutkan menuju area kawah putih dengan sambutan bau belerang yang sedikit berkurang karena udara hujang yang baru saja turun. Dari jauh terlihat pemandangan danau hijau, namun sayang sekali kondisi hujan menjadikan kenyamanan berwisata berkurang.  Meski terbayar dengan keindahan alam sekitarnya. Pesona Danau dengan air yang kehijauan.

Meski tujuan utama adalah ingin memotret alam sekitar kawah putih, namun saya hanya menjepret beberapa bagian untuk melindungi kamera dari cipratan air hujan yang ikut membasahi.

Puas berlama-lama di kawah putih, kemudian istirahat sebentar di area parkir untuk selanjutnya istirahat sholat . Diatas langit matahari mulai menampakan cahayanya setelah turuh hujan, namun ini tidak berlangsung lama karena cuaca kembali meredup. Akhirnya kondisi ini memaksa kami untuk pulang lebih awal, dan Sayonara…………!

Oh iya untuk mencapai kawah putih selain menggunakan kendaraan pribadi, ternyata kita dapat menggunakan jasa angkutan umum juga lho. Dari informasi yang saya dapatkan perjalanan dapat dimulai dari Bandung di terminal Leuwi Panjang.

Kita dapat menggunakan bus atau mobil Colt L300. Kendaraan ini akan mengantarkan penumpang dari Leuwi Panjang sampai ke Terminal Ciwidey dengan tarif Rp7000,-. Mobil ini biasanya mangkal di sebelah kanan ketika Anda memasuki terminal Lewi Panjang, atau jika Anda masih ragu dapat bertanya pada orang lain yang ada di sekitar terminal untuk lebih jelasnya. Anda dapat naik Bus atau Mobil Colt / L 300, namun untuk bus sangat terbatas, kebnyakan adalah L300. Namun untuk mobil colt kayaknya perlu di pertimbangin deh dengan keselamatannya.



Dari terminal Ciwidey naik Angkot kuning jurusan Ciwidey - Situ Patengang dan minta berhenti di pintu Gerbang kawah Putih letaknya sebelah kiri Jalan. Tarif / ongkos  Rp. 5000 - 6000.




Thursday, May 22, 2014

TANJUNG PAPUMA, PANTAI EKSOTIS DI JEMBER YANG SULIT UNTUK DILUPAKAN


Tanjung Papuma dari Kejauhan

Sejauh mata memandang dengan garis cakrawala yang berakhir di tengah lautan, selepas itulah hati kita. Pantai adalah sarana untuk melepas segala penat . Bagi yang ingin berkunjung ke Jember – Jawa Timur rasanya kurang lengkap apabila kita tidak mampir ke Pantai Tanjung Papuma yang eksotis. Selain wisata fashion seperti Festival Jember yang tiap tahun di adakan, Jember juga memiliki tempat-tempat yang eksotis yang sayang sekali untuk dilewatkan.  Kali ini saya akan membawa pembaca ke Pantai Tanjung Papuma.

Melepas Penat di Tanjung Papuma
Tanjung Papuma berlokasi di desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember, sekitar 37km dari pusat kota Jember. Untuk mencapai wilayah pantai, pengunjung sudah dimanjakan dengan infrastruktur yang bagus, karena hingga pantai, perjalanan yang ditempuh melewati jalan aspal yang bagus. Untuk mencapai Pantai Tanjung Papuma lebih bagus menggunakan kendaraan baik itu dengan kendaraan roda dua maupun roda 4 karena cukup jauh untuk masuk hingga lokasi pantai.

Wisata Hutan menuju Tanjung Papuma

Keindahan Tanjung Papuma

Sebelum masuk ke wilayah Pantai kita akan disambut dengan wisata hutan yang Indah. Selain pesawahan yang kalau musim hujan begitu menghijau, juga dikanan kiri jalan kita akan disambut dengan hutan Jati yang apabila musim kemarau tinggal kelihatan ranting-rantingnya saja sehingga menambah keindahan dengan langit biru yang terlihat di awing-awang menambah keindahan suasana perjalanan. Wisatawan dapat berhenti sejenak untuk sekedar mengambil gambar sebagai kenang-kenangan di jalanan yang membelah hutan jati. Selain hutan Jati kita juga dapat menikmati keindahan flora dan fauna yang ada di sekitar perjalanan, ada hamparan tanah pertanian juga sesekali terlihat segerombolan burung berterbangan turut menambah keindahan perjalanan sebelum sampai ke Pantai.

Setegar Batu karang

Perahu Nelayan

Wihara Sri Wulan
Sampai di pintu gerbang loket masuk, kita akan melewati jembatan dan perjalanan dari pintu loket utama akan sedikit menanjak dan meliuk-liuk dengan hutan jati dikanan kiri. Begitu sampai sejenak kita akan tertegun karena di bibir pantai setelah masuk wilayah pantai kita akan melihat keindahan sebuah Kelenteng yang menghadap keselatan. Wihara Sri Wulan namanya merupakan satu-satunya kelenteng yang berdiri dengan kokoh dan megah diwilayah ini.

Udara pantai dengan terik matahari yang mulai membakar siang itu tatkala penulis berkunjung namun terasa indah dengan pepohonan yang menaungi wilayah pantai. Di Pantai Tanjung Papuma banyak sekali ditemukan kera-kera liar sehingga para pengunjung harus hati-hati dengan barang bawaannya. Meski menurut penduduk setempat monyet-monyet tersebut tidak galak, namun melihat populasi yang banyak kita akan merasa seram dan takut diserang karena monyet-monyetnya juga gemuk-gemuk. Kewaspadaan harus tetap dijaga.

Siap menerkam

Batu Mirip Kepala Patung Gajahmada

Sisi lain Tanjung Papuma
Selain monyet, binatang yang banyak ditemui adalah biawak. Ada biawak yang terlihat diatas pohon, dan ada juga biawak yang di tempat persembunyiannya yang lain. Sesekali kita lihat kera-kera yang berkejaran berebut makanan dengan kera yang lain. Puas menikmati alam sekitar pantai? Belum……… Saatnya memasuki wilayah pantai yang berpasir putih.

Pemandangan utama yang disuguhkan adalah perahu nelayan yang berlabuh dengan warna warna yang menarik, selain juga wilayah pantainya yang panjang dan penuh dengan bebatuan.
Ombaknya yang keras menerjang wilayah batu karang.  Tanjung Papuma menawarkan pemandangan yang indah dengan batu karang yang menjulang di beberapa bagian. Uniknya ada satu batu yang mirip dengan patung kepala Gajah Mada disana kalau dilihat dari kejauhan.

Seorang Nelayan sedang Memperbaiki jaring

Indah Tanjung Papuma
Menikmati pemandangan Tanjung Papuma tidak cukup hanya satu dua jam, karena keindahannya memaksa kita untuk merasakan sensasi air dan ombaknya. Pantai disini dibagi dengan pantai yang dekat dengan pelabuhannya para nelayan, dan di sebelahnya pantai dengan batu karang yang menjulang. Sesekali terlihat buih putih oleh ombak yang menerjang karang terjal. Serasa Indah dan tak bosan untuk meninggalkan begitu saja. Namun udara panas siang itu kurang bersahabat sehingga penulis lebih banyak mencari perlindungan dari cahaya matahari dengan neduh di bawah pohon.

Bagi pengunjung tidak perlu kuatir untuk kelaparan disini, karena banyak sekali berdiri warung-warung di sekitar pantai baik yang menyediakan kesegaran seperti es kelapa muda, juga tersedia ikan-ikan sebagai bahan makanan yang di jual.

Penginapan
Bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana pantai, di sekitar wilayah pantai juga tersedia penginapan. Jadi tak perlu kuatir untuk datang ke pantai Tanjung Papuma, selain Pantainya yang indah juga tersedia penginapan yang nyaman. Pantai indah, eksotis yang sulit dan sayang untuk di lupakan .Akan tetapi jangan lupa, harus tetap waspada dengan kera-kera yang nakal hehe….