Showing posts with label Mat Pelor. Show all posts
Showing posts with label Mat Pelor. Show all posts

Saturday, February 14, 2026

ADVENT BANGUN, DI PROTES PENGGEMAR

 


ADVENT BANGUN, DI PROTES PENGGEMAR, (Kisah Lawas) Lewat penampilannya di layar kaca duet bersama Devi Novita membawakan lagu dangdut "Pacarku Rewel" Advent Bangun seperti memprokaliirkan diri sebagai penyanyi. Sengaja memilih lagu dangdut, Advent Bangun bukan saja ingin menambah barisan artis tarik suara, sekaligus ingin mengukuhkan diri tidak saja sebagai bintang laga, tetapi juga kepengin merangkul golongan bawah yang diketahui amat dominan menggemari lagu jenis ini. 

"Mereka amat banyak. Saya ingin jadi bagian dari mereka, " katanya ditengah suting film "Mat Pelor" yang disutradarai Rachmat Kartolo di Cimelati Sukabumi Jawa Barat. Advent bangun juga menjelaskan kenapa akhir-akhir ini nampak gigih berjuang di jalur ini. 

"Berhadapan langsung dengan penggemar di saat saya menyanyi, buat diri saya membawa kepuasan tersendiri. Saya tahu persis apa yang mereka inginkan. berhadapan langsung sikap spontan mereka yang tak dibuat-buat membuat batin saya ingin membalas sikap positif demikian dengan mematangkan karier baru ini".

Itulah sebabnya ditengha kesibkan shooting saat break ia buru-buru memacu sedan Volvonya ke Cibadak . Untuk apa? "Saya harus interlokal ke Devi Novita, merancang jadwal rekaman musik untuk volume ke IV yang bakal di garap awal januari 1991 ". Devi Novita berusia 17 tahun dan baru di kelas III SMP, merupakan pasangan duetnya. 

Devi Novita sudah dikenalnya sejak 1987 ketika sama-sama mendukung film sinetron TVRI "Arus Bawah". Devi Novita yang memiliki "jam terbang" nyanyi, langsung saja merasa cocok berpasangan dengan Advent Bangun. Advent Bangun sendiri mulai melangkah tarik suara ketika sering di panggung diundang, atau pada tour PARFI di daulat penonton untuk tarik suara, ia terpaksa unjuk diri tak kalah angin. 

"Dari situ saya merasa lebih yakin bahwa saya juga bisa menyanyi, " tambahnya. Pertama kali ia muncul dalam volume lagu keroyokan : Kutak Katik bersama 10 arstis film lainnya seperti Deddy Mizwar, Harry Capri dan lain-lain, untuk kemudian diteruskan memasuki Vol II dalam album Parade artis Ndang Ndut. 

"Saya kepingin mematangkan diri di karir baru ini. Saya terus belajar dan mencoba membuat lagu sendiri. "Advent Bangun memang terus sibuk lewat film barunya ini "MAT PELOR" merupakan filmnya yang ke 54, ia juga terus sibuk melatih karate d Paspampres dan juga Kopassus Group II Cijantung. 

Ketiganya merupakan karir yang dicobanya jalan seiring masing-masing memiliki romantikanya sendiri sendiri. 

Sebagai bintang laga, Advent Bangun nyaris mogok dan mengundurkan diri, ia menjelaskan hal itu disebabkan karena ia sudah merasa jenuh dengan peran antagonis yang selalu membuatnya makin lama makin dijauhi penggemar film silat. 

"Saya selalu menerima surat protes dan kecaman. Masak selalu jadi tokoh garang, sebenarnya awal 1989 saya sudah merencanakan akan mengundurkan diri. Bagi saya menjadi aktor lagasudah biasa, tetapi kalau terus terusan ketiban peran antagonis jadi jenuh. Saya kepingin peran lain yang aneka. Saya juga rindu dapat peran yang simpatik. Bahkan akhir-akhir ini saya tergoda dengan peran kemudian. Pengin Banget", Pada akhirya Advent Bangun membatalkan rencananya. Peran-peran protagonis mengalir kehadapannya. 

"Saya kemudian juga sadar, bahwa bertahan pada ego sendiri merupakan sikap yang kurang benar. Banyak faktor yang mempengaruhi pemilihan peran dalam film. Tidak tergantung pada kemauan saya sendiri, " terusnya. 

Ia bercita-cita kelak, meniru jejak Silvester Stalone. Tidak saja bertindak sebagai pemeran utama, tetapi juga penulis skenario, sutradara, sukur-sukur kalau jadi produsernya. 

~sumber MF 119/87 Tahun VII, 19 Jan - 1 Feb 1991

Wednesday, October 22, 2025

MAT PELOR, JAWARA BETAWI JADI OPAS

 


MAT PELOR  Jarang terjadi dalam dunia perfilman seorang sutradara merangkap juga menjadi penata ilustrasi musik filmnya. Namun tak perlu heran kalau sang sutradara adalah seorang biduan populer seperti Rachmat Kartolo!. 

Memang setelah melejit lewat lagu "Patah Hati"nya di tahun 60an. Rachmat juga pernah laris diajak main film Kebanyakan filmnya bertema melodrama, namun Wim Umboh justru memasangnya sebagai sinyo Betawi yang pintar bergitar dalam film silat "Matjan kemajoran" (1965).

Sejak tahun 1978, Rachmat menjajal menyutradarai film silat "Tengkorak Hitam". Setelah cukup lama absen dari kegiatan film Rachmat dipercaya duo produser Johny Pandega - A Fuk untuk mengarahkan "Mat Pelor" yang cerita dan skenarionya juga ditulis sendiri. 

Diperan utamai oleh Advent Bangun sebagai Jawara kebal peluru di dukung sebarisan pemain seperti Dolly Marten, Jeffry Sani, Hendra Cipta, Arman Effendy, Aznah Hamid, Yani Achbari, Sherly Sharita, Tien Kadaryono Urip Arphan dan Roy Karyadi sebagai Schout Jansen. 

Mat Pelor yang biasa dipanggil si Mamat, adalah anak angkat Haji Ramdani. Berkat ketekunannyaia bisa menguasai ilmu kebal peluru. Bahkan ilmu silatnya lebih tinggi daripada si Idup anak kandung H Ramdani. 

Kalau Mamat berpacaran dengan Isa, maka sahabatnya, Abas hendak mengawini Mumun. Namun gara-gara nunggak blasting (pajak), semua kambing Abas disita Demang Sanip. Bukan itu saja, iapun dijadikan pekerja rodi. Sanip memang biang keladi penjilat Schout Jansen. Menindas rakyat dengan mengatasnamakan kompeni Belanda. 

Si Idup dan tiga perampok menyatroni rumah Jansen. Tapi muncul Mamat melabrak mereka. Jasanya membuat Mamat diangkat jadi Opas sekaligus pengawal Pribadi Jansen. Kendati Ayah-ibu angkatnya dan orang kampung ak menyukai hal ini, namun mamat tak peduli. 

Sanip kepergok memperko sa Amoy yang dicintai Jansen. Akibatnya ia di siksa oleh penggantinya Mandor Napis. Huru Hara terjadi karena pemberontakan pekerja rodi yang dipimpin si Idup. Opas Mamat ditugasi menaklukkan mereka. 

Saat Mamat membawa tawanan, termasuk Idup dan Abas, muncul jawara bertopeng mencegatnya, ilmunya kelewat luar biasa, hingga Mamat keteter. Melihat ini Idup pun mencopot belenggunya untuk membantu sang abang angkat. Apakah kerjasama mereka mampu mengungguli si topeng. Siapa sebenarnya jawara bertopeng tersebut? 

Yang sudah nonton tentu tahu ya jawabnya.