Showing posts with label Genta Pertarungan. Show all posts
Showing posts with label Genta Pertarungan. Show all posts

Tuesday, January 27, 2026

ADVENT BANGUN, PUNYA DUA KARAKTER


 ADVENT BANGUN, PENULIS SKENARIO DAN CERITA  GENTA PERTARUNGAN Jangan pingin jadi juara kalau anda tak bisa menaklukkan diri sendiri. Ini bukan nasihat, tapi setidaknya ini wanti-wanti yang harus di dengar oleh setiap orang yang akan memasuki perguruan silat atau ilmu bela diri yang lain. 

Advent Bangun, Jawara dalam soal beran tem dalam film, memegang kuat falsafah ini. Dan dia laris membintangi film laga. Sebuah film yang juga masih berkisar soal bak buk muncul. Ide ceritanya diilhami oleh pengalaman Advent sendiri. Film itu berjudul Genta Pertarungan yang mempunyai judul asli "Sang Pemenang". 

"Ide itu memang muncul dari pengalaman pribadi, yang kemudian saya angkat dalam cerita. Tentu perlu di dramatisir sedikit supaya tambah seru, " kilah Karateka penyandang DAN IV ini dengan suara mantap dan menggelegar. 

Film ini menceritakan tentang seorang karateka yang mempunyai keinginan besar untuk menyabet kejuaraan terbuka, dalam sebuah perlombaan. Padahal oleh isteri dan mertuanya, sang jagoan ditentang mati-matian karena khawatir akan terjadi apa-apa. Sampai-sampai pakaian karate yang sering di gunakan di bakar oleh si mertua. Si jagoan ini makin penasaran. Pada saat pertandingan berlangsung, ia sudah mulai cedera. Tangannya luka parah, bahkan nyaris patah tulang. Apalagi ia tahu kalau ada lawannya yang menggunakan dopping. Ia ingin menaklukkan lawannya sekaligus menaklukkan diri sendiri. Akhirnya iapun memenangkan pertandingan itu, menjadi sang pemenang. 

"ini memang pengalaman pribadi saya. Sebenarnya saya dilarang ikut karate oleh orang tua dan kakak saya. Darisinilah ide itu saya tulis dalam sebuah cerita dan setelah saya sodorkan pada produser, ernyata diterima, " tambah Advent Bangun. 

Film ini jelasnya mengisahkan heroisme seseorang. Benar begitu bung? "Lho saya kan jagoan, tapi saya nggak boleh sombong. Apalagi saya hidup di Melayu. Kan haru srendah hati. Meski saya orang Batak, tapi saya pernah lama hidup di Yogya. Makanya saya punya dua karakter, Batak dan Jawa.. haha.

~MF