Showing posts with label Sisworo Gautama Putra. Show all posts
Showing posts with label Sisworo Gautama Putra. Show all posts

Saturday, January 24, 2026

KEMBALINYA SI JANDA KEMBANG, ARWAH CANTIK MENCARI POTONGAN TANGANNYA

 


KEMBALINYA SI JANDA KEMBANG, ARWAH CANTIK MENCARI POTONGAN TANGANNYA, Setting kisah berawal dari zaman Belanda. Willem Van Larsen beristrikan pribumi cantik, Kismi. Namun betapa murkanya Tuan ini, demi memergoki istrinya berbuat serong dengan seorang pemuda bungalownya. Tanpa ampun lagi ia menembak mereka . Si Pemuda kelojotan tewas di tempat. Tapi Kismi masih sempat lari keluar bungalow kendati dadanya telah ditembus peluru. Disiram hujan lebat, ia kabur ke hutan. 

Konon, Kismi memakai cincin Zippus dari Mesir Kuno di jari manis tangan kanannya. Itu sebabnya ia tak gampang-gampang di bu nuh, kecuali bila cincin sakti itu dicopot. 

Tuan Willem yang kalap terus memburu isterinya. Dengan kejam ia memeng gal tangan kanan Kismi. Barulah Kismi terkulai tak berdaya lagi. Selruh peristiwa mengerikan itu disaksikan oleh Kosmin, si pembantu setia merangkap sopir. Tuan Willem memaksa Kosmin merahasiakan kekejamannya dengan sejumlah uang yang besar. 

Beberapa tahun kemudian, baik Tuan Willem maupun Kosmin telah lama tiada. Bungalow peninggalannya terlihat angker menyeramkan. Sering terjadi peristiwa yang meminta korban jiwa disini. Kabarnya setiap pria yang menginap disini pasti bertemu seorang wanita jelita yang mengajaknya bercinta, Imbalannya, malam berikutnya si pria ditemukan mati bu nuh diri. 

Peristiwa ini pun dialami mahasiswa Norman. Kematiannya yang tragis sangat membuat teman-teman sekostnya penasaran. Apalagi menjelang ajal, Norman sempat menyebut-nyebut nama Kismi. 

Menyusul Deny dan Tigor pun bertemu dengan wanita misterius tersebut. Beruntun mereka juga menemui ajal secara mengenaskan. 

Mahasiswa ke empat, Hamsad berjuang keras untuk mengungkap misteri kematian ketiga rekannya. Dengan berani menyatroni bungalow angker. Sama seperti yang lainnya, iapun didatangi dan bercinta dengan Kismi. Namun Hamsad selalu waspada, berhasil mengatasi kemurkaan arwah Willem Van Larsen yang mendadak muncul. 

Terbukalah rahasia kalau arwah Tuan Willem masih terus mengawasi arwah isterinya. Ialah yang mengakibatkan kematian pemuda-pemuda yang berani berhubungan dengan Kismi. 

Hamsad terhindar dari maut. Bahkan bisa menemukan potongan tangan Kismi yang mengenakan cincin Zippus. Selama ini arwah Kismi memang gentayangan untuk mencari tangannya yang terpenggal itu. 

Dengan khidmat Hamsad menyatukan kembali tangan dengan jasad Kismi yang masih utuh karena disimpan Tuan Willem dalam peti kaca hampa udara ditempat rahasia. 

Kembalinya si Janda Kembang diperankan oleh Sally Marcellina, Ibrahim Azhari, Irfan Yudha, Eddie Gunawan, Pak Tile, Him Damsyik dan lain-lain dengan sutradara Sisworo Gautama Putra yang merupakan film terakhir dari Sisworo. ~MF 174/141/TH IV, 6 - 19 Maret 1993

Saturday, January 17, 2026

SUTING MALU MALU MAU, SISWORO GAUTAMA PUTRA GARAP FILM KOMEDI


 SUTING MALU MALU MAU, SISWORO GAUTAMA PUTRA GARAP FILM KOMEDI.(Kisah Lawas). Jam 08.00 semua kru nampak siap dengan tugasnya masing-masing. Seperti biasa merek anampak sibuk. Ada yang mempersiapkan sarapan pagi, ada yang make up, pasang lampu dan segala macam tetek bengek lazimnya persiapan suting film. Dua hari terakhir itu film "Malu Malu Mau", nya Warkop memilih suting di Super Star Diskotik di kawasan Cideng Timur Jakarta. Jam 9.00 disaat semuanya hampir ok, muncul Sisworo Gautama , sutradara "Malu malu Mau" mengenakan kaos bergaris-garis, celana pendek, kaos kaki dan sepatu hitam kombinasi putih. 

Habis main tenis Sis? "Ah enggak, cuma dengan begini rasanya lebih rileks. Biasa kalau lagi suting enakan begini, " kata Sisworo, sutradara kelahiran Kisaran Sumatera Utara. 

Sehari sebelumnya ditempat yang sama, sutradara jangkung kehitam-hitaman itu lengkap pakai celana panjang dan sepatu, nyaris seperti pegawai kantor. Seperti biasa suaranya membahana hampir ke seluruh ruangan, terutama kalau dia sedang member aba-aba suting. "Opname kamera, yaaa go...," teriaknya kalau memberi aba-aba suting. Itu memang ciri khas Sisworo. masing-masing sutradara memang punya ciri khas sendiri-sendiri. 

Tumben, sekali ini Sisworo Gautama menggarap film dagelan (Dono menolak di sebut film komedi). Biasanya Sisworo menggarap film misteri, horor atau film-film aksi, macam "Nyi Blorong" dengan sekian banyak versi, atau film-film aksi yang banyak menampilkan trik (adegan tipuan) "Jaka Sembung" konon sempat membuat pengamat film di Eropa dan Amerika terheran heran. 

"Membuat film jenis dagelan seperti ini jelas lebih ringan ketimbang film aksi, horor atau misteri yang sering saya garap," ucap Sisworo. Suasana kerja pun berbeda. Kalau dalam film-film terdahulu selalu serius terus, maka dengan Warkop ini lebih banyak guyonnya. Tidak berarti penggarapannya tidak serius cuma suasana kerjanya itu yang lebih santai. "Ini film dagelan saya yang pertama.  Tidak ada pretensi lain kecuali film ini disenangi penonton banyak dan produser untung, " katanya blak blakan. 

Suting dua hari di diskotik itu mengisahkan Kasino ikut lomba nyanyi tuna netra. Belakangan ketahuan Kasino cuma pura-pura buta. Suasana pun jadi kacau balau apalagi ternyata panitia yang di dalangi Paul tukan kibul. Perihal Kibul mengibul ini juga melibatkan Dono yang ikut kuis berhadiah. Dia dikerjain habis-habisan oleh panitia, sampai akhirnya Dono, Kasino dan kedua teman wanitanya Nurul Arifin dan Sherly Malinton lari terbirit-birit meninggalkan tempat acara. 

Suting pertama "Malu Malu Mau" dimulai pada 26 November 1988. Selesai seluruhnya 27 Desember 1988 atau 24 hari kerja, karena sempat istirahat beberapa hari termasuk hari Natal. Ngebut? "Enggak juga. Soalnya memang sudah ditargetkan satu bulan. Kebetulan selama suting ini kami nyaris tidak ada hambatan sama sekali. Semua pemain selalu siap, tidak ada masalah. Walaupun Nurul merangkap dua film (Dia juga suting film "Saskia} tapi skedul suting dengan Warkop berjalan mulus. Skedul untuk Nurul mengikuti kami, " kata Sisworo yang sebelum ini merampungkan "Santet". Baik film Santet maupun "Malu Malu Mau" sama-sama menghabiskan bahan baku 55 can (kaleng). Bedanya jumlah hari suting film "Santet" lebih banyak Bisa dimengerti karena film sejenis itu pembuatannya lebih sulit dan memakan waktu lama. 

Kesan santai dalam menggarap "Malu Malu Mau" ini seperti tercermin selama dua hari, Senin 26 Desember dan 27 Desember yang lalu. Suting di warnai gelak tawa melihat ulah Kasino, Dno atau Paul yang pelawak dari kelompok Srimulat. Selama dua hari itu mereka mampu menghidupkan suasana sehingga tanpa terasa hari sudah jam lima petang, persis waktu yagn diberikan oleh pihak Super Star, karena malam hariny amereka harus operasi seperti sedia kala. 

Selama dua hari itu pula Kasino selalu duduk di belakang Organ sambil jari-jarinya menari diatas tuts. Sambil membawakan lagu-lagu nostalgia dan masa kini. Sekali-sekali Paul yang sudah berusia 63 tahun tapi tetap segar itu sempat juga melantunkan suaranya. Mantap dan mendayu dayu, mengundang tepukan hangat dari semua pemain dan figuran yang memadati Super Star. ~MF 066/34/Tahun V/7-20 Jan 1989



Wednesday, January 14, 2026

FILM TERAKHIR SISWORO GAUTAMA PUTRA, KEMBALINYA SI JANDA KEMBANG


 KEMBALINYA SI JANDA KEMBANG, FILM TERAKHIR SISWORO GAUTAMA PUTRA. Inilah film horor karya kenangan sutradara Sisworo Gautama Putra yang meninggal tak lama seusai pembuatannya. Sutradara kelahiran Asahan yang meninggal karena serangan mendadak penyakit jantung ini, termasuk laris dan konsisten dengan film-filmnya. Rata-rata menyelesaikan dua film pertahun. 

Memulai karirnya sebagai pencatat skrip untuk film Tujuh Prajurit (1962). Meningkat menjadi astrada setelah pernah pula menjabat asisten unit dan Pimprod. Baru di tahun 1972 dipercaya Ratno Timoer untuk menyutradarai langsung film silat Dendam Si Anak Haram yang digubah dari cersilnya Kho Ping Hoo. 

Lewat film-filmnya, Sisworo banyak memperkenalkan pendatang baru yang kemudian melejit . Antaranya Advent Bangun, Barry Prima dan Siska Widowati. 

Belakangan ia lebih mengkhususkan menggarap film-film bertema horor. Sejak Sundel Bolong, sampai ke Nyi Blorong, Putri Nyi Roro Kidul dan sejenisnya, hampir semua horor mistik yang dibintangi Suzanna. 

Selama 20 tahun kariernya, Sisworo telah merampungkan lebih dari 40 judul film. Suatu prestasi yang cukup membanggakan. Kendati diakui belum pernah di calonkan sebagai sutradara terbaik, namun produser Gope Samtani dari Rapi Films dan Ram Soraya dari PT. Soraya Intercine Film memujinya, rata-rata filmnya komersial. 

Begitupun diharapkan karya terakhirnya, Kembalinya si Janda Kembang. Menilik judulnya, orang pasti menduga sebagai sekuel atau kelanjutan dari Misteri Janda kembang arahan Tjut Djalil yang sukses di tahun 1991 yang sama-sama di produksi Soraya dan dibintangi oleh Sally Marcellina. Padahal tidak demikian, ceritanya sama sekli tak berkaitan. 

Nampaknya setelah Suzanna mengundurkan diri dari kegiatan main film setelah terakhir diarahkan Sisworo dalam Ajian Ratu Laut Kidul, memang Sally bakal menggantikan kedudukannya dalam blantika horor. 

Lawan mainnya terdiri dari pendatang-pendatang baru seperti Ibrahim Azhari, Eddie Gunawan, dan Irfan yudha. Ikutan mendukung juga pemain pemain tua tua keladi, Him Damsyik dan Pak Tile. 

Salah Satu Trik baru yang di tampilkan disii adalah sosok tangan wanita yang berkeliaran melompat-lompat di lantai bungalow angker. Rasanya teknik ini diilhami film monster kontemporer "The Addams Family". Bedanya kalau dalam film Amerika itu, si hantu tangan tak berperan serta dalam cerita, sebaliknya disini justru potongan tangan itu merupakan kunci cerita. 

~MF 174/141/TH IV, 6 - 19 Maret 1993

Sunday, September 22, 2024

PERJANJIAN DI MALAM KERAMAT, 75% Suting di Malam Hari


 Asap...!" teriak Sisworo Gautama. Mendengar suara sutradara itu, kontan kru efek mengipas-ngipas bara kayu campur solar di dalam kaleng. Seperti jual sate, tradisional memang, tapi efek asap untuk suasana angker tercapai. Setelah asap terkumpul dan kamera siap "on" pemain belum siap. Pengambilan gambar tertunda lagi. Lawan main Suzanna, Yongky DP masih memperbaiki efek luka di siku tangannya. 

Kameramen F.E.S Tarigan rewel. Ogah dengan tata lampu sembarangan. Dengan teriakan kecil dia menyentakkan penata lampu, " Lampunya Yang benar dong!". Richard Tarigan segera mengarahkan lampu untuk mencapai keinginan kameramen. "Aduh!" Melamuri minyak saja harus disuruh. Pakai inisatif dong, " ujar kameramen setelah mengintip kameranya. Asisten Juru Make Up yang melakukan pekerjaan itu jadi grogi. "Kru kita selalu menunggu perintah. Kayaknya ndak ada inisatif," bisiknya . 

"Film ini tidak hanya mengandalkan cerita, tapi juga trik. Akibatnya kamu harus teliti supaya mengena dan dapat membuat penonton takut, "Kilah Kameramen.

"Kemaren aja untuk trik menghabiskan waktu tiga jam untuk satu shot," ujar Suzanna menambahkan. Untuk menghemat waktu tidak ada jam tersia sia. Begitu selesai shot, langsung siap dengan shot lain. Untuk break makan waktu hanya disediakan setengah jam, menu bubur-buburan serta kopi dengan persediaan sampai pagi. 

Secara keseluruhan suting malam itu berjalan lancar dan mulus meski malam-malam sebelumnya  nyaris setiap hari begadang di lokasi. Wajah artis dan kru kuyu, tapi semangat masih menyala-nyala. Malam semakin larut, embun dini hari turun, membuat suasana begitu dingin. Untuk menghindari rasa kantuk, Suzanna banyak becanda, atau sesekali rebahan di dalam mobil jeep di dampingi Clieft Sangra. 

Suasana tanah kosong milik Pemda DKI, di persimpangan Halim dan DI Panjaitan Jakarta Timur masih semarak, meski warga Jakarta lelap dalam tidurnya. Dari kejauhan nyala lampu kelihatan indah, terkadang secara tak sengaja ingin membelah angkasa. Di pojok lain, sekelompok penata artistik beratap tenda plastik, sejak sore bekerja membuat boneka dan lain-lain keperluan suting. Dengan derap yang sama semua kru ingin segera menyelesaikan tugak secepatnya. 

Sisworo sebagai panglima suting, cekatan mengkomandoi. Ada rasa terburu-buru, boleh jadi juga jadwal suting telah diatur oleh produser. Sutradara yang baik harus punya kiat, idealis film perlu. Kedua unsur itu agaknya membuat sutradara film Perjanjian di malam keramat ini kerja mati-matian.

Produksi Soraya Intercine Film ini tidaklah begitu baru dalam ide. Karena penggarapannya serius, boboleh jadi film ini akan menjadi tontonan menarik. Dan pihak sutradara ada usaha, di samping pelakon dalam film ini merupakan artis handal untuk tema horor. Suzanna, Piet Pagau, Clift Sangra, Yenny Farida, Tino Karno, Rengga Takengon, Alex Bernard, Anita Anjani, Yongky DP dan Syarif Friyan. - Demikian di kutip dari MF No. 131/98 tanggal 6 Juli sd 19 Juli 1991

Monday, July 29, 2024

SISWORO GAUTAMA PUTRA

 


SISWORO GAUTAMA PUTRA orang mengenalnya sebagai sutradara dari film horor, padahal menurut pengakuannya yang di kutip dari Majalah film, ia bisa membuat film apa saja. Sutradara kelahiran Kisaran, Sumatera Utara pada tanggal 26 Mei 1938 tersebut membuat film horor karena kontraknya demikian. 

Sisworo menjadi sutradara secara penuh pada tahun 1972 melalui film "Dendam Anak Haram". Pemilihan Suzanna sebagai pemain pada film-filmnya yang 75% merupakan film Horor sejak ia bergabung dengan PT Soraya Intercine Film pada tahun 1978, bukanlah atas kehendaknya namun semata-mata karena Sisworo dan Suzanna sama-sama di kontrak oleh PT. Soraya. 

Sisworo biasanya membuat film jenis horor legenda semacam Nyi Roro Kidul. Dari tangannya pula nama SUZANNA melambung sebagai Ratu Horor. 

Perjalanan Sisworo Gautama Putra dalam dunia film dimulai dengan kursus Asisten Sutradara oleh Kotot Sukardi tahun 1961 di Sanggabuana Studio - Jakarta. Putra pasangan dari Chose Gautama dan Aminah ini sebelum ikut kursus asisten sutradara telah menjadi karyawan film dengan profesi pencatat skrip dan asisten unit. Kemudian menjadi asisten sutradara di lanjutkan Gema Masa Film. Selain sebagai sutradara, Sisworo juga pernah menjadi pengisi suara (Dubber). 

Film-film yang pernah terlibat adalah Tujuh Prajurit, Jakarta By Pass, Bhakti, Buruh Pelabuhan, Ekspedisi Terakhir Pisau Komando dengan jabatan profesi dari tahun 1962 sampai 1965. Sisworo juga sempat bekerja di beberapa perusahaan seperti di PT. Cerana Film sebagai asisten Sutradara (1964), PT. Kartika Bina Prima, Honey Money (1970) sebagai asisten sutradara. Di CV Indonesia Film Production (Film Rakit, Impas), di PT Daya Isteri Film (1972) Film Pendekar Bambu Kuning sebagai asisten Sutradara, baru pada tahun 1972 Sisworo menjadi Sutradara Penuh dalam film "Dendam Si Anak Haram". Sejak saat itulah Sisworo menjadi sutradara hingga puluhan film ia sutradarai, 

Di lokasi suting Sisworo terkenal orang yang keras, bicaranya blak blakan hingga banyak artis menangis dibuatnya meski sebenarnya ia adalah sosok yang humoris.


Sisworo Gautama Putra meninggal dunia karena Serangan jantung pada tanggal 5 Januari 1993 jam 05.30 WIB di RS Tebet - Jakarta Selatan. 

Sumber tulisan : Majalah Film 

Berikut film-film dari Sisworo Gautama Putra baik sebagai Asisten Sutradara, Sutradara maupun sebagai penulis naskah yang di kutip dari wikipedia. 

1962Tudjuh Prajurit
1963Djakarta by Pass
1964Ekspedisi Terakhir
1965Buruh Pelabuhan
1970Honey, Money and Djakarta Fair
1971Di Udjung Badik
1972Angkara Murka
1972Dendam si Anak Haram

Lima Jahanam
1973Marabunta
Manusia Terakhir
1976Rajawali Sakti
Cinta Kasih Mama
1977Papa
Dua Pendekar Pembelah Langit
1978Primitif
1980Aladin dan Lampu Wasiat
Pengabdi Setan
1981Jaka Sembung Sang Penakluk
Srigala
Sundel Bolong
1982Nyi Blorong
1983Nyi Ageng Ratu Pemikat
Perkawinan Nyi

Blorong

1984Usia Dalam Gejolak
Telaga Angker
1985Bangunnya Nyi Roro Kidul
Ratu Sakti Calon Arang
1986Malam Jumat Kliwon
Petualangan Cinta Nyi Blorong
1987Samson dan Delilah
1988Malu Malu Mau
1989Wanita Harimau / Santet II
Pusaka Penyebar Maut
1990Titisan Dewi Ular
1991Perjanjian di Malam Keramat
1992Kembalinya si Janda Kembang
1992Ajian Ratu Laut Kidul
1993Misteri di Malam Pengantin