Showing posts with label Onky Alexander. Show all posts
Showing posts with label Onky Alexander. Show all posts

Wednesday, June 17, 2026

REBUTAN KONTRAK BINTANG


REBUTAN KONTRAK BINTANG (BERITA LAWAS)

FERRY FADLY

Kasus rebutan bintang sandiwara radio "Saur Sepuh", Ferry Fadly antara PT. Kanta Indah Film dan PT. Tobali Indah Film, toh masih berbuntut.

Pasalnya Ferry Fadly telah di kontrak oleh Kanta untuk bermain dalam sebuah film (bukan Saur Sepuh) yang skenarionya akan di garap oleh Niki Kosasih. Ferry telah menerima uang muka kontraknya, tapi sebelum pembuatan film tersebut di mulai, Ferry melompat ke Tobali yang memasangnya sebagai pemeran utama dalam "Brahmana Manggala"

Sudah barang tentu pihak Kanta merasa berang, namun Ferry berdalih, "terlalu lama menunggu, sudah empat bulan terkatung-katung, pembuatan filmnya belum dimulai. Lamanya ini karena  menunggu skenarionya Niki yang baru selesai sekarang, " kila Produser Hendi Mulyono sambil menunjukkan skenario "Bisma Untara".

Tapi karena Ferry dianggap telah melanggar kontrak , kemungkinan besar pihak Kanta emoh memakainya lagi. Lalu bagaimana dengan uang muka yang telah di terima Ferry? Rasanya uang tersebut akan di relakan hangus saja, itu sudah menjadi milik risiko Produser. 

Justru sekarang Ferry yang akan berbalik menuntut pihak Kanta lewat pengacaranya. Dalihnya "Meskipun sudah kontrak, tapi kalau terlalu lama belum juga dimulai pembuatan filmnya, itu sangat merugikan saya"!.  Menghadapi tuntutan dari Ferry ini, pihak Kanta sudah pasaang ancang-ancang. "Ada bukti-bukti tertulis kami sudah berulangkali menghubungi Ferry untuk datang ke kantor tapi ia tidak pernah muncul sekalipun. Oh , lala. 

ONKY ALEXANDER

Masih belum selesai urusan Ferry Fadly, pihak Kanta harus berebutan Onky "Boy" Alexander dengan PT. Bola Dunia Film dan PT. Virgo Putra Film. "Lho kami tidak mencari-cari Onky, tapi dia sendiri yang datang ke kantor kami, ditemani oleh Marwan Alkatiri (penulis skenario) dan Iwan (dari Blantika Agency), untuk menawarkan dirinya,"Cerita Handi Mulyono. 

"waktu ditanya bagaimana kontraknya dengan Bola Dunia, di jawab cuma satu film saja, lanjutan "Catatan Si Boy", hingga dalam bulan Agustus bisa bermain untuk Kanta".

Padahal kemudian baru ketahuan kalau pada PT. Bola Duna Film, Onky selain bermain dalam "Catatan Si Boy II" di bawah arahan Nasry Cheppy ia juga masih harus bermain dalam dua film lagi. 

"Pacar Ketinggalan Kereta arahan Teguh Karya sebagai permeran utama menggantikan Alex Komang yang turun menjadi pemeran pembantu. Lalu satu judul film lagi, yang masih belum ditentukan siapa sutradaranya dan apa judulnya. Sedangkan sampai pertengahan Juli 1988, sutin "Catatan Si Boy II", masih belum rampung juga. 

Kemelut ini bertambah dengan kontrak yang dibuat Onky pada PT. Virgo Putra Film, menurut Ferry Angriawan, "Onky dikontrak sampai bulan Desember 1989 oleh kami. Diharapkan bisa menyelesaikan tiga film setidaknya!". 

Ada cara untuk bisa lebih cepat memakai Onky, yakni dengan membuat film patungan , joint-venture antara Virgo dan Bola Dunia. "Boleh saja,kami setuju dengan syarat pihak virgo harus mengajukan cerita-skenario untuk kami pelajari dulu", sebut Hasrat Djoeir, Produser Pelaksana Bola Dunia, "Kalau memang bagus kami tak keberatan bekerjasama dalam penggarapannya. 

FENDY PRADANA

Menyusul kasus rebutan Fendy, Si Brama Kumbara dalam "Saur Sepuh Satria Madangkara". Memang yang semula mengajak Fendy bermain film adalah Sisworo Gautama Putra untuk produksi PT. Soraya Film, "Malam Satu Suro", sebagai kekasih Suzanna. 

Sebenarnya Fendy sudah di kontrak untuk hanya bermain pada Soraya film dalam tahun 1988 ini," ujar orang Soraya, tapi kami memberinya izin secara tertulis untuk ikut mendukung Saur Sepuh demi pengembangan kariernya."

Padahal Imam Tantowi meminjam Fendy pada saat suting "Malam Satu Suro" masih belum rampung.  Kini menjelang "Saur Sepuh" melanjutkan suting ke Lampung, berbalik pihak Soraya yang ingin meminjam Fendy untuk film baru mereka "Ngepet Aji Pelebur Nyawa" (judul sementara) dengan peran utama wanita Suzanna dan Joice Erna.

Permintaan Soraya ini ditolak oleh Kanta mengingat lokasi suting yang sangat berjauhan. Apalagi seusai suting "Saur Sepuh" episode pertama akan langsung dilanjutkan dengan episode keduanya. 

"Memang benar saya pernah menandatangani surat kontrak pada Soraya, tapi saya tak menerima uang pengikat barang satu rupiahpun" mengakui Fendy Pradana yang di jumpai di studio "Saur Sepuh" di Cengkareng. 

Pasal rebutan bintang ini bisa di tambah lagi dengan kasus Hengky Tornando yang juga terlibat dua produksi bersamaan "Saur Sepuh" dan Kisah Anak-anak Adam" untuk lokasi suting di tempat yang sama di Pangandaran;

BOLEH DUA FILM

Kasus-kasus diatas seolah-olah menggambarkan para produser diadudomba oleh bintang-bintang laris. Sebenarnya kasus serupa sudah bukan merupakan hal baru dalam perfilman nasional. Bahkan pada masa jayanya Roy Marten, Yati Octavia atau Lydia Kandou, mereka biasa main rangkap empat lima judul berbarengan. 

Akibatnya terjadilah 'saling culik bintang' dari lokasi yang satu ke lokasi yang lainnya. Pimpinan unit harus lihai mengintip dimana saja sang bintang sedang bermain, begitu 'break' langsung di sabet, diboyong ke lokasi lain. 

Maka muncullah kebijaksanaan dari PARFI, "Seorang pemain utama hanya boleh bermain dalam dua judul film pada waktu yang sama".

Pada kenyataannya, bermain dalam dua judul yang di produksi oleh dua perusahaan film, tetap saja menimbulkan problema. Nampaknya peraturan itu perlu di tinjau kembali, karena bisa menjadi senjata bagi sang bintang. "Lha, organisasi kami saja mengizinkan untuk main dalam dua film berbarengan kok?! Mumpung ada kesempatan bagus, kapan lagi?! Sumber : Majalah Film NO. 057/25 tanggal 3 September - 16 September 1988


Wednesday, June 3, 2026

ONKY-MITHA CINTA LOKASI

 


ONKY-MITHA CINTA LOKASI (kisah lawas). CINLOK- Cinta Lokasi? Paramitha Rusady dengan Onky Alexander terlihat intim saat suting film Catatan Si Boy V garapan Nasri Cheppy. Sikap itu 'mekar' ketika di Las Vegas, Amerika Serikat. Tiga bulan adalah waktu yang panjang untuk saling menjajaki, seiring panjangnya hari suting. 

Keduanya, menyembunyikan benang kasih itu dihadapan kru film, namun tercium juga,  Sebab di sela berak suting, mereka selalu menghindar dari yang lain. Sepulang dari luar negeri keduanya semakin intim. 

Disinggung tentang cinta itu, Onky dan Mitha mencoba menepis. Alasannya mereka sengaja melakukan pendekatan untuk mengekspresikan peran. "Yah itu terserah penilaian orang. Saya memang belum punya pendamping, semua itu tergantung Allah," kata Mitha pelan. Onky pun mengatakan hbungannya dengan Paramitha biasa-biasa saja. 

"Ia melakukan pendekatan untuk mencari ekspresi perannya di film Cabo V" katanya sambil melirik Paramitha. Selanjutnya Onky menjelaskan sesama artis selayaknya berkomunikasi. 

"Saya pasrah jika Allah menghendaki. Tul nggak mas?" cetus Onky tersenyum dan kembali melirik Paramitha yang berdiri disampingnya. 

"Kawin itu untuk selamanya. Buat saya nggak usah tergesa-gesa. Yang penting saya siap mental dalam segala-galanya", jelas Mitha mengakhiri Obrolan. ~ sumber : MF 141/108/TH.VII/23 Nov - 6 Des 1991

Tuesday, June 2, 2026

NASRI CHEPPY : CATATAN SI BOY 4, TANPA EMON

 


NASRI CHEPPY : CATATAN SI BOY 4, TANPA EMON (berita lawas). Emon, ben cong bertubuh gempal itu memang identik dengan Didi Petet, dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Tokoh itu mencuat setelah sukses komersial Catatan Si Boy (Cabo) yang di sutradarai Nasri Cheppy. 

Sukses Cabo I yang mengatrol nama Onky Alexander menjadi idola kaum remaja dan Didi Petet kepuncak prestasi dengan memperoleh piala Citra, meski lewat film lain, mampu pula mengusik sanubari sang produser untuk memproduksi serial berikutnya. 

Cheppy kini jadi sutradara kondang. Didi Petet akirnya jadi rebutan para produser dan Onky tetap jadi idola kaum remaja. Mereka boleh bangga, karena secara finansial, juga mereguk sukses. 

Konon kabarnya, mereka termasuk orang-orang film "termahal" saat ini (itu). Selentingan, Cheppy honornya mencapai 40 juta, Didi Petet tak jauh berbeda dengan Onky hanya sedikit dibawah Petet. 

Meski ketiganya merupakan personal inti, selain Meriam Bellina dalam Cabonya Cheppy, namun dalam Cabo IV yang jadi giliran Parkit Film yang memproduksinya, Emon yang kemudian jadi Si Kabayan, tak lagi terlibat. 

Tekad Emon untuk melepaskan diri dari Didi Petet memang telah bulat. Kabarnya, dibayar berapapun besarnya, Didi Petet tak mau lagi memerankan tokoh Emon. Apakah ini bukan hanya sekedar taktik dagang? "Entahlah, itu rahasia Petet dan produser film kita."

Lalu, siapa pengganti Emon dalam Cabo IV? Penggantinya memang ada. Tapi, kata Cheppy tokoh Emon tak lagi mau dimunculkan, " jadi yang di ganti Didi Petet, sekaligus Emon!", tegasnya. 

Nah lho, mampukah si pendatang baru itu mengisi kekosongan yang ditinggal Petet untuk selama-lamanya? "Saya akan mencobanya seperti ketika saya juga mencoba Onky , Didi Petet di awal kisah petualangan. Si Boy di layar perak ini, " jelas Cheppy. 

Tentang Cabonya yang menurut rencana akan di produksi sampai 8 serial, Cheppy bilang "Saya akan tetap berusaha menampilkan Cabo. Cabo itu agar tetap menarik. Hilang Didi Petet dan Zainal Abidin, muncul dua nama pemain tenar lainnya, Paramitha Rusady dan Robert Syarief , ayah Dewi Yull dalam serial sinetron Sartika. Pokoknya saya akan tetap berusaha memberikan kepuasan kepada penggemar Cabo!".

Ia juga bilang, Cabo IV tidak akan berhura hura keluar negeri seperti Cabo II yang sampai LA. "Kali ini , Si Boy hanya akan sampai ke Bali saja!" jelas Cheppy. Lalu apakah kesan Wah, yang selama ini telah melekat pada diri Onky setelah dari luar negeri tidak akan drop?.

Cheppy menyadari hal itu, tapi ia juga berjanji akan berusaha memberikan suguhan lain yang lebih menarik. Meski adanya hanya di dalam negeri, Jalinan dan bobot cerita, katanya akan lebih di perhatikan. "Saya akan menyuguhkan adegan yang lebih mempunyai greget, !" janjinya. 

Suting pertama mengambil lokasi di sebuah rumah tua didaerah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Suting di Jakarta, kata Cheppy hanya sekitar 40 persen, selebihnya di Bali. ~sumber MF No. 104/72 tahun VI, 23 Juni - 6 Juli 1990

Thursday, September 18, 2025

SINETRON SEBUAH PERMINTAN

 


SEBUH PERMINTAAN adalah sinetron produksi Multivision plus yang dibintangi oleh Onky Alexander, Devi Permatasari, Dona Harun, Pangky Suwito, Henidar Amroe dan lain-lain yang pernah di tayangkan di SCTV pada tahun 1997 yang tayang perdana pada 27 Agustus 1997 setiap Rabu jam 19.30.

Sinetron garapan Christi Maharsi sebanyak 15 episode, menurut produser Raam Punjabi di persiapkan untuk tayangan SCTV. Bagi Devi Permatasari pemeran Silvia, bermain di Sinetron Sebuah Permintaan punya tantangan tersendiri, karena harus bermain sebagai wartawati peran yang belum pernah diterimanya selama ini. "Tapi pada dasarnya peran yang berkarakter sudah langganan saya. Paling tidak saya sudah punya pengalaman dalam memerankan tokoh-tokoh yang berkarakter, " tutur Devi. "Saya tidak sempat observasi tentang sosok wartawati. Saya cukup melihat penampilan teman-teman wartawan dan skenario aja, " lanjutnya. 

Lain lagi dengan Henidar Amroe. Wanita cantik berkulit putih mulus ini harus rela menerima nasib karena mendapat peran Saraswati , Sosok wanita yang lebih tua ketimbang usia sebenarnya. "Semula saya agak ragu sih, Apa ia pantas jadi orangtua. Tapi kata Christi, sutradaranya, itu hal yang mudah. Maka wajah saya penuh tempelan make up sana sini. Ternyata sifat saya keseharian yang agak kalem sangat mendukung karakter Saraswati," kata Henidar Amroe. 

Sebuah Permintaan skenarionya di tulis oleh Deddy Armand didukung pemain-pemain top lainnya seperti Raynold Surbakti, Roy Karyadi, Cynthia Maramis, Pong Harjatmo, Aldona, Jamil Reza, Dana Christina, CHrist Michael, Sony Dewantara, Fanny Bauty dan Aldisar Syafar. 

Sebuah Permintaan bertutur tentang usaha Teddy untuk mendapatkan cinta Silvia, gadis yang selalu agu akan kesungguhan rasa cintanya. Juga upaya Silvia mencari keberadaan ayahnya, Harry yang meninggalkan dia dan ibunya saat berusia lima tahun. Dengan sengaja macam intrik khas produk Multivision, memperebutkan cinta, harta serta percobaan pembu nuhan menjadi kisah melodrama menarik, intrik selalu sukses mengaduk aduk emosi pemirsa. 


~sumber : MF 

Tuesday, August 27, 2024

REBUTAN KONTRAK BINTANG : ONKY ALEXANDER

 


Masih belum selesai urusan Ferry Fadly, pihak Kanta harus berebutan Onky "Boy" Alexander dengan PT. Bola Dunia Film dan PT. Virgo Putra Film. "Lho kami tidak mencari-cari Onky, tapi dia sendiri yang datang ke kantor kami, ditemani oleh Marwan Alkatiri (penulis skenario) dan Iwan (dari Blantika Agency), untuk menawarkan dirinya,"Cerita Handi Mulyono. 

"waktu ditanya bagaimana kontraknya dengan Bola Dunia, di jawab cuma satu film saja, lanjutan "Catatan Si Boy", hingga dalam bulan Agustus bisa bermain untuk Kanta".

Padahal kemudian baru ketahuan kalau pada PT. Bola Duna Film, Onky selain bermain dalam "Catatan Si Boy II" di bawah arahan Nasry Cheppy ia juga masih harus bermain dalam dua film lagi. 

"Pacar Ketinggalan Kereta arahan Teguh Karya sebagai permeran utama menggantikan Alex Komang yang turun menjadi pemeran pembantu. Lalu satu judul film lagi, yang masih belum ditentukan siapa sutradaranya dan apa judulnya. Sedangkan sampai pertengahan Juli 1988, sutin "Catatan Si Boy II", masih belum rampung juga. 

Kemelut ini bertambah dengan kontrak yang dibuat Onky pada PT. Virgo Putra Film, menurut Ferry Angriawan, "Onky dikontrak sampai bulan Desember 1989 oleh kami. Diharapkan bisa menyelesaikan tiga film setidaknya!". 

Ada cara untuk bisa lebih cepat memakai Onky, yakni dengan membuat film patungan , joint-venture antara Virgo dan Bola Dunia. "Boleh saja,kami setuju dengan syarat pihak virgo harus mengajukan cerita-skenario untuk kami pelajari dulu", sebut Hasrat Djoeir, Produser Pelaksana Bola Dunia, "Kalau memang bagus kami tak keberatan bekerjasama dalam penggarapannya. 

Sumber : Majalah Film NO. 057/25 tanggal 3 September - 16 September 1989