Showing posts with label FSI 96. Show all posts
Showing posts with label FSI 96. Show all posts

Saturday, February 7, 2026

GEBYAR ANUGRAH FESTIVAL SINETRON INDONESIA (FSI) 1996


GEBYAR ANUGERAH FSI 1996 memang sangat semarak meski tanpa dihadiri bintang-bintang ternama seperti Onky Alexander, Ayu Azhari dan Paramitha Rusady. Terdapat kesalahan-kesalahan artis yang membacakan nama pemenang dan yang lebih parah adalah kesalahan operator audio visual yang keliru menempatkan suara dan gambar-gambar yagn sedang diumumkan. Bahkan beberapa nama dewan juri tidak tertayangkan di timpa adegan-adegan sinetron. Berlangsung di Plenary Hall JHCC pada 19 Desember 1996. 

Kendati begitu, acara puncak FSI 1996 tetap berjalan semarak dengan panggung dominasi warna putih bernuasa bahari (kelautan). Artis-artis lebih banyak memakai gaun warna hitam legam, terutama ceweknya. Di pintu masuk puluhan fotografer mencegat hingga tamu-tamu agak susah masuk terhalang fotografer yang sedang memotret artis yang datang. Rata-rata artis berpasangan seperti Dede Yusuf, Devi Permatasari, Yulia Yahya, Roni Sianturi, Diah Permatasari dan lain-lain. Masing-masing mereka membawa 'yayangnya". 

Wajah-wajah cerah mewarnai suasana seusai pembacaan nama-nama pemenang, setelah sebelumnya beberapa artis yagn jadi nominasi sempat terlihat agak tegang dan gelisah. Yang kalah, tetap terlihat gembira, kendati dari mata mereka terpancar kekecewaan. Misye Arsita yang duduk berdampingan dengan saingannya, Cynthia Maramis terlihat kaget saat namanya diumumkan sebagai pemenang pemeran pembantu utama wanita kategori drama lewat sinetron Saat Memberi Saa Menerima, Cynthia Maramis juga kaget, dan raut wajahnya berubah. Tapi spontan dia cepat memberikan selamat. 

"Waduh saya nggak ada bayangan bisa menang, soalnya saya tahu saingan saya seperti Rima Melati, Rina Hassim, Cynthia Maramis dan Mien Brodjo, semua akting mereka bagus-bagus dan lebih senior dari saya. Tapi ternyata dewan juri memilih saya. ha ha ha jelas saya senang dan agak terharu banget. Tidak ada acara khusus setelah ini. Saya juga nggak bakalan menaikan tarif honor. Biasa-biasa sajalah, " kata Misye Arsita seusai menerima Piala. 

Ira Riswana, artis kelahiran Bandung, 23 Nopember 1977 yang sempat pacaran dengan Gusti Randa, terpilih sebagai pemenang pemeran utama Wanita Komedi lewat sinetron Angkot Haji Imron, menyingkirkan Elvy Sukaesih, Titi DJ, Ully Artha dan Sumiati. Ira kelihatan agak bingung, mondar mandir di lobby seperti mencari seseorang. Dia tidak memperdulikan beberapa wartawan yang ingin mewawancarainya. "Tunggu dulu, saya lagi cari orang. Sebentar ya, saya pasti balik lagi, " katanya terburu-buru sambil menenteng piala.

Ulfa Dwiyanti, pemenang pemeran Pembantu Wanita kategori komedi lewat sinetron Begaya FM, tidak mampu menyembunyikan kegembiraannya. Sambil menenteng piala, Ulfa didampingi suaminya, melayani pertanyaan-pertanyaan wartawan dengan gayanya yang kocak. Bahkan dia juga melayani foto bersama dengan beberapa remaja di lobby. "Gue memang merasa lebih pas di komedi. Tapi kalau ada yang nantang untuk peran drama, ayo! siapa takut! Masalah menangtidaknya diajang festival, gue susah berkomentar. Masalahnya yang milih bukan gue sih, melainkan juri..ha..ha..ha. Yang jelas perasaan menang sebelumnya memang ada sih. Bukan gue ngeremehin Dian Nitami dan Mbak Nungki. Tapi kalau mau berkata jujur, semua nominator pasti berharap untuk bisa menang. Nah, kebetulan gue yang menang, kata wanita kelahiran Bandung, 4 Mei 1972 yang banyak jadi pembawa acara di televisi ini. 

Ayu Azhari dinobatkan sebagai pemenang pemeran utama wanita kategori drama, tidak hadir. Menurut Sarah Azhari adik kandung Ayu, kakaknya itu sedang berada di Amerika. "Terpaksa deh gue yang nenteng-nenteng pialanya, " kata Sarah yang memakai gaun malam berwarna hitam ini. Ayu Azhari menang lewat sinetron Noktah Merah Perkawinan menyisihkan Desy Ratnasari, Bella Saphira, Dewi Yull dan Paramitha Rusady. 

Jonggi Sihombing berhasil menyisihkan rekan-rekannya yang lebih senior, Enison Sinaro, Dedi Setiadi, Buce Malawau, dan Rano Karno. "Ini namanya kejutan, karena saya menggarap Norma hanya 29 hari. Saya enggak mempersiapkan  diri kok untuk masuk FSI. Makanya sejak pengumuman nominasi saja, saya udah kaget, seperti nggak percaya bisa menang. Tapi jelas saya sangat bersyukur, dan ini akan memberikan semangat yang besar bagi saya untuk membuat sinetron-sinetron berikutnya. Namun untuk ke depan, tetap saya nggak punya target khusus. Saya menggarap sinetron, ya menggarap saja, sesuai skenario dan selera saya, ujar Jonggi Sihombing didampingi Ronggur Sihombing dan Anneke Putri. 

Desy Ratnasari kendati tidak menang, tapi dia tetap jadi primadona malam itu. Entah kenapa! yang jelas, wartawan dan fotografer menyerbu serentak, mulai ketika Desy datang sampai ketika hendak pulang. Bahkan Desy hampir saja tersandar ke dinding kaca karena didesak baik oleh wartawan dan fotografer maupun undangan lainnya. 

"Saya tidak kecewa, itu semua keputusan dewan juri. Saya juga nggak berharap kok untuk bisa menang. Saya ini pemain, ya harus main. Masalah menang tidak itu kuasa dewan juri, " kata Desy yang tampak kewalahan. 

Bella Saphira, nominator pemeran utama wanita terbaik kategori drama, tengan-tenang saja, mulai saat kedatangannya hingga selesai acara. "Saya kan udah bilang, masuk nominasi saja udah bagus. Bayangkan saingan saya senior semua. Itu saya sadari sepenuhnya. Makanya nggak berharap. Sebab terlalu berharap nanti bisa kecewa..ha..ha..ha. Tapi ini semua saya jadikan pelajaran dan kebanggaan untuk kedepannya. Mbak Ayu Azhari memang pantas menang, sayang dia tidak datang, " kata Bella Saphira. 

Berikut daftar Pemenang FSI 1996

1. Sinetron Terbaik : Vonis Kepagian

2. Drama lepas : Vonis Kepagian

3. Drama Seri : Si Doel Anak Sekolahan III

4. Komedi Seri : Angkot Haji Imron

5. Pemeran Utama Pria : Herdin Hidayat (Norma)

6. Pemeran Utama Wanita : Ayu Azhari (Noktah Merah Perkawinan)

7. Pemeran Pembantu Pria : Deddy Mizwar (Vonis Kepagian)

8. Pemeran Pembantu Wanita : Misye Arsita (Saat Memberi Saat Menerima)

9. Sutradara Terbaik : Jonggi Sihombing (Norma)

10. Sutradara Komedi : Ali Shahab (Angkot Haji Imron)

11. Penulis Cerita Asli Drama : Linda Sulaiman (Vonis Kepagian)

12. Penulis Cerita Asli Komedi : Imam Tantowi (Suami Suami Takut Istri)

13. Penulis Teleplay Drama : Arswendo Atmowiloto & Didi Surya (Vonis Kepagian)

14. Penulis Teleplay Komedi : Imam Tantowi (Suami Suami Takut Istri)

15. Penyunting : Tony Siswanto  (Si Doel Anak Sekolahan III)

16. Sinefotografi : Rudy Kurwet & SUprayogi (Anakku Terlahir Kembali)

17. Penata Artistik : Sumantri Jeliteng (Singgasana Brama Kumbara)

18. Penata suara : Handy Lifat Ibrahim (SI Doel Anak Sekolahan III)

19. Penata Musik : Harry Sabar (Singgasana Brama Kumbara)

20. Pemeran  Utama Wanita Komedi : Ira Riswana (Angkot Haji Imron)

21. Pemeran Pembantu Wanita Komedi : Ulfa Dwiyanti (Begaya FM)


ada yang mau melengkapi? 

Sumber : MF 275/241/XIII/28 Des 96-10 Jan 97