Showing posts with label Elly Ermawatie dan lain-lain.. Show all posts
Showing posts with label Elly Ermawatie dan lain-lain.. Show all posts

Monday, June 1, 2026

TUTUR TINULAR, REBUTAN PEDANG NAGA PUSPA

 


TUTUR TINULAR, REBUTAN PEDANG NAGA PUSPA, (berita lawas). Setelah serial "Saur Sepuh" inilah serial sandiwara radio berikutnya yang difilmkan secara kolosal oleh PT. Kanta Indah Film. Skenarionya ditulis langsung oleh pengarangnya sendiri, S Tidjab. Penyutradaraan ditangani Nurhadie Irawan (yang berpengalaman lewat film kolosalnya Rhoma Irama, Satria Bergitar", kamera diarahkan oleh WIlliam Samara (setelah debutnya dalam "Tragedi Bintaro"

Tokoh pendekar mua Arya Kamandanu yang di radio dibawakan Ferry Fadly digantikan oleh pesilat Benny G Rahardja. Mei Shin diperankan oleh Elly Ermawatie yang juga merangkap sebagai Produser Pelaksana, Sedangkan pendeka dari Mongolia, Lou Shi Shan, dpeirankan juara Karate asal Bandung, Lamting. Bintang karateka lainnya, Yoseph Hungan berperan sebagai Mpu Ranubaya. Lalu Baron Hermanto jadi Arya Dwipangga. Dan memperkenalkan Putri Solo Okky Irwina Savitri sebagai si jelita Nari Ratih. 

Ikutan meramaikan Raden Mochtar, Bram Adrianto, Atut Agustinanto, Aspar Paturusi, Dyah Permatasari serta ratusan pendukung lainnya. 

Episode "Pedang Naga Puspa" mengungkapkan asal usul para tokoh serta pusaka yang diperebutkan oleh kalangan persilatan. Konon menjelang runtuhnya kerajaan Singasari pada abat ke XIII, termasyurlah nama Mpu Hanggareksa sebagai ahli pembuat senjata ampuh . 

Dua puteranya, Arya Dwipangga dan Arya Kamandanu bersaing memperebutkan cinta bunga desa Nari Ratih. Rayuan Dwipangga membuatnya berhasil menghamili Nari Ratih. Kamandanu yang patah hati memilih berkelana. 

Pecah konflik antara Prabu Kertanegara dengan Kubilai Khan. Utusan Khan diiris telinganya. Sebagai pembalasan sang utusan menculik Mpu Ranubaya, kakak seperguruan Hanggareksa. Di Mongolia, Khan menitahkan sang Mpu untuk menempa pedang pusaka. 

Syahdan, Kertanegara di bunuh Jayakatwang yang kemudian mendirikan Kediri. Bertepatan datanglah Panglima Lou dan isterinya, pendekar Mei Shin membawa "Liong Hoa Pokiam" (Pedang pusaka Naga Puspa) serta amanat Mpu Ranubaya. Terjadi kesalahpahaman, apalagi ketika para pendekar dari golongan hitam ramai-ramai mengeroyok Lou untuk merebut pusaka tersebut. 

Nasib malang menimpa Lou. Mei Shin bersumpah menuntut balas. Lalu bagaimana sampai terjalin percintaan antara Mei Shin dengan Kamandanu, pewaris sah pedang Naga Puspa?

Bersabarlah untuk menantikan episode berikutnya dari film silat ang adegan-adegan tarung antara pendekarnya digarap lebih dasyat  dari film-film sejenis sebelumnya, apalagi dilengkapi sistem suara Ultra Stereo! "TUTUR TINULAR" beredar serentak di bioskop-bioskop pilihan di seluruh kota besar mulai 28 Juni 1990. ~sumber MF No. 104/72 tahun VI, 23 Juni - 6 Juli 1990