Showing posts with label biksu kampala. Show all posts
Showing posts with label biksu kampala. Show all posts

Friday, February 20, 2026

SAUR SEPUH 5, BIKSU SAKTI DAN PETUALANGAN CINTA LASMINI

 


SAUR SEPUH 5, BIKSU SAKTI DAN PETUALANGAN CINTA LASMINI (Cerita Lawas). Saur sepuh yang pernah memecahkan rekor sebagai film terlaris sepanjang masa dalam sejarah perfilman Indonesia, dilanjutkan pembuatannya. Setelah episode pertama, Satria Madangkara, disusul Pesanggrahan Keramat, Kembang Gunung Lawu dan Titisan darah Biru yang kesemuannya digarap Imam Tantowi, kini di episode ke 5, Istana Atap Langit, pengarahannya beralih ke tangan Torro Margens. 

Para pemain utama kembali bermain  Murti Sari Dewi si pendekar genit Lasmini, Fendy Pradana Prabu Brama Kumbara raja Madangkara, Elly Ermawatie si ketus judes Mantili, adik Brama, dibantu duet Lamting-Joseph Hungan sebagai Lugina dan Kijara, sepasang tokoh aneh musuh Brama serta Candy Satrio melanjutkan perannya sebagai Bentar. 

Munculnya tokoh-tokoh baru, dua rahib sakti dari Tibet, Biksu Kampala dan Biksu Targu di perankan oleh Golden Kasmara dan Hans Wanaghi, Datuk Saluntung penguasa Tanah Malaka diperankan oleh Baron Hermanto, Pendekar Ilalang oleh bintang tamu Gito Gilas, Raden Wanapati oleh Agus Kuncoro, juga Fitria Anwar yang berperan sebagai Harnum setelah sebelumnya di Saur Sepuh 3 berperan sebagai Dewi Paramitha. Plus 4 murid Lasmini yang diperankan oleh empat remaja, Hilda Ridwan Mas, Anita Hakim Ida, Dagmar, Gusti Retno. Tokoh-tokoh yang tak asing bagi pendengar setia serial sandiwara radio karangan Niki Kosasih yang berjaya di era pertengahan 80an .

Di banding empat episode pertama, nampak jelas berbeda kostum parara tokoh.  Penata Busana Nelwan Anwar berdalih "Cerita ini sebenarnya fiktif. Terjadi di negeri dan zaman antah berantah, jadi sah saja kalau busana Lasmini dan murid-muridnya dibuat sensual dan glamour, tak sekedar kone cepol dan berkain batik. 

Tiga grup fighting instructor bekerjasama menata adegan-adegan pertarungan seru yang meyakinkan dibawah pimpinan Sutrisno Wijaya, Eddy S Yonathan dan Robert Santosa . 

Sementara Kamerawan kawakan Tantra Suryadi mempin tiga kamera Ari-3 untuk pengambilan gambar jernih di lokasi Taman Mini Indonesia Indah dan Taman Margasatwa Ragunan. Suting berlangsung tiga bulan. Kendati bujet tak sebesar produski pertama (Satu Milyar) namun sudahmenghabiskan lebih dari 600juta. 

Petualangan Cinta Lasmini. Episode ke 5 ini merupakan kelanjutan langsung episode ke 3 Kembang Gunung lawu. Pada akhir film terlihat Lasmini  yang pingan seelah duel sengit dengan Mantili, dilarung ke laut. Seperti bisa di duga ia belum ditakdirkan ajal. Ditolong Datuk Saluntung tokoh sakti dari Tanah Malaka. 

Lasmini di sembuhkan, dan di peristri oleh Datuk Saluntung. Tibalah dua rahib sakti dari Tibet. Biksu Targhu dan Biksu Kampala untuk bertemu Datuk Saluntung. Mereka ingin pergi ke Jawa Dwipa untuk mencari Brama Kumbara. Melihat kesaktian mereka, Lasmini menjadi cemas. Dalam hati kecilnya ia memang masih mencintai Brama. Maka iapun pamit pada Saluntung untuk memberi bisikan pada Brama tentang ancaman dua biksu tersebut. 

Ketika Lasmini sendiri mencoba mencegah, ia dikalahkan dengan mudah. Berita pun bertiup ke istana Madangkara. Justru sang Prabu tengah bersemedi untuk menciptakan gabungan ilmu-ilmu puncak. Maka Panglima Ringkin mengutus Daha dan Landu untuk melacak niat kedua Biksu. Namun kedua utusan pontang panting kena labrak. Saat lari, Daha dan Landu bertemu Lasmini yang mengingatkan adanya ancaman terhadap Brama. 

Mantili malah salah paham. Menduga Lasmini yang sengaja mendatangkan kedua Biksu. Iapun mengundang Ki Jara dan Lugina, sedang Raden Bentar resah sendiri karena masih menyimpan rasa terhadap Lasmini. 

Bentruk antar pendekar berbuntut tewasnya Biksu Targhu dan Lugina secara Sampyuh. Gugurnya sang saudara seperguruan membuat Kampala murka tak kepalang. Ki Jara dihajar ringsek. Ada orang yagn secara sembunyi menambah penderitaan dengan mempercepat kematian dengan senjatanya anggrek. Tepat pada saat itulah Lasmini muncul seolah melerai. Kampala yang dilanda emosi diajak ke padepokan Anggrek Jingga milik Lasmini. 

Usai memperabukan jenazah Biksu Targhu, Kampala yang berduka di rayu Lasmini. Ternyata iman sang Biksu tidak tergoyahkan. Lasmini menghalalkan segala cara, menuang racun kedalam minuman. Hebatnya meski keracunan, Kampala masih bisa menggebah keempat murid Lasmini sebelum melesat kabur. Lasmini batal mengejar karena di cegat oleh Mantili yang tiba-tiba muncul. Dua pendekar wanita ini langsung saja adu mulut dan pedang. 

Biksu Kampala ditolong Bentar, kembali ke padepokan Anggrek Jingga. Bertepatan dengan Robohnya Mantili dan Lasmini yagn sama-sama luka dalam. Lasmini ditolong oleh Aki Kolot, tokoh sakti yang sudah mengundurkan diri dari dunia persilatan, sedangkan mantili diobati oleh Biksu Kampala. 

Mantili menghadap Brama, mengungkapkan tujuan Biksu Kampala yang sebenarnya ingin bertukar ilmu secara persahabatan. Brama dan Kampala mulai tertanding. Sama tinggi ilmunya dan hasilnya dihitung seri karena sama-sama terluka. Di akhir kisah, Bentar ikut berguru ke Tibet bersama Biksu Kampala.