Showing posts with label betharia sonata. Show all posts
Showing posts with label betharia sonata. Show all posts

Monday, May 4, 2026

BETHARIA SONATA, MAU TIDAK MAU HONOR SAYA HARUS 25 JUTA!

 


BETHARIA SONATA, MAU TIDAK MAU HONOR SAYA HARUS 25 JUTA! (berita lawas). Para penyabet Piala Citra boleh bangga karena setelah itu honornya bisa sedikit naik. Bintang film terlaris sekali pun boleh bangga honornya sekali main bisa mencapai Rp. 20 juta. Tapi Betharia Sonata, yang lagi main film sebijipun, bisa berbangga diri bahwa honornya sekali main film 25 juta rupiah. 

Betha memang orang baru di film. Ia barusan merampungkan film "Kamus Cinta Sang Primadona" yang digarap cukup norak. Dalam film ini Betha cuma dibayar Rp. 2,5 juta dengan perhitungan kalau soundtrack lagu film ini laris akan dapat royalti khusus. 

Malah, ketika Sophan Sophian akan menggaet Betha untuk menjadi peran utama dalam film "Ayu dan Ayu" yang sudah ditandatangani, kemudian batal karena kesibukan Betha, cuma dibayar 5 juta rupiah. 

Kini semua bintang boleh iri, Betha mampu menaikkan honor di filmnya menjadi Rp. 25 juta. Satu hal yang barangkali belum ada sejarahnya dalam film nasional menggaet bintang gress dengan bayaran segitu.

Ini memang honor kaget Betha untuk film keduanya berjudul "Biarkan Dia Cemburu" yang disutradarai oleh Chris Heldewery yang pernah  menggarap "Telaga Air Mata".

"Biarkan AKu Cemburu" berdasar novel Eddy D Iskandar yang sekaligus menuliskan skenarionya . Produsernya adalah Tommy Indra, yang pernah menggarap film "Gita Cinta Dari SMA", "Puspa Indah Taman Hati", "Gadis Marathon" serta "Gepeng Bayar Kontan", selain 8 film lainnya. 

Film ini berkisah tentang romantika anak-anak IKJ (Institut Kesedian Jakarta) jurusan Tari. Tapi lupakan dulu soal ceritanya. 

Honor yang cukup selangit ini sendiri membuat banyak produser protes. "Ini bisa merusakkan harga" ujar beberapa produser. Tapi Tommy yang kegiatannya sebagai petani tambak di Lampung tenang-tenang saja. "Ya saya kira kalau Betha minta segitu dan saya anggap pantas ya bayar saja, ujar Tommy yang pernah diisukan bangkrut dari kegiatan film. Ya ini sekaligus membuktikan saya tidak bangkrut. Biar orang lain tahu saya bisa bayar artis dengan harga pantas," kilah Tommy yang membayar Betha dengan cash sesuai permintaannya. 

Beberapa orang film menyangsikan bahwa Betha yagn sering tour show nyanyi, bisa mentaati jadwalnya. "Pokoknya saya janji bisa taat jadwal suting, ujar Betha yang ditirukan Tommy. Betha sendiri pernah ingkar janji, ketika pembuatan "Ayu dan Ayu" sehingga ketika Sophan Sophian jengkel, Betha dibatalkan dan diganti Dewi Yull. 

Rencana Suting Biarkan Aku Cemburu adal November 1988 di Lampung dan Jakarta. Film ini didukung oleh Dede Yusuf, Nicky Astria, Uci Bing Slamet dan Dolly Marten. ~sumber MF 61/29 Tahun V , 29 Okt - 11 Nov 1988

Saturday, January 10, 2026

BETHARIA SONATA


 BETHARIA SONATA, BIARKAN AKU CEMBURU BERHONOR RP. 25 JUTA! (Kisah lawas). Merangkap profesi di negeri ini merupakan hal yang gampang. Ngetop di satu profesi maka kesempatanpun terbuka untuk profesi yang lain. Ngetop di dunia tarik suara, maka membuka kesempatan di film, misalnya. Itulah Betharia Sonata, Penyanyi pop yang biasa melantunkan lagu cengeng, seperti diakuinya sendiri, ikut terlibat dalam dunia layar putih. Dan tak tanggung-tanggung buat film keduanya "Biarkan Aku Cemburu" dia menerima honor Rp. 25 Juta!. (suatu nilai yang fantastis dikala itu).

SRI BETHARIA ASTUTIE nama lengkapnya. Pertama kali terjun dalam dunia layar putih lewat  film "Kamus Cinta Sang Primadona" arahan sutradara Abdi Wiyono. Dalam film ini Betha, lebih enak di panggil begitu cuma dibayar Rp . 2,5 juta. Tampaknya Betha telah membuat sejarah tersendiri soal honor dalam perfilman nasional. Paling tidak dialah bintang gres yang berani pasang honor yang selangit itu. "Soal itu ada yang mengatur, ada yang memanage, yaitu mama saya," jawab Betha ketika ditanya keberaniannya itu. 

Dalam film "Biarkan Aku Cemburu" yang dalam penyelesaian akhir, Betha memerankan Unik, seorang gadis pencemburu. Film yagn di garap sutradara Christ Helweldery ini, masih bertema seputar remaja. Unik, gadis pencemburu itu dalam menumpahkan kekesalan atau kekecewaannya di ekspresikan lewat tarian. Unik menjadi penari kontemporer. 

"Tadinya saya nggak bisa menari," ungkap Betha mengomentari perannya itu. "Karenanya saya belajar keras. Kalau ada kemauan pasti ada jalan untuk meraih sesuatu, " ucapnya mantap. 

Betharia Sonata, lahir 14 Desember 1961 di Bandung, mengelak disebut serakah dalam profesi. "Kesempatan itu datang, kenapa tidak diambil," kilahnya. "Dan saya ingin mencoba mengembangkan bakat. Setebutlnya, dulu saya bercita-cita ingin jadi bintang film. Tapi, rupanya saya kecantol di nyanyi. Sekaranglah saatnya saya mengembangkan bakat. Sejak kecil saya sudah ikut-ikuan main drama. Di SMP IV Bogor, saya pernah ikut pentas drama berjudul "Raja Diraja". Juga pernah grup drama sekolahan saya menjadi juara I se Kabupaten Bogor. Dunia akting sudah nggak asing lagi , kan? Kini di dunia film, saya akan lebih serius lagi, " tuturnya dengan penuh semangat. 

Meski begitu, pertengahan tahun lalu (1988) Betha pernah bikin "kesal" sutradara Sophan Sophiaan saat menggarap film "Ayu dan Ayu". Betha yang hendak dijadikan peran utama film tersebut malah membatalkannya karen kesibukan, walaupun ia sudah menandatangani kontrak. 

Betha memulai karirnya tahun 1979. Ia muncul di TVRI Stasiun Pusat Jakarta. Ia mulai menyeruak di bantika musik lewat karya cipta Rinto Harahap dalam lagu "Kau Tercipta Untukku". Namanya kian melambung, dan karena lagu ini pula ia berhasil meraih Piringan Emas (1980-1981). Tampaknya lewat tangan Rinto Harahap nama Betharia Sonata di kenal di seantero nusantara. Dan di tahun 1981 ia memperoleh Plakat Anugerah III dari Kiskotik Indonesia. Belakangan ini pun nama Betha sering di sebut, karena lagunya yang berjudul "Hati Yang Luka" karangan Obbie Mesakh menjadi penyulut dilarangnya lagu-lagu cengeng ditayangkan di TVRI. 

"Sebetulnya kita juga lagi bingung mencari lagu yang tak termasuk kriteria tersebut. Tapi, kita terus mencari lagu yang dapat di terima masyarakat," komentarnya. Namun ia segera menyambung dalam nada bingung. " warnanya apa atuh?!".

Ketika ditanya mana yang lebih enak antara dua profesi itu, Betharia menjawab bahwa dua duanya enak. Tapi kalau di nyanyi meledak, ada bonus. Sayang sekali, yah, di film nggak ada itu. Saya terima, kok kelumrahan itu," ucapnya dengan berat hati.  ~MF 066/34/Tahun V/7-20 Jan 1989


Thursday, November 27, 2014

TIPS MEMOTRET KONSER MUSIK INDOOR


Betharia Sonata, gelap tapi menarik
Pertunjukan musik merupakan salah satu pertunjukan yang sering diadakan baik di indoor maupun di outdoor. Anda pecinta musik dan suka nonton konser musik? anda suka fotografi juga? Jika iya maka momen tersebut dapat di jadikan ajang untuk memotret pertunjukan yang sedang berlangsung. Konser musik jaman sekarang dan jaman dulu memang memiliki perbedaan. Perbedaannya justru terletak di penonton. Kalau jaman dulu konser musik dinikmati benar oleh penikmat musik dalam hal ini penonton, namun kalau jaman sekarang konser musik sudah berubah. Penonton lebih sibuk dengan gadgetnya sendiri entah itu merekam pertunjukan ataupun memotretnya tanpa memperhatikan dan menikmati lagi yang sedang di nyanyikan. Konser musik sekarang sudah menjadi ajang rekam merekam video kalau boleh dibilang.
Nah kembali dengan hal tersebut, bagi pecinta musik dan pecinta fotografi tentu ingin dong menghasilkan foto yang bagus tidak sekedar memotret dari HP namun juga dengan kamera DSLR.
momen yang tepat dengan lighting yang jadi menarik..

Berikut ini saya akan berbagi tips untuk memotret pertunjukan musik di dalam alias Indoor. Tips yang saya berikan tentu berdasarkan pengalaman saya juga.

1. PERLENGKAPAN KAMERA/LENSA
    Tips pertama yang harus di lakukan adalah mempersiapkan perlengkapan tempur, dalam hal ini Kamera, jangan lupa sebelum berangkat baterai di charge sampai penuh, sukur-sukur punya baterai cadangan, karena bukan tidak mungkin baterai yang kita bawa mati saat memotret karena habis. dengan membawa cadangan batre maka cukup amanlah. Kemudian pilihlah Lensa yang akan dibawa. Bawalah Lensa yang bisa memiliki jangkauan yang cukup. Tidak perlu membawa lensa banyak-banyak karena cukup merepotkan ketika mau mengganti lensa. Untuk Lensa saya biasanya membawa Cannon 70-200mm, atau 24-70 mm dengan lenza zoom kita dapat memotret terutama memotret close up dengan lebih baik tanpa harus kedepan panggung. intinya gunakan lensa yang kita punya untuk dimanfaatkan, jangan dianggurin.

Host Jose & Ratu Tria

2. SETTING KAMERA
    Kalau sudah di lokasi, langkat terpenting adalah mensetting kamera kita, Biasanya sebuah konser memiliki ruangan yang cukup gelap sebelum lampu dimainkan, maka langkah pertama adalah memainkan ISO tinggi misal diangka 800 atau 1000 mengikuti keadaan konser. Kemudian pakailah bukaan paling besar agar hasilnya lebih baik dan tidak terlalu noise. untuk lensa tertentu bukaan bisa di f/1.8, atau f/2.0 dst. Namun jika Lensanya mentok di f/4.0 maka mainkan selalu ISO.
Sebuah konser identik dengan gerakan sang penyanyi, maka settinglah di AI SERVO untuk mempermudah mencari fokus gambar yang bergerak.
Dalam sebuah konser, menggunakan flash saat memotret adalah sebuah larangan karena mengganggu konsentrasi penyanyi. Jadi baik-baik dalam menentukan ISO dan bukaan/diafragma.

3. IJIN KE PANITIA (JIKA MEMUNGKINKAN)
    Jika memungkinkan kita bisa meminta ijin ke panitia untuk memotret konser tersebut, sehingga kita dikasih posisi yang bagus. Namun apabila tidak bisa karena memang tidak semua panitia memberikan ijin untuk memotret.


4. KENALI CAHAYA
    Saat konser dimulai, hal terpenting adalah memperhatikan pergerakan cahaya/ligthing saat konser. ketika konser dimulai dengan tata lampu yang lengkap maka cahaya-cahaya akan bertebaran, sekali dua kali jepret mungkin belum dapat menemukan arah cahaya, namun selanjutnya harus bisa mengenali pergerakan cahaya.
Pilih momen yang pas dengan pergerakan cahaya sehingga menjadi lebih menarik. Gelap tidak berarti jelek, namun kadang secercah cahaya justru akan menjadi sebuah daya tarik tersendiri dalam sebuah hasil foto.

5. POSISI MEMOTRET
   Posisi memotret juga menjadi bagian terpenting karena dimana kita duduk/berdiri maka disitulah angle foto yang akan kita ambil. Carilah posisi yang enak untuk mengambil semua angle sehingga menghasilkan foto yang berbicara.

6. ATTITUDE/SIKAP
     Fotografer juga di tuntut untuk memiliki sikap yang baik dalam sebuah konser, jangan sampai karena ingin menghasilkan foto yang bagus maka harus mengorbankan penonton yang lain dengan cara menghalangi pandangan penonton lain. Namun jika itu terpaksa dilakukan jalan-satu satunya adalah meminta ijin ke penonton yang bersangkutan namun jangan terlalu lama dalam mengambil foto didepan penonton sehingga tidak membuat emosi penonton  yang merasa terhalangi.

Bersikap baik dan sopan menjadi modal utama agar selama pertunjukkan berlangsung kita dapat merekam momen-momen yang bagus tanpa harus menyakiti penonton yang lain.

Demikian sekelumit tips dari saya, semoga bermanfaat. Selamat mencoba.
Berikut foto-foto yang pernah saya jepret.
Sebelum lampu di mainkan, Obbie Mesakh menjadi tokoh sentral di potret ini

Penampilan Maya Angela, penyanyi lawas yang kini masih eksis.

Kalau lightinnya terlihat berantakan, namun justru menjadi menarik..

Lighting dipadu dengan efek asap yang membuat sebuah pertunjukan makin hidup

Interaksi antara penonton dengan penyanyi dilatar belakangi efek cahaya yang bagus

Cahaya yang pas

Betharia Sonata

Obbie Mesakh dan Betharia sonata

Betharia Sonata