BETHARIA SONATA, BIARKAN AKU CEMBURU BERHONOR RP. 25 JUTA! (Kisah lawas). Merangkap profesi di negeri ini merupakan hal yang gampang. Ngetop di satu profesi maka kesempatanpun terbuka untuk profesi yang lain. Ngetop di dunia tarik suara, maka membuka kesempatan di film, misalnya. Itulah Betharia Sonata, Penyanyi pop yang biasa melantunkan lagu cengeng, seperti diakuinya sendiri, ikut terlibat dalam dunia layar putih. Dan tak tanggung-tanggung buat film keduanya "Biarkan Aku Cemburu" dia menerima honor Rp. 25 Juta!. (suatu nilai yang fantastis dikala itu).
SRI BETHARIA ASTUTIE nama lengkapnya. Pertama kali terjun dalam dunia layar putih lewat film "Kamus Cinta Sang Primadona" arahan sutradara Abdi Wiyono. Dalam film ini Betha, lebih enak di panggil begitu cuma dibayar Rp . 2,5 juta. Tampaknya Betha telah membuat sejarah tersendiri soal honor dalam perfilman nasional. Paling tidak dialah bintang gres yang berani pasang honor yang selangit itu. "Soal itu ada yang mengatur, ada yang memanage, yaitu mama saya," jawab Betha ketika ditanya keberaniannya itu.
Dalam film "Biarkan Aku Cemburu" yang dalam penyelesaian akhir, Betha memerankan Unik, seorang gadis pencemburu. Film yagn di garap sutradara Christ Helweldery ini, masih bertema seputar remaja. Unik, gadis pencemburu itu dalam menumpahkan kekesalan atau kekecewaannya di ekspresikan lewat tarian. Unik menjadi penari kontemporer.
"Tadinya saya nggak bisa menari," ungkap Betha mengomentari perannya itu. "Karenanya saya belajar keras. Kalau ada kemauan pasti ada jalan untuk meraih sesuatu, " ucapnya mantap.
Betharia Sonata, lahir 14 Desember 1961 di Bandung, mengelak disebut serakah dalam profesi. "Kesempatan itu datang, kenapa tidak diambil," kilahnya. "Dan saya ingin mencoba mengembangkan bakat. Setebutlnya, dulu saya bercita-cita ingin jadi bintang film. Tapi, rupanya saya kecantol di nyanyi. Sekaranglah saatnya saya mengembangkan bakat. Sejak kecil saya sudah ikut-ikuan main drama. Di SMP IV Bogor, saya pernah ikut pentas drama berjudul "Raja Diraja". Juga pernah grup drama sekolahan saya menjadi juara I se Kabupaten Bogor. Dunia akting sudah nggak asing lagi , kan? Kini di dunia film, saya akan lebih serius lagi, " tuturnya dengan penuh semangat.
Meski begitu, pertengahan tahun lalu (1988) Betha pernah bikin "kesal" sutradara Sophan Sophiaan saat menggarap film "Ayu dan Ayu". Betha yang hendak dijadikan peran utama film tersebut malah membatalkannya karen kesibukan, walaupun ia sudah menandatangani kontrak.
Betha memulai karirnya tahun 1979. Ia muncul di TVRI Stasiun Pusat Jakarta. Ia mulai menyeruak di bantika musik lewat karya cipta Rinto Harahap dalam lagu "Kau Tercipta Untukku". Namanya kian melambung, dan karena lagu ini pula ia berhasil meraih Piringan Emas (1980-1981). Tampaknya lewat tangan Rinto Harahap nama Betharia Sonata di kenal di seantero nusantara. Dan di tahun 1981 ia memperoleh Plakat Anugerah III dari Kiskotik Indonesia. Belakangan ini pun nama Betha sering di sebut, karena lagunya yang berjudul "Hati Yang Luka" karangan Obbie Mesakh menjadi penyulut dilarangnya lagu-lagu cengeng ditayangkan di TVRI.
"Sebetulnya kita juga lagi bingung mencari lagu yang tak termasuk kriteria tersebut. Tapi, kita terus mencari lagu yang dapat di terima masyarakat," komentarnya. Namun ia segera menyambung dalam nada bingung. " warnanya apa atuh?!".
Ketika ditanya mana yang lebih enak antara dua profesi itu, Betharia menjawab bahwa dua duanya enak. Tapi kalau di nyanyi meledak, ada bonus. Sayang sekali, yah, di film nggak ada itu. Saya terima, kok kelumrahan itu," ucapnya dengan berat hati. ~MF 066/34/Tahun V/7-20 Jan 1989

