SUTING FILM "PANCASONA", Cara menyabet dengan Tombak.
Situ Gunung, Taman wisata yang punya hutan lindung dan air terjun indah, letaknya cuma sekitar 25km dari Sukabumi. Sayangnya, jalan menuju kesana sudah termasuk rusak berat. Aspal mengelupas membuat jalan berlubang-lubang. Akibatnya perjalanan dengan mobil terpaksa memakan waktu sampau satu setengah jam.
Ketempat inilah sutradara M. Abnar Romli dan krunya dari PT. Kanta Indah Film datang utuk membuat film silat "Pancasona". Sejak pukul enam pagi mereka sudah berangkat dari tempat menginapnya di Wisma PGRI Sukabumi. Begitu sampai kamerawan Thomas Susanto langsung mengatur lampu, disekitar sebatang pohon jati tua yang tinggi menjulang.
Dalam lembah Belukar Situ Gunung inilah akan dibuat adegan pertarungan menentukan antara Barry Prima kontra Sutrisno Widjaya. Sebelum suting, Sutrisno yang juga menjadi Penata Kelahi berembug lebih dulu dengan Barry. "Mula-mula saya menyabetkan tombak, Barry melompat ke kanan lalu saya berbalik menyodokkan tombak ke arah leher, Barry menyambut dengan jepitan sepasang telapak tangan.
Barry yang tak pernah banyak bicara, cuma manggut saja. Keduanya mulai berlatih, Barry yang mengenakan rompi bersisik memperlihatkan dadanya yang bidang, Sedangkan Sutrisno Widjaya berpakaian kulit macan dan bersenjata tombak bermata dua.
Dua tiga kali berlatih, Barry yagn memang memiliki dasar Taekwondo sudah mahir melancarkan ajaran Sutrisno Widjaya. "Oke kita take", seru Romli
Barry menaiki sebuah tangga dari ketinggian ia melompat, "jleg" tepat di depan Sutrisno. Dalam film nanti tentu saja tangganya tidak kelihatan, seolah-olah Barry lompat turun dari puncak pohon.
Sutrisno yagn sudah petantang petenteng dengan tombaknya justru melupakan dialognya, terbata-bata salah ngomong. Terpaksa suting harus diulang lagi. Khusus Sutrisno di close up ketika berdialog. Maka Barry mundur dulu untuk merokok sebentar. Setelah tiba gilirannya barulah ia maju lagi. Asisten Penata Rias menyemprot-nyemprotkan air agar Barry kelihatan berkeringat di wajahnya.
Kali ini suting berjalan lancar. Sutrisno menyodokkan tombaknya, tepat di jepit dengan sepasang tangan Barry. Semua penonton muda mudi yang sedang berwisata Minggu di situ Gunung bertepuk tangan memuji atraksi gratis ini. Selain Barry dan Sutrisno, film silat ini juga dibintangi oleh Yoseph Hungan dan artis malaysia Ziela Jalil.
~MF086/54/Tahun VI, 14-27 Okt 1989
