Showing posts with label Travel Photography. Show all posts
Showing posts with label Travel Photography. Show all posts

Monday, January 14, 2019

Kelingking Beach Nusa Penida, Hamparan Biru Bertebing Nan Eksotis



Penampakan Kelingking beach
Pulau Bali dengan Pesona keindahan yang tak terlupakan memang bukan isapan jempol saja. Selain Pulau Bali yang memiliki pesona bak khayangan, jangan lupa untuk menyeberang menuju Nusa Penida. Nusa Penida masih merupakan daerah wilayah Provinsi Bali. untuk menuju Nusa Penida kita dapat menyeberang melalui Pelabuhan di Pantai Sanur dengan tarif sekitar 100rb untuk sekali menyeberang dengan menggunakan speed boat. Sanur bukan satu-satunya tempat menyeberang kerena bisa melalui pelabuhan Benoa juga. Nah kali ini saya akan mengajak pembaca untuk menuju Kelingking Beach yang indah menawan.
Lebih Mirip ular naga melingkar

View Kelingking BEach yang indah

Perjalanan di mulai dari Pantai Sanur, membeli tiket untuk menyeberang menuju Nusa Penida. Perjalanan laut dengan speed boat berkisar sekitar 1 sd 1.5 jam dengan ombak pagi yang tidak begitu tinggi. Sesampai di Nusa Penida sudah di tunggu bli Putu yang kami sewa penginapannya dan mobilnya. Penginapan di Bli Putu lumayan murah semalam. Setelah kami di jemput di dermaga selanjutnya kami di bawa ke Penginapan untuk menaruh barang-barang bawaan. Saya beserta rombongan teman-teman pecinta fotografi selanjutnya melepas lelah sejenak, selanjutnya bersiap menuju ke spot motret sunset sore ini. Tujuannya adalah Angels Billabong dan Broken Beach sebagai titik point untuk sunset. Mengendarai Toyota Avanza kami selanjutnya dibawa menuju ke lokasi motret. Namun sebelum Sampai tujuan tidak lupa kami mampir ke Kelingking Beach.

Untuk menuju ke Broken Beach penunjuk jalan mengarahkan ke kanan sedangkan kelingking Beach ke kiri. Jam saat itu menunjukkan pukul 14.00 waktu setempat. Cuaca lumayan terik. Segera kami menuju kelingking beach. Setelah kami memarkirkan mobil segera bergegas menuju lokasi. Wow nun jauh di sana terlihat hamparan biru laut yang sangat luas dengan tebing yang tinggi. Rasanya takjub sekali. dengan angin sepoi sepoi dingin selanjutnya kami menuju view kelingking beach.

Kelingking beach kalau di perhatikan seperti Dinosaurus, atau Trex atau semacamnya lah dari kepala hingga sampai ujungnya, kalau mau di lanjutkan menuju view kanan maka akan lebih terlihat seperti ular naga dengan ekornya. Wah terserah deh apa yang kalian lihat saja. hehe.

Pokoknya untuk mencapai kesini kita harus berhati hati karena harus menuruni tebing sehingga perlu tenaga extra untuk sampai kesini.

Setelah puas mengabadikan moment selanjutnya perjalanan diteruskn menuju Broken Beach dan Angel Billabong.

Tebing Sebelah kanan

Foto Bersama

Monday, January 7, 2019

Tips dan Trik Memotret Landscape di Curug Parigi - Bekasi






Curug Parigi
Curug Parigi Spot Sunrise


Curug Parigi sempat ngehits banget di tahun 2016an sebagai salah satu tujuan para Landscaper untuk mengabadikan momen dan keindahannya. Flash back ke tulisan tulisan sebelumnya, Curug Parigi dapat di tempuh melalui dua jalur yaitu melalui Pangkalan 5 dan Melalui Villa Nusa Indah 5.

Jika kita akan melalui Pangkalan 5 maka jalan yang harus di tempuh adalah jalan raya Narogong, jalan ini kerap kali ramai oleh kendaraan-kendaraan besar seperti tronton yang memadati narogong sehingga cukup ngeri sih kalau mau melewatinya. Kalau dari arah Jakarta maka yang menggunakan kendaraan roda empat dapat keluar di exit tol Bekasi Barat untuk kemudian arahkan waze/google map menuju Curug Parigi via Pangkalan 5. Jika sudah menemukan titik tersebut maka tinggal mengikuti arahan yang di beri oleh Waze. Patokan dari Pangkalan 5 kalau dari arah Bekasi Barat adalah PT Hakapole yang teletak di kanan jalan. Disamping PT Hakapole terdapat jalan masuk , ikuti saja hingga menemukan tanah lapang dan terdengar gemerisik air yang jatuh dari Curug Parigi dan segera Parkirkan kendaraan di situ. Untuk kemudian menuruni jalan setapak. Spot dari Pangkalan 5 lebih dikenal dengan spot Sunrise sehingga cocok kalau mau memotret sunrise dari sini.

Kemudian jika melalui Villa Nusa Indah 5 maka arahkan titik di waze menuju Curug parigi via Villa Nusa Indah 5. Patokannya adalah An Nahl Islamic School seberangnya adalah Villa Nusa Indah 5, kemudian ikuti jalan masuk hingga mentok dan belok kanan untuk kemudian belok kiri. Cari Mushola Nurul Iman. Kalau sudah ketemu parkirkan kendaraan di sekitar Mushola , kemudian lompatlah pagar di belakang mushola. Harus hati-hati dan harus punya keberanian untuk melompat pagar. Kemudian turun dan carilah spotnya, biasanya ada pemancing di seputar sini.

Jika beruntung maka kondisi air sedang surut dan bisa menyeberang ke tengah, namun tetap harus waspada juga ya karena kadang-kadang licin.

Kalau sudah menemukan spotnya maka berikut ini tips dan trik yang wajib di ketahui nih untuk memotret di curug Parigi.

1. Persiapkan kamera, tripod, filter, batre cadangan dan memory card jangan sampai ketinggalan
2. Gunakan sandal yang nyaman dan tidak licin
3. Cari posisi yang tepat untuk mengabadikan momen
4. Minimal bawa filter ND dan GND agar hasilnya maksimal
5. Dan siap siap memotret......

tips lain kayaknya lebih enak kalau praktek bareng di parigi. so jangan sungkan sungkan nih kalau mau ke Curug Parigi sebelumnya hubungi saya yaa....... add IG saya di @totoandromeda.id atau @totoandromeda
Curug Parigi

Landscaper



Monday, December 24, 2018

MENYUSURI CURUG 7 CILEMBER

Curug 5 Cilember
Bagi pecinta fotografi, berburu tempat untuk memotret adalah sebuah keharusan. Curug Cilember. Curug Cilember terletak di desa Jogjogan kec. Cipayung Bogor, merupakan salah satu dari curug yang memiliki pesona keindahan alamnya yang menyegarkan, asri dan sejuk.  Untuk mencapai Curug 7 Cilember dapat di tempuh melalui perjalanan dari Jakarta sekitar 2,5 jam untuk perjalanan dengan kendaraan sepeda motor sedangkan dengan mobil membutuhkan waktu sekitar 1,5jam untuk mencapai lokasi. Dari arah Jakarta, perjalanan di lanjutkan menuju Puncak di daerah Cipayung.  Setelah Chimory dan Taman Matahari kita akan melihat plang hijau penunjuk Arah menuju Curug Cilember, tinggal diikuti petunjuk tersebut.  Untuk menghindari salah jalan, ada baiknya bertanya ke penduduk sekitar.

Lokasi curug ini juga mudah di jangkau karena infrastruktur menuju lokasi cukup baik dengan jalan beraspal, meski jalannya cukup sempit. Untuk mencapai lokasi kita akan menemui jalan masuk menuju lokasi yang menanjak dan terus menanjak hingga ditemukan pintu gerbang Curug Cilember. Dari kejauahan sudah terlihat kabut tipis diatas pegunungan nan hijau seolah mengundangnya untuk segera sampai ke tujuan dan ikut bercengkerama dengan mereka.
Akses menuju Curug 5

Sudah tersedia tempat sampah so, jangan buang sampah sembarangan gaess

View ke bawah. Jalanannya sudah berbatu

Lepas loket penjualan karcis, langsung menuju pintu masuk . Begitu masuk langsung disuguhi oleh gemericik suara air pegunungan. Udara sejuk menambah adem. Hilang semua penat yang terjadi selama perjalanan dan digantikan dengan suasana yang segar.  Bagi pecinta fotografi ini merupakan salah satu surge karena dapat memotret keindahan alamnya yang masih alami serta jernihnya air yang mengalir melalui alur di sela-sela bebatuan. Filosofi Slow Speed bagi fotografer menjadi alasan utama untuk memasuki area ini karena terdapat banyak spot yang dapat di pakai untuk memotret.

Nah Kali ini saya akan mengajak untuk menyusuri Curug 7 Cilember tepatnya Curug 5, Curug 4 dan Curug 3 Cilember. Sebelumnya saya juga sudah menulis tentang curug ini di blog lainnya https://jejakandromeda.wordpress.com/2013/05/08/menikmati-pesona-curug-7-cilember/

dan di sini https://totoandromeda.blogspot.com/2014/02/menikmati-indahnya-pesona-7-curug-di.html

silahkan kunjungi.

Setelah membayar tiket masuk saat ini tiket masuk curug Cilember 20rb per orang, kemudian menyusuri jalanan ke atas. Curug Cilember banyak sekali mengalami perubahan terutama akses jalan menuju Curug 7 atau curug terbawah di kawasan ini. Di kiri kanan jalan sekarang di buat semacam spot foto instagrammable. Untuk memotret di tempat ini akan di kenakan biaya tambahan untuk spot yang di masuki. Namun karena tujuan saya adalah menuju curug tentu saya tidak mampir lho hehe....

Curug 7 saya lewati selanjutnya mengambil jalan menuju curug 5 yang menanjak. Perubahan lainnya adalah saat ini untuk menuju curug 5 sudah di buat jalan yang berbatu sehingga cukup enak untuk di lalui tidak seperti beberapa tahun yang lalu yang masih jalan tanah. Dan tersedia tempat sampah untuk menuju curug 5. Namun sayang sekali saya melihat sampah air kemasan masih di buang sembarangan oleh pengunjung Curug. Oh iya bagi yang belum tahu kenapa di sebut Curug 7 Cilember? karena disini terdapat 7 Curug yang dapat di temui dengan menyusuri satu demi satu. Curug 6 saya lewati karena jalannya sudah di tutup
Curug 5

Curug 5

Sepanjang Jalan menuju curug 5 sesekali berhenti melepas lelah dan mengambil minum hingga akhirnya sampai ke Curug 5. Pemandangan di Curug 5 juga kali ini cukup terlihat jelas karena beberapa semak yang dulu menutupi Curug kini sudah di pangkas sehingga keindahannya terlihat jelas. Bagi pengunjung yang mau mandi di curug 5 juga bisa meski tidak terlalu dalam. Selepas menikmati curug 5, selanjutnya saya menuju Curug 4 dan 3. Namun sebelum menuju curug tersebut saya merasa terganggu dengan hadirnya monyet monyet liar yang menghalangi jalan. Berasa takut hehe... maju mundur maju mundur ragu ragu takutnya monyetnya mengangu apalagi ada sekitar 5 monyet hehe. Namun akhirnya meminta bantuan dari pemilik warung yang ada di curug 5 untuk mengusir mereka. Setelah kawanan monyet menjauh segera saya dan teman-teman yang ikut tracking ke atas menuju curug 4. perjalanan masih was was sih karena takut tiba tiba monyet menyergap, dan hap lalu di tangkap. hehe takut saya mah kalau itu...
Curug 4

Curug 4

Perjalanan menuju curug 4 ada spot tanjakan yang lumayan curam sejenak, disini minim plang petunjuk jalan namun mengikuti saja jalan setapak. Curug 4 cukup tersembunyi. Setelah kami menemukan curug 4, segera kami menjepretnya. Curug ini kecil dan sempit, not recomend sih kalau mau mandi mandi. Sekitar air juga licin sehingga harus berhati-hati. Curug 4 sepi pengunjung mengingat tempatnya yang jauh dan cukup tersembunyi.

Setelah rasa penasaran selesai kemudian kami menuju curug 3. Untuk mencapai curug 3 dari curug 4 terdapat dua jalan ya itu menyeberangi curug 4 dan mengikuti jalan bersemak atau balik arah dan sedikit menanjak. Akhirnya saya memilih balik arah dan berjalan menanjak. Tak berapa lama akhirnya sampai juga di curug 3. Kondisi curug 3 cukup tinggi dan terdapat bebatuan di sekitarnya. Saat saya datang kondisi airnya cukup kecil. Di bandingkan dengan curug 4, curug 3 kondisi pengunjung sedikit ramai meski cuma beberapa pengunjung. Kebanyakan pengunjung curug 7 selain warga lokal adalah warga sekitar Puncak Cisarua yang berkewarganegaraan Arab. Sehingga kalau ke curug 7 kadang mereka lebih mendominasi khususnya di curug paling bawah yaitu curug 7. Demikian juga di curug 3, beberapa keturunan arab dengan bahasanya arab disini.
Curug 3

Curug 3

Karakter dari curug 3 yang berbatu dan sedikit cekungan airnya tentu tidak cocok untuk mandi namun cukup untuk menikmatinya saja. Setelah Curug 3 selesai sebenarnya penasara untuk ke curug 2 dan 1 yang kondisi airnya lebih tinggi namun karena kondisi sudah hampir sore maka saya memutuskan pulang dan turun. Mungkin lain kali saya akan menuju curug 2 dan 1 dan membagi ceritanya disini.

Jangan lupa add ig saya ya di @totoandromeda dan @totoandromeda.id