ATIN MARTINO, SI MANTAN JUARA SILAT, Hidup Harus Ulet dan Tekun! Hidup itu tidak gampang, penuh tantangan dan untuk menghadapi segala tantangan itu, perlu perjuangan dan ketekunan, keuletan agar meraih sukses yang diharapkan.
Demikian papar mantan juara IPSI se Jatim yagn sejak akhir tahun 1985 menggeluti dunia film, ketika wawancara disela-sela suting "Anak Anak Kolong" arahan Lukmantoro yang berlokasi di Cirebon - Kuningan dan sekitarnya.
ATIN MARTINO yang mengawali karir sebagai film figuran lewat film perdananya "Menerjang Badai" arahan Dasri Yacob ini mengaku sejak usia SD hobby nonton film action. Dari situlah ia tertarik belajar bela diri Pencak Silat dan menggemari kung fu.
Anak bungsu dari pasangan Soedirman dan Soenarti ini terlahir di kota Surabaya tepatnya 16 Desember 1962. Sebagai anak bungsu dari lima bersaudara, ia dituntut mengikuti jejak kakak-kakaknya belajar hidup mandiri dan tidak menggantungkan diri pada orang lain.
Itulah sebabnya ia memutuskan memilih film sebagai ladang hidupnya. Siapa bilang film tidak bisa diharapkan, buktinya saya berangkat dari bawah sebagai figuran. Modalnya itikad dan semangat juang, saya bersikeras menggeluti dunia film ini sampai prestasi puncak, tutur arek Suroboyo penggemar musik cadas ini.
Alhamdulillah sudah banyak film yang saya geluti diantaranya Mat Ireng, Wiro Sableng dalam judul Kapak Maut Tutur Sepuh , Anak-anak Kolong dan lain-lain yang sebagian besar film aksi, " ujar Atin Martino yang berperakawan kekar dengan tinggi 172 cm .
Aktor yang mulai naik daun ini sudah beberapa kali memegang peran utama. Namun ia sendiri tidak pernah merasa puas, ia selalu mengevaluasi diri dari film yang satu ke film lain, disamping menimba pengalaman dari para senior dan sutradara.
Setiap insan pasti merindukan keluarga, akan halnya saya dalam kegiatan syuting terkadang muncul rasa rindu. Dalam hal ini, kita harus bisa membagi jadwal antara profesi dan kepentingan keluarga, dengan penuh pengertian dan ketulusan hati, " ucap Atin .
Menyinggung soal honor main film, ia mengelak. Ini rahasia dong dan rasanya kurang etis diketahui secara umum kilahnya. Pokoknya lumayan buat kebutuhan "dapur ngebul" dan prinsip hidup saya, menerima apa adanya dengan penuh kesadaran ikhlas dan tabah menghadapi tantangan hidup, ujar laki-laki yang benci kepada orang yang tidak jujur dan munafik ini.
~sumber MF 119/87 Tahun VII, 19 Jan - 1 Feb 1991

No comments:
Post a Comment