SI GOBANG, DAUD SUMADINATA SEBELUM BERGANTI ERICK.
Ini sebuah film yang diangkat dari cerita yang berlatar belakang kehidupan masyarakat Betawi tempo dulu. Cerita ini pernah dimuat di harian Pos Kota karya Hadi Noor, dengan skenario di tulis oleh Cut Djalil. Film ini di sutradarai oleh Atok Suharto. Suting di daerah Tangerang Jawa Barat (sekarang Banten), dimulai pertengahan Desember 1988, yang selesai sekitar 40 hari suting.
Gobang (Daud Sumadinata) yang telah berubah jadi pemuda yang saleh, karena diusir oleh ayahnya Haji Madun, kembali ke kampung halaman. Namun semuanya telah berubah. Kehadiran Gobang telah membuat marah Jufri (Advent Bangun). Jufri menuduh Gobang membunuh Bek Madi (Jack Maland). Juragan Naning menugaskan Jabrik menangkap Gobang tapi kedatangan Haji Somad (Him Damsyik), guru Silat Gobang dan Jabrik berhasil mendamaikan keduanya.
Pemain-pemain lain yang mendukung film ini adalah Yurike Prastica sebagai Nio, Doddy Wijaya sebagai Haji Solihun, Lina Budiarti sebagai Empok Hindun, Bram Adrianto sebagai Mandor. Para pekerja lain yang mendukung film ini adalah Suryo Susanto sebagai juru kamera, Henry Winarto penata artistik, Ermis Tahir editor. "Si Gobang" di produksi PT. Virgo Putra Film dengan produser Ferry Angriawan, pimpinan produksi Beslah.
"Sebagaimana film-film silat pada umumnya , dalam film saya ini membicarakan tentang kebaikan yang mengalahkan kejahatan, kata Atok yang sebelum menyutradarai film ini telah membuat Putri Duyung, Langganan, Bukit Berdarah, Perempuan Malam, Putri Kuntilanak, dan Si Doi.
~MF 066/34/Tahun V/7-20 Januari 1989
