Showing posts with label Indro. Show all posts
Showing posts with label Indro. Show all posts

Saturday, January 17, 2026

SUTING MALU MALU MAU, SISWORO GAUTAMA PUTRA GARAP FILM KOMEDI


 SUTING MALU MALU MAU, SISWORO GAUTAMA PUTRA GARAP FILM KOMEDI.(Kisah Lawas). Jam 08.00 semua kru nampak siap dengan tugasnya masing-masing. Seperti biasa merek anampak sibuk. Ada yang mempersiapkan sarapan pagi, ada yang make up, pasang lampu dan segala macam tetek bengek lazimnya persiapan suting film. Dua hari terakhir itu film "Malu Malu Mau", nya Warkop memilih suting di Super Star Diskotik di kawasan Cideng Timur Jakarta. Jam 9.00 disaat semuanya hampir ok, muncul Sisworo Gautama , sutradara "Malu malu Mau" mengenakan kaos bergaris-garis, celana pendek, kaos kaki dan sepatu hitam kombinasi putih. 

Habis main tenis Sis? "Ah enggak, cuma dengan begini rasanya lebih rileks. Biasa kalau lagi suting enakan begini, " kata Sisworo, sutradara kelahiran Kisaran Sumatera Utara. 

Sehari sebelumnya ditempat yang sama, sutradara jangkung kehitam-hitaman itu lengkap pakai celana panjang dan sepatu, nyaris seperti pegawai kantor. Seperti biasa suaranya membahana hampir ke seluruh ruangan, terutama kalau dia sedang member aba-aba suting. "Opname kamera, yaaa go...," teriaknya kalau memberi aba-aba suting. Itu memang ciri khas Sisworo. masing-masing sutradara memang punya ciri khas sendiri-sendiri. 

Tumben, sekali ini Sisworo Gautama menggarap film dagelan (Dono menolak di sebut film komedi). Biasanya Sisworo menggarap film misteri, horor atau film-film aksi, macam "Nyi Blorong" dengan sekian banyak versi, atau film-film aksi yang banyak menampilkan trik (adegan tipuan) "Jaka Sembung" konon sempat membuat pengamat film di Eropa dan Amerika terheran heran. 

"Membuat film jenis dagelan seperti ini jelas lebih ringan ketimbang film aksi, horor atau misteri yang sering saya garap," ucap Sisworo. Suasana kerja pun berbeda. Kalau dalam film-film terdahulu selalu serius terus, maka dengan Warkop ini lebih banyak guyonnya. Tidak berarti penggarapannya tidak serius cuma suasana kerjanya itu yang lebih santai. "Ini film dagelan saya yang pertama.  Tidak ada pretensi lain kecuali film ini disenangi penonton banyak dan produser untung, " katanya blak blakan. 

Suting dua hari di diskotik itu mengisahkan Kasino ikut lomba nyanyi tuna netra. Belakangan ketahuan Kasino cuma pura-pura buta. Suasana pun jadi kacau balau apalagi ternyata panitia yang di dalangi Paul tukan kibul. Perihal Kibul mengibul ini juga melibatkan Dono yang ikut kuis berhadiah. Dia dikerjain habis-habisan oleh panitia, sampai akhirnya Dono, Kasino dan kedua teman wanitanya Nurul Arifin dan Sherly Malinton lari terbirit-birit meninggalkan tempat acara. 

Suting pertama "Malu Malu Mau" dimulai pada 26 November 1988. Selesai seluruhnya 27 Desember 1988 atau 24 hari kerja, karena sempat istirahat beberapa hari termasuk hari Natal. Ngebut? "Enggak juga. Soalnya memang sudah ditargetkan satu bulan. Kebetulan selama suting ini kami nyaris tidak ada hambatan sama sekali. Semua pemain selalu siap, tidak ada masalah. Walaupun Nurul merangkap dua film (Dia juga suting film "Saskia} tapi skedul suting dengan Warkop berjalan mulus. Skedul untuk Nurul mengikuti kami, " kata Sisworo yang sebelum ini merampungkan "Santet". Baik film Santet maupun "Malu Malu Mau" sama-sama menghabiskan bahan baku 55 can (kaleng). Bedanya jumlah hari suting film "Santet" lebih banyak Bisa dimengerti karena film sejenis itu pembuatannya lebih sulit dan memakan waktu lama. 

Kesan santai dalam menggarap "Malu Malu Mau" ini seperti tercermin selama dua hari, Senin 26 Desember dan 27 Desember yang lalu. Suting di warnai gelak tawa melihat ulah Kasino, Dno atau Paul yang pelawak dari kelompok Srimulat. Selama dua hari itu mereka mampu menghidupkan suasana sehingga tanpa terasa hari sudah jam lima petang, persis waktu yagn diberikan oleh pihak Super Star, karena malam hariny amereka harus operasi seperti sedia kala. 

Selama dua hari itu pula Kasino selalu duduk di belakang Organ sambil jari-jarinya menari diatas tuts. Sambil membawakan lagu-lagu nostalgia dan masa kini. Sekali-sekali Paul yang sudah berusia 63 tahun tapi tetap segar itu sempat juga melantunkan suaranya. Mantap dan mendayu dayu, mengundang tepukan hangat dari semua pemain dan figuran yang memadati Super Star. ~MF 066/34/Tahun V/7-20 Jan 1989