Showing posts with label Pedang Ulung. Show all posts
Showing posts with label Pedang Ulung. Show all posts

Monday, April 6, 2026

CORRY CONSTANTIA


CORRY CONSTANTIA, SALAH SATU PASANGAN FILM BARRY PRIMA. (Berita Lawas). Ada Conny Constantia biduanita berdarah Kawanua yang juga main film, ada pula Corry Constantia. Bukan saudara bukan sanak kendati nama mereka nyaris sama. Sedangkan wajahnya sepintas kilas rada mirip dengan si seksi Ranieta Manopo. 

Menilik namanya memang Corry juga berasal dari sana. "Saya boleh dibilang kombinasi Palembang-Manado. Ayah saya Naing Junaidi asli Palembang, sedangkan ibu Irna Constantin dari Manado ia sendiri dilahirkan di Palembang pada tanggal 17 April 1968, sebagai si bungsu dari empat bersaudara. 

"Sebenarnya nama lengkap saya Mis Corry Constantia, ujar pendatang baru dalam film silat erotis Selir Sriti ini. 

"Dibilang baru sekali juga kurang benar, " tukasnya. "Habis dulu saya sudah pernah juga ikutan main film. Antara lain dalam drama menyentuh Bila Saatnya Tiba arahan Eduart Pesta Sirait yang dibintangi Christine Hakim, Deddy Mizwar dan Ria Irawan, lalu film laga Preman arahan Torro Margens yang dibintangi oleh Barry Prima dan Ayu Azhari. 

"Saya main film itu waktu masih duduk di bangku kelas 3 SMEA PGRI, kira-kira pada tahun 1985," kenangnya. 

Sesudah lulus sekolah, pernah timbul hasrat untuk terus main film. Namun keburu bekerja memegang pembukuan sebuah Firma Taiwan yang buka cabang di Jakarta. Kesibukan disini ditambah pacarnya tak menghendakinya main film lagi, membuat ia menjaui dunia film. 

Ternyata kemesraan dengan sang pacar tak bermuara ke pelaminan sebagaimana diharapkan, kendati hubungan mereka terjalin sekitar lima tahun. Perpisahan yang menyakitkan membuat Corry patah hati. Maka iapun memutuskan untuk main film lagi. Kebetulan bertemu Ronny Burnama, produser pelaksana dari PT. Virgo Putra Film yang tengah menyiapkan pembuatan Selir 2 alias Selir Sriti dengan sutradara Tommy Burnama. 

"Ronny sudah mengenal saya, hingga langsung menawarkan peran sebagai ibu Selir Sriti yagn di perankan oleh Lela Anggraini, " tutur COrry. "Disini diselipkan adegan saya merayu Sang Prabu Sepuh dengan tujuan ingin membunuhnya. Wah pokoknya seru deh."

Corry memaklumi, ia harus merangkak dari bawah kembali untuk mencapai kepopuleran sebagai bintang. "Biar sekarang jadi pembantu dulu, tapi lambat laun saya ingin maju. Itu sebabnya saya bersedia bermain sebagai apa saja dalam film apapun, juga sinetron atau iklan." ~MF No. 182/149/Th IV. 26 Juni - 9 Juli 1993

Selain di film tersebut diatas , Corry Constantia juga bermain bersama dengan Barry Prima dalam film Pedang Ulung dan Jurus Dewa Kobra (Rawing 3)

Wednesday, September 24, 2025

PEDANG ULUNG "DI SUTRADARAI OLEH PENATA KELAHI"

 


PEDANG ULUNG, FILM YANG DISUTRADARAI OLEH FIGHTHING INSTRUCTUR EDDY S YONATHAN.
"Sebuah film Silat tradisional yang tetap mengandalkan baku hantam dan adegan syurr, dengan dana Rp. 300juta, 100 juta diantaranya konon untuk honor Barry Prima. "

Sukses dengan film Walet Merah, PT. Elang Pekasa Film kembali memproduksi film jenis action. Masih dibintangi oleh Barry Prima. Film yang mengandalkan adu fisik, yang selalu dianggap angin berlalu dalam setiap Festival Film Indoneisa, di beri Pedang Ulung. Yopi Burnama selaku sutradara, tak banyak berfungsi dalam proses pembuatan di lapangan. Dia bak macan ompon, karena yang memegang kendali adalah Eddy S JOnathan sebagai fighting director. Maka tak heran bila Yopie Burnama jarang dilokasi suting. 

Tema yang disuguhkan masih berkisar adegan baku hantam dengan setting kerajaan antah brantah. Tidak ada yang istimewa dibanding produksi-produksi sebelumnya. Unsur kekerasan yang di balur dengan percintaan mewarnai film ini secara keseluruhan. Maka tak heran jiga para pemain dalam keadaan kumal, penuh bercak-bercak lumpur. Apalagi hujan dras kerap mengguyur kawasaan TMII tempat suting berlangsung. Beberapa kali pengambilan adegan tertunda. Para kru dan pemain berlarian ketenda serta gubuk yang sekaligus dijadikan background adegan. 

Namun Eddy S Yonathan yan gmenggantikan kedudukan Yopi Burnama, tidak kehabisan akal. "Saya pakai sistem jumping shoot, satu hari saya harus merampungkan 20 shot. 

Total menghabiskan dana 300juta, (Rp. 100juta diantaranya, konon khusus untuk bayar honor Barry Prima). Film Pedang Ulung yang ditulis oleh Tonny dan Amalia Yonathan ini beredar pada Januari 1994. Jurus-jurus yang dimainkan Barry Prima beserta pemain-pemain lainnya tidak terikat pada satu unsur seni bela diri, tapi juga diramu secara umum baik dalam maupun luar negeri oleh Eddy S Yonathan sebagai penata kelahi. Eddy mengapresiasi jurus-jurus menarik dari berbagai latar belakang ilmu bela diri. "Saya sendiri pemegang DAN II Ju Djitsu. Tapi saya tak terpengaruh oleh kepandaian sendiri. Saya harus menyesuaikan kepandaian para pemain, untuk menghindari kekakuan," tegas Eddy yang banyak memegang kendali produksi film-film action Nasional. 

Film yang direkam kameramen Suryo Susanto ini, menghadirkan konflik-konflik klasik yang terjadi pada jaman kerajaan. Pertentangan antar kelompok perguruan, dalam upaya mencari kebenaran, perlu pengorbanan dan keberanian. Hadir tokoh hero, memberantas kesewenang-wenangan yang berlaku dalam hukum rimba. 

Di Kisahkan, Raja Surya Pasir Kencana (Agus Kuncoro) dalam memerintah kerajaan dipengaruhi perdana menterinya yang bertabiat buruk (Mansyur Sadan). Akibatnyaseorang Perdana Menteri yang lain (Robby Sutara) jadi tersingkir. Padahal Perdana Menteri itu sangat setia pada Raja. Kerajaan jadi kacau balau. Penindasan, pemerkosaan dan kesewenang-wenanganpun merajalela. 

Maka hadir tokoh Jaka (Barry Prima) yang berupaya mempersatukan kembali kerajaan yang hampir di puncak kehancuran itu. Namun tugas itu tak mudah. Apalagi Perdana Mentri kerajaan yang bertabiat buruk mengajak teman seperguruan Jaka bergabung dengan mereka. 

Semula ibu Jaka (Chitra Dewi)tak mengijinkan untuk berjuang menegakkan kembali kebenaran yang hampir punah. Namun seelah diyakinkan, sang ibu merelakan juga anaknya berjuang merontokkan orang-orang yang telah tersesat itu. Kendala lainny ayang harus dihadapai Jaka adalah sang pacar, Ayu Chandra (Corry COnstantia) yang juga dicintai oleh Permadi (Rendy Recky) teman seperguruan Jaka yang berkhianat  dan bergabung dengan Perdana Mentri kerajaan yang Jahat. Terjadilah cinta segitiga, membuat Jaka kian bernafsu mempergunakan pedang ulungnya untuk menghajar Permadi dan orang-orang suruhan Perdana Menteri. Mungkinkah Jaka mampu membinasakan mereka? Adegan pertempuran mengucurkan darah, gemerincing pedang, jurus-jurus pukulan total mewarnai ambisi Jaka untuk menegakkan keadilan. 

Unsur percintaan dalam film ini dapat disaksikan lewat adegan perpisahan antara Jaka dengan Ayu Chandra. Dikemas secara halus dan romantis, nalau dibumbui dengan cumbuan yang cukup hot. Sementara adegan s e k s yang brutal dapat disaksikan lewat adegan-adegan per kosa an. Paha dan bentuk tubuh sensitif lainnya hadir tervisualisasi sebagai bumbu yang hingga kini tetap di gemari. "nggak usah munafiklah, bahwa unsur sadisme dan erotis punya daya tarik dan komersial. Terbukti film-film yang selama ini saya tangani yang menghadirkan kedua unsur itu cukup sukses dipasaran bioskop," Kilah Eddy S Yonathan yagn diakui oleh Yopi Burnama.

"Saya percayakan semuanya pada bung Eddy. Dia yang lebih menguasai trick-trick perkelahian dan percintaan. Saya memantaunya sekali-sekali di lapangan, " kata Yopi Burnama. 

Pedang Ulung dilakonkan hampir 60 pemain, rata-rata punya skill ilmu beladiri. Peran senral di pegang oleh Barry Prima yang menurut pihak Elang Perkasa telah di kontrak selama 1 tahun untuk 5 judul film. Pemain seperti Agus kuncoro yang terkenal lewat peran Jaya Negara dalam sinetron Mahkota Mayangkara, Corry Constantia, Rendy Recky, Chitra Dewi, Mansyur Sadang, Robby Sutara, Kubu Quimariz, Yacob Essad dan lain-lain dengan special effect dipegang oleh Sudharmono. ~MF 194/160/TH IX 4-17 Desember 1993