Showing posts with label dewi yull. Show all posts
Showing posts with label dewi yull. Show all posts

Monday, June 1, 2026

JAWARA JAWARA, KALAU ANAK MUDA JADI JAWARA


 JAWARA JAWARA, KALAU ANAK MUDA JADI JAWARA (suting film). Firman Triyadi, sutradara anyar jebolan LPKJ, yang dipilih oleh duo produser Budiati Abiyoga-Adi Putra Tahir untuk produksi bersama PT. Prasidi Teta Film dan PT. Mutiara Eranusa Film yang berjudul "Jawara Jawara".

Kendati baru untuk pertama kalinya menyutradarai , namun dengan modal ketrampilan dan kesungguhan kerjanya, Triyadi bersama krunya berhasil merampungkan suting cuma dalam tempo tiga minggu saja. 

"Hampir seluruh pemain berasal dari TIM, mulai dari Eeng Saptahadi, sampai ke Joseph Ginting, sedangkan bintang filmnya antara lain Dewi Yull dan Ayu Azhari, " jelas sang sutradara yang memilih lokasi daerah-daerah pinggiran jakarta seperti Pondok Cina. 

Jangan terkecoh judulnya, mengira film ini sebuah film silat seperti "Si Jampang" atau "Si Gobang" karena sesungguhnya "Jawara Jawara" adalah sebuah komedi dengan setting lokasi di Batavia pada era 1942-1944.

"Tokoh-tokoh utama cerita adalah anak-anak muda dari sebuah desa di Betawi tempo doeloe. Sebagai anak muda mereka masih bersikap sok jago, padahal sih ilmunya masih cetek. Ada yang petantang petenteng menganggap diri sendiri sebagai jawara ulung. Ada yang ikut latihan militer di markas Dai Nippon kemana-mana berseragam militer menyandang pedang panjang, " ungkap Eeng yang dipertemukan lagi dengan Dewi Yull setelah dulu bermain sebagai pasangan suami istri Jarot-Sri dalam drama serial televisi "Losmen".

Menurut catatan sejarah, bala tentara Dai Nippon menyerbu Batavia pada 5 Maret 1942. Saking ketakutannya, tentara kerajaan Belanda kabur lintang pukang ke selatan. Kekalutan melanda sampai ke kampung-kampung. 

Tiga anak muda, Sayuti, Komar dan Malik bersaing. Ada lagi Nonon si penari Topeng dan Tikah, gadis desa yang naksir Sayuti. Namun pada akhirnya semua bersatu padu untuk merebut senjata dari tangan Jepang. 

"Betapapun tengil dan soknya sikap mereka, namun semangat kebangsaan untuk memerdekakan tanah air sudah tertanam dalam jiwa mreka, " ujar Triyadi tentang tokoh-tokoh cerita rekaannya ini. 

"Seluruh prosessing film ini dikerjakan di dalam negeri," lanjut Budiati. "Dan kami harapkan film yang keseluruhannya di kerjakan oleh anak muda ini bisa memenuhi selera masyarakat akan film komedi yang cukup bermutu serta lain dari komedi-komedi yang sekarang banyak dibuat produser lain. ~Sumber MF No. 104/72 tahun VI, 23 Juni - 6 Juli 1990


*setelah film jadi judulnya berganti menjadi "Jawara Sok Kota"

Wednesday, November 26, 2025

DRAMA SERI "SARTIKA" Judul : NOSTALGIA DOKTER IMAM

 


DRAMA SERI "SARTIKA" 

Judul : NOSTALGIA DOKTER IMAM

Karya : Tatik Maliyati WS

Sutradara : Bambang BS

Tayang di TVRI, 10 Februari 1991 jam 21.35 WIB

Dokter Imam dan dr. Sartika melanjutkan bulan madunya ke Ketapang, kota kecil tempat dokter Imam pertama kalinya menjalankan tugasnya sebagai dokter Puskesmas. Ia menjumpai bekas mantri kesehatannya yang kini sudah pensiun. Mantri itu dulu orang yagn sangat berjasa baginya dalam menjalankan tugasnya. dr. Imam juga bernostalgia dengan bekas pasiennya. 

Pengantin baru ini mengunjungi perusahaan penebangan kayu dnegan harapan ketemu Kohar. Tapi rupanya Kohar tidak ada di perusahaan itu. Sartika sendiri di kota kecil ini banyak menemukan masalah kesehatan yang perlu penanggulangan. Dia temukan anak-anak dan orangtua yang giginya rapuh karena kurang kadar flour. Banyak juga ia menjumpai orang yang berobat ke dukun.  Sedang biasa saja karena ia sudah kenal betul dengan situasi di daerah itu. 

Sartika cemburu ketika dr. Imam menjumpai bekas pasiennya. Ia ingin cepat-cepat pulang Akan tetapi tidak lama kemudian Sartika hatinya luluh setelah melihat penderitaan wanita itu Suaminya menderita kusta dan dirawat di Singkawang. Sartika terdorong niat untuk pegi ke Singkawang, ia ingin tahu sendiri bagaimana Pemerintah dalam meresosialisasi para ex kusta. 


Thursday, March 6, 2025

DRAMA SERI DOKTER SARTIKA , EPS HARI HARI TEDUH SARTIKA

 


Masih ingat drama seri TVRI yang satu ini? untuk bernostalgia sejenak, kita ambil episode saat Dr Sartika mencari Ketenangan di Lombok. 

Di ceritakan episode sebelumnya, rumah tangga dokter Imam dan Sartika mengalami kegoncangan dengan hadirnya Lestari, adik Imam yang selalu membuat keributan dengan suaminya, begitu juga kehadiran Arum, kakak perempuan dari tetangga Sartika yang selalu hadir ke tempat praktek Imam. Sehingga rumah tangga dokter Imam-Sartika mengalami dua batu sandungan yang belum tersingkirkan, namun mereka menyadari bahwa hal ini pasti akan terjadi dalam perjalanan hidup manusia. Untuk itu Sartika bertekad mencari ketenangan atau refereshing pergi ke Lombok, ingin melupakan hari-hari muramnya dengan mencari hawa dan suasana baru di daerah yang belum pernah dilihat. 

Kepergian Sartika bersama nenek Manis (tetangganya yang selalu memperhatikan Sartika-Imam) yang dianggapnya nenek sendiri, selama dua tiga hari, nenek Manis merasa senang hati mengingat ia juga akan pulang ke tanah kelahirannya sebab Mona (Sang Cucu) sudah melahirkan bayinya yang pertama. Namun sang suami doketer Imam tidak demikian, Imam merasa keberatan dan berusaha melarangnya. Tapi karena tidak ingin memperuncing keadaan rumah tangganya yang agak gawat, akhirnya dengan berat hati mengijinkan Sartika pergi bersama nenek Manis. 

Suasana di Lombok ternyata dapat memberikan hari-hari teduh sebab Sartika banyak melihat hal-hal yang menarik. Sementara itu dokter Imam di Bogor yang ditinggal sendirian mencoba menghindar dari gangguan Arum, namun tetap gagal. 

Sementara itu adik dan adik iparnya Arum menegur karena Arum sering datang ke tempat praktek dokter Imam. Arum marah dan ia segera mengambil anak bayinya yang dititipkan Arum dan dibawa ke Jakarta, tapi adik dan adik iparnya menjadi kalang kabut dan meminta pertolongan pada dokter Imam agar Arum mau mengembalikan sang bayi. Kasus akhirnya berbuntut panjang, Arum berani datang ke rumah Imam karena mendengar Sartika berada di Lombok. Imam bingung. Imam berusaha menghindari Arum, tapi makin gawat. 

Akhirnya Imam memutuskan menyusul sang isteri di samping ingin menikmati hari-hari teduh bersama isterinya di Lombok.

Tentu saja cerita makin panas dan makin penasaran ya. Cukup sekian bernostalgianya ya, next sambung lagi.