Showing posts with label Indro. Show all posts
Showing posts with label Indro. Show all posts

Thursday, July 16, 2026

INDRO WARKOP, BENCI MALING TERIAK MALING

 


INDRO WARKOP, BENCI MALING TERIAK MALING, (berita lawas) dari Indro Warkop. Sebagai sebuah grup lawak, nama Warkop masih berkibar sebagai kelompok lucu paling disegani di republik ini. Eksistensinya di dunia humor sempat mematri kesan sebagai penghibur papan atas. Entah materi lawaknya, yagn kerap nyerempet-nyerempet problem sosial, atau latar belakang pendidikannya yagn semuanya menyandang gelar sarjana, kesan sehbagai tukang banol ekslusif senantiasa melekat pada dirinya. Mungkin ini yang membedakan mereka dengan grup lawak lain, dengan tak asal sabet order atau pakai aji mumpung selagi masih populer. Ini termasuk kehadirannya di lahan film yang telah menginjak angka ke 14 tahun, masih tetap eksis sebagai pemain film. Bahkan langkah sukses ini dikukuhkan dengan penghargaan Moedjiman Award, sebagai pencetak rekor penonton terbanyak selama lima tahun terakhir, dalam Mubes GPBSI di Yogya bulan Juli . 

Dalam kaitan ini tak berlebihan kiranya, jika pada kesempatan ini kita tampilkan salah satu personil Warkop yang bernama Indro. Seorang figur yagn mudah dikenali karena sosoknya yang tinggi besar dengan kumis baplang, dan rambu yang kuncir. Kalau dilihat perawakannya, mungkin orang tak langsung percaya jika dibilang dirinya seorang peawak, karena sosoknya lebih meyakinkan sebagai seorang jagoan daripada insan yang gemar melucu. Tapi kalau kita kenal lebih dekat dengan pria ini yang beristrikan Nita Oktobijanty dengan dua anak Andika Indriyanti Putri dan Satya Paramita Hada Dininta ini, baru kita yakin dengan keandalan humornya yang mampu menggelitik saraf lucu kita . 

Berikut petikan wawancara dari MF no 190/156/THX, 9 - 22 Oktober 1993

T : Tanya 

J : Jawab

T : Apa yang Anda sesali setelah menjadi orang terkenal seperti sekarang ini?

J : Menjadi perhatian orang yang berlebihan, jadi privacy saya terganggu. 

T : Dalam penampilan seperti sekarang ini, apa yang membuat Anda merasa kurang sempurna?

J : Perut yang menggendut

T : Kalau Anda sedang bercermin, Anda merasa bagian tubuh sebelah mana yang menjengkelkan? 

J : Perut

T : Hal-hal apa yang gampang membuat Anda senang? 

J : Berhasilnya jerih payah usaha yang saya perbuat. 

T : Hal-hal apa yang gampang membuat Anda marah?

J : Hal-hal yang tidak wajar, seperti pelanggaran dan penyelewengan. 

T : Saat-saat sekarang hal apa yang Anda takuti?

J : Berhasil atau tidaknya tanggungjawab saya sebagai orang tua dalam mendidik anak-anak. Maklum anak-anak saya cewek-cewek semua. 

T : Benda Apa Yang selalu Anda bawa kemanapun pergi? 

J : Asesoris Harley yang selalu saya pakai, entah itu topi, kaos, gesper, dompet, sampai ke celana dalam. 

T : Perlakuan apa yang Anda harapkan dari orang yagn Anda sayangi?

J : Perhatiannya terhadap saya, dan tentunya menyayangi saya kembali. 

T : Ditempat mana dan dalam kesempatan apa, Anda selalu merasa bahagia?

J : Di kamar mandi setelah selesai membuang hajat.

T : Perlakuan macam apa yang tidak Anda sukai dari orang lain?

J : Sifat Menjilat

T : Bagaimana mengatasi rasa bosan?

J : Menyibukkan diri mengutak atik motor

T : Bagaimana mengisi kesiengan 

J : Ya ngisi TTS, atau main game watch. 

T : Apa bacaan Favorit Anda ?

J : Majalah harley Davidson

T : Akhir-akhir ini peristiwa apa yang membuat Anda terbaru?

J : Terakhir kali saat Susi Susanti berhasil menyabet medali Emas badminton di Olympiade Barcelona dulu. 

T : Peristiwa Apa yang terakhir ini membuat Anda frustasi ?

J : Nggak ada , tuh!

T : Terakhir kali kapan Anda mengalami kesedihan ?

J : Tahun 1987, waktu ibu saya meninggal

T : Dengan cara apa Anda menjadi orang yang matang?

J : Mengikuti proses hidup dan kehidupan di jagad raya ini. 

T : Apa yang Anda dapat dari pengalaman bersekolah?

J : Cara berpikir dan wawasan yagn banyak gunanya memberi bobot materi lawak. 

T : Bagaimana Anda mengatasi pertengkaran?

J : Hajar Saja

T : Bakat apa yang Anda sadari sejak belia ?

J : Bakat ngocol 

T : Apa yang Anda lakukan di hari libur?

J : Ya berlibur dong, masak kerja? Nggak, ini becanda saja. Biasanya sih, saya naik motor sama anak isteri keluar kota. 

T : Keberhasilan saat meraih prestasi apa yagn selalu Anda kenang?

J : Saat jadi "Pramuka Terpuji" sepulang dari Jambore Asia Pasifik I tahun 1974

T : Apa yang terlewat dari masa kanak-kanak Anda ?

J : Tak sempat melihat Disney Land. Baru sempat malah setelah tua. 

T : Apa gagasan Anda untuk mencapai kebahagiaan sempurna?

J : Susah amat pertanyaannya, saya sih, hidup easy-easy saja. 

T : Orang macam apa yang Anda anggap sebagai sahabat ?

J : Orang yang bisa memahami saya, tapi sekaligus berani nglawan juga. Untuk memberi masukan pemecahan masalah. 

T : Apa yang Anda Anggap paling jahat dalam hidup ini ?

J : Jenis orang "Maling" teriak maling

T : Erakhir kali kapan anda mengalami puncak kebahagiaan?

J : Sewaktu saya jadi beli motor HD Heritage 1400 cc

T : Apa yagn biasa Anda lakukan kalau bangun di tengah malam?

J : Tidurnya aja baru menjelang pagi, jadi kalau tengah malam mata masih melek. 

T : Siapa bintang yang anda sukai ?

J : Kalau Bung Karno termasuk yagn di sebut bintang , ya dialah yang saya sukai.

T : Apa yang gampang buat Anda menangis?

J : Nggak ada, karena tangisan tak menyelesaikan masalah

T : Dengan cara apa Anda ingin mati?

J : Nanyanya serem amat! Belum sempat terpikir kearah itu. 

T : Kalau telah meninggal Anda ingin dikenang sebagai apa?

J : Sebagai orang tua yang berhasil membesarkan anak-anaknya dan sukses. 



Saturday, January 17, 2026

SUTING MALU MALU MAU, SISWORO GAUTAMA PUTRA GARAP FILM KOMEDI


 SUTING MALU MALU MAU, SISWORO GAUTAMA PUTRA GARAP FILM KOMEDI.(Kisah Lawas). Jam 08.00 semua kru nampak siap dengan tugasnya masing-masing. Seperti biasa merek anampak sibuk. Ada yang mempersiapkan sarapan pagi, ada yang make up, pasang lampu dan segala macam tetek bengek lazimnya persiapan suting film. Dua hari terakhir itu film "Malu Malu Mau", nya Warkop memilih suting di Super Star Diskotik di kawasan Cideng Timur Jakarta. Jam 9.00 disaat semuanya hampir ok, muncul Sisworo Gautama , sutradara "Malu malu Mau" mengenakan kaos bergaris-garis, celana pendek, kaos kaki dan sepatu hitam kombinasi putih. 

Habis main tenis Sis? "Ah enggak, cuma dengan begini rasanya lebih rileks. Biasa kalau lagi suting enakan begini, " kata Sisworo, sutradara kelahiran Kisaran Sumatera Utara. 

Sehari sebelumnya ditempat yang sama, sutradara jangkung kehitam-hitaman itu lengkap pakai celana panjang dan sepatu, nyaris seperti pegawai kantor. Seperti biasa suaranya membahana hampir ke seluruh ruangan, terutama kalau dia sedang member aba-aba suting. "Opname kamera, yaaa go...," teriaknya kalau memberi aba-aba suting. Itu memang ciri khas Sisworo. masing-masing sutradara memang punya ciri khas sendiri-sendiri. 

Tumben, sekali ini Sisworo Gautama menggarap film dagelan (Dono menolak di sebut film komedi). Biasanya Sisworo menggarap film misteri, horor atau film-film aksi, macam "Nyi Blorong" dengan sekian banyak versi, atau film-film aksi yang banyak menampilkan trik (adegan tipuan) "Jaka Sembung" konon sempat membuat pengamat film di Eropa dan Amerika terheran heran. 

"Membuat film jenis dagelan seperti ini jelas lebih ringan ketimbang film aksi, horor atau misteri yang sering saya garap," ucap Sisworo. Suasana kerja pun berbeda. Kalau dalam film-film terdahulu selalu serius terus, maka dengan Warkop ini lebih banyak guyonnya. Tidak berarti penggarapannya tidak serius cuma suasana kerjanya itu yang lebih santai. "Ini film dagelan saya yang pertama.  Tidak ada pretensi lain kecuali film ini disenangi penonton banyak dan produser untung, " katanya blak blakan. 

Suting dua hari di diskotik itu mengisahkan Kasino ikut lomba nyanyi tuna netra. Belakangan ketahuan Kasino cuma pura-pura buta. Suasana pun jadi kacau balau apalagi ternyata panitia yang di dalangi Paul tukan kibul. Perihal Kibul mengibul ini juga melibatkan Dono yang ikut kuis berhadiah. Dia dikerjain habis-habisan oleh panitia, sampai akhirnya Dono, Kasino dan kedua teman wanitanya Nurul Arifin dan Sherly Malinton lari terbirit-birit meninggalkan tempat acara. 

Suting pertama "Malu Malu Mau" dimulai pada 26 November 1988. Selesai seluruhnya 27 Desember 1988 atau 24 hari kerja, karena sempat istirahat beberapa hari termasuk hari Natal. Ngebut? "Enggak juga. Soalnya memang sudah ditargetkan satu bulan. Kebetulan selama suting ini kami nyaris tidak ada hambatan sama sekali. Semua pemain selalu siap, tidak ada masalah. Walaupun Nurul merangkap dua film (Dia juga suting film "Saskia} tapi skedul suting dengan Warkop berjalan mulus. Skedul untuk Nurul mengikuti kami, " kata Sisworo yang sebelum ini merampungkan "Santet". Baik film Santet maupun "Malu Malu Mau" sama-sama menghabiskan bahan baku 55 can (kaleng). Bedanya jumlah hari suting film "Santet" lebih banyak Bisa dimengerti karena film sejenis itu pembuatannya lebih sulit dan memakan waktu lama. 

Kesan santai dalam menggarap "Malu Malu Mau" ini seperti tercermin selama dua hari, Senin 26 Desember dan 27 Desember yang lalu. Suting di warnai gelak tawa melihat ulah Kasino, Dno atau Paul yang pelawak dari kelompok Srimulat. Selama dua hari itu mereka mampu menghidupkan suasana sehingga tanpa terasa hari sudah jam lima petang, persis waktu yagn diberikan oleh pihak Super Star, karena malam hariny amereka harus operasi seperti sedia kala. 

Selama dua hari itu pula Kasino selalu duduk di belakang Organ sambil jari-jarinya menari diatas tuts. Sambil membawakan lagu-lagu nostalgia dan masa kini. Sekali-sekali Paul yang sudah berusia 63 tahun tapi tetap segar itu sempat juga melantunkan suaranya. Mantap dan mendayu dayu, mengundang tepukan hangat dari semua pemain dan figuran yang memadati Super Star. ~MF 066/34/Tahun V/7-20 Jan 1989