Showing posts with label Nasri Cheppy. Show all posts
Showing posts with label Nasri Cheppy. Show all posts

Monday, October 5, 2026

NASRI CHEPPY NAKSIR CEWEK BOY


NASRI CHEPPY NAKSIR CEWEK BOY (Berita Lawas). Setelah menggarap film "Bilur Bilur Penyesalan", sutradara Nasri Cheppy mulai membuat film lanjutan Catatan Si Boy ke II. 

Sutradara ini bisa termasuk sutradara yang cukup kreatif, produktif dan komersil. Jika dilihat dari jumlah film yang pernah digarapnya. Bahkan dalam pasaran, film Nasri Cheppy termasuk film yang dapat meraih penonton melebihi ukuran biasa. Selain itu, sutradara muda ini juga berani menempatkan pemain-pemain baru untuk berperan dalam film-filmnya. Diantaranya Paramitha Rusady, Sofia Latjuba, dan kini di fim Catatan Si Boy II yang tengah digarapnya, ia mengajak Venna Melinda pendatang yang sama sekali belum mengetahui seluk beluk film untuk menjadi pemeran pembantu dalam film lanjutan itu. 

"Saya menemukan Venna di sebuah pub Kartika Chandra. Ketika saya melihat dia, kok anak ini mirip bintang di film "Cry to Freedom". Saya dekati dia dan minta alamatnya. Kemudian anak itu diuji dan saya anggap dia mampu. Dia baru tamatan SMP lho,"promosi Cheppy sambil menyedot rokok lewat pipanya. 

Ada rumus soal menggaet cewek baru, Chep?

"Yang pertama jelas bentuk fisik, cantik. Kedua IQnya. Percuma kalau cantik, nggak punya ini", katanya sambil menaruh telunjuk di keningnya. 

Nasri Cheppy mengungkapkan bahwa lebih gampang untuk mengarahkan pemain baru. Mula-mula si calon bintang itu diajak ngobrol bersama Onky Alexander dan Meriam Bellina(Keduanya telah dipilih oleh pembaca Majalah Film sebagai Bintang Kesayangan 1987) . 

Dari situ kita bisa tahu cewek baru ini perlu digaet apa tidak, ungkap Cheppy. Asal nggak di bawa pulang saja lho ya?~ MF No. 052/20 Tahun ke IV, 25 Juni - 8 Juli 1988


Tuesday, June 2, 2026

NASRI CHEPPY : CATATAN SI BOY 4, TANPA EMON

 


NASRI CHEPPY : CATATAN SI BOY 4, TANPA EMON (berita lawas). Emon, ben cong bertubuh gempal itu memang identik dengan Didi Petet, dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Tokoh itu mencuat setelah sukses komersial Catatan Si Boy (Cabo) yang di sutradarai Nasri Cheppy. 

Sukses Cabo I yang mengatrol nama Onky Alexander menjadi idola kaum remaja dan Didi Petet kepuncak prestasi dengan memperoleh piala Citra, meski lewat film lain, mampu pula mengusik sanubari sang produser untuk memproduksi serial berikutnya. 

Cheppy kini jadi sutradara kondang. Didi Petet akirnya jadi rebutan para produser dan Onky tetap jadi idola kaum remaja. Mereka boleh bangga, karena secara finansial, juga mereguk sukses. 

Konon kabarnya, mereka termasuk orang-orang film "termahal" saat ini (itu). Selentingan, Cheppy honornya mencapai 40 juta, Didi Petet tak jauh berbeda dengan Onky hanya sedikit dibawah Petet. 

Meski ketiganya merupakan personal inti, selain Meriam Bellina dalam Cabonya Cheppy, namun dalam Cabo IV yang jadi giliran Parkit Film yang memproduksinya, Emon yang kemudian jadi Si Kabayan, tak lagi terlibat. 

Tekad Emon untuk melepaskan diri dari Didi Petet memang telah bulat. Kabarnya, dibayar berapapun besarnya, Didi Petet tak mau lagi memerankan tokoh Emon. Apakah ini bukan hanya sekedar taktik dagang? "Entahlah, itu rahasia Petet dan produser film kita."

Lalu, siapa pengganti Emon dalam Cabo IV? Penggantinya memang ada. Tapi, kata Cheppy tokoh Emon tak lagi mau dimunculkan, " jadi yang di ganti Didi Petet, sekaligus Emon!", tegasnya. 

Nah lho, mampukah si pendatang baru itu mengisi kekosongan yang ditinggal Petet untuk selama-lamanya? "Saya akan mencobanya seperti ketika saya juga mencoba Onky , Didi Petet di awal kisah petualangan. Si Boy di layar perak ini, " jelas Cheppy. 

Tentang Cabonya yang menurut rencana akan di produksi sampai 8 serial, Cheppy bilang "Saya akan tetap berusaha menampilkan Cabo. Cabo itu agar tetap menarik. Hilang Didi Petet dan Zainal Abidin, muncul dua nama pemain tenar lainnya, Paramitha Rusady dan Robert Syarief , ayah Dewi Yull dalam serial sinetron Sartika. Pokoknya saya akan tetap berusaha memberikan kepuasan kepada penggemar Cabo!".

Ia juga bilang, Cabo IV tidak akan berhura hura keluar negeri seperti Cabo II yang sampai LA. "Kali ini , Si Boy hanya akan sampai ke Bali saja!" jelas Cheppy. Lalu apakah kesan Wah, yang selama ini telah melekat pada diri Onky setelah dari luar negeri tidak akan drop?.

Cheppy menyadari hal itu, tapi ia juga berjanji akan berusaha memberikan suguhan lain yang lebih menarik. Meski adanya hanya di dalam negeri, Jalinan dan bobot cerita, katanya akan lebih di perhatikan. "Saya akan menyuguhkan adegan yang lebih mempunyai greget, !" janjinya. 

Suting pertama mengambil lokasi di sebuah rumah tua didaerah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Suting di Jakarta, kata Cheppy hanya sekitar 40 persen, selebihnya di Bali. ~sumber MF No. 104/72 tahun VI, 23 Juni - 6 Juli 1990

Wednesday, March 25, 2026

NASRI CHEPPY SUTRADARA YANG STRESS


 NASRI CHEPPY SUTRADARA YANG STRESS (berita lawas). Tiga jam Nasri Cheppy menongkrongi satu lob untuk dubbing film Catatan Si boy IV. Biasanya dub satu lob paling lama satu jam. Sehingga banyak pemain menjadi nganggur. Meriam Bellina kelihatan tertidur di bangku, Paramitha Rusady sibuk dengan temannya latihan bahasa Prancis, Ida Kusuma cuma bengong sementara Nani Widjaya yang lagi dubbing menjadi kesal melihat pemeran Abud dilakoni oleh Budi. Sebab pengisi Abut ini selama tigak jam tidak becus dialognya. Ada saja salahnya. 

Hal ini membuat Nasry Cheppy nampak sedikit stress. Dia telah mencoba berbuat baik. tapi sang artis tak juga bisa membenarkan dialognya. 

"Gua dari dingin sampa jadi gerah,' katanya. Padahal AC interstudio cukup dingin. Sampai akhirnya ia membuka jaketnya. Lalu dia marah-marah, namun tak menemui hasil. Tetap saja pelakon berdialog tidak becus. 

"Biasa pemain baru. Begini tah jadinya. Kalau tidak pemain baru, sudah saya maki-maki, " ujarnya kesal setangah mati. "Sudah! ini tidak bisa diperbaiki. Seratus tahun juga tetap salah, " teriak Cheppy marah-marah. Akhirnya Cheppy bingung sendiri. Jalan keluarnya sutradara ini meng ok kan take dub yang menurutnya masih tetap salah. "Kita cari jalan keluarnyalah, " gerutunya kesal .

"Bayangkan, Mitha (Paramitha Rusady), belum lagi mengisi suara. Padahal dia artis pertama sekali datang, " kilahnya. Mitha yang mendengar cuma bisa tersenyum hambar. Sebab ketika berdialog latihan si Abut yang dilakoni Budi ini lancar, tapi begitu recording kalau nggakbuntutnya yang salah pasti awalnya. Keluar dari bilik rekaman Budi jadi keringat dingin. Barangkali grogi berhadapan dengan artis beken. Apalagi Budi baru untuk pertama kalinya mengisi suaranya. 

"Gua nggak grogi kok," bela Budi. Tapi Cheppy hanya bisa menarik nafas mendengar bicara Budi. Sehingga iba juga hati Cheppy melihat pendatang baru ini.~MF 110/78 Tahun VI, 15-28 sept 1990