Showing posts with label Nawi Ismail. Show all posts
Showing posts with label Nawi Ismail. Show all posts

Monday, December 29, 2025

OBITUARI NAWI ISMAIL

 


OBITUARI NAWI ISMAIL. Perginya seorang Tokoh. Nawi Ismail adalah sutradara 3 jaman, Sosok seorang tokoh perfilman yang dirawat di RS St. Carolus dan beliau meninggal dunia pada pukul 13.33 Kamis 8 Februari 1990 dan dikebumikan keesokan harinya. 

Sebelum meninggal dunia, Nawi Ismail sudah menderita penyempitan syaraf tulang belakang yang menyebabkan kelumpuhan, juga mengidap penyakit darah tinggi. Sementara sebelum meninggal, terjadi komplikasi karena asma kronisnya kambuh, paru-parunya terisi air dan jantungnya terserang. Sehari sebelum meninggal tepatnya Rabu Sore, almarhum Nawi Ismail dinyatakan dalam keadaan koma dan dirawat di Unit Perawatan Intensif. 

Perjalanan karirnya mulai terjun ke film setelah menyelesaikan pendidikan MULO. Film pertama, Macan Ketawa telah melibatkannya sebagai pemain film figuran, dibuat tahun 1940 setelah itu, tahun 1941 sebagai pemain pembantu dalam Melati Van Agam.

Tahun 1940an, almarhum mulai mengabdi di film sebagai pembantu juru kamera, pembantu editor dan petugas lab. Kemudian ia juga ikut main dalam film Ikan Doejoeng dan Selendang Delima pada tahun 1941.

Ia jadi tentara waktu perang kemerdekaan dan berhenti pada tahun 1950 dengan pangkat Letnan Dua. Sebelumnya, almarhum bekerja pada Nippon Eigasha sebagai pembantu editor dan pencatat skrip film-film berita Nampo Hodo. 

Di tahun 1950, setelah keluar dari TNI, bekerja pada PFN, mengedit film cerita seperti Sedap Malam dan untuk Sang Merah Putih, sambil menuliskan skenarionya yang pertama Inspektur Rachman dimana ia juga sebagai pembantu sutradara. 

Film pertama yang di sutradarainya berjudul "Akibat" yang dibuatnya pada tahun 1951. Menyusul film Solo Di Waktu malam, yang dibuat tahun 1952. Namanya kemudian mulai diperhitungkan setelah pembuatan film berjudul Berabu produksi pertama Dewi Film tahun 1960. Sedang tahun 1970an, namanya kembali terangkat setelah film Si Pitung. Film-filmnya yang banyak melibatkan Benyamin S sebagai pemain, sangat di gemari masyarakat. Dia pulalah yang mengangkat nama Warkop lewat bisokop pada tahun 1979. Film terakhir yang di sutradarai , Si Pitung Murid yang Baik (judulnya berganti ya), tahun 1986

~MF 095/63/Tahun V, 17 Feb - 2 Maret 1990


Thursday, October 24, 2024

NAWI ISMAIL

 


NAWI ISMAIL merupakan seorang sutradara film handal yang sudah banyak menyutradarai film. Pada kesempatan ini komunitas kpfij mencoba mengupas Nawi Ismail di kutip dari buku petunjuk FFI 1983. Lahir 18 April 1918. Nawi Ismail namanya lebih di kenal sebagai sutradara film-film Benyamin S.

Selesai sekolah Nawi bekerja di percetakan Kolf Jakarta dan berhenti tahun 1930 untuk main dalam film "Macan Tertawa" seabgai figuran, lalu "Melati Van Agam"(1940) sebagai pemain pembantu. Tahun 1940 dia bekerja pada "Standard Film" sebagai pembantu juru kamera merangkap pembantu editor di laboran sambil juga ikut main, diantaranya dalam "Ikan Duyung" (1941), "Selendang Delima" (1941). Pada jaman Jepang Nawi bekerja pada "Nippon Eigasha" sebagai pembantu editor dan juru catat skrip film-film berita Nampo Hodo. 

Waktu perang Kemerdekaan dia masuk TNI dan berhenti ditahun 1950 dengan pangkat Letnan Dua. Dalam tahun itu juga dia kembali ke film menjadi karyawan PFN. Waktu itu, selain film-film berita dan dokumenter dia juga mengedit film-film cerita, diantaranya "Untuk Sang Merah Putih" (1950), "Sedap Malam" produksi perdana PERSARI (1950).

Sementara itu dia juga mulai menulis skenario, yang pertama untuk "Inspektur Rachman" (1950) sembari merangkap sebagai pembantu Sutradara. Tahun "A1951 dia mulai menyutradarai sendiri pertama kali untuk "Akibat", kemudian "Solo di Waktu Malam" (1952). Setelah itu Nawi banyak menyutradarai, namun namanya lebih dikenal sesudah "Berabe" produksi pertama Dwi Film tahun 1960, lalu diulanginya lagi lewat film-film seri "Si Pitung" diawal 1970-an yang juga di produksi Dewi FIlm. 

Ketrampilan memilih dan mengolah film-film yagn di senangi masyarakat makin tampak lewat film-film seri Benyamin, seperti "Benyamin Biang Kerok" (1973), "Benyamin Brengsek" (1974, "Benyamin Koboi Ngungsi" (1973), "Benyaming", lalu di awal 1978 menyutradarai "Zaman Edan".

Tidak hanya film komedi , film film drama dan laga juga menjadi film yang di garap oleh Nawi Ismail. 

Nawi Ismail tutup usia pada 8 Februari 1990. 

Ada yang masih ingat film-filmnya?