Showing posts with label pusaka penyebar maut. Show all posts
Showing posts with label pusaka penyebar maut. Show all posts

Monday, April 27, 2026

PEMBUATAN PUSAKA PENYEBAR MAUT


SELAMATAN PEMBUATAN FILM PUSAKA PENYEBAR MAUT, (Berita Lawas). Pada awal berdirinya, Ram Soraya dari PT. Soraya Intercine Film sudah pernah memproduksi film dakwah kolosal "Sembilan Wali". Tapi kemudian ia lebih banyak bikin film-film bertema komedi (Warkop) dan horor mistik (Suzanna). Baru sekarang untuk produksi terbarunya "Pusaka Penyear Maut", bertekad bikin kejutan lagi. 

Sutradara andalannya, Sisworo Gautama Putra yang juga sudah menjabat sebagai produser pelaksana, menyebutkan "Untuk produksi kolosal ini disediakan bujet sebesar satu setengah milyar rupiah!".

Bintang-bintang mahal dipasang sebagai tokoh-tokoh utama adalah : Suzanna, Fendy Pradhana, Murtisari Dewi, Willy Dozan dan puluhan bintang pembantu plus ratusan figuran. 

Upacara selamatan berlangsung di Rumah Yatim PIatu Muslimin di Kwitang, Jakarta Pusat. Maka Minggu Siang, 12 Agustus 1990 itu puluhan anak-anak yatim piatu bisa berhadapan muka langsung dengan bintang-bintang populer dari layar putih. Menjadi itikad baik produser untuk menyisihkan sebagian dananya sebagai sumbangan kepada Panti Asuhan tersebut. Tapi yang membuat anak-anak sangat girang adalah munculnya Dono Warkop yang bertindak sebagai Pembawa Acara. 

"Cerita film ini berpusat pada keris pusaka Empu Gandring yang terus menyebar maut pada zaman Singasari, " ungkap Sisworo yang menunjuk Willy Dozan sebagai tokoh Ken Arok, sedangkan Suzanna sebagai Nyi Polok. 

"Saya bermain sebagai puteri Nyi Polok yang menjadi kekasih Fendy, " sambung Murti Saridewi,. Jadi kalau dalam serial "Saur Sepuh " sebagai Lasmini ia terus mengejar cinta Brama Kumbara yang diperankan oleh Fendy Pradana, sekarangnlah baru kesempatan untuk 'bermesraan' diperoleh Murti. 

"Kalau saya justru film pertama saya main bersama Suzanna, " ujar Fendy yang debutnya lewat "Malam Satu Suro" dan mengakui Sisworo sebagai sutradara pertama yang mengontraknya main film. 

Willy Dozan yang datang berdua dengan Betharia Sonata, cuma senyum-senyum saja. "Peran untuk saya tidak banyak kok, boleh dibilang cuma sebagai bintang tamu saja, " ujarnya merendah. 

Suting dimulai pada awal September 1990 di lokasi Pelabuhan Ratu, Pangandaran dan Ciseeng. (Ada yang nonton sutingnya?~MF 109/77 Tahun VI, 1 - 14 Sept 1990


     

Friday, December 19, 2025

MURTISARI DEWI KECELAKAAN SUTING, LUKA BAKAR DI DADA

 


MURTISARIDEWI KECELAKAAN SUTING, LUKA BAKAR DI DADA. Mengorbit lewat peran pendekar centil Lasmini dalam film "Saur Sepuh", membuat Murti Sari Dewi terus ditawari peran sebagai pendekar wanita Selasih dalam arahan Sisworo Gautama Putra dalam film "PUSAKA PENYEBAR MAUT".

"Saya memang absen dalam Saur Sepuh IV, karena ceritanya sudah melompat ke generasi berikutnya, " aku Murti yang dalam film Pusaka Penyebar Maut ini kembali dipertemukan dengan Fendy Pradana, pemeran tokoh Arya Kamandaka. 

"Yang menggembirakan, dalam film ini, scene saya berimbang dengan Suzanna yang memerankan tokoh Nyi Polok," tambah gadis Solo ini. Padahal kan Kak Suzzy sudah jadi aktris populer sejak saya masih anak-anak,".

Hal baru lainnya yang dialami Murti adalah kesempatan untuk mengisi suaranya sendiri. "Dulu-dulu suara saya selalu diisi oleh Ivonne Susan . 

Ada yang menggembirakan, sebaliknya ada juga yang mencemaskan. Terjadi pada saat adegan penyiksaan Selasi, mendadak ada kabel listrik yang menyambar ke dadanya. Percikan api kontan membakar sebagian kulit buah dada dan juga pipi Murti. Saking sakitnya, Murti menjerit sambil berjingkrak. Kru film buru-buru merubung untuk menolong. 

"Kulit dada saya gosong," keluh Murti. 

Apakah di perlukan operasi plastik untuk memulihkannya?

"Ah nggak perlu cuma pakai obat-obat tradisional yang dibalurkan agar cepat kering, " senyumnya memperlihatkan gigi gingsulnya. 

Luka gosong itu sekarang sudah sembuh, tak meninggalkan bekas lagi. Tapi tahukah Murti kalau seorang artis mengalami musibah saat suting berhak mendapatkan santunan dari perusahaan asuransi?

"Murti menggeleng. Ah sudahlah tapi kalau ada saya mau mengasuransikan wajah supaya ndak ada jerawat, hehe."

Maklum dalam usianya 19 tahun, wajah murti memang sedang subur-suburnya sebagai ladang jerawat. Justru ini yang dianggapnya bisa mengganggu kontiniti jalannya suting.