Thursday, April 30, 2026

MARCELLINO, PEMERAN SEMBARA


 MARCELLINO, PEMERAN SEMBARA, (Berita Lawas), Marcellino, perannya sebagai Sembara, pemuda berilmu tinggi dalam sinetron Misteri Gunung merapi ternyata mampu membuat kagum para penggemarnya. Marcellino, pria kelahiran Jakarta, 21 Mei 1974 yang mengawali karirnya lewat dunia modelling, dinilai cukup pas dalam memerankan tokoh tersebut. 

Ketika Marcellino masih duduk di bangku Sekolah Dasar, ia pernah mengikuti sandiwara radio yang cukup terkenal ketika itu, yakni Misteri dari Gunung Merapi dengan sembara sebagai tokoh pendekar yang selalu ditunggu kehadirannya. 

"Saya pernah mengikuti sandiwara itu diradio, tapi bukan berarti saya ngefans berat. Hanya sekedar tahu saja, " katanya. 

Namun ia tidak menyangka sama sekali, ketika cerita itu akhirnya diangkat menjadi sebuah sinetron seri, ia yang ditawari untuk memerankan tokoh Sembara. Barangkali, karena ia sudah 'mengenal' tokoh itu sejak kecil dulu, mak aiapun bisa menjiwai karakter tokoh sembara dengan cukup baik. Suara dan pakaiannya yang khas serta sifat kepahlawanan yang tinggi, membuat penonton terlena dengan sosok Sembara yagn diperankannya. 

Lantas, bagaimana dengan sikap kedua orang tuanya terhadap semua kegiatan yang dilakukannya selama ini?

"Sejak dulu, mereka tidak pernah melarang saya ikut dalam berbagai kegiatan nilai positif, mereka akan tetap memberikan kebebasan. Menurut mereka, saya ini sudah dewasa, jadi sudah dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, " tutur Marcel yang sudah 'kadung kepincut' di dunia seni peran. 

Meski menurutnya , ia sudah 'kadung kepincut' di dunia seni peran, namun menurut Marcell, ketertarikannya bermain dalam sinetron  "Misteri Gunung Merapi" itu, lebih disebabkan oleh keinginannya untuk mengetahi suka dukanya ikut bereran dalam sinetron laga. 

"Saya memang bnar-benar ingin merasakan, bagaimana suka dukanya ikut terlibat dalam pembuatan sinetron laga. Tentu berbeda dengan sinetron drama. Sebab dalam sinetron laga kita harus berkonsentrasi tinggi, tidak boleh main-main. Jika tidak hati-hati kita bisa terpukul oleh lawan main kita sendiri, " komentar Marcel. "Pernah juga saya kena pukul , tapi itu biasa. Dan menurut saya itu kesalahan kita. kalau kita serius dan hati-hati, tentu tidak akan terjadi, " tambah Marcel yang ternyata cukup menguasai olahraga beladiri Tae Kwon Do ini. 

Marcellino di temui di sela-sela suting Misteri Gunung Merapi  yang saat itu suting tengah dilakukan di daerah Cibubur, Jakarta Timur. Dan siang itu Marcel tampak gagah dengan pakain pendekarnya. 

"Bila mereka melihat saya berpakaian seperti ini, mereka lebih mengenal saya sebagai Sembara daripada Marcelino. Apalagi kalau mereka datang ke lokasi suting, mereka selalu memanggil saya Sembara. .. Sembara, " kata sang pendekar yang selalu berprinsip  "jalani kehidupan ini apa adanya. Selami dunia ini dan jangan berhenti untuk belajar". ~ Majalah Kartini nomor milenium 2007-  6 sampai 20 April 2000

No comments:

Post a Comment