Showing posts with label Irfan Yudha. Show all posts
Showing posts with label Irfan Yudha. Show all posts

Thursday, April 23, 2026

SUTING AJIAN RATU LAUT KIDUL

 


SUTING AJIAN RATU LAUT KIDUL, Hujan deras berganti gerimis, angin sepoi membawa uap air, bumi Jakarta pun kian dingin. Sementara dibalik malam yang dingin itu kru film terseok seok, penat dan letih membaur jadi satu. Ya, orang film harus bisa bekerja segala cuaca. 

"Ok! Kamera go (action) pekik Sisworo Gautama Putra selaku sutradara. Seorang pemeran pembantu bertubuh kekar bergerak, sementara Suzanna menatap dengan sorotan tajam. Ternyata Sisworo tahu persis meramu tema film horor. Penempatan kamera yang dipegang Partogi Simatupang begitu pas dengan seleranya. Suting pun berjalan mulus dengan target 26 hari harus selesai. 

Sekali ini Sisworo dihadapkan pada tantangan untuk mampu menghasilkan karya baik dengan waktu yang singkat serta anggaran standar. Soal akal-akalan set, misalnya sebuah bangunan mewah yang belum rampung bisa disulap jadi set angker sebagai markas para bandit. 

Meski malam telah larut, penata artistik masih bekerja, menyiapkan boneka-bonekaan dan perangkat efek lainnya. Skedul suting tidak rapi. Berantakan karena para pemainnya sebagian suting di tempat lain. Tak jarang suting break gara-gara pemain. 

"kita sudah membuat dua ribu tigak kali glass shot, masak kalian tidak bisa. Ayo cepat dong, " teriak Sisworo memlihat persiapan adegan glass shot, dimana Suzanna masuk ke dalam jasad orang lain. Ia ngomel karena siraman tata lampu tidak tepat membuat pengambilan gambar terganggu. Satu jam untuk persiapan glass shot, membuat Suzanna letih. Berkali-kali latihan dan istirahat . Pada saat-saat tertentu Sisworo galak di lokasi suting. Tekadang omelannya mujarab juga untuk kerja cepat dengan hasil maksimal.

Malam itu pengambilan gambar dengan glass shot termasuk cepat. "Bukan kita takut dengan omelannya, sehingga kerja jadi cepat. Temperamennya memang begitu, tapi terkadang ada gangguan teknis yang menghambat suting, " ujar seorang penata lampu. 

Paling seru selama suting berlangsung adalah adegan pembotakan rambut pemeran pembantu. Suasana ketika itu agak ramai, sebab adegan pembotakan itu dilakukan masyarakat di lingkungan suting berlangsung. Ada yagn tertawa, prihatin dan kagum kepada seorang ibu  rumah tangga yang mau kepalanya di botaki! Tapi bagi Sri Rahayu Agustin yagn menjadi korban merupakan kebanggaan. "Sebab cukup lama saya ingin mendapat peran besar tapi baru sekali ini saya dapati, " katanya. 

Film Ajian Ratu Laut Kidul yang di produksi PT. Libra Inter Delta Film dibintangi oleh Suzanna, Clift Sangra, Tino Karo, Ratu Dhenok, Saigian Sugaja, Yornania, Johny Indo, Rita Sheba, Erfan Yudha dan Sri Rahayu Agustin Film horor ini dipenuhi balas dendam dari wanita yagn sakit hati kepada orang yang menjerumuskannya sehingga wajahnya cepat dan jabatanya sebagii Lurah di comot.

Karena tak tahan, eks lurah ini pergi meninggalkan desanya sampai  suatu ketika berjumpa dengan lelaki tua jelek yang monolongnya, dengan syarat mau dipersunting. Apa salahnya menerima  lamaran  itu . Tiba-tiba wajahnya menjadi cantik seperti Ratu laut Kidul. 

MF 143/110/TH VIII, 21 Des 1991 - 3 Jan 1992

Monday, January 5, 2026

SINETRON JANDA KEMBANG, PEMBALASAN ROH PENASARAN


 SINETRON JANDA KEMBANG, PEMBALASAN ROH PENASARAN. SALLY MARCELLINA yang tersohor sebagai bomseks alias bintang hot lewat film-film bioskop, mulai dari Gadis Metropolis sampai Akibat Hamil Muda, kemudian terjun juga ke dunia sinetron sebagai bintang utama sinetron serial drama horror JANDA KEMBANG. 

Sebelumnya memang Sally sudah sering membintangi film horror dengan judul yang nyaris serupa, Misteri Janda Kembang arahan Tjut Djalil, 1991, dan Kembalinya Si janda Kembang arahan Sisworo Gautama Putra - 1992, disusul film horor erotis seperti Misteri Wanita Berdarah Dingin, Godaan Perempuan Halus, Ranjang Pemikat dan lain-lainnya, boleh dibilang Sally menggantikan Suzanna sebagai bintang spesialis film sejenis yang banyak di produksi PT. Soraya Intercine Film. 

Tapi Sally pun beralih ke blantika sinetron. Sebetulnya ini bukan sinetron perdananya, karena awal kariernya di dunia seni peran pun berawal dari serial Teve  ACI (Aku Cinta Indonesia) yang ditayangkan TVRI sebelum era teve swasta merebak. 

Serial produksi Soraya dari TV Program Division ini diangkt dari cerita horor karya Abdullah Harahap. Di garap Atok Suharto yang memamerkan banyak kreasi special effect menarik, jauh lebih berkembang dari Si manis Jembatan Ancol. 

Cerita di awali dengan pengenalan para tokoh Santi, Janda muda yang jadi rebutan lelaki di desanya. Santi menjatuhkan pilihan pada Rukman, pengusaha muda dari kota. baru belakangan diketahui kalau ia sudah punya anak istri. Padahal santi terlanjur hamil karena hubungan mesra diluar batas. Rukman membujuk Santi untuk melangsungkan perkawinan secara diam-diam . Ternyata di bungalow terpencil, Santi dihabisi oleh teman-teman Rukman. Mayatnya di buang ke sebuah jurang di kawasan perkebunan. 

Justru di dasar jurang terjadi keajaiban. Roh penasaran Santi betemu roh Mira, dukun wanita yang mayatnya di buang di tempat yang sama. Merasa senasib roh Mira bersedia membantu roh Santi untuk membalas dendam. Maka satu persatu teman-teman Rukman menemui kematian secara mengerikan. 

Sampai saat Roh Santi menteror Rukman di rumahnya, barulah ia melihat Sumarni, istri Rukman yang bidiwati. Memang usia Sumarni jauh lebih tua dari Rukman, namun perusahaan yang dikelola RUkman sebenarnya adalah miliknya. Pengkhianatan Rukman pada istrinya berlipat ganda karena ia juga mengincar anak tirinya, Setyorini. 

Teror Roh Santi mengakibatkan Sumarni sakit jantung dan mesti dirawat di Rumah Sakit. Roh Santi yang merasa bersalah minta bantuan roh Mira untuk menyembuhkan Sumarni. 

Nasihat dokter untuk menjauhkan Sumarni dari hal-hal yang mengejutkan, malah mendatangkan ide bagi Rukman. Bersama konconya, Hendra ia menakut-nakuti istrinya dengan hantu-hantuan. Di luar dugaan muncul roh Santi dan roh Mira. Saking panik, Hendra terbu nuh oleh Rukman. Menyusul Rukman pun menembak kepalanya sendiri. Sakit hati Santi terbalas sudah. Namun cerita masih jauh dari berakhir, karena muncul dukun trendi, Empu Batara yang dipanggil Sumarni untuk mengamankan rumahnya dari teror hantu. 

Empu inilah yang dulu mencundangi dan mendalangi pembu nuhan Mira dengan ilma setannya yang luar biasa. Pengusutan Santi membuka tabir persekongkolan antara Batara dengan Eddi, suami Mira sendiri. Kini Batara menyiapkan rencana besar, menanti kelahiran seorang bayi yang disebut Sang Penerus. bayi itu berada dalam rahim Farida, isteri kedua Eddi. Ambisi jahat mereka nyaris terwujud kalau saja tak muncul roh Santi dan roh Mira yang dibantu para penghuni alam gaib menentang kekuasaan jahat majikan Batara dan Eddi yakni setan itu sendiri. 

Serial sinetron dibuat sepanjang 26 episode dan ditayangkan oleh SCTV. 

Produksi : Soraya Intercine

Produser : RAM Soraya

Sutradara : Atok Suharto

Pemain : Sally Marcellina, Rica Roy Callebout, Andi J Madjid, Irfan Yudha, Andre Bjenk