Showing posts with label pelawak. Show all posts
Showing posts with label pelawak. Show all posts

Saturday, June 27, 2026

KANG IBING


PENGALAMAN KANG IBING (berita lawas). Silakan terka, seorang laki-laki dnegan raut muka blo'on dan wajah tanpa dosa yang populer sebagai pemain film, pelawak, MC dan mubaligh. Tiada lain dialah Kang Ibing, yang film terakhirnya Babi Ngepet/Nyegik/Warisan Terlarang berpasangan dengan Yati Octavia. 

Sebagai pelawak, tentunya banyak pengalaman unik, lucu atau mengenaskan pernah di alaminya. Ketika di temui di sela-sela suting sinetron SI Kabayan dan Orang Beken, di studio TPI Jakarta, Kang Ibing yang punya nama Ibing Kusmayatna bernostalgia. 

Suatu saat dia diminta tampil melawak secara solo oleh sebuah Panitia dari instansi Angkatan Udara. Ketika pengundang datang kerumahnya, kebetulan, Kang Ibing yang waktu itu masih menjadi penyiar Radio Mara, Bandung sedang berhalo-halo di studio. Permintaan mengisi acara diterima oleh istrinya tanpa bisa memutuskan ya atau tidak, tapi berjanji jawaban segera disampaikan lewat telepon, apalagi rencana acara tinggal 3 hari lagi. 

Sore sesampai dirumah, tanpa tanya lebih jauh lagi, Kang Ibing mengangkat telepon dan langsung setuju mengisi acara tersebut. 

Acara berlangsung dan Kang Ibing sudah tahu yang akan hadir dari lingkungan Angkatan Udara. Kang Ibing seperti lazimnya melucu selalu menyelipkan bahasa Sunda, apalagi acara ini diselenggarakan di Bandung, maka banyolan-banyolannya lebih banyak menggunakan bahasa daerah. 

Anehnya, sudah hampir 1 jam, Kang Ibing melontarkan berbagai kocokan tentang kedirgantaraan, tapi tak satupun penonton tersenyum, apalagi sampai tertawa terbahak-bahak. Sedang menurutnya dimanapun melawak, penonton 99,9% pasti gerr....

Sudah memeras otak, menguras seluruh simpanan lawakannya, belum juga menimbulkan ledakan tawa, sampai-sampai keluar keringat dingin. Mimik penonton dilihatnya kaku dan mulut seolah-olah terkunci. Akhirnya kang Ibing menyudahi penampilannya dengan kecewa berat. "Seumur hidup, baru saya alami kejadian seperti ini, sumpah."

Selanjutnya, paa saat pamit sambil ..(biasa ambil honor), Ketua Penyelenggara seraya mengucapkan terima kasih juga menjelaskan, bahwa penonton yang hadir malam itu adalah para lulusan Taruna AU yang usai dilantik dan seluruhnya berasal dari Jawa Timur. 

"Pantas saja mereka tak tergelitik dengan lawakan saya yang dikuras habis-habisan. Rupanya akibat banyolan yagn saya sodorkan pakai bahasa urang (sunda), gerutu Kang Ibing sambil berlalu dari gedung pertunjukkan. ~MF No. 156/123/TH.VIII/27 Jun-10 Jul 1992


Tuesday, January 20, 2026

DOYOK SUDARMADJI

 


DOYOK SUDARMADJI, ASAL MULA PAKAI NAMA DOYOK DAN KEHIDUPAN SEBELUM MAIN FILM, Nasib baik memang tak pernah pandang bulu. Dan nasib baik itu pula yang menyinggahi Doyok Sudarmadji. arek Surabaya yang kondang sebagai pelawak."Padahal dulu saya ini hobbynya ngebut lho, sampai pernah jungkir balik di jalanan, " ujar Doyok. 

Padahal, menurut Bapak bertubuh kecil ini, sebelumnya jadi pelawak dan kemudian main film, hidupnya sejak berada di Jakarta begitu pahit. "Saya malah pernah jadi tukang tambal ban, " tuturnya.  Tidak cuma itu, iapun mengaku sempat pula hidup dalam suasana yang ugal-ugalan. "ngebut dan petentengan di jalanan dengan motor besar, itu dulu menjadi bagian sehari-hari saya, " katanya. 

Namun nasib lain kemudian merubah hidupnya. Ya kecelakaan di jalanan waktu ngebut itulah yang menurutnya membuat sadar. Lalu bersama beberapa rekannya yang seide ia lalu bikin grup lawak yang diberi nama "Doyok Group". "Nama Doyok sendiri kami ambil dari nama tokoh komik di Poskota atas izin mas Kelik, pengarangnya. Waktu itu kami akan ikut lomba lawak di Ancol," ujar Doyok. 

Doyok yang mengaku dari hasil melawak dan main film itu bisa beli rumah dan pasang telepon, menyebutkan, dunia lawak dan film tampaknya memang sudah menjadi bagian dari hidupnya. "Pokoknya saya akan terus main film dan melawak," tuturnya. Lalu bagaimana pembagian rejeki dengan teman-teman? "Kalau soal itu kita berusaha terbuka. Kita bagi rata hasil pendapatan kita. Tentunya dengan aturan main tersendiri dong, " jawabnya. 

Lalu apa sih enaknya main film dan melawak? "Wah pokoknya lebih enak daripada ngebut. Main film itu bisa bikin saya dikenal banyak orang, dan melawak bikin saya gembira karena bisa menghibur orang banyak," jawabnya. Demikian seperti dituturkan dalam MF tahun 1988

~MF 082/50/TH.V, 19 Agustus - 1 Sept 1988