BANYU BIRU, SI BUNG KECIL DI FILM LANGITKU RUMAHKU, (Berita lawas). Nampak, ia anak yang berani. Omongannya ceplas ceplos, seperti orang yang sudah terlatih. Tubuhnya subur, energik dan gamang bergaul dengan siapa saja. Banyak orang yang tak tahu, ternyata dia putra sutradara Eros Djarot.
Banyu Biru, lewat Pak Denya, Slamet Rahardjo, ia pertama kali diajak main film. Tak tanggung-tanggung memang, ia langsung mendapat peran utama dalam film Langitku Rumahku, sebagai Andry. Perannya sebagai anakorang kaya yang sudak bergaul dengan anak-anak kampung, ternyata sosok keseharian bocah yang baru berumur 11 tahun.
"Bergaul dengan anak kampung enak saja. Mereka nggak norak, " tegas Banyu Biru dengan tegas.
Ia kini duduk di bangku kelas I SMP Al Azhar Pusat. Barangkali karena ia putra seorang sutradara dan hidup dilingkungan orang film, ia tak merasa canggung main film. Tak juga canggung berteman dan bergaul dengan anak kampung. Tapi bagaimana rasanya bermain film untuk pertama kalinya?.
"Asik saja. Bebas kalau ngasih pengarahan. pak De sangat gampang. Jadinya ya enak. Soalnya sama Pak De sendiri sih. Jadi lebih saudara gitu, lebih gampang ngerti," jelas Banyu dengan nada bicara yang bersemangat.
Banyu punya keinginan, kalau dapat kesempatan main film, ia akan main film terus. Tentu saja tetap mementingkan sekolahnya. Lalu soal honor bagaimana? "Honor. NGapain? Saya cuman dikasih uang saku sama Pak De. Setiap hari saya terima uang jajan sebesar Rp. 2.500, Itu juga kalau pergi keluar kota. Kalau di Jakarta sih itu tanggungan papa, " ungkap Banyu Biru ceplas ceplos.
"Selama pembuatan film itu, saya lebih banyak mendapat pengarahan Pak De. Papa sih banyak urusan. Waktu suting di Surabaya saja papa pas pergi ke luar negeri," cerita Banyu yang dilahirkan tanggal 19 Maret 1979.
Ternyata, bocah bernama Banyu Biru ini sepertinya sudah akrab dengan dunia film, sehingga untuk berakting di depan kamerapun ia tak merasa canggung. "Untuk akting saya cuman dikasih tahu saja perasaan bagaimana harus senang. Nggak pernah dikasih tahu gerak-geraknya bagaimana. Nangis harus bagaimana perasaannya. Cuman itu saja, " jelas pemeran Andry yang dalam film itu memaksa orang-orang untuk memanggil namanya dengan Bung Kecil.
Kalau melihat penampilan Banyu dalam film Langitku Rumahku barangkali tak percaya kalau anak itu baru main film untuk pertama kalinya, ia begitu wajar melakoni tokoh Andry anak orang kaya yang bergaul dengan seorang pemulung bernama Gempol. Mungkin saja kewajaran itu muncul karena sang sutradara tak mau menggarap karakter anak itu secara berlebih-lebihan, apa adanya di pakai saja.
Kewajaran anak itu menghadapi kamera sama dengan kehidupannya sehari-hari, Cerdas, enerjik, solidaritas tinggi dan mudah bergaul, Begitu kesan yang bisa dapat. Tapi apa sebenarnya yang tersembunyi dibalik nama itu?
"Itu yang ngasih Pak De. Banyu Biru maksudnya dimana ada air, disitu ada kemakmuran, " jelas bocah yang punya hobby renang, menggambar dan baca buku ini meyakinkan. ~MF109/77 Tahun VI, 1 - 14 Sept 1990

No comments:
Post a Comment