Showing posts with label Azrul Zulmi. Show all posts
Showing posts with label Azrul Zulmi. Show all posts

Monday, February 2, 2026

PENGALAMAN SUTING AZRUL ZULMI, TAK BISA MAKAN INGAT BAU MAYAT


 PENGALAMAN SUTING AZRUL ZULMI, TAK BISA MAKAN INGAT BAU MAYAT, Bukan cuma karena kasus mayat terpotong tujuh banyak orang datang ke kamar mayat RS Cipto Mangunkusumo. Tapi Azrul Zulmi, terpaksa ikut-ikutan kesana. Bukan untuk melihat mayat terpotong-potong itu, tapi untuk suting film. Akibatnya bapak dua anak ini seminggu tidak bisa makan. 

"Bau mayat yang membusuk di kamar mayat itu membuat saya muntah-muntah. Sampai sekarangpun kenangan terhadap bau itu tetap  menghantui saya. Saya sering nggak bisa menelan nasi kalau teringat, " tuturnya. 

Awalnya adalah ketika Azrul ikut main dalam film "Tragedi Bintaro" garapan Buce Malawau. Azrul berperan sebagai bapak Junet, diharuskan menjenguk korban kecelakaan Kereta Api di Bintaro tersebut di kamar mayat. Mulanya sih Azrul menduga kamar mayat biasa-biasa saja. "Saya memang tidak takut melihat mayat. Tapi begitu masuk, baunya yang buat saya nggak tahan. Akibatnya saya muntah. Padahal sutingnya lama banget. Mana panas terik lagi, baunya jadi menguap, " cerita Azrul. 

Karena bau yang tak tertahankan itu, menurutnya, selesai suting ia buru-buru keluar. Tapi sepatunya ternyata penuh bercak karena lantai becek. "Sepatu sayapun membawa bau. Saya buang saja. Soalnya saya kehabisan akal untuk menyelamatkan sepatu saya agar tak membawa wabah penyakit ke rumah, " ujarnya. 

Pengalaman itu, menurut Azrul merupakan pengalaman paling menarik sepanjang karirnya di dunia film. "Tapi saya tidak pernah jera untuk ikut suting di kamar mayat. Asalkan perannya cukup besar, " katanya. 

Tentang film "Tragedi Bintaro" itu sendiri, Azrul mengaku dapat peran yang menantang meskipun tokoh Effendy, ayah Junet itu tidak punya kelebihan apa-apa. "Karakternya terlalu datar, " ujarnya. "api pengalaman suting di kamar mayat itu lucu juga lho. Saya terpaksa kaki ayam pulang dari lokasi, " tutur Azrul sambil tertawa, 

~MF 082/50/TH.V, 19 Agustus - 1 Sept 1988