KUSNO SOEDJARWADI, MANTAN POLISI MILITER YANG JUGA AKTOR, (Berita Lawas). Kusno Soedjarwadi, lelaki kelahiran Jogyakarta, 16 Juni 1932 tidak sembarangan menerima tawaran untuk main film. "Selain kerja dan kesibukan organisasi, ia juga membina 30 orang lebih anak-anak di Sanggar Teater Graha Mandiri Bogor, " ujar wkail ketua komisi film Dewan Kesenian Jakarta.
Tapi ada alasan lain mengapa mantan Polisi Militer yang terjun ke film sejak tahun 1956 ii ngumpulin anak-anak dan bikin sanggar teater. "Saya rindu film anak-anak yang tahun-tahun terakhir begitu langka. Karena itu ia mengumpulkan anak-anak ini di kota saya. Saya bina mereka, saya ajari akting dan main drama dengan cerita-cerita yang mengandung humaniora. Tapi jangan salah lho, bukan berarti anggota sanggar saya melulu anak-anak. Ada juga yang mahasiswa, "ujar aktor yang pernah jadi penjaga gawang dan ketua klub sepakbola ini.
Menurut aktor terbaik pilihan PWI Jaya lewat film "Perkawinan " tahun 1977 ini, langkanya film anak-anak di negeri ini bukan karena produser atau insan film enggan membuat film anak-anak. "Insan film siapapun dia, pasti berkeinginan untuk membuat film anak-anak, tapi bagaimana kita akan membuat kalau peredarannya jadi masalah? Tidak terjamin, " jelasnya.
Ketika disinggung tentang apa yang dimaksud dengan film anak-anak tersebut, aktor yagn sudah membintangi puluhan judul film ini, dengan tangkas mengelak, "Batasan untuk pengertian film anak-anak tersebut memang masih kabur. Ceritanya tentang anak-anak atau pemainnya anak-anak? Soalnya tidak semua film anak-anak harus dimainkan anak-anak kan? Orang tua juga bisa memainkannya, " tutur aktor yang juga sutradar aini.
Kusno mencontohkan film "Don Aufar" . Menurutnya itu bukan film anak-anak. "Soalnya film itu mengambah sih". Karena itu Kusno berpendapat film anak-anak adalah film yang mampu menarik minat dan disukai anak-anak. "Untuk melahirkan film yang disukai dan dimintai anak-anak tersebut kita memang harus lebih dulu mengerti dunia kanak-kanak tersebut, " ujarnya.
"Pokokny aalasan saya mengumpulkan anak-anak di Bogor adalah untuk mengajak mereka mengenal dunianya dan dapat mengekspresikannya. Kalau mau tahu bagaimana saya membina anak-anak tersebut datang saja ke Sanggar saya, " ajak aktor yang juga mantan dosen Asdrafi Jogya ini
diambil dari MF 61/29 tahun V, 29 Okt - 11 Nov 1988.
