ARIF RIVAN, Tidak Bisa Casting Rangkap (Berita Lawas). Untuk sepekan Film TV akhir tahun 1989, Arif Rivan berlakon menjadi Radeng Pengung. Cerita komedi berjudul Raden Pengung, itu berdasar skenario Arswendo Atmowiloto dan sutradara Mustafa. Karena film TV itu pula yang membuatnya marah kepad dirinya sendiri. Kenapa bisa begitu? Karena Arif Rivan tidak puas. "Saya tidak puas karena ketika mempelajari karakter Raden Pengung terburu-buru. Bayangkan cuma 3 hari waktu saya mempelajarinya."kata artis kelahiran Padang 1 November 1951. "Apalagi cerita komedi. Dan komedinya karena karakter. " ujar anak bungsu dari 7 bersaudara ini. Padahal dia pernah berhasil melakoni cerita komedi "Nujum Pak Belalang" ketika sepekan Film Tradisional TV pada Mei 1989 di TVRI, ketika it dia melakoni seorang Raja Melayu di Sumatera Timur.
"Ketika itu, waktu saya mempelajari karakter cukup. Apalagi didukung oleh Artis yagn berpengalaman, " lanjutnya. Untuk mempelajari karakter bagi Arif Rivan tidak cukup hanya 3 atau 5 hari.
"Itulah sebabnya saya tidak berani menerima casting pada saat bersamaan. Kalau sudah selesai satu, barulah yang satu lagi saya terima, " kilah artis ini. Kiranya Arif Rivan mempunyai sikap juga untuk menerima tawaran. Padahal banyak artis selagi laku berani menerima tawaran 3 sampai 4 casting sekaligus. "Saya bisa saja begitu, tapi untuk mempelajari karakter kan tidak bisa terburu-buru, " tangkisnya.
Arif Rivan pertama sekali terjun ke dunia akting melalui layar gelas. "Biar honor main TV kecil, saya puas. Selain waktu sutingnya singkat, juga kita bisa akrab dengan kru serta sutradaranya," katanya. Karena alasan itu pula membuat Arif Rivan bersedia melakoni Herman dalam film serial TV "Tembang Di Tengah Padang" sutradara Darto Joned. Ia melakoni seorang insinyur yang mengabdi di desa.
MF 095/63/Tahun VI, 17 Februari - 2 Maret 1990

No comments:
Post a Comment