HADISYAM TAHAX, ANTIGONE DARI MEDAN, Idham Sjamsuddin bin Taha ini lebih terkenal dengan Hadisyam Tahax, "profesi film' kan selalu menuntut yang praktiks dan khas, " begitu kilahnya. Lahir di Tanjung Balai , 15 Agustus 1927, menyelesaikan pendidikannya di Anglo Indonesia School, Medan, sampai kelas VII.
Mengenal dunia film, juga ditanah kelahirannya 1955, ketika dibuat film berjudul, " Peristiwa Danau Toba". Sebagai pemain juga "Sungai Ular" (1961).
Hijrah ke Jakarta, pusat kegiatan perfilman nasional, Tahax makin memantapkan nama. 1965 dia tampil sebagai pemeran utama dalam "Luka 3 kali", wajahnya yang khas, membuat namanya cepat terserap oleh ingatan masyarakat. Apalagi, dalam kebanyakan filmnya yang puluhan judul, Tahax sering kali tampil sebagai lawan main pemegang peran utama. Peran-peran antagonis, yang umumnya berkarakter jahat. Tahax sempat mendapat julukan "The bad boy on teh screen," Si Buruk di layar putih.
Peran-peran demikian, ruanya tetap menjadi "langganan"nya sampai dasawarsa 1980an, dia tetap kebagian peran-peran sebagai antigone. "Itulah rejeki abang" tanggapnya. Menekur, mengingat sekian banyak mulut dalam keluarganya yang mesti dibela dan diperjuangkannya lewat kesempatan-kesempatan main film itu.
Dalam umurnya yang semakin menua, peran-peran yang dipercayakan sutradara maupun produser kepadanya, memang semakin kurang. Tetapi bagi Tahax, kepercayaan itu cukuplah seabgai tanda bahwa orang masih mengingat diri dan prestasinya. Demikian, tak terkirakan senang dan bangganya, ketika "Musang Berjanggut" mencantumkan namanya sebagai salah seorang pemain. Senang dan bangga, karena kesempatan dalam tahun ke 28 karir filmnya, justru dari daerah kelahirannya sendiri. Produser dari Medan dan film itu dibuat justru untuk menghadapi festival film Indonesia di Medan. Diapun bangga, merasakan tanah kelahirannya mampu menjadi tuan rumah, sebuah peristiwa kebudayaan yang besar dalam catatan sejarah negaranya.
Kebanggaan yang tersisa, setelah aktivitas dalam sandiwara dipentas maupun televisi, berlangsung surut. ~buku ffi 83
