Showing posts with label Gempol Sunaryo. Show all posts
Showing posts with label Gempol Sunaryo. Show all posts

Wednesday, May 13, 2026

"GEMPOL" SUNARYO ANAK DESA DI UJI KEMAMPUANNYA BERAKTING DALAM FILM LANGITKU RUMAHKU


 "GEMPOL" SUNARYO ANAK DESA DI UJI KEMAMPUANNYA BERAKTING DALAM FILM LANGITKU RUMAHKU (Berita Lawas). Tidak hanya Dewa Gede Badung Sumartha, anak 'kampung' yang sempat di seret ke layar putih, yang akhirnya menghasilkan karya film Nyoman dan Merah Putih, arahan Judi Subroto, Slamet Rahardjo pun akhirnya tertarik untuk mengangkat anak kampung, yang berpenampilan polos, untuk diuji keampuhannya berakting, melawan orang kota yang kesehariannya sudah bergelimang dalam fasilitas yang 'wah'.

Adalah Sunaryo, anak seorang petani desa Sambi Rejo Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ketika lulus Sekolah Dasar, bocah itu lantas tak melanjutkan sekolah. Maklum, orang tua hanya seorang petani. Tentu saja , ia tak tega melihat orangtuanya harus juga menanggung biaya adik-adiknya yang berjumlah 6 orang. Ia punya tekad bekerja untuk meringankan beban orang tuanya. 

Bekerjalah Sunaryo di sebuah hotel di Blitar, entah sebagai apa. "Waktu itu pak Rudi nginep di hotel . Saya terus ditanya, Mau ke Jakarta nggak? saya jawab saja mau. Lalu saya di potret. Seminggu kemudian temannya Pak Slamet (maksudnya Slamet Rahardjo) membawa saya ke Jakarta. Saya tidak tahu kalau mau diajak main film. Dari pulang kerja, saya langsung diajak berangkat ke Jakarta. Nggak boleh pulang dulu ambil pakaian, apalagi bilang sama orang tua, lha saya kepingin jug ake Jakarta sih, saya mau saja, " ujar Sunaryo yang memerankan tokoh Gempol dalam film Langitku Rumahku arahan sutradara Slamet Rahardjo. 

"Saya baru ketemu Pak Slamet itu di kantornya. Ada teman saya yang bilang. Kalau kamu ke Jakarta ketemu Pak Slamet, kamu bisa main film. Eh, saya ditanyai betul sama Pak Slamet. Mau nggak kamu main film. Ya, saya jawab mau. Padahal sebelum ke Jakarta saya itu belum tahu lho yang namanya kamera. Belum tahu lampu yang terang lima kilo. Saya belum tahu itu. Tahu-tahu, wah panas banget, " cerita Gempol Sunaryo mengenang. 

Kepergian Sunaryo ke Jakarta memang mengejutkan orang tuanya. Karena setelah kepergian Sunaryo ke Jakarta, orangtuanya baru menerima surat. Meskipun sempat bingung, ayah si Gempol itu akhirnya kagum juga pada anaknya, yang kini jadi bintang film. 

Sesampai di Jakarta, Sunaryo bukan berarti tak sekolah, Ia kini sudah masuk SMP Muhammadiyah di Jakarta, kelas satu, beberapa hari, ia tinggal di lingkungan para pemulung, untuk memperkuat akting yang diperaninya. Maka iapun mendapat dorongan dan bimbingan dari orang-orang Eka Praya film. Meskipun hidup  dilingkungan orang film, bagi Sunaryo main film adalah hal yang sangat baru Bukan pula tak berarti ia tak mengalami kesulitan dalam berakting. "Ya ada yang susah, ada yang nggak. Kalu adegannya panjang, saya suka lupa,  " Jelas Sunaryo menjawab tentang aktingnya. 

Sunaryo memang polos. Seperti kepolosannya peran yang dimainkan sebagai Gempol. Soerang anak pemulung yang di tuduh mencuri, yang akhirnya justru menemukan seorang sahabat, yang baik tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Sunaryo kini terus tinggal di Jakarta untuk meneruskan sekolahnya. "Saya senagn main film. Sekolah mau, main film juga mau. Insya Allah sekaran gsaya sudah sampai Jakarta, " sela Sunaryo menimpali. 

Sunaryo sekaran anak Jakarta. Bermain dengan anak-anak sebayanya, dan menekuni lagi dunia sekolah yang dia impikan. Ia sudah bisa mengirim uang ke orang tuanya di kampung, hasil jerih payahnya bermain film. Gempol Sunaryo kini telah membetulkan kursinya, memperbaiki nasibnya.