Showing posts with label Biarkan Aku Cemburu. Show all posts
Showing posts with label Biarkan Aku Cemburu. Show all posts

Friday, May 8, 2026

NICKY ASTRIA AKHIRNYA TERJUN KE FILM


 NICKY ASTRIA AKHIRNYA TERJUN KE FILM (berita lawas). Nicky Astria, rocker cantik dari Bandung akhirnya tak kuasa menolak tawaran main film. Atas bujukan Eddy D Iskandar yang datang bersama Tomi Indra produser "Tiga Sinar Mutiara Film" akhirnya Nicky bersedia menandatangani kontrak main dalam film "Biarkan Aku Cemburu". Kenapa sampai Nicky akhirnya tergrak mau main film, mungkin karena pendekatan yang dilalukan oleh Eddy D Iskandar sang penulis cerita  dan skenarionya. Padahal selama ini sudah banyak juga tawaran main tapi semuanya ditolak oleh Nicky. 

Peran yang dipercayakanoleh Christ Helweldery yang bertindak sebagai sutradara "Biarkan AKu Cemburu" sebagai Komala, mahasiswi sinematografi. Usianya baru 19 tahun, dalam penampilan sehari-hari Komala nampak lincah, agresif, dinamis dan panjang akal. 

Sewaktu akan mendandatangani kontrak, Nicky wanti-wanti kepada produser dan sutradaranya agar dia tidak melakukan adegan ciuman apalagi buka-bukaan. Pokoknya Nicky tidak mau sampai ada imej yang negatif dan bisa merusak citra dia sebagai penyanyi kondang. Berapa honor Nicky? "Wah sorry deh, itu mah rahasia, " kata penyanyi rock yang bulan September (1988) lalu menerima penghargaan BASF Award berkat alunan nadanya dalam album "Gersang".

Penghargaan itu ditandai pula dengan melancong cuma-cuma ke negeri kanguru selama 15 hari.

Tiga tahun sebelum Nicky juga memperoleh penghargaan yang sama berkat album "Jarum Neraka" kemudian sempat melancong ke Jerman sekaligus melongok pabrik BASF. Tahun kemarin dia sempat mengunjungi beberapa negara Eropa antara lain Paris, Swiss, Jerman dan lain-lain. Juga hadiah dari BASF karena album "Tangan Tangan Setan" meledak di pasaran. 

Sukses yang di peroleh Nicky dalam bidang vokal ini terutama berkat dorongan dari pihak keluarganya sendiri, disamping pihak yang tak bisa disebutkan satu persatu. Diantara sekian banyak yang ikut memoles Nicky terdapat tangan dingin Denny Sabri dan kakaknya sendiri Boeky Wikagoe. Juga sukaety Hidayat dan Pandji Tisna Sendjaja. 

Mojang geulis ini sudah memperlihatkan bakatnya sejak usia kanak-kanak. Pada 1971 dia sudah keluar sebagai juara I festival Penyanyi Cilik se Kodya Bandung. Selama empat tahun sejak 1972 Nicky hijrah ke Malaysia ikut kedua orangtuanya. Disana dia sempat diasah vokal oleh Suhaemi Nasution, orang Indonesia yang berdinas di sana. Pulang ke tanah air Nicky yang tomboy ini sempat mencetak berbagai prestasi bidang tarik suara. Dia seperti langganan menerima penghargaan atas berbagai juara yagn sempat disandangnya pada Festival Lagu Tingkat Jawa Barat.  ~MF 61/29 Tahun V 29 Okt - 11 Nov 1988

Monday, May 4, 2026

BETHARIA SONATA, MAU TIDAK MAU HONOR SAYA HARUS 25 JUTA!

 


BETHARIA SONATA, MAU TIDAK MAU HONOR SAYA HARUS 25 JUTA! (berita lawas). Para penyabet Piala Citra boleh bangga karena setelah itu honornya bisa sedikit naik. Bintang film terlaris sekali pun boleh bangga honornya sekali main bisa mencapai Rp. 20 juta. Tapi Betharia Sonata, yang lagi main film sebijipun, bisa berbangga diri bahwa honornya sekali main film 25 juta rupiah. 

Betha memang orang baru di film. Ia barusan merampungkan film "Kamus Cinta Sang Primadona" yang digarap cukup norak. Dalam film ini Betha cuma dibayar Rp. 2,5 juta dengan perhitungan kalau soundtrack lagu film ini laris akan dapat royalti khusus. 

Malah, ketika Sophan Sophian akan menggaet Betha untuk menjadi peran utama dalam film "Ayu dan Ayu" yang sudah ditandatangani, kemudian batal karena kesibukan Betha, cuma dibayar 5 juta rupiah. 

Kini semua bintang boleh iri, Betha mampu menaikkan honor di filmnya menjadi Rp. 25 juta. Satu hal yang barangkali belum ada sejarahnya dalam film nasional menggaet bintang gress dengan bayaran segitu.

Ini memang honor kaget Betha untuk film keduanya berjudul "Biarkan Dia Cemburu" yang disutradarai oleh Chris Heldewery yang pernah  menggarap "Telaga Air Mata".

"Biarkan AKu Cemburu" berdasar novel Eddy D Iskandar yang sekaligus menuliskan skenarionya . Produsernya adalah Tommy Indra, yang pernah menggarap film "Gita Cinta Dari SMA", "Puspa Indah Taman Hati", "Gadis Marathon" serta "Gepeng Bayar Kontan", selain 8 film lainnya. 

Film ini berkisah tentang romantika anak-anak IKJ (Institut Kesedian Jakarta) jurusan Tari. Tapi lupakan dulu soal ceritanya. 

Honor yang cukup selangit ini sendiri membuat banyak produser protes. "Ini bisa merusakkan harga" ujar beberapa produser. Tapi Tommy yang kegiatannya sebagai petani tambak di Lampung tenang-tenang saja. "Ya saya kira kalau Betha minta segitu dan saya anggap pantas ya bayar saja, ujar Tommy yang pernah diisukan bangkrut dari kegiatan film. Ya ini sekaligus membuktikan saya tidak bangkrut. Biar orang lain tahu saya bisa bayar artis dengan harga pantas," kilah Tommy yang membayar Betha dengan cash sesuai permintaannya. 

Beberapa orang film menyangsikan bahwa Betha yagn sering tour show nyanyi, bisa mentaati jadwalnya. "Pokoknya saya janji bisa taat jadwal suting, ujar Betha yang ditirukan Tommy. Betha sendiri pernah ingkar janji, ketika pembuatan "Ayu dan Ayu" sehingga ketika Sophan Sophian jengkel, Betha dibatalkan dan diganti Dewi Yull. 

Rencana Suting Biarkan Aku Cemburu adal November 1988 di Lampung dan Jakarta. Film ini didukung oleh Dede Yusuf, Nicky Astria, Uci Bing Slamet dan Dolly Marten. ~sumber MF 61/29 Tahun V , 29 Okt - 11 Nov 1988

Saturday, January 10, 2026

BETHARIA SONATA


 BETHARIA SONATA, BIARKAN AKU CEMBURU BERHONOR RP. 25 JUTA! (Kisah lawas). Merangkap profesi di negeri ini merupakan hal yang gampang. Ngetop di satu profesi maka kesempatanpun terbuka untuk profesi yang lain. Ngetop di dunia tarik suara, maka membuka kesempatan di film, misalnya. Itulah Betharia Sonata, Penyanyi pop yang biasa melantunkan lagu cengeng, seperti diakuinya sendiri, ikut terlibat dalam dunia layar putih. Dan tak tanggung-tanggung buat film keduanya "Biarkan Aku Cemburu" dia menerima honor Rp. 25 Juta!. (suatu nilai yang fantastis dikala itu).

SRI BETHARIA ASTUTIE nama lengkapnya. Pertama kali terjun dalam dunia layar putih lewat  film "Kamus Cinta Sang Primadona" arahan sutradara Abdi Wiyono. Dalam film ini Betha, lebih enak di panggil begitu cuma dibayar Rp . 2,5 juta. Tampaknya Betha telah membuat sejarah tersendiri soal honor dalam perfilman nasional. Paling tidak dialah bintang gres yang berani pasang honor yang selangit itu. "Soal itu ada yang mengatur, ada yang memanage, yaitu mama saya," jawab Betha ketika ditanya keberaniannya itu. 

Dalam film "Biarkan Aku Cemburu" yang dalam penyelesaian akhir, Betha memerankan Unik, seorang gadis pencemburu. Film yagn di garap sutradara Christ Helweldery ini, masih bertema seputar remaja. Unik, gadis pencemburu itu dalam menumpahkan kekesalan atau kekecewaannya di ekspresikan lewat tarian. Unik menjadi penari kontemporer. 

"Tadinya saya nggak bisa menari," ungkap Betha mengomentari perannya itu. "Karenanya saya belajar keras. Kalau ada kemauan pasti ada jalan untuk meraih sesuatu, " ucapnya mantap. 

Betharia Sonata, lahir 14 Desember 1961 di Bandung, mengelak disebut serakah dalam profesi. "Kesempatan itu datang, kenapa tidak diambil," kilahnya. "Dan saya ingin mencoba mengembangkan bakat. Setebutlnya, dulu saya bercita-cita ingin jadi bintang film. Tapi, rupanya saya kecantol di nyanyi. Sekaranglah saatnya saya mengembangkan bakat. Sejak kecil saya sudah ikut-ikuan main drama. Di SMP IV Bogor, saya pernah ikut pentas drama berjudul "Raja Diraja". Juga pernah grup drama sekolahan saya menjadi juara I se Kabupaten Bogor. Dunia akting sudah nggak asing lagi , kan? Kini di dunia film, saya akan lebih serius lagi, " tuturnya dengan penuh semangat. 

Meski begitu, pertengahan tahun lalu (1988) Betha pernah bikin "kesal" sutradara Sophan Sophiaan saat menggarap film "Ayu dan Ayu". Betha yang hendak dijadikan peran utama film tersebut malah membatalkannya karen kesibukan, walaupun ia sudah menandatangani kontrak. 

Betha memulai karirnya tahun 1979. Ia muncul di TVRI Stasiun Pusat Jakarta. Ia mulai menyeruak di bantika musik lewat karya cipta Rinto Harahap dalam lagu "Kau Tercipta Untukku". Namanya kian melambung, dan karena lagu ini pula ia berhasil meraih Piringan Emas (1980-1981). Tampaknya lewat tangan Rinto Harahap nama Betharia Sonata di kenal di seantero nusantara. Dan di tahun 1981 ia memperoleh Plakat Anugerah III dari Kiskotik Indonesia. Belakangan ini pun nama Betha sering di sebut, karena lagunya yang berjudul "Hati Yang Luka" karangan Obbie Mesakh menjadi penyulut dilarangnya lagu-lagu cengeng ditayangkan di TVRI. 

"Sebetulnya kita juga lagi bingung mencari lagu yang tak termasuk kriteria tersebut. Tapi, kita terus mencari lagu yang dapat di terima masyarakat," komentarnya. Namun ia segera menyambung dalam nada bingung. " warnanya apa atuh?!".

Ketika ditanya mana yang lebih enak antara dua profesi itu, Betharia menjawab bahwa dua duanya enak. Tapi kalau di nyanyi meledak, ada bonus. Sayang sekali, yah, di film nggak ada itu. Saya terima, kok kelumrahan itu," ucapnya dengan berat hati.  ~MF 066/34/Tahun V/7-20 Jan 1989