Showing posts with label Selir adipati gendrasakti. Show all posts
Showing posts with label Selir adipati gendrasakti. Show all posts

Thursday, May 14, 2026

SUTING SELIR ADIPATI GENDRASAKTI, PEMAINNYA NGANTUK SUTING NGACAK


 SUTING SELIR ADIPATI GENDRASAKTI, PEMAINNYA NGANTUK SUTING NGACAK (berita lawas). Sejak siang bumi Perkemahan Pramuka Pasar Minggu, Jakarta Selatan diguyur hujan. Malamnya udara dingin, embun turun mengantar udara basah. Kelihatan kru film Selir Adipati Gendrasakti sutradara Tjut Djalil terseok-seok bekerja dibawah rerimbunan pohon akasia. Meski begitu semua kelihatan serius, ingin cepat selesai, demikian terkesan. 

Dari kejauhan, lampu-lampu dipasang dua kelompok, saling berdekatan, tapi tidak saling menyambung. Meski dalam satu arena namun dua suting dalam satu cerita. Disatu tempat untuk mensuting adegan perkelahian antara Selir Adipati dan jaka Galing. Sementara tempat lain suting membuat trik-trik, kamera dipercayakan dengan Tjutju Sutedja dan dikomandoi langsung oleh Tjut Djalil. Adegan perkelahian dipercayakan kepada astrada Fredy S dibantu instruktur laga, Heru. 

Hampir separuh suting beradegan malam hari, kondisi ini membuat kru sepanjang suting lebih banyak melek di malam hari. Sehingga baru jam menunjukkan pukul 24.00 WIB para kru sudah ngantuk. Begitu juga suting adegan perkelahian, artisnya berlaga tanpa konsentrasi sehingga suting banyak ngaconya. Beberapa kali adegan harus di re-take. Eric Soemadinata yang menjadi Jaka Galing suka ngomel kepada lawan mainnya. 

Kontan saja pelakin Selir Adipati Gendra Sakti, yang dilakoni Lela Anggraeni hanya bisa menahan emosi. Di asadar bahwa lakonnya sebagai artis laga baru kali ini diberikan kesempatan. 

"Saya sudah ngantuk berat, tapi harus tetap suting. Padahal sekarang saya sakit, ini saya paksakan datang ke lokasi suting, " kata Lela Anggraeni. Karena itu pula Lela acap melakukan kesalahan. Sedihnya, ketika serius rumput becek membuat Lela terpeleset, spontan kru dan penonton yang menyaksikan tertawa lepas. 

Dua kamera di pakai untuk mengejar waktu suting. Konon kabarnya kru supaya menerima lunas honor untuk bisa dipakai berlebaran. Karena bersisa delapan hari puasa lagi. 

Film produksi PT. Virgo Putra Film ini bertemakan action klasik dengan mengambil latar belakang masa Majapahit. Terang-terangan Tjut Djalil mengatakan bahwa filmnya ini tidak menyinggung soal kultur masa itu. Hanya saja, meminjam settingny atok. "Mau tidak mau harus begitu karena film ini sendiri mengangkat cerita Kho Ping Hoo dan diskenariokan oleh Djoko Kusdiman. Tapi saya tidak bicara soal kultur yagn ada pada saat itu,' kata sutradara kelahiran Tanah Rencong , Aceh ini. 

Ceritanya berkisah tentang "selir" Adipati Gendra Sakti yang menggila. Selir ini punya ambisi untuk menghancurkan kerajaan, karena  rasa sakit hatinya. Maka sang selir yagn memiliki ilmu siluman itu berusaha mempengaruhi Adipati Gendra Sakti. Maka tercampaklah permaisuri, lalu selir yang seksi ini melakukan fitnahan-fitnahan kepada eisi isitana. Sehingga istana menjadi kacau. 

Film ini di dukung oleh Dolly Martenn, Lela Anggraeni, Eric Soemadinata, Mandara, Hesti Syani, Haris, dan Meise Arista. Dengan lokasi suting Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah, Bumi Perkemahan Pasar Minggu serta Sukabumi dan Jawa Barat dan sekitarnya.  ~sumber : MF 126/93 tahun VII, 27 April - 10 Mei 1991.