Showing posts with label Bandung. Show all posts
Showing posts with label Bandung. Show all posts

Friday, September 16, 2022

Batu Kuda, Wana Wisata dengan Sejuta Pesona di Bandung Timur

Wana Wisata Batu Kuda - Bandung

Berwisata menjadi salah satu kebutuhan yang masyarakat lakukan untuk menghilangkan penat. Wisata Alam merupakan salah satu pilihan cerdas karena kita dapat menghirup udara segar langsung dari sumbernya tanpa ada polusi. Salah satu wisata alam yang sedang berkembang di daerah Bandung khususnya wilayah timuar adalah Situs Batu Kuda. Wanawisata Batu Kuda terletak di lereng gunung Manglayang tepatnya di Kampung Cikoneng 1, Cibiru Wetan Kec. Cileunyi Kabupaten Bandung. Tempat wisata ini berada di bawah pengawasan Perhutani.

Untuk mencapai Situs Batu Kuda akses yang di tempuh cukuplah mudah. Kalau dari arah timur Cileunyi ketika menemui awal Jalan percobaan, maka sisi sebelah kanan ada jalan naik menuju SMP 1 Cileunyi maka masuk dari jalan tersebut. Atau dari arah Cibiru, setelah melewati jalan Percobaan maka terdapat pertigaan, kemudian belok kiri. Kita ikutin jalan tersebut hingga ujung. Cukup mudah karena ada plang jalan menuju Situs Batu Kuda. Kondisi jalan juga beraspal hingga gerbang masuk Situs Batu Kuda dan dapat dilalui baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Hutan Pinus Batu Kuda


Kenapa di sebut Situs Batu Kuda? Nama Batu Kuda diambil dari mitos sesepuh masyarakat setempat bahwa Gunung Manglayang dahulu merupakan tempat bertapanya seorang raja yang dikenal  Prabu Eyang Kusumah. Raja tersebut bersama istrinya Eyang Layang Sari usai berkelana dan berburu mencari tempat beristirahat hingga ke puncak gunung. Setelah menemukan tempat yang cocok keduanya  menetap dan melanjutkan pertapaan hingga tileum. Sebelumnya Prabu Eyang Kusumah mengubah kuda yang dikenal dengan nama kuda Semprani menjadi batu dengan posisi telungkup (depa). Panjang  situs batu tersebut sekira 15 meter, lebar 3 meter  dan tingginya 5 meter. Lokasi batu berada di sebelah utara sekira 700 meter dari pintu gerbang.

Wanawisata atau lebih di kenal situs batu kuda ini sangat cocok untuk liburan keluarga dengan membawa tikar sambil makan di bawah pohon pinus. Selain itu juga ada yang menyewakan tikar-tikar di sekitar tempat ini. Hutan pinus menjadi daya tarik tersendiri dengan pohonnya yang menjulang tinggi menambah indah suasana. Selain itu juga dapat mendirikan tenda sehingga anak-anak dapat bermain-main dengan leluasa sambil sesekali beristirahat kedalam tenda. 

Selain pemandangan hutan pinus yang dapat dinikmati tanpa harus bersusah payah mengeluarkan tenaga karena dekat sekali dengan area parkir, pengunjung juga dapat naik keatas ke gardu pandang untuk melihat pemandangan kota Bandung dan sekitarnya. Dibutuhkan ekstra tenaga untuk dapat sampai ke gardu pandang karena jalannya yang menanjak dan masih berupa jalan tanah. Sesekali di butuhkan waktu untuk beristirahat sambil mengumpulkan tenaga agar sampai ke atas. 
Menikmati pemandangan kota Bandung dari Gardu Pandang

Pemandangan kota Bandung, Jalan Tol, Stadion GBLA terlihat dari sini

Memandang ke sisi Timur, Jalan tol Cisumdawa, Gunung Geulis 


Setelah sampai ke gardu pandang maka segala penat dan capek hilang seketika dan terbayarkan karena keindahan pemandangannya. Kita dapat menikmati pemandangan kota Bandung dari ketinggian. Dari atas Stadion Gelora Bandung Lautan Api juga terlihat, juga jalan-jalan tol , dan hamparan sawah-sawah yang luas lengkap . Sejauh mata memandang hanya melihat keindahan alam disertai hembusan angin kecil menambah suasana makin asyik. Jangan lupa membawa bekal air agar tidak kehausan.Setelah puas menikmati pemandangan alam, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan turun kembali untuk ketitik awal di hutan pinus.

Setelah puas maka selanjutnya adalah pulang. Tersedia tempat parkir motor dan juga mobil tidak jauh dari pintu gerbang loket masuk.  Jangan lupa tetap jaga kebersihan dan buang sampah pada tempatnya ya. 


Wednesday, January 21, 2015

BERWISATA DENGAN SUASANA PETERNAKAN KUDA DI DE' RANCH LEMBANG

Bersama keluarga
Bosan dengan suasana kota dan hanya bermain dari mal ke mal? atau kalau di Bandung bosan dengan berbelanja dari FO ke FO?  Wisata yang satu ini perlu di coba. De Ranch merupakan salah satu alternatif wisata alam dengan suasana peternakan kuda memberikan pengalaman berwisata ditengah kesejukan udara lembang dengan view gunung yang indah dan biru. Namun disaat cuaca sedang tidak beruntung, suasana view gunung akan tertutup kabut dan ini justru menambah suasana yang indah.

De Ranch terletak di Jl. Maribaya No. 17, Lembang - Bandung. Bagi warga diluar Bandung dapat menjangkaunya baik melalui Subang maupun melalui Bandung. Perjalanan cukup mudah untuk di gapai.  Yang unik dan menjadi ikonik bagi De Ranch tentu saja adalah wisata dengan menaiki kuda dengan dandanan ala Koboi yang sudah di sediakan oleh pengelola membuat pengunjung merasa di suasana koboi.
Begitu masuk, pengunjung akan di sambut dengan welcome drink berupa susu segar yang tentu saja akan memberikan rasa nikmat dan sehat.

Pemandangan alam yang terbentang dengan latar peternakan kuda langsung terlihat, membuat mata yang lelah akan langsung segar, apalagi bagi yang membawa anak-anak tersedia juga permainan yang lengkap.  Dari kejauhan kita juga dapat melihat peternakan sapi perahnya. Permainan yang di tawarkan cukup banyak. Ada petualangan mendulang emas secara tradisional , naik kuda ala koboi, naik delman, trampolin dan lain-lain. Juga tersedia permainan anak yang gratis seperti prosotan . Pengunjung juga dimanjakan dengan aneka kuliner dan jajanan disamping juga tersedia toko oleh-oleh sebagai buah tangan setelah berwisata.
Bagi yang muslim, jangaan kuatir karena tersedia mushola yang cukup asri di lantai 2 dan lantai bawah.
Ingin berwisata kesini? tak perlu jauh yang penting mampu menyegarkan pikiran dan suasana hati.
Menikmati welcome drink

Pemandangan dari pintu masuk, sayangnya karena cuaca mendung, gunungpun terlihat tertutup kabut

Salah satu arena bermain

Arena mendulang emas

Berlatih naik kuda di peternakan kuda

Joki

ala peternakan kuda

Bertopi Koboi

Arena permainan air

Kuda di peternakan

Bermain

Penunggang kuda

Alisha Kecapean bermain

Arena bermain

Arena bermain


Monday, June 9, 2014

KAWAH PUTIH, PESONA DANAU HIJAU DI JAWA BARAT


Kawah Putih

Kawah Putih merupakan salah satu objek wisata di Jawa Barat tepatnya di Ciwidey . Merupakan sebuah danau hasil dari letusan Gunung Patuha, kawah Putih dengan pasirnya yang terlihat putih dari jauh dan airnya yang kehijauan merupakan salah satu tujuan wisata yang layak untuk dijadikan alternative. Wisata alam dengan pemandangan yang luar biasa indah. Terletak di ketinggian, kawah putih menawarkan kesejukan udara, namun demikian untuk menjangkau dan mendekat wisatawan disarankan untuk memakai masker karena bau belerang yang cukup menyengat. Dan disarankan untuk tidak berlama-lama di lokasi kawah, apalagi bagi penderita asma karena dapat menyebabkan sesak nafas.
 
Menuruni tangga menuju kawah putih
Pagi itu berangkat dari Jakarta dengan udara yang cerah , keluar gerbang tol  Kopo perjalanan dilanjutkan menuju arah ciwidey yang cukup memakan waktu. Namun sayang dalam perjalanan udara mendung turun, tak ayal sebelum sampai lokasi hujan turun dalam perjalanan. Sungguh ini perjalanan yang diluar scenario karena alam. Sesampai di lokasi kita masuk gerbang tiket dengan tariff
Rp. 15.000,- tiap orang, harga tiket ini hanya berlaku untuk wisatawan domestik / lokal. Sedangkan harga tiket untuk wisatawan mancanegara adalah Rp 30.000,-
Namun ternyata disini tidak lalu keburu senang karena setelah melewati tiket, ternyata perjalanan belumlah sampai.
Levitasi - sekedar iseng ketika hujan

Perjalanan dari pintu gerbang Kawah Putih menuju lokasi puncak berjarak sekitar 5 Km, dengan jalan yang menanjak naik ke atas. Untuk mencapai ke atas di sini disediakan alat transportasi bagi yang tidak membawa kendaraan yang dinamakan ontang anting  dengan tarif Rp 10.000,- tiap orang Pulang Pergi sebagai salah satu sarana pendukung untuk sampai ke lokasi. Namun demikian bagi yang membawa kendaraan pribadi, ternyata harus berpikir ulang jika harus membawa mobil hingga keatas, ternyata tariff parkirnya mahaaaal.

Di areal kawah putih disediakan area parkir selain di pintu masuk kawah putih, juga diatas di dekat kawah putih pun tersedia areal parkir. Namun sayangnya perbedaan tariff parkirnya begitu mencolok. Jika kita parkir di bawah (pintu masuk) maka tariff mobil dikenakan sebesar Rp. 6.000, namun jika kita membawa mobil keatas maka kendaraan roda empat dikenakan tariff parkir yang mahal. Satu mobil Rp. 150.000,- . mungkin ini dimaksudkan agar parkir mobil diatas tidak membludak karena terbatasnya lahan parkir, sehingga untuk membatasi dikenakan tariff parkir yang mahal.

Untuk itulah disediakan sarana penunjang berupa kendaraan Ontang anting untuk mengantar wisatawan ke area tempat wisata.  Jangan kuatir bagi pengunjung karena diarea Kawah putih sudah tersedia toilet, masjid dan juga kantin. Serta ketika hujan turun terdapat ojek payung.

 
Kawah Putih dari sisi lain
Memasuki area tempat wisata, meski ketika saya datang dalam kondisi hujan begitu turun disambut dengan ojek payung yang menawarkan jasanya dengan tariff Rp. 10.000,-. Per payung. Dalam kondisi gerimis setelah hujan, segera perjalanan di lanjutkan menuju area kawah putih dengan sambutan bau belerang yang sedikit berkurang karena udara hujang yang baru saja turun. Dari jauh terlihat pemandangan danau hijau, namun sayang sekali kondisi hujan menjadikan kenyamanan berwisata berkurang.  Meski terbayar dengan keindahan alam sekitarnya. Pesona Danau dengan air yang kehijauan.

Meski tujuan utama adalah ingin memotret alam sekitar kawah putih, namun saya hanya menjepret beberapa bagian untuk melindungi kamera dari cipratan air hujan yang ikut membasahi.

Puas berlama-lama di kawah putih, kemudian istirahat sebentar di area parkir untuk selanjutnya istirahat sholat . Diatas langit matahari mulai menampakan cahayanya setelah turuh hujan, namun ini tidak berlangsung lama karena cuaca kembali meredup. Akhirnya kondisi ini memaksa kami untuk pulang lebih awal, dan Sayonara…………!

Oh iya untuk mencapai kawah putih selain menggunakan kendaraan pribadi, ternyata kita dapat menggunakan jasa angkutan umum juga lho. Dari informasi yang saya dapatkan perjalanan dapat dimulai dari Bandung di terminal Leuwi Panjang.

Kita dapat menggunakan bus atau mobil Colt L300. Kendaraan ini akan mengantarkan penumpang dari Leuwi Panjang sampai ke Terminal Ciwidey dengan tarif Rp7000,-. Mobil ini biasanya mangkal di sebelah kanan ketika Anda memasuki terminal Lewi Panjang, atau jika Anda masih ragu dapat bertanya pada orang lain yang ada di sekitar terminal untuk lebih jelasnya. Anda dapat naik Bus atau Mobil Colt / L 300, namun untuk bus sangat terbatas, kebnyakan adalah L300. Namun untuk mobil colt kayaknya perlu di pertimbangin deh dengan keselamatannya.



Dari terminal Ciwidey naik Angkot kuning jurusan Ciwidey - Situ Patengang dan minta berhenti di pintu Gerbang kawah Putih letaknya sebelah kiri Jalan. Tarif / ongkos  Rp. 5000 - 6000.