Showing posts with label aktor film. Show all posts
Showing posts with label aktor film. Show all posts

Friday, February 13, 2026

BUBU SAMUDERA, PEMERAN RA YUYU dan Ki GEDONG

 


BUBU SAMUDERA, PEMERAN RA YUYU dan Ki GEDONG. TERnyata tak mudah untuk mencapai sebuah popularitas dalam dunia keartisan. Seperti diakui Bubu Samudera, aktor laga yang coba menyeruak persaingan antar bintang yang makin ketat. bermain dalam sinetron seri yang" cukup panjang, "Mahkota Majapahit", bubu mengakui bahwa ia belum menemukan karakter yang pas. "Baru sebatas memamerkan adegan bera ntem saja, " aku pria yang berperan sebagai Ra Yuyu dalam Mahkota Majapahit. 

Bersyukur Bubu mendapat kesempatan untuk memamerkan akting plus kekerasan tubuhnya lewat film layar lebar "Macho" bersama bintang laga lainnya termasuk Barry Prima. 

Berperan sebagai  tokoh mafia dengan seragam khusus tentunya, Bubu merasa beruntuk bisa bertemu Barry. "Dia banyak memberi masukan positif buat saya  termasuk juga cara manjaga kondisi tubuh, Tutur Bubu. 

Entah penampilannya yang mendukung atau memang nasib masih condong begitu, Bubu sendiri  belum nendapat jawaban pasti kenapa ia selalu kebagian peran antagonis. Kalau dalam sinteron Mahkota Majapahit dia memerankan sosok Ra Yuyu maka kesempatan berikutnya yang datang menyongsong masih saja peran serupa oleh Imam Tantowi, ustradara yang menggarap sinetron Kaca Benggala, bubu lagi-lagi kebagian peran antagonis. 

"Saya berperan sebagai  Ki Gedong, sebuah peran yagn menurut saya cukup menantang. Saya suka banget dengan peran saya kali ini, ungkap Bubu terang-terangan tanpa harus kecewa pada perannya di sinetron lain. 

Berpindah-pindah karakter dari Ra Yuyu menjadi Ki Gedong atau sebaliknya, ternyata tidak menyulitkan Bubu. Kendatikedua tokoh tersebut harus diperankannya dalam waktu yang berdekatan, tidak membuat Bubu harus sembunyi-sembunyi atau kabur dari lokasi. 

"Kebetulan kedua sinetron ini, kan masih dalam satu perumahan, " balasnya seperti ingin membela diri. 


Thursday, February 12, 2026

ARIE SANJAYA


 ARIE SANJAYA, Ada yang tahu sosok ini? Bagi yang pernah menonton Operasi Trisula, Penumpasan Sisa-Sisa PKI di Blitar Selatan,atau sinetron SCTV Perjalanan tentu masih ingat sosok ini. Ya dialah Arie Sanjaya. 

Sebagai seorang aktor yang sudah malang melintang di dunia layar perak, seperti Arie Sanjaya, memainkan sebuah tokoh sentral bukan sesuatu yang baru. Bahkan merupakan makanan sehari-hari. Pria kelahiran Ambarawa 17 Agustus 1932 ini baru merasakan kenikmatan sebagai seorang aktor, karena pada sinetron Opera Senja, Pak Arie demikian pria yang hampir seluruh rambutnya memutih ini dipercaya oleh Noto Bagaskoro untuk menggantikan posisi almarhum S Bono yang waktu itu tidak bisa main karena sudah mulai sakit-sakitan. 

"Saya sungguh bersyukur dipercaya sutradara untuk menggantikan peran Pak Bono, namun kepercayaan itu buat saya sangat berat. Karena antara saya dan Pak Bono kemampuan aktingnya jauh berbeda, tapi sebagai pemain saya telah berusaha untuk bermain sebaik mungkin. Dan alhamdulillah tidak ada masalah apa-apa, kelihatannya sutradara juga puas dengan permainan saya, " tandas pemeran Pak MOchtar di sinietron yang juga dibintangi oleh Bob Sadino, Wawan Wanisar, Mathias Muchus dan Cut Rizky Theo ini. 

Aktor yang menekuni dunia film sejak tahun 1960an lewat film Si Pendek dan Sri panggung garapan sutradara Said HJ ini mengaku walau permainannya di puji sutradara karena dianggap mendekati permainan S Bono ini, tetap merasa belum maksimal. Karena dalam sinteron yang di produksi 6 episode ini, Pak Arie belum mengeluarkan seluruh kemampuannya. 

"Wah, kalau dibandingkan dengan Pak Bono, saya nggak ada apa-apanya, " ujar pria yang sudah lama menduda ini merendah. 

Ketika disinggung mengenai kesendiriannya tiba-tiba wajahnya yang menyiratkan kedamaian berubah keruh. Kemudian bintang iklan salah satu produk minuman energi dan Pasar Raya ini sorot matanya menerawang ke masa-masa indah bersama keluarganya dulu. 

"Karena usaha saya ancur, keluargapun jadi berantakan. Semua itu karena istri saya nggak bisa menerima kenyataan, terus terang waktu saya masih bekerja sebagai Manajer Imam (Industri Artis Music Management) di Surabaya dan Kalimantan, hidup saya lumayan, tapi tiba-tiba usaha tersebut mengalami kemerosotan sehingga usaha bangkrut dan akhirnya saya kembali kedunia seni seperti sekarang ini, ujarnya. 

Pak Arie kemudian sedikit mengungkapkan masa lalunya, bahwa istrinya yang tadinya terbiasa hidub berkecukupan, tidak bisa menerima perubahan nasib yang dialami suaminya. Akhirnya sang istri pilih cerai dan kawin lagi dengan salah seorang pengusaha, sementara Pak Arie masih betah menduda. 

"Saya tidak menyesal tidak menikah lagi, karena terus terang ketika saya mau memulai memikirkan untuk berumah tangga lagi, impian buruk saya berumahtangga dulu terus membayangi, jadi saya terus diliputi rasa takut ketika mau menikah lagi, " paparnya. 

~MF