CHRIST MITCHUM boleh jadi bintang asing yang paling laris di Indonesia di era 80an memegang peran utama. Setelah Christ muncul di "Pertempuran Segitiga", "Menentang Maut" "Dendam Membara dan "Pemburu Berdarah Dingin".
"Ini usaha hidup saya sebagai bintang film. Jadi soal main film dimana saja jadi, " ujar Christ. PT. Rapi Film mengontrak Christ yang kurang di kenal di Holywood sendiri ini dibawah harga standar seorang bintang cukup punya nama di Asia. Toh ia masih berada di puncak di banding honor tertinggi pemain Indonesia.
"Itu wajar saja. karena saya tahu film yang saya bintangi akan di edarkan keluar negeri semacam Spanyol, Mexico selain Amerika dan beberapa negara Eropa," ujar Christ yang tak pernah nonton film Indonesia.
Christ yang telah membintangi sekitar 30 film (1988) ini tak melakukan adegan berbahaya. Untuk itu sudah disediakan stuntman asal Indonesia. Gatot yang jungkir balik, jatuh bangun memakai baju miri Christ Mitchum. "Mereka, para stuntman ini dimana saja sama, saling gila-gilaan demi hidup," komentarnya. "Saya sendiri waktu umur 17 tahun pernah melakukan adegan berbahaya tanpa stuntman dalam "Summer Time Killer,". Saya terbang dan masuk air. Sekarang saya takut ambil resiko", kata Christ, anak dari bintang besar Robert Mitchum.
Usai suting terakhir film Dendam Membara, terdengar tepuk tangan ketika bintang nekat pengganti Christ, Gatot selamat dari nubruk supermarket. Dan tiba-tiba terdengar teriakan dari megaphone "Saudara-saudara silahkan kumpul. Kita makan sate dan bir," ujar Christ Mitchum yang mentraktir semua kru setelah usai suting .
Dan Christ tidak langsung pulang ke Amerika, "Saya akan mampir dulu ke Pulau Seribu menikmata hawa negeri indah ini, " ucapnya.
~MF 056/24 tahun IV, 20 Agustus - 2 September 1988
