Saturday, February 21, 2026

AMOROSO KATAMSI, Pernah Jadi Tukang Becak!

 


AMOROSO KATAMSI, Pernah Jadi Tukang Becak! (Berita Lawas). Dr. Amoroso Katamsi pemeran Pak Harto dalam film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S/PKI ternyata pernah menjadi soerang penarik becak. Tapi jangan salah, pekerjaan yagn mengandalkan otot-otot itu dia geluti hanya dalam cerita sandiwara TVRI. Persisnya tahun 1973 tak lama sesudah dia dipindahkan tugasnya ke Jakarta dari Cilacap. 

"Begitu saya pindah ke Jakarta, langsung diajak kawan-kawan main sandiwara lagi," kenang Amoroso Katamsi jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada Yogya tahun 1966. Apa judul Sandiwaranya? "Wah saya lupa. Yang saya ingat cuma pengarah acaranya Amir Hamzah, "katanya sambil mencoba mengingat ingat. 

Pamen ABRI berpangkat kolonel TNI AL ii memang bukan orang baru di bidang teater. Ketika masih menjadi mahasiswa di Yogyakarta, Tam demikian panggilan akrabnya terlibat aktif dalam kegiatan pentas. Tahun '62-64 dia jadi anggota grup studi drama Yogya dibawah asuhan WS Rendra, kemudian Tater Muslim ('63-66). Selesai kuliah Amoroso memasuki dinas TNI AL (1966) dan selama tiga tahun hingga 1969 ditempatkan di kapal Skadron 31 (Sebagai dokter kapal). Turun dari kapal dia ditempatkan di Lanal TNI AL  Cilacap seabgai kepala kesehatan, hingga kepindahannya ke Jakarta tahun 1973. Selama bertugas di darat itu Amoroso sempat membentuk grup Teater Widjajakusumah di Cilacap. 

Kecintaanya terhadap dunia teater ini rupanya sudah mendarah daging bagi putra pasangan Pak Slamet Martorahardjo/Iman Sopijay yang dilahirkan di Jakarta  21 Oktober 1940. Walaupun sehari-harinya dia cukup sibuk dengan tugasnya di lingkungan TNI AL, namun dia tak melewatkan kesempatan untuk tetap manggung, termasuk kegiatannya dengan Teater Kecilnya Arifin C Noer. 

Bertolak dari dunia panggung pulalah Amoroso Katamsi diajak main film. Dimulai dengan film semi dokumenter Darah Ibuku (1976). Disusul Cinta Abadi, Menanti Kelahiran, Terminal Cinta dan banyak lagi. Kesempatan paling berharga dan mungkin tak bisa dilupakan seumur hidup ialah ketika dipercaya memerankan tokoh Mayjen Soeharto dalam film Penumpasan G 30 S/PKI, sebuah film yang mengungkap peristiwa berdarah G 30 S/PKI.

Tidak banyak orang tahu, bahwa Amoroso ketika masih menjadi mahasiswa dulu (1962-1966) adalah juga seorang penyanyi seriosa di samping penyanyi koor. Kegiatan dunia tarik suara memang sejak lama dia tinggalkan, namun kegiatan akting tetap akan dia pertahankan sampai entah kapan. 

"Kebetulan pimpinan memaklumi kegemaran saya," paparnya perihal dunia akting yagn digelutinya selama ini. Jadi kalau ada tawaran main film dan kebetulan waktunya memungkinkan biasanya Pak Dokter yang Pamen ABRI ini diberi kelonggaran oleh pimpinannya. Tapi seringkali juga persis ada tawaran dia sedang sibuk-sibuknya di kantor, sehingga sulit meninggalkan tugas. Kalau terjadi begitu maka panggilan tugas biasanya lebih diutamakan. 

~MF 093/61 Th VI, 20 Jan - 2 Feb 1990

No comments:

Post a Comment